
Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta, tergantung apakah cinta itu akan mereka rawat atau sebaliknya. Jika cinta itu mereka rawat, dengan baik maka cinta itu akan semakin tumbuh dan semakin besar, begitu juga cinta yang tak pernah dirawat maka cinta itu akan hilang dengan sendirinya.
Rasa kagum yang Arian miliki untuk Airin, semakin hari semakin bertambah, dan rasa itu berubah menjadi rasa ingin memiliki.
Bahkan mulai timbul rasa rindu jika dalam sehari ia tidak melihat Airin. Kini tatapan mata mereka bertemu dan saling mencari sesuatu yang sebenarnya mereka rasakan. Keduanya saling menyelami dari tatapan mata tersebut.
"Ibu Airin berangkat dulu, maaf telah membuat ibu merasa khawatir." ucap Airin sambil mencium tangan ibu Iyem.
"Berhati-hatilah nak, doa ibu selalu menyertai setiap langkah mu." jawab ibu Iyem.
"Nak Arian titip nak Airin ya, ibu berharap nak Arian bisa menjaga Airin dari hal-hal yang tidak di inginkan. Ibu lihat nak Arian mempunyai banyak hal yang bisa di andalkan." ucap ibu Iyem lagi.
"Siap, ibu jangan khawatir saya akan menjaga Airin semampu saya." jawab Arian sambil tersenyum.
Setelah berpamitan Arian segera melajukan mobilnya menuju ke Sekolah, ia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, ia ingin sekali memiliki waktu lebih lama lagi untuk bisa lebih mengenal Airin.
"Airin, apakah itu tidak ibu kandung mu ? maaf sebelumnya karena jika dilihat tidak ada kemiripan di antara kalian." tanya Arian.
"Bukan, beliau adalah seorang wanita yang luar biasa yang saya kenal, saya tinggal di rumah beliau. Tapi sesuatu terjadi sehingga kami tinggal di rumah pak RT." jawab Airin.
"Sesungguhnya apa yang terjadi ?" tanya Arian dengan penasaran.
"Kemarin malam ada seseorang yang membakar rumah kami, sehingga kami terpaksa menumpang tinggal di rumah pak RT sampai rumah kami selesai di perbaiki." jawab Airin.
"Apakah kalian sudah melaporkan hal itu kepada yang berwajib ?' tanya Arian lagi.
"Sudah, kami tinggal menunggu hasilnya." jawab Airin dengan tersenyum.
"Baguslah semoga pelakunya segera ditemukan dan ia segera mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya." ucap Arian.
Airin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Sementara Arian begitu menikmati senyum manis milik Airin.
"Sebenarnya siapa dirimu ? tapi siapapun diri mu kekagumanku tidak akan berubah. Kau begitu luar biasa di mataku."
"Bahkan disaat kau tidak mempunyai tempat tinggal sekalipun kau masih bisa tersenyum. Tapi sebenarnya apa yang membuat seseorang bertindak nekat hingga membakar rumah kalian."
__ADS_1
"Bukankah kalian hanya seorang tukang sapu jalan yang tidak mempunyai sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh seseorang. Atau ada yang tidak menyukai kehadiran kalian ?"
"Tetapi bukankah kalian adalah orang-orang yang sangat baik ? apakah ada sebuah persaingan di antara kalian ?"
"Ah, Airin apakah ada yang tidak menyukai keberadaan mu ?" tanya Arian dalam hati.
Sementara Airin, memikirkan hal apa lagi yang akan dilakukan oleh Chika setelah melihat ia diantar oleh Arian sendiri untuk pulang mengganti pakaiannya yang basah.
"Kak Arian apakah kak Arian memiliki hubungan yang spesial dengan Chika ? sehingga ia begitu marah saat melihat kita berjalan bersama ?" tanya Airin memecahkan kesunyian di antara mereka.
"Tidak, saya tidak mempunyai hubungan yang spesial dengan wanita manapun. Jangan kau ambil hati apa yang diucapkan oleh Chika."
"Tapi yang jelas kau harus berhati-hati dengan dia, karena ia bisa melakukan hal apapun dan menghalalkan segala cara agar apa yang ia inginkan terwujud." jawab Arian.
"Termasuk untuk bisa memiliki kak Arian ?" tanya Airin lagi.
Arian tersenyum sambil menatap wajah Airin. Ia begitu bahagia mendengar pertanyaan Airin.
"Apakah kau khawatir akan hal itu ?" tanya Arian.
Airin hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Arian. Keheningan kembali menyelimuti mereka. Mereka kembali berada dalam pikiran mereka masing-masing.
"Chika bukanlah wanita idaman saya. Banyak hal negatif dalam dirinya." ucap Arian memecahkan kesunyian di antara mereka.
"Hal negatif apa saja itu ?" tanya Airin.
"Salah satunya ia selalu menilai rendah orang karena status sosialnya." jawab Arian.
"Lalu mengapa tidak ada yang menghentikan apa yang dilakukan oleh Chika dan kawan-kawannya ?"
"Padahal apa yang mereka lakukan sangat jauh menyimpang. Dan apakah kak Arian tau bagaimana dampak negatif dari mereka yang selalu di bully baik secara fisik maupun mental."
"Pernahkah ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh kalian saat melihat kejadian itu ?" tanya Airin.
"Selama ini saya tidak seberapa tau bagaimana tindakan yang dilakukan oleh Chika. Tetapi jika saya melihatnya saat itu juga saya akan bertindak."
__ADS_1
"Seperti saat pertama kali saya melihat Chika dan teman-temannya melakukan hal memalukan terhadap mu waktu itu." jawab Arian.
Airin tersenyum, ia ingat bagaimana reaksi Arian waktu itu.
"Apakah Chika sering melakukan hal yang kurang baik terhadap mu ?" tanya Arian lagi.
"Bukan hanya saya yang menjadi korban bullying yang dilakukan oleh Chika dan kawan-kawannya."
"Serli juga mengalami hal yang sama. Tapi saya juga tidak tau sejauh apa yang dilakukan oleh Chika terhadap Serli." jawab Airin dengan sedih.
"Serli teman satu kelas mu itu ?" tanya Arian.
"Apakah kak Arian mengenalnya ?" tanya Airin.
"Ia adalah salah satu siswa yang berprestasi disekolah ini, siapapun pasti mengenalnya karena prestasinya." jawab Arian.
"Benarkah ?" tanya Airin.
"Iya nanti saat acara ulang tahun sekolah kita kau akan melihat bahwa dia adalah salah satu siswa yang akan mendapatkan hadiah dari pemilik sekolah kita."
"Setiap tahun ia selalu mendapat peringkat dan ia selalu mendapatkan hadiah dari pemilik sekolah kita."
"Ngomongin masalah ulang tahun sekolah kita, apakah kau tidak keberatan jika ikut bergabung dengan kami untuk acara tersebut ?" tanya Arian.
"Boleh, tapi apakah yang bisa Airin lakukan ?" tanya Airin.
"Kau bergabung saja, nanti pasti akan ada hal yang bisa kau lakukan." jawab Arian.
"Kau cukup menjadi penyemangat bagi ku Airin, dengan begitu aku akan bisa menyelesaikan semua tugas ku dengan baik."
"Dengan kau berada di sisiku, maka akan muncul banyak ide-ide untuk acara ulang tahun sekolah kita."
"Karena kau adalah sumber inspirasi bagiku, terutama sumber kekuatan cinta yang ada di dalam hati ini." ucap Arian di dalam hati.
Tak terasa mobil yang mereka kendarai kini sudah masuk ke lokasi sekolah mereka. Dengan begitu waktu kebersamaan mereka akan berakhir sampai disini.
__ADS_1
Tetapi Arian tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia kan selalu mencari cara agar ia bisa selalu dekat dengan Airin. Gadis cantik yang berprofesi sebagai tukang sapu jalan yang telah menduduki posisi di hatinya.
"