
Deo berjalan menuju ke Sekolah Golden A&H, dengan penuh semangat ia menapaki setiap jalan yang ia lalui.
Setelah sampai ia segera menuju ke kelasnya, ia mengikuti setiap pelajaran dengan serius, hingga waktu istirahat tiba.
Deo berencana akan menemui Serli, ia ingin mengajak Serli untuk makan siang bersama. Dengan penuh keyakinan ia berjalan menuju ke kelas Serli.
Setelah sampai Deo mencoba mengetuk pintu kelas tersebut namun tidak ada yang membukakan pintu tersebut.
Ia mencoba melihat dari balik jendela apa yang terjadi di dalam kelas tersebut. Alangkah terkejutnya ia saat melihat Serli yang sedang di bully oleh Chika dan kawan-kawannya.
Serli disuruh menjilati sepatu Chika layaknya seekor anjing. Tak cukup sampai di situ Chika dengan sengaja memegang rambut Serli yang diikat layaknya sebuah tali untuk memantau gerakan seekor anak anjing.
Jika Serli salah melakukan hal yang diminta maka Chika akan menarik rambut Serli, agar Serli berada diposisi yang Chika inginkan.
Dengan berurai air mata Serli hanya bisa pasrah melakukan setiap perintah dari Chika. Tak cukup sampai di situ Misel yang dengan sengaja mengabadikan momen itu dengan memvideokan kejadian itu.
Setelah puas bermain dengan Serli, Chika mencampakkan tubuh Serli ke lantai setelah itu ia berjalan meninggalkan Serli yang menangis pilu sambil meringkuk di lantai.
Deo mencoba mendekati Serli namun ia tidak bisa melangkahkan kedua kakinya. Semakin ia berusaha maka semakin berat kakinya untuk digerakkan.
Deo mencoba memanggil Serli dari luar, namun Serli sama sekali tidak mendengarkan panggilan dari Deo.
Lama sekali Serli menangisi nasibnya yang begitu menyedihkan. Sementara Deo terus berusaha untuk bisa berjalan mendekati Serli.
Ia ingin sekali memberikan dukungan untuk Serli, agar ia tidak bersedih. Ia bertekad untuk mengambil ponsel yang digunakan untuk merekam kejadian sadis yang dialami oleh Serli.
Namun apalah daya, Deo sama sekali tidak bisa bergerak dari posisinya. Sementara Serli bangun dari lantai. Ia dengan cepat berlari meninggalkan kelas tersebut.
Dengan sekuat tenaga, Deo mencoba mengejar Serli yang sedang berlari sambil menangis.
Namun belum sempat ia mendekati Serli, Chika yang melihat Serli berlari dengan sengaja meletakkan sebuah kulit pisang agar Serli terjatuh.
__ADS_1
Dan benar saja Serli yang tidak menyadari hal itu, langsung terpeleset dan jatuh tersungkur di hadapan Chika dan kawan-kawannya.
"Ingat Serli, jika kau berani mengadukan kami kepada siapapun maka semua video yang telah kami ambil akan kami sebarluaskan di media sosial kami."
"Agar semua orang bisa menikmati keindahan mu, dan yang pasti kedua orang tuamu akan merasa malu jika melihat hal itu." ucap Chika sambil menarik kerah baju Serli.
"Chika aku mohon jangan lakukan hal itu, jangan membuat kedua orang tuaku bersedih kasihan mereka Chika." ucap Serli sambil memohon kepada Chika.
"Tentu aku akan melakukan apapun itu jika aku mau, maka dari itu jangan sekali-kali kau mengatakan kepada siapapun tentang perbuatan ku."
"Dan kau juga harus menuruti setiap perintah dari kami, ingat hal itu !" ucap Chika sambil mendorong kepala Serli.
"Baiklah aku akan melakukan semua yang kau inginkan." jawab Serli.
Setelah mendengar jawaban dari Serli, Chika dan yang lainnya pergi meninggalkan Serli tanpa belas kasihan.
Serli segera bangkit, dan ia berjalan dengan tertatih-tatih, ia menuju gedung yang paling tinggi yang ada di Sekolah tersebut.
Deo terus mengikuti kemanapun Serli pergi. Setelah berada di atas gedung itu. Serli menangis dan berteriak sekuat tenaga.
"Tuhan mengapa ini harus terjadi kepadaku ? mengapa kau takdirkan aku menjadi boneka mainan mereka ?"
"Tuhan apa yang bisa aku lakukan saat ini, aku tidak pernah meminta agar aku dilahirkan dari keluarga miskin aku hanya ingin terbebas dari semuanya ini."
"Tuhan bukankah kau ciptakan malam untuk menggantikan siang, tapi mengapa kau ciptakan duka ini tanpa kau ciptakan bahagia untuk ku ?" ucap Serli sambil berteriak-teriak.
Lagi-lagi saat Deo ingin mendekati Serli ia tidak bisa bergerak, ia seperti patung yang hanya bisa diam membisu.
"Serli kau harus bisa bangkit, kau harus berani melawan mereka. Jangan kau takut ada kami yang siap untuk membantu kesulitan mu." ucap Deo.
Serli melihat ke arah Deo, dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Serli bangkit dan mendekati Deo.
__ADS_1
"Kau berada di sini ? apakah kau melihat semuanya, apakah kau melihat betapa menyedihkannya aku ?" tanya Serli.
Serli menggelengkan kepalanya, ia berjalan mundur dan menjauh dari Deo.
"Pergi ! biarkan aku sendiri. Aku hanya ingin menenangkan diri, aku hanya ingin semua ini berakhir." ucap Serli.
"Serli tentang aku tidak bermaksud buruk, aku akan berusaha untuk membantumu. Kita akan sama-sama melawan Chika dan juga teman-temannya." ucap Deo mencoba menenangkan Serli.
"Melawan Chika ? dengan apa kita bisa melawan Chika ?" tanya Serli dengan menatap tajam ke arah Deo.
"Banyak hal yang bisa kita lakukan Serli." jawab Deo.
"Apakah orang miskin seperti aku bisa melawan Chika yang berdiri di antara keluarga Fernandez ?"
"Apa yang bisa aku gunakan untuk melawan keluarga Fernandez. Sedangkan untuk bisa bersekolah saja mengandalkan beasiswa."
"Bisakah si miskin ini melawan mereka yang memiliki kekayaan dan jabatan ?. Ini adalah sebuah realita bukan dalam sebuah dongeng. Dimana kejahatan dari seorang penguasa bisa dikalahkan oleh si miskin ini."
"Lebih baik kau pergi, biarkan aku menyelesaikan semuanya sendiri. Aku ingin keluar ku tidak mengalami hal apapun terkait masalah yang aku hadapi."
"Jika ini mang sudah takdir ku, maka biarkan aku menjalani ini sampai aku mampu." jawab Serli.
"Serli, yakinlah bahwa pertolongan Allah selalu datang tepat waktu. Tetapi kita tidak boleh pasrah begitu saja. Kita harus bangkit dan menyatukan kekuatan untuk melawan keluarga Fernandez."
"Jika dalam sebuah dongeng ada kisah yang menceritakan bahwa si miskin bisa mengalahkan kejahatan dari penguasa yang kaya raya."
"Maka kita bisa menjadikan dongeng tersebut sebagai pelajaran, dan mengambil contoh bagaimana si miskin melawan kejahatan itu."
"Serli kau jangan berputus asa, kita akan melawan kekejaman Chika meskipun ia berlindung di balik keluarga Fernandez." ucap Deo.
"Deo aku ini hidup di dunia nyata, bukan hidup di dunia dongeng. Jadi lebih baik kau tinggalkan aku sendiri."
__ADS_1
"Aku bisa mengakhiri semua ini dengan caraku sendiri. Pergilah jangan libatkan dirimu dengan masalah ku."
"Ingatlah bahwa ada keluarga yang menanti kedatangan mu. Keluarga mu lebih membutuhkan mu dari pada aku." ucap Serli.