29 Hari

29 Hari
Bab. 68. Ungkapan Cinta


__ADS_3

Arian mengajak Airin menuju ke lapangan dimana semua orang yang berada di lingkungan sekolah tersebut bisa melihat jelas apa yang terjadi di lapangan tersebut.


Tiba-tiba Arian menyapa seluruh penghuni sekolah tersebut menggunakan pengeras suara. Semua siswa dan siswi bahkan seluruh staf dan dewan guru melihat ke sumber suara.


Setelah semua fokus ke arah mereka berdua, Muncul sebuah video, yang terlihat di sebuah dinding sekolah yang terpancar dari sebuah proyektor.


Dalam video tersebut, muncul dimana Airin sedang memasuki pintu gerbang sekolah, kemudian membuka sebuah gambar hati. Setelah itu Arin duduk di sebuah kursi dengan posisi tertinggi.


Setelah itu ia memainkan jemarinya untuk menebarkan berbagai warna, sehingga muncul sebuah pelangi yang begitu indah di atas sebuah bola dunia.


Setelah itu muncul, gambar sebuah hati dan Airin dengan tersenyum manis meraih hati itu dan menggenggamnya begitu erat.


"Airin, sejak hari pertama kau melangkahkan kaki ke SMA Golden A&H ini, kau telah membuka pintu hatiku tanpa kau sadari. Bahkan kau telah menempati posisi paling tinggi di hatiku."


"Sejak aku mengenalmu, kau telah memberikan warna kepada duniaku yang tidak berwarna, Kau genggam hatiku begitu erat hingga dalam hati ini tak ada ruang untuk yang lainnya."


"Seluruh hati ini telah kau ambil tanpa menyisakan sedikitpun untuk yang lainnya. Hari ini didepan seluruh penghuni SMA Golden A&H ini, dan disaksikan kedua orang tuaku dan juga seluruh keluarga besar ku di surga."


"Aku Arian Dewantara, dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun, ingin mengungkapkan sebuah perasaan yang tidak bisa aku sembunyikan lagi."


"Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang aku miliki dan dengan segenap jiwa raga ini ijinkan aku menjadi penjaga dan pemilik hati mu."


"Airin, apakah kau mengijinkan aku yang hina ini untuk menjadi pelindung dan penjaga hati yang kau kau miliki ? dan ijinkanlah aku untuk bisa memberikan warna yang indah dalam kehidupan mu untuk hari ini dan untuk masa depan hingga kita menua bersama." ucap Airin dengan berlutut di hadapan Airin dengan menggenggam setangkai bunga mawar merah di tangannya.


Airin menutup mulutnya dengan kedua tangannya, hatinya berbunga-bunga saat mendapat perlakuan yang begitu romantis.


Arian mengungkapkan perasaannya dihadapan seluruh penghuni SMA Golden A&H, dan dengan cara yang berbeda. Ia tidak mengatakan ingin menjadi kekasih atau mengatakan I Love You, tetapi ia mengatakan ingin menjadi pelindung dan penjaga hati yang akan mewarnai kehidupannya hingga kakek nenek.


Sebuah ungkapan yang begitu tulus layaknya seorang pria dewasa yang ingin melamar seorang gadis untuk menjadi pendamping hidup seumur hidupnya.

__ADS_1


Airin meneteskan air mata, ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya saat ini. Hanya satu yang ia ingin lakukan, ia ingin membenamkan wajahnya kedada bidang Arian agar ia bisa mendengar detak jantung pria dihadapannya untuk menenangkan hatinya saat ini.


Terima !


Terima !


Terima !


Ucap seluruh penghuni SMA Golden A&H secara serempak, seolah telah berlatih untuk paduan suara. Seluruhnya sepakat bahwa Airin dan Arian adalah pasangan yang sangat cocok.


Airin tersenyum, kemudian ia mengambil bunga mawar ditangan Arian, kemudian ia mencium aroma wangi bunga tersebut.


Dengan penuh kemenangan Arian melakukan gerakan layaknya seorang pemain sepakbola yang berhasil mendapatkan Gol perdananya.


Ia bersujud, kemudian berdiri dan langsung memeluk tubuh Airin dengan penuh kasih sayang.


Kebahagiaan yang mereka rasakan seakan dirasakan pula oleh seluruh penghuni SMA Golden A&H. Bahkan sang kepala sekolah ikut terharu saat melihat gadis cantik yang ia anggap seperti anaknya sendiri itu bisa merasakan masa-masa indah di bangku SMA.


Selama ini Airin, telah melalui begitu banyak hal, bahkan diusianya yang masih remaja ia sudah menjadi seorang pengusaha sukses dan telah menyelesaikan pendidikan S3, namun ia belum pernah merasakan masa-masa indah di bangku SMA seperti anak seusianya.


Namun hari ini, apa yang selama ini belum pernah ia rasakan kini ia rasakan bahkan dengan suasana yang jauh lebih indah dari yang lainnya.


Setelah beberapa saat, akhirnya semua kembali kepada aktivitas mereka masing-masing, dan tak lama kemudian terdengar bel tanda pelajaran akan segera dimulai.


"Airin, terimakasih karena bersedia menjadi gadisku. Aku berjanji tidak akan pernah membuat mu kecewa." ucap Arian dengan tulus.


"Arian, seharusnya aku yang berterima kasih, meski kau tidak mengenal siapa aku kau bisa memperlakukan aku layaknya seorang ratu. Padahal aku hanya seorang tukang sapu jalan." ucap Airin.


"Tukang sapu jalan bukanlah profesi mu, itu adalah bentuk baktimu terhadap ibu Iyem, meskipun ia bukan ibu kandung mu. Terlepas siapapun diri mu, satu hal yang pasti untuk saat ini kaulah pemilik hati ini." jawab Arian sambil meletakkan tangan Airin di dadanya.

__ADS_1


Kedua tersenyum kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut yang telah menjadi saksi bersatunya dua hati.


Arian mengantarkan Airin sampai di depan kelas, setelah itu ia kembali ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran sebagai mana mestinya.


Keduanya mengikuti pelajaran dengan senyum yang seakan tak pernah pudar dari wajah mereka. Hingga pelajaran berakhir. Keduanya bertemu di tempat parkir.


"Airin bagaimana jika kita menjenguk Serli, sekalian membawa ganti untuk Deo ?" tanya Arian sambil membukakan pintu mobil untuk Airin.


"Iya aku setuju, aku ingin melihat kondisi Serli." jawab Airin.


Setelah memasang sabuk pengaman untuk Airin, Airin berjalan dan masuk dan duduk di kursi pengemudi. Setelah itu mobil yang ia bawa segera meninggalkan sekolah dengan status baru yang mereka sandang.


Sepasang kekasih, itulah yang menjadi status baru mereka setelah tadi pagi mereka resmikan.


Sementara Chika melihat kepergian mereka berdua, dengan tatapan penuh kebencian. Ia tidak bisa berkata apa-apa namun rasa benci dan dendam di dalam hati semakin besar.


Meski ia tidak bisa mengungkapkan, saat itu tiba-tiba ponselnya berdering dan ia menerima panggilan dari nomor yang tak dikenal.


"Halo apakah ini nona Chika ?" tanya suara seorang diseberang.


"Halo, iya ini dengan siapa ?" tanya Chika.


"Kami dari pihak Rumah Sakit J, kami ingin memberitahukan sesuatu kepada anda, bisakah anda datang ke kantor kami ?" ucap orang tersebut.


"Baik, saat ini juga saya akan menuju ke sana." jawab Chika.


"Rumah sakit J, bukankah itu rumah sakit yang dituju oleh Arian ?" ucap Misel yang sudah berdiri di samping Chika.


"Mari kita ke sana, kita lihat apa yang terjadi sebenarnya, dan apa yang akan dilakukan oleh sepasang kekasih baru itu." jawab Chika.

__ADS_1


__ADS_2