29 Hari

29 Hari
49. Misel dan Tuan Fernandez


__ADS_3

Setiap detik berlalu dan berganti jam, hingga saatnya mereka pulang sekolah. Menjalani kehidupan yang sebenarnya.


Chika segera kembali ke kediamannya untuk beristirahat sambil berfikir bagaimana caranya untuk memaksa Serli agar mau mengaku siapa orang yang telah menyelamatkannya dan menggantikan posisinya dengan sang ayah.


Di dalam kamar Chika berjalan mondar-mandir seperti setrika. Ia lupa bahwa ia masih menyimpan video itu dalam ponselnya.


Kemudian terdengar ponselnya berdering karena Misel menghubunginya. Baru ia berhenti dan menjawab panggilan tersebut sambil merebahkan tubuhnya.


"Chika apakah kau sedang di rumah, aku akan mengunjungimu sekalian ingin bertemu dengan ayahmu." ucap Misel tanpa basa-basi.


"Ayahku sedang dirawat di Rumah Sakit, jika kau ada keperluan dengan beliau kau bisa datang langsung Ke Rumah Sakit xxx ." jawab Chika tanpa basa-basi juga.


Ia merasa kesal dengan sahabatnya itu, ia bahkan tidak pernah mengunjunginya saat ia masih berada di balik jeruji besi. Sekarang ia bilang akan menemui ayahnya, bukankah ia yang menjadi sahabatnya bukan ayahnya. Pikir Chika sehingga ia semakin kesal.


"Ok, kalau begitu aku akan menemui tuan Fernandez." jawab Misel kemudian ia segera menutup panggilannya tanpa mengatakan hal yang lain.


Chika menatap benda pipih yang ada ditangannya sambil mengerutkan kening. Ia tidak mengerti sejak ia kembali dari penjara ia tidak lagi mengenali Model sahabatnya itu.


Misel jauh berbeda dari sebelumnya. Ia sekarang kurang peduli dengan Chika, dan hanya berbincang seperlunya saja.


Bahkan ia tidak peduli saat Chika benar-benar membutuhkan seseorang untuk mengadukan masalah yang ia hadapi.


Ia berada di dalam rumah yang begitu luas dan mewah, banyak para penjaga dan juga para pelayan. Namun Chika selalu merasa kesepian laksana hidup seorang diri di dalam rumah sebesar itu.


Tak pernah ada sebuah kehangatan keluarga layaknya rumah-rumah pada umumnya. Chika menghela nafasnya kemudian ia berjalan ke ruang makan untuk mengisi perutnya.


Sementara Misel langsung menuju ke Rumah Sakit untuk menjenguk tuan Fernandez. Dengan sedikit oleh-oleh yang ia beli di minimarket terdekat, ia segera mencari ruang perawatan tuan Fernandez.


Setelah menanyakan keberadaannya kepada petugas, akhirnya ia menemukan dimana tuan Fernandez di rawat. Setelah itu ia segera menuju ruang perawatan tuan Fernandez.


"Tolong jangan biarkan orang lain masuk saat saya ada di dalam bersama tuan Fernandez." ucap Misel kepada penjaga yang berdiri di depan pintu.


"Kami hanya akan menuruti perintah orang yang sudah membayar kami !" jawab penjaga itu dengan tegas.

__ADS_1


"Kau berani sekali berbicara seperti itu ! kau pikir kalian siapa ?" jawab Misel sambil menunjuk penjaga itu.


"Maaf nona, cukup satu kali Anda membuat kami dalam masalah, dan apakah anda tau bagaimana keadaan tuan Fernandez, akibat ulah nona yang berlagak sok pintar, tuan kami dalam masalah hingga beliau harus menginap disini."


"Semua gara-gara anda !." jawab penjaga itu sambil teringat bahwa terakhir kali yang menemui tuan Fernandez adalah Misel.


"Apa maksud kalian ?" tanya Misel dengan bingung.


"Maaf nona jika anda tidak ada keperluan yang penting silakan tinggalkan tempat ini, tetapi jika anda ingin menjenguk tuan silakan masuk dan jangan menimbulkan masalah baru." ucap penjaga itu tanpa melihat reaksi Misel.


Misel menghentakkan kedua kakinya dengan kesal kemudian ia segera masuk untuk menemui tuan Fernandez.


Setelah masuk Misel langsung melihat tuan Fernandez yang masih terbaring lemah dengan kedua matanya yang terpejam.


Ia perlahan mendekati tuan Fernandez dan meletakkan barang bawaannya, setelah itu ia duduk di samping tuan Fernandez.


Model menatap lekat wajah lelaki paruh baya yang seumuran dengan ayahnya itu dengan tatapan yang rumit.


Setelah mengatur hati dan perasaannya, Misel perlahan menyentuh tangan tuan Fernandez kemudian ia memijat kakinya dengan lembut.


Dan benar saja perlahan tuan Fernandez terbangun, ia menatap Misel kemudian ia tersenyum ramah.


"Apakah kau sudah lama berada di sini ?" tanya tuan Fernandez.


"Iya tuan, bagaimana kondisi anda dan apa sebenarnya yang terjadi sehingga anda harus terbaring di tempat ini." ucap Misel dengan penuh kekahawatiran.


"Jangan cemas aku baik-baik saja. Hanya butuh waktu beberapa hari untuk istirahat saja." jawab tuan Fernandez dengan tersenyum.


Tuan anda membuat saya sangat khawatir, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk tuan ?" tanya Misel sambil menatap tuan Fernandez.


"Menginaplah disini, temani aku malam ini." jawab tuan Fernandez.


"Tentu saja, tetapi aku,.. ." ucap Misel sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Kalau masalah uang kau jangan khawatir Misel. Aku akan mentransfer setelah semuanya selesai seperti biasanya." jawab tuan Fernandez menyakinkan Misel.


"Baiklah tuan ! malam ini aku akan menginap di sini." jawab Misel kemudian.


"Misel apakah kau tau dimana rumah Serli ?" tanya tuan Fernandez dengan serius.


"Tentu saja, apa yang membuat tuan menayangkan hal itu ?" tanya Misel penuh selidik.


"Ia harus menerima pelajaran karena telah berani melarikan diri dari kenggamanku. Ia juga sudah bersengkongkol dengan seseorang untuk mencelakai ku."


"Jika kau tau dimana rumahnya, besok bawa ia untuk menemui ku. " jawab tuan Fernandez.


"Baiklah, besok sepulang sekolah aku akan membawa gadis itu untuk menemui tuan." jawab Misel dengan bernafas lega.


"Aku kira kau ingin ia menggantikan posisi ku. Aku tidak bakan membiarkan siapapun menutup sumber penghasilan ku." ucap Misel dalam hati.


Sementara tuan Fernandez mengusap pipi Serli sambil membayangkan Serli yang berada di sampingnya.


"Kau sangat cantik, aku sangat menginginkan mu saat ini." ucap tuan Fernandez.


"Tuan apakah kau yakin dengan ucapan mu ? bukankah kau ingin malam ini untuk melakukan itu." jawab Misel sambil menatap wajah tuan Fernandez.


"Tapi aku sangat menginginkannya saat ini." jawab tuan Fernandez.


Misel mendekat kemudian ia menatap tuan Fernandez sambil tersenyum.


"Lebih cepat lebih baik tuan. Agar aku bisa melakukan hal yang lainnya." ucap Misel dengan lembut.


Tuan Fernandez segera sadar bahwa yang ada dihadapannya adalah Misel bukan Serli seperti yang ada didalam pikirannya.


Namun ia juga tidak bisa menolak Misel yang sudah berbaring disampingnya. Dengan segera mereka memainkan perannya masing-masing.


Entah apa yang terjadi diluar sana, bagi keduanya hanya satu hal yang ada saat ini keduanya sama-sama saling membutuhkan satu sama lainnya.

__ADS_1


Sementara Chika segera bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi sang ayah, tak lupa ia membawa bekal dan pakaian ganti untuk sang ayah.


Chika dengan senang hati melakukan hal itu, meskipun sebenarnya ia merasa sangat lelah namun ia harus segera pergi demi sang ayah tercinta.


__ADS_2