29 Hari

29 Hari
Bab. 72. Janji Cinta


__ADS_3

Suasana saat ini begitu meriah, tepuk tangan dan sorak Sorai seluruh hadirin mengiri langkah anggun seorang pemilik SMA Golden A&H yang masih begitu muda dan sangat cantik bagaikan seorang bidadari.


Setelah sampai di hadapan Arian, Airin tersenyum sambil melepaskan kacamata hitam yang bertengger di wajahnya.


Arian tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia membeku saat melihat gadis yang sejak tadi malam membuatnya gelisah kini datang dihadapannya dengan begitu cantik sebagai seorang pemilik SMA Golden A&H tempat ia menuntut ilmu selama ini.


"Apakah kau akan diam saja tanpa mau menyambut kedatangan ku." bisik Airin lembut sambil meraih mik yang ada di tangan Arian.


Arian menatap wajah cantik itu dengan tersenyum tanpa bisa melakukan apa-apa. Ia bingung seakan kehilangan ingatannya.


"I Love You, Arian Dewantara." ucap Airin dengan begitu mesra ditelinga Arian.


Hal itu tentu saja membuat Arian semakin membeku, ia tidak pernah menyangka bahwa gadis yang baru saja resmi menjadi kekasihnya adalah pemilik SMA Golden dan perusahan Golden yang saat ini merajai dunia bisnis.


Yang ia tahu selama ini, ia adalah gadis sederhana yang menjadi siswi di SMA Golden karena mendapatkan beasiswa.


Seluruh yang hadir ikut terpana ketika menyadari siapa sang pemilik SMA Golden ini kecuali sang Kepala Sekolah.


"Bukankah itu Airin ?"


"Bukan itu Airin si tukang sapu jalanan ?"


"Bukankah itu Airin teman kita."


Begitulah kira-kira ucapan dari para hadirin. Termasuk Chika dan juga Misel yang seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana mungkin seorang tukang sapu jalanan saat ini berdiri di atas podium sebagai sang pemilik SMA Golden A&H.


Sebuah kenyataan yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Namun percaya atau tidak percaya itu adalah faktanya.


Airin memberikan sambutan, kemudian memberikan bantuan kepada para penerima secara simbolis. Setelah itu Ia turun dan menarik tangan Arian, agar menyelesaikan tugasnya.


Arian tersadar dari lamunannya, setelah itu ia memimpin acara demi acara sesuai yang sudah direncakan. Terlepas siapa Airin sebenarnya satu hal yang pasti ia adalah kekasih hatinya.


Setelah acara itu selesai, Arian mendekati Airin sambil tersenyum manis. Ia tak bisa menahan diri lagi. Ia segera memeluk bidadari dihadapannya itu.


"Kau sengaja menghukum ku semalaman." ucap Arian lirih.


"Apakah kau marah ?" tanya Airin dengan polosnya.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa marah." ucap Arian sambil menangkup wajah Airin.


Perlahan ia mencium bibir ranum Airin yang begitu menggoda. Hal itu tentu saja mendapat sorak Sorai dari hadirin yang melihat sebuah adegan romantis itu.


Airin tersipu malu, ia ingin mencari sebuah lubang untuk bersembunyi agar ia bisa menyembunyikan rona merah diwajahnya itu akibat ciuman pertamanya.


"Mari kita pergi dari sini." ucap Arian yang seakan mengetahui keinginan Airin.


Keduanya segera meninggalkan tempat tersebut, Arian mengendarai mobil Airin sementara mobilnya dibawa oleh Deo dan juga Serli.


Mereka berencana menghabiskan waktu ditepi pantai. Hal itu diluar rencana mereka sebelumnya.


Airin menyandarkan kepalanya di pundak Arian yang mengemudikan mobilnya dengan santai tangan kirinya memeluk tubuh sang kekasih sementara tangan kanannya mengendalikan laju mobil.


"Kita akan pergi kemana ?" tanya Airin.


"Kemanapun asalkan bisa membuat mu senang." jawab Arian dengan penuh kasih.


Airin tersenyum sambil mengeratkan pelukannya. Seakan mereka tidak ingin saling terpisahkan.


Keduanya lalu berciuman dengan penuh kasih, meskipun tanpa sebuah kata namun mereka sama-sama mengetahui bahwa mereka saling mencintai.


"Airin jangan pernah tinggalkan aku. Meskipun kau tidak akan datang lagi sebagai siswi di SMA Golden lagi, kau tatep milikku." ucap Arin dengan sangat positif.


"Apa rencana mu setelah ini ?" tanya Airin.


"Aku harus segera menyelesaikan pendidikan ku dan harus mengurus perusahaan keluarga Dewantara. Baru setelah itu aku akan melamar mu sebagai kekasih halal ku." ucap Arian dengan penuh keyakinan.


Sementara Deo dan juga Serli, saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Disaksikan deburan ombak keduanya resmi menjadi sepasang kekasih.


Tak mau kalah dengan Arian Deo memeluk tubuh Serli dan menciumnya dengan lembut.


"Cie cie ada sepasang kekasih baru ni." ucap Arian sambil menggandeng tangan Airian.


"Bagaimana kau tau ?" tanya Deo dengan polosnya.


"Tentu saja aku tau, bahkan aku juga melihat mu mencium Serli." goda Arian.

__ADS_1


"Bahkan kami semua melihat mu mencium Airin. " jawab Deo tak mau kalah.


"Tentu saja, bahkan kalian semua sebagai saksi cinta kami." ucap Arian sambil berlari membawa Airin.


Keduanya berlari-lari kecil sambil bermain air, begitu romantis dan sangat serasi sekali.


"Deo, apakah kau tidak akan menyesal karena telah memilih ku sebagai kekasih mu ?" tanya Serli tiba-tiba.


"Tentu saja aku tidak akan pernah menyesal." jawab Deo.


"Apakah kau yakin setelah kau mengetahui semua tentang aibku ?" tanya Serli.


"Apa aib mu yang aku belum tau ?" tanya Deo sambil duduk di atas batu karang didekat Serli.


"Aku, aku bukanlah gadis suci seperti yang kau perkirakan. Aku sangat kotor." ucap Serli sambil menundukkan kepalanya.


"Aku tau semuanya tentang kejadian yang menimpamu. Dan aku tidak mempermasalahkan hal itu. Toh kau masih tetap suci tidak ternoda sama sekali." jawab Deo mantap.


"Mengapa kau seyakin itu ?" tanya Serli.


"Kerena memang seperti itu adanya. Aku telah melihat video kejadian malam itu. Dan semua itu murni bukan kesalahan mu, jadi kau tidak pantas untuk menerima hukuman dari apa yang tidak kau lakukan." jawab Deo.


"Apakah kau melihat semuanya ?" tanya Serli.


"Ya aku melihat semuanya, aku berharap di saat malam pertama kita nanti kau akan bereaksi seperti dalam video itu."


"Bukan karena obat perangsang tetapi kerena cinta yang telah disahkan. Dan itu murni kau lakukan dengan penuh kesadaran dan sepenuh hatimu." ucap Deo.


Serli terlihat begitu merona, saat mendengar ucapan Deo. Ia malu saat mengingat kejadian malam itu namun ia bahagia saat Deo mengatakan malam pertama.


"Apa rencana mu setelah kita lulus ?" tanya Deo.


"Setelah lulus aku ingin melamar pekerjaan di salah satu perusahaan Golden. Aku ingin membantu perekonomian keluarga sebelum aku bertemu dengan jodoh ku yang akan membawa aku pergi dari rumah itu." jawab Serli.


"Kalau begitu, bekerjalah dengan baik dan tunggu aku melamarmu sebagai pendamping hidup ku hingga mau yang memisahkan kita." jawab Deo.


Keduanya larut dalam suasana yang romantis, disaksikan oleh deburan ombak, dua pasang kekasih saling mengikat janji untuk saling menunggu hingga mereka dewasa dan menjadi suami istri yang sah.

__ADS_1


__ADS_2