
Cinta adalah suatu emosi dari afeksi yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat di artikan sebagai suatu perasaan dari diri seseorang akibat faktor pembentukannya.
Cinta merupakan sifat yang baik, yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan sayang.
Sementara cinta sejati adalah cinta yang dianggap betul-betul tulus tanpa pamrih, tidak hanya terjadi karena karena ketertarikan fisik dan euforia belaka . Tetapi lebih dari itu.
Sedangkan Cinta yang dimiliki oleh Chika tidak demikian adanya. Ia ingin sekali memiliki Arian karena ia tertarik karena ketampanan dan kegagahan Serta harta yang dimiliki oleh Arian.
Setelah sampai di rumah, ia langsung mencari informasi tentang Arian dan juga Airin, Chika juga meminta bantuan dari sang ayah agar bersedia membantunya untuk mendapatkan Arian.
"Ayah, apakah ayah mau membantu putrimu ini ?" tanya Chika.
"Apapun itu akan ayah lakukan untuk putri kesayangan ayah." jawab tuan Fernandez sambil tersenyum.
"Ayah, apakah ayah ingat dengan pemuda yang telah menyelamatkan ayah waktu itu ?" tanya Chika.
"Iya ayah ingat, katakanlah terus terang agar ayah langsung paham apa keinginan mu." ucap tuan Fernandez.
"Arian adalah lelaki yang sangat Chika cintai, sayangnya ia sama sekali tidak pernah memperhatikan Chika. Ia sama sekali tidak peduli dengan Chika."
"Ia lebih menyukai Airin, gadis miskin yang telah membuat Chika mendekam di balik jeruji besi." Chika kemudian menjelaskan keinginannya untuk bisa mendapatkan Arian.
Tetapi sebelum ia mendapatkan semua itu. Tuan Fernandez meminta ia untuk membawa Serli ke hadapannya. Karena beliau ingin segera mengetahui siapa sebenarnya orang yang telah berani membebaskan Serli. Dan juga ingin menuntaskan hasratnya yang belum sempat tersalurkan.
Dengan penuh keyakinan Chika menyetujui permintaan sang ayah untuk membawa Serli kehadapan sang ayah.
Setelah itu ia keluar untuk mencari keberadaan Serli. Ia juga menyebar orang-orangnya untuk mencari Serli.
Sedangkan Serli sedang berada di luar rumah, untuk mengantarkan baju-baju yang sudah ia cuci dan rapikan. Ia mengisi waktu luang dengan bekerja sebagai buruh cuci baju agar bisa membantu perekonomian keluarganya.
Setelah Chika mengetahui posisi Serli, ia segera menuju ke tempat tersebut. Dengan bantuan beberapa orang ia segera menemukan lokasi Serli.
Setelah ia melihat Serli, Chika berhenti sejenak untuk menyusun sebuah rencana agar bisa membawa Serli tanpa harus dengan cara memaksanya.
"Bagaimana caranya aku bisa membawa Serli tanpa harus menggunakan kekerasan atau paksaan ?." batin Chika.
__ADS_1
Chika berfikir sambil menunggu Serli menyelesaikan pekerjaannya. Setelah lama berfikir akhirnya Chika tersenyum karena telah memiliki sebuah ide yang pas untuk bisa membawa Serli menemui ayahnya.
Chika bekerja sama dengan salah satu orang kepercayaannya.
"Tolong ! tolong !" teriak Chika.
"Diam kau, lebih baik kau serahkan semua uang mu maka aku akan melepaskan mu tapi jika tidak jangan salahkan aku jika bersikap kasar." ucap perampok itu.
"Tidak ! aku mohon jangan ambil uangku." ucap Chika sambil berusaha mempertahankan dompetnya.
Serli yang melihat kejadian itu segera mendekat dan mencoba menolong Chika.
"Lepaskan ! " atau aku akan berteriak sehingga warga akan menghakimi Mundi sini." teriak Serli.
Mendengar itu sang perampok tersebut langsung memukul Chika sehingga ia melepaskan genggaman tangannya. Perampok itu langsung melarikan diri meninggalkan Chika yang terjatuh ke tanah.
Serli segera berlari mendekati Chika, ia membantu Chika untuk berdiri namun Chika sangat lemah, sehingga Serli harus sambar menunggu sampai Chika bisa berdiri.
"Chika apakah kau baik-baik saja ?" tanya Serli dengan khawatir.
"Tunggulah sebentar ! aku akan membeli minuman untuk mu." ucap Serli.
Kemudian Serli meninggalkan Chika dengan buru-buru untuk mencari sebuah warung. Setelah beberapa saat akhirnya Serli kembali dengan sebotol air mineral.
"Chika minumlah !" ucap Serli sambil menyerahkan botol air mineral di tangannya.
"Terimakasih." ucap Chika.
Kemudian Chika segera meminum air tersebut, hingga hampir habis. Setelah itu Chika mengatur nafasnya sambil tersenyum menatap Serli.
"Serli, terimakasih atas bantuannya. Meskipun aku selalu berlaku jahat kepada mu, tetapi kau tetap menolong ku." ucap Chika sambil menundukkan kepalanya.
"Chika, jangan seperti itu ! kau adalah temanku jadi sudah sepantasnya aku menolong mu." jawab Serli tulus.
"Terimakasih Serli." ucap Chika.
__ADS_1
"Kenapa kau bersedih Chika ? apakah ada sesuatu yang kurang atau aku salah berkata ?" tanya Serli dengan sedikit ragu.
"Bukan, bukan seperti itu. Hanya saja aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa pulang. Uangku telah dirampas semuanya dan kondisi ku seperti ini." jawab Chika dengan sangat memelas.
"Jangan khawatir, aku akan menolong mu." jawab Serli dengan sedikit ragu.
Sebenarnya ia sangat takut jika harus mengantar Chika sampai ke rumah. Ia takut akan bertemu dengan tuan Fernandez.
Tetapi disisi lain, ia tidak tega melihat kondisi Chika saat ini. Karena bagaimanapun Chika adalah seorang perempuan, bagaimana nanti jika ada yang jahat kepadanya disaat perjalanan.
Setelah memikirkan semuanya, akhirnya Serli memapah Chika berjalan untuk menunggu angkutan umum yang biasanya akan melewati jalan terbaik.
Setelah lama menunggu, akhirnya ada juga angkutan umum yang melintas. Keduanya segera masuk agar bisa segera sampai ke tujuan.
"Chika maaf ya aku hanya bisa mengantarkan mu dengan kendaraan umum seperti ini." ucap Serli dengan sedikit ragu.
"Tidak masalah Serli, aku sangat berterimakasih atas kebaikan mu. Naik angkutan umum juga tidak masalah yang penting aku bisa sampai di rumah dengan aman."
"Setelah sampai di rumah aku akan mengganti uang mu. Kau jangan khawatir." jawab Chika dengan tersenyum.
Kemudian keduanya sama-sama saling tersenyum, sambil menggenggam tangan untuk saling menguatkan.
"Bagus Serli, kau telah masuk perangkap ku, dengan begini aku tidak perlu membawamu secara paksa. Kau akan datang dengan sukarela untuk menghadap ayahku." batin Chika.
"Semoga tidak akan terjadi apa-apa, dan semoga tuan Fernandez sedang keluar. Agar aku tidak bertemu dengan beliau."
"Ya Allah lindungilah hamba dari orang-orang yang dzalim. Dan aku harus segera pulang setelah mengantarkan Chika." batin Serli.
"Chika, sebenarnya kau mau kemana ? mengapa kau tidak membawa mobil ?" tanya Serli.
"Aku tadi di antar oleh Misel, Dan mobil ku dibawa oleh Misel ke sekolah lagi. Aku kesini karena mencari alamat temanku yang pernah satu sel dengan ku."
"Meskipun aku hanya beberapa hari disana, tetapi beliau begitu baik kepada ku. Hari ini aku mendengar bahwa beliau telah di bebaskan karena terbukti tidak bersalah." jawab Chika asal.
"Kau sendiri sedang apa di tempat ini ?" tanya Chika.
__ADS_1
"Aku memang terbiasa berada di sini. Aku menjadi buruh cuci sepulang Sekolah untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga." jawab Serli dengan tulus.