29 Hari

29 Hari
Bab. 36. Rumah Baru


__ADS_3

Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah disaat kita bisa membahagiakan orang lain disekitar kita.


Seperti itu pula yang dirasakan oleh Airin, ia begitu bahagia saat melihat Serli yang nampak begitu bahagia saat membelikan beberapa makanan dan juga minuman untuk keluarganya.


Terlebih saat Airin membantu membelikan beberapa bahan pokok makanan untuk keluarganya.


Senyuman itu keluar dari lubuk hati yang dalam. Serli sangat bahagia dan ia melupakan sejenak masalah yang baru saja ia alami.


"Semoga kejadian hari ini, tidak membuatmu trauma Serli." batin Airin sambil tersenyum menatap Serli.


"Airin banyak sekali yang kau belikan untuk kami, ini terlalu banyak. Bahan ini melebihi jatah bulanan yang dikeluarkan oleh ayahku." ucap Serli.


"Jangan sungkan Serli. Anggaplah ini sebagai hadiah atas kesabaran dari kalian." jawab Airin.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Serli. Airin tidak singgah di rumah Serli. Ia harus segera kembali ke rumah ibu Iyem agar wanita itu tidak menghawatirkan keadaannya.


Namun sebelum kembali Airin menyerahkan mobilnya kepada orang kepercayaannya. Ia kembali ke rumah dengan berjalan kaki.


Seperti biasanya sebelum pulang Airin membeli sedikit makanan untuk makan malam mereka berdua.


"Nak Airin, ibu menunggu mu sejak tadi. Apakah pekerjaan mu mengalami kendala sehingga kau pulang terlambat ?". tanya ibu Iyem saat Airin hendak masuk ke pekarangan rumah pak RT.


"Maaf ibu, jika membuatmu merasa khawatir. Tumben ibu masih di luar ? biasanya ibu sibuk di dapur." jawab Airin.


"Iya nak, ibu sengaja menunggu mu. Tadi siang orang yang waktu itu meminta tandatangan ibu untuk memperbaiki rumah datang lagi."


"Beliau akan menyerahkan kunci rumah baru kita sore ini. Ibu ingin kau juga menyaksikan serah terima kunci itu. Dan kita akan memasuki rumah bersama-sama." jawab ibu Iyem dengan tersenyum bahagia.


Airin ikut tersenyum, kemudian mereka berdua berjalan menuju rumah baru mereka yang masih ditutupi dengan sebuah tirai yang sangat besar.


Dan sudah banyak warga yang datang ingin menyaksikan serah terima kunci rumah baru tersebut.

__ADS_1


"Selamat sore semuanya. Hari ini kita akan menyaksikan serah terima kunci rumah dari pihak perusahaan Golden A&H kepada ibu Iyem."


"Dan hari ini kita akan menyaksikan seperti apa rumah baru ibu Iyem sekarang. Satu hal yang dapat kita ambil hikmahnya dari peristiwa kebakaran rumah ibu Iyem malam itu."


"Setiap kesabaran dan rasa syukur seseorang dalam menjalani kehidupan ini, maka akan dibalas sebuah kebahagiaan yang tidak pernah kita sangka-sangka sebelumnya." ucap Pak RT.


"Dan untuk ibu Iyem dan juga perwakilan Perusahaan Golden A&H, diharapkan agar maju ke depan." Ucap Pak RT.


Setelah itu mereka berdua maju kehadapan pak RT. Setelah beberapa kata diucapkan oleh perwakilan perusahaan itu, beliau langsung menyerahkan kunci rumah milik ibu Iyem.


Setelah mengucapkan sepatah dua patah kata, perwakilan dari Perusahaan Golden A&H membuka tirai yang menutupi rumah milik ibu Iyem.


Setelah tirai itu diturunkan rumah itu terlihat. Ibu Iyem langsung bersujud sebagai ungkapan betapa bersyukurnya ia karena rumahnya yang reyot dan terbakar itu, kini berubah menjadi istana kecil yang tampak begitu mewah.


Semua mata yang memandang rumah tersebut merasa kagum dengan kemewahan rumah minimalis di hadapan mereka.


"Ibu mari kita masuk, mari kita lihat bagaimana keadaan di dalamnya, jika ada sesuatu yang kurang berkenan ibu boleh komunikasikan dengan kami agar kami perbaiki." ucap pria itu.


"Semua lebih dari cukup buat saya, tolong sampaikan kepada pemilik perusahaan A&H, bahwa saya sangat berterima kasih atas segala yang beliau berikan kepada saya."


"Tetapi saya tidak bisa membalas semua kebaikan yang beliau lakukan hanya sebuah doa yang saya panjatkan dalam setiap sujud saya semoga beliau dilimpahi kebahagiaan dan keberkahan salam setiap jejak langkahnya." jawab Ibu Iyem dengan tulus.


"Kalau begitu mari kita masuk." ucap pria itu lagi.


Kemudian ibu Iyem, dan Airin segera membuka pintu dan masuk kedalam rumah di ikuti oleh yang lainnya.


Ketika berada di dalam, semua mata memandang setiap sudut rumah tersebut. Rumah yang didesain dengan sedemikian rupa dengan kesan yang mewah.


Membuat mereka berdecak kagum. Terlebih bagi ibu Iyem, tak henti-hentinya beliau mengucapkan syukur kepada tuhan yang maha esa dan mengucapkan terimakasih kepada pemilik Perusahaan Golden A&H.


Ibu Iyem melakukan sujud syukur lagi, atas semua kejutan yang beliau terima hari.

__ADS_1


Setelah selesai, semua karyawan Golden A&H pamit undur diri, karena tugas mereka telah selesai.


Sementara warga yang hadir mengucapkan selamat kepada ibu Iyem atas rumah barunya. Silih berganti mereka mengucapkan selamat kepada ibu Iyem. Setelah itu mereka pun meninggalkan tempat tersebut.


"Nona tugas kami telah selesai, ijinkan kami pamit undur diri. Saya harap nona lebih berhati-hati lagi. Atau kami harus meninggalkan penjaga demi keamanan nona ?" ucap pria berdasi itu.


"Tidak perlu, kalian bisa segera pulang dan beristirahat. Saya bisa menjaga diri sendiri." jawab Airin.


Kemudian mereka sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormat, setelah itu mereka pergi meninggalkan Airin yang masih berdiri di teras rumah itu.


Tanpa Airin sadari ibu Iyem melihat semuanya, dari balik pintu. Sebelum Airin masuk ke dalam rumah, beliau segera masuk terlebih dahulu.


Kemudian ia duduk di meja makan sambil menyiapkan makanan yang sudah disediakan oleh orang-orang dari perusahaan Golden A&H.


"Sebenarnya siapa nak Airin, mengapa orang-orang dari perusahaan itu begitu menghormatinya layaknya kepada pimpinan mereka."


"Tetapi jika nak Airin adalah pimpinan mereka atau anak dari pengusaha terkaya itu, mengapa ia mau menjadi seorang tukang sapu jalan ?."


"Kalau dipikir-pikir mengapa orang tua nak Airin tidak pernah mencarinya, padahal selama ini nak Airin tidak pernah pulang."


"Lalu apa tujuan nak Airin sebenarnya sehingga ia menutupi identitasnya sesungguhnya." batin ibu Iyem.


Setelah selesai menyiapkan makan malam mereka, ibu Iyem keluar untuk mencari Airin. Ia ingin mengajaknya untuk makan malam bersama.


Sementara Airin tengah asik merapikan pakaian ibu Iyem dan menyimpannya ke dalam lemari yang sudah disiapkan.


"Semoga ibu akan menyukai semua ini. Tinggal aku menyelesaikan urusan di SMA Golden, setelah itu aku akan muncul dengan identitas ku yang sesungguhnya." batin Airin sambil tersenyum melihat kamar Ibu Iyem.


"Tapi ngomong-ngomong bagaimana kabar Chika ? aku lupa untuk melihat keadaannya. Semoga dengan ini ia bisa segera berubah menjadi lebih baik lagi."


"Sehingga seluruh siswa dan siswi SMA Golden menjadi penerus bangsa yang sesuai dengan cita-cita SMA Golden di dirikan." ucap Airin.

__ADS_1


__ADS_2