29 Hari

29 Hari
Bab. 37. Suara Aneh


__ADS_3

Di kediaman keluarga Fernandez, nampak Chika baru saja memasuki gerbang depan langkah yang gontai. Ia bahkan tidak bisa sekedar menjawab pertanyaan para penjaga apa lagi sampai memarahi mereka seperti biasanya.


Tenaganya terkuras habis untuk berjalan kaki dari tempat ia ditahan hingga sampai ke rumahnya.


Setelah sampai ia meminta para pelayan menyiapkan keperluan ia mandi dan makan. Setelah siap Chika langsung berendam dengan air hangat. Tubuhnya terasa lengket dan sangat lelah seakan seluruh tulang belulangnya akan putus.


"Ah aku merindukan kamar ku ini, tapi dimana ayah mengapa ia tidak menjemput ku ?. Ah nanti saja setelah aku selesai makan akan aku cari ayah."


"Yang terpenting untuk saat ini aku ingin berendam dalam air hangat ini. Ini jauh lebih baik agar tubuhku lebih nyaman." ucap Chika.


Setelah puas berendam ia kemudian membersihkan dirinya dan segera berganti pakaian. Ia merasa sangat haus dan lapar.


Saat ia duduk di meja makan, ia tidak bisa mengendalikan nafsu makannya. Ia makan dengan lahapnya seperti orang yang kelaparan karena sudah satu Minggu tidak makan.


"Makanan ini enak sekali, yang ini juga enak. yang ini dan yang ini. Ah semuanya enak sekali, aku merindukan makanan enak ini semua." ucap Chika sambil mengunyah makanannya.


"Pelayan tolong tambah lagi makannya aku masih lapar sekali, di sana makanannya sangat tidak enak bahkan aku harus berebut untuk bisa makan." ucap Chika sambil meletakkan piringnya.


Semua pelayan yang ada didekatnya hanya bisa mengangguk kemudian menambahkan beberapa makanan yang Chika minta.


"Kasihan nona Chika ia sangat kelaparan sekali."


"Batu kali ini aku melihat non Chika makan tanpa berkomentar yang kurang baik terhadap makanan. Mungkin selama di dalam penjara ia bisa merasakan bahwa makanan yang ada harus kita syukuri."


"Nona Chika seperti orang yang kelaparan padahal biasanya ia banyak menolak makanan dengan berbagai alasan."


Begitulah kira-kira batin para pelayan yang melihat Chika makan begitu lahapnya. Setelah merasa puas, ia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Ah nikmatnya bisa tidur di atas kasur yang empuk ini, aku tidak akan merasa kedinginan dan aku bisa tidur sepuasnya."


"Setelah aku istirahat nanti aku harus segera pergi ke salon, banyak hal yang harus aku lakukan untuk pemulihan tubuh dan kecantikan ku." ucap Chika.


Tak lama kemudian ia terlelap karena lelah dan kekenyangan. Tanpa Chika sadari ia tidur begitu lama.

__ADS_1


Saat ia membuka kedua matanya, ia melihat jam dinding kemudian ia bangkit dan berjalan keluar dengan malasnya.


Perutnya terasa lapar sekali, padahal sebelum tidur ia sudah makan banyak. Chika duduk di meja makan dan meminta pelayanan untuk segera menyiapkan makanan untuk dirinya.


"Non Chika sudah bangun ? kami sangat khawatir sekali karena non Chika tidur selama itu. " ucap salah seorang pelayan yang menyiapkan makanan untuk dirinya.


"Lama bagaimana lihatlah aku hanya tidur satu jam." jawab Chika dengan malas.


"Satu jam bagaimana non, non Chika tidur selama sehari semalam non ! ini sudah berganti hari, dan sekarang hari sudah malam besok sudah berganti hari lagi non." jawab pelayanan tersebut.


"Jangan becanda, aku memang lelah tetapi tidak mungkin aku tidur selama itu." jawab Chika sambil menikmati makanan yang ada dihadapannya.


"Jika non Chika tidak percaya l terserah non Chika. Hanya saja bagaimana mungkin perut non Chika lapar setelah non Chika makan begitu banyak non." jawab pelayanan tersebut.


Chika tidak memperdulikan ucapan pelayanan itu. ia hanya ingin menuntaskan makanan yang ada dihadapannya. Dengan lahap Chika menghabiskan makanan yang dihidangkan oleh pelayan dihadapannya.


Setelah selesai Chika mengelus perutnya yang kenyang. Ia kemudian bangkit dan hendak masuk ke dalam kamarnya.


Namun tiba-tiba ada pelayan yang lari terbirit-birit menuju ke arah mereka.


"Hantu ? dimana ?" tanya Chika dan yang lainnya secara bersamaan.


"Disana, dikamar kosong yang ada dibelakang sama." jawab pelayan yang berlari tadi dengan menunjuk ke arah belakang.


"Hari gini masih percaya sama hantu !. Kau pasti sedang berhalusinasi." jawab Chika sambil melanjutkan langkahnya.


"Jika kalian tidak percaya mari kita lihat bersama, apakah aku hanya berhalusinasi atau memang benar ada hantu di sana." jawab pelayan tersebut.


"Mari non kita lihat, kita sama-sama saja agar bisa saling menjaga." ucap pelayan yang sejak tadi menemani Chika makan.


"Baiklah Ayo kita lihat, jika kau berbohong maka kau akan menanggung akibatnya." jawab Chika dengan menunjuk ke arah pelayan yang ketakutan itu.


Kemudian mereka bertiga meninggalkan ruang makan dan menuju kamar kosong yang terletak di belakang.

__ADS_1


Ketiganya berjalan secara pelan-pelan dan dengan cara mengendap-endap, agar tidak menimbulkan suara, sehingga siapapun yang ada di dalam kamar kosong itu tidak akan mengetahui kedatangan mereka.


"Dimana hantunya ?" tanya Chika sambil berbisik.


"Didalam kamar itu Non, tapi lebih baik jika kita berhati-hati non." jawab pelayan itu mengingatkan Chika.


Setelah mereka berada di dekat kamar kosong itu, mereka menempelkan telinga mereka di pintu kamar kosong tersebut.


Alangkah terkejutnya mereka saat mendengar suara-suara aneh yang berasal dari dalam kamar tersebut.


Semakin lama mereka semakin mendengar dengan jelas suara-suara aneh tersebut. Namun sesaat berhenti.


Chika dan kedua pelayan itu saling pandang satu sama lainnya. Setelah itu terdengar suara ketukan kayu di lantai kamar.


Spontan ketiganya segera mengambil langkah seribu, mereka lari tunggang-langgang saling berteriak minta tolong kepada siapapun yang dapat mendengar teriakan mereka.


Mereka saling tarik menarik karena tidak mau jika berada di posisi belakang. Saat mereka sedang tarik menarik mereka terjatuh akibat tingkah mereka sendiri.


"Non kalian tidak apa-apa ? sebenarnya apa yang terjadi sehingga kalian berlari seperti orang kesetanan." tanya penjaga itu.


"Kami bukannya kesetaraan tetapi kami baru melihat setan !" jawab Chika dengan merapikan dirinya.


"Setan, dimana ada setan ?" tanya penjaga tersebut.


Kemudian salah satu pelayan itu menjelaskan dengan sejelas-jelasnya agar tidak ada yang gagal paham dengan apa yang ia ceritakan.


hahaha


Penjaga itu tertawa terbahak-bahak, melihat mereka bertiga.


"Apanya yang lucu ? kami benar-benar ketakutan tetapi kau malah menertawakan kami. Jika memang berani sekarang juga silakan kau keluarkan setan itu dari sana." ucap Chika.


"Maafkan saya non, saya bukan bermaksud seperti itu non. Sebenarnya yang kalian dengar itu bukan suara setan."

__ADS_1


"Tetapi suara itu adalah suara gadis yang di tahan oleh tuan sebagai jaminan agar non Chika segera dibebaskan dari penjara." jelas penjaga itu sambil menahan tawanya.


__ADS_2