
Sejak pertemuan Arian dengan ibu kandung Airin. Hubungan mereka semakin romantis. Kerena mereka telah mengantongi restu dari orang tuanya.
Kebahagiaan keluarga Airin begitu terlihat terutama sang ibu, yang sejak mereka berada di dalam kandungan telah membuat sebuah janji perjodohan mereka berdua.
Tak terasa hari sudah berganti Minggu dan Minggu pun berganti dengan bulan hingga bulan pun berganti tahun. Setelah Arian lulus dari SMA Golden ia melanjutkan studinya ke luar negeri.
Sambil mengurus perusahaan Dewantara, Arian melanjutkan pendidikannya dengan penuh semangat. Apalagi ada Airin yang selalu setia dan juga menjadi pembimbing belajarnya karena Airin telah menyelesaikan pendidikan S3 terlebih dahulu sejak ia masih usia belia.
Meskipun harus sering bolak-balik keluar negeri, Arian sangat bersemangat dan tak pernah mengeluh, apalagi dihadapan Airin.
Sementara Chika terpaksa menjalani kehidupannya dengan sangat sederhana. Sejak ia mengusir Ibu Iyem dari rumahnya sendiri.
Ternyata ia hanya dimanfaatkan oleh pelayan yang mengaku sangat mencintainya seperti ibu kandungnya sendiri.
Sejak kepergian ibu Iyem, pelayan itu tidak segan-segan untuk menghukum Chika jika Chika tidak memberikan apa yang ia minta.
Untungnya Pelayan tersebut meninggal dunia karena kecelakaan. Hal itu membuat Chika harus lebih dewasa dan harus bisa tetap hidup meskipun dalam kondisi yang kekurangan.
Sementara Serli dan juga Deo, memilih untuk langsung bekerja sambil melanjutkan pendidikannya. Mereka bekerja di perusahaan Dewantara.
Hal itu membuat keduanya mendapat ijin untuk tetap kuliah asal tidak menggangu pekerjaannya.
Dan disaat libur dan kebetulan Arian kembali ke kota kelahirannya. Mereka selalu berkumpul untuk menikmati dan berbagi cerita tentang kehidupan mereka masing-masing.
Seperti saat ini,. mereka tengah menikmati liburan di sebuah resort yang paling mewah di daerah mereka. Bahkan hal itu di akui oleh daerah tetangga bahkan sampai keluar negeri.
"Deo kapan kalian akan menikah ?" tanya Arian . Setelah mereka selesai makan.
"Tunggu sampai aku selesai kuliah. Agar aku punya sesuatu yang bisa dibanggakan dihadapan keluarga Serli." jawab Deo asal.
"Baguslah kalau begitu, tetapi jangan berkecil hati, karena kepulangan ku saat ini adalah untuk segera melamar Airin, selain untuk menyelesaikan pekerjaan." jawab Arian.
__ADS_1
"Selamat kalau begitu, dan jangan lupa doakan kami agar bisa segera menyusul." ucap Deo sambil menjabat tangan Arian.
"Benarkah begitu sayang ? tetapi mengapa kau tidak memberi tau aku untuk masalah ini?" tanya Airin spontan.
"Karena aku ingin memberi kekasih ku ini sebuah kejutan. Tetapi bukankah aku sudah mengatakannya kepada mama dan papa ?." tanya Arian.
"Mereka tidak pernah mengatakan apapun." jawab Airin.
"Jangan marah sayang, mungkin mereka masih menunggu saat yang tepat untuk mengatakannya." jawab Arian dengan tersenyum.
"Baiklah kali ini aku akan memaafkan mu tetapi tidak untuk yang kedua kalinya." jawab Airin dengan sewot.
"Siap tuan putri, hamba akan mengingat semua yang tuan putri ucapkan dan hamba tidak akan berani untuk melakukan hal ini untuk yang kedua kalinya." jawab Arian tegas.
Hal itu tentu saja, membuat mereka berempat tertawa terbahak-bahak, melihat kelakuan Arian, sang ketua OSIS sewaktu masih di bangku SMA yang sangat serius dalam segala hal.
"Bagaimana menurut mu Serli, apakah dia adalah Arian ketua OSIS kita sewaktu SMA dulu ?." tanya Deo sambil tertawa melihat ke arah Serli.
"Kalian ini, lihat semua mata memandang ke arah kita. Kerena kita telah membuat suasana romantis mereka."ucap Airin tanpa menanggapi candaan mereka.
"Baiklah maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Arian sambil menggenggam tangan Airin.
Kehangatan mulai menjalar ke tubuh Airin, hal itu langsung memadamkan api yang hampir membakar dirinya.
Setelah puas bercanda. mereka akhirnya pulang karena hari besok telah menunggu untuk mereka hias dengan penuh semangat.
"Sayang, apakah kau masih marah, karena aku tidak jujur akan kepulangan ku kali ini?" tanya Arian saat mereka sudah berada di dalam mobilnya.
"Tentu saja aku marah, bagaimana bisa kau tidak membicarakan hal sebesar ini kepada ku." jawab Airin ketus.
"Sekali lagi maaf, aku hanya ingin segera membawamu untuk tinggal di rumah ku. Aku ingin menjadikan mu sebagai kekasih halal ku. Agar setiap saat kita bisa selalu bersama untuk merajut cinta yang halal dan suci."
__ADS_1
"Sebelum pulang ke sini, aku menghubungi papa untuk meminta saran kepada beliau. Tetapi ternyata mama juga mendengar semua itu. Sehingga beliau mengusulkan agar aku segera melamar mu dan kemudian menikahi mu secara resmi."
"Menurut mereka acara lamaran bisa diadakan secara sederhana tanpa perlu melibatkan mu, karena kesibukan mu saat ini."
"Tetapi untuk acara pernikahan itu, semua aku serahkan kepada mu. Aku akan menyetujui apapun konsep yang akan kau pilih."
"Satu hal yang ingin aku lakukan, sesegera mungkin untuk menjadikan mu sebagai kekasih halal ku baik di dunia maupun di akhirat nanti." jelas Arian dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Hal itu tentu saja membuat Airin tak bisa berkata apa-apa, hatinya telah meleleh dan ia melupakan amarah yang sejak tadi ia pendam.
Kemudian ia masuk ke dalam pelukan Arian, ia seperti anak kucing yang menempel. Dengan senyum yang terukir indah diwajahnya.
Arian dengan lembut mengecup kening Airin. Ia sangat menyayangi gadis dalam pelukannya itu.
Disaat keduanya sedang asik dengan perasaan mereka, Tiba-tiba Arian menghentikan mobilnya, karena ada seorang yang dengan sengaja menghentikan laju mobilnya.
Perlahan Arian menghentikan mobilnya, dan segera membuka kaca mobil, alangkah terkejutnya ia saat melihat Chika yang sedang menjajakan asongan ke arahnya.
"Chika ! bukankah kau adalah Chika Fernandez ?" tanya Arian mencoba meyakinkan.
"Iya benar, kau ini siapa ? bagaimana bisa kau mengetahui nama lengkap ku ?" tanya Chika dengan bingung.
"Aku Arian, apakah kau melupakan aku ?" tanya Arian.
Chika melihat dengan seksama, pria tampan yang berada di hadapannya saat ini, Ia begitu tampan dan berwibawa dan juga mobil mewahnya adalah mobil keluaran terbaru.
"Arian ! bagaimana kabar mu ? kau pasti telah menjadi orang yang sukses sekarang." ucap Chika dengan sangat gembira.
"Kalau begitu naiklah ke mobil ku, agar kita bisa berbincang-bincang setelah lama tidak bertemu." ucap Arian dengan serius.
"Baiklah aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." jawab Chika.
__ADS_1
Ia langsung menyetujui perkataan Arian. Dengan cepat ia menghampiri pintu mobil depan dan hendak masuk, namun ia terkejut saat melihat ada wanita yang sangat cantik sedang terlelap di sebelah Arian.