
Dalam gelap terkadang kita tidak bisa melihat, apa yang sebenarnya terjadi. Begitu pula saat kita dalam kegelapan hati, maka akal sehat kita tertutup oleh awan gelap.
Serli yang baru saja sadar dari pingsannya, mencoba meraba-raba tempat ia tergeletak. Ia sama sekali tidak bisa melihat dalam keadaan gelap gulita.
Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi pada dirinya, hingga ia berada di tempat yang gelap gulita ini.
"Dimana aku ini ? bukankah aku tadi sedang berjalan pulang. Oh tidak ! siapa yang melakukan ini ?" ucap Serli sambil mengingat saat terakhir ia merasakan ada yang menutup mulutnya dengan sebuah kain.
"Ayah, Ibu, tolonglah aku." ucap Serli sambil menangis.
Ia duduk duduk sambil meringkuk karena takut, bukan kegelapan yang ia takutkan tetapi apa yang ada di balik gelapnya ruangan itu.
Sementara Airin yang masih berada di kantin, mendapatkan kabar dari anak buahnya bahwa Serli diculik oleh orang-orang tuan Fernandez.
"Apapun yang terjadi segera selamatkan Serli, aku akan menuju lokasi bersama yang lainnya." ucap Serli.
"Nona keamanan di sini terlalu ketat. Banyak penjaga dan juga cctv di setiap sudut." jawab pria berdasi itu.
"Kalau begitu tunggu sebentar, saya akan meretas sistem keamanan mereka, untuk sementara hindari lokasi yang terlihat dari cctv." ucap Airin.
"Baik nona kami tunggu perintah dari anda." jawab pria berdasi itu.
Airin segera meninggalkan kantin, ia mengeluarkan mobil mewahnya yang memang tersedia di Sekolah SMA Golden A&H itu.
Setelah memastikan keadaan aman, Airin segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia segera menghubungi orang-orangnya untuk segera menuju lokasi kediaman keluarga Fernandez.
"Nona apakah anda memerlukan bantuan." ucap dari salah satu pria berdasi itu.
"Tolong kemudian mobil ini, saya kan meretas keamanan keluarga Fernandez itu." jawab Airin.
Setelah mengatakan hal itu, Airin langsung pindah duduk di belakang kemudian ia membuka laptopnya dan segera memulai aksinya.
Jari-jarinya yang lentik itu berselancar menari dengan indah di atas keyboard. Setelah beberapa detik kemudian ia menekan tombol enter kemudian ia tersenyum.
__ADS_1
"Segera bergerak dan selamatkan Serli, jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk menimpanya. Kasihan ia sudah menderita selama ini." ucap Airin memerintahkan orangnya yang sudah berada di lokasi.
Setelah itu ia juga memerintahkan orang yang mengemudikan mobilnya untuk segera menambah kecepatannya agar segera sampai di kediaman keluarga Fernandez.
Sementara Tuan Fernandez yang berjalan mendekati kamar kosong tempat Serli disekap telah sampai di depan pintu.
Tanpa ragu ia segera membuka pintu tersebut, dan berjalan mencari Serli dan menyalakan lampu agar ia bisa melihatnya.
Serli yang menyadari ada seseorang yang masuk. Ia segera bangun dan berdiri, ia ingin bersembunyi agar orang tersebut tidak melihatnya.
Namun sudah terlambat, saat lampu menyala Serli melihat tuan Fernandez berjalan mendekatinya.
"Kau lumayan cantik di bawah cahaya yang temaram ini. Tapi mengapa kau tidak segera meminta gadis itu untuk melepaskan putriku ?" tanya tuan Fernandez dengan suara yang penuh dengan penekanan.
"Maafkan saya tuan, saya baru menyusun rencana untuk menyampaikan hal itu kepada Airin. Tetapi anak buah anda telah menahan saya di sini." jawab Serli dengan ketakutan.
"Bukankah kau tau bahwa aku tidak suka dengan basa-basi. Kau terlalu lama berfikir. Jadi kau harus aku hukum." ucap tuan Fernandez dengan menatap tubuh Serli dari atas sampai bawah.
"Karena kau cantik, dan aku sudah melihat tubuh mu dari video itu. Maka aku inginkan kau untuk keselamatan keluarga mu."
"Dan karena kau menunda keluarnya Chika dari tempat terkutuk itu, maka kau harus melayani aku sekarang." jawab tuan Fernandez dengan berjalan maju mendekati Serli yang ketakutan.
"Jangan tuan, saya mohon ampuni saya." jawab Serli dengan gemetar dan berurai air mata.
"Akubakan memaafkan mu setelah ini cantik. Kau jangan takut, saat tubuhmu gemetar seperti itu membuat aku semakin ingin menikmatinya." jawab tuan Fernandez dengan melepaskan dasi yang masih ia kenakan.
Setelah itu ia melemparkannya ke arah Serli. Tuan Fernandez semakin tak terkendali karena pengaruh alkohol yang ia minum.
"Jangan lakukan apapun tuan saya mohon. Ijinkah saya keluar dari sini tuan." ucap Serli dengan memohon dan berlutut di hadapan tuan Fernandez.
"Untuk saat ini aku tidak menginginkan sujudmu tetapi tubuhmu !." jawab tuan Fernandez dengan mengangkat Serli.
Dengan cepat tuan Fernandez membawa Serli keluar dari tempat tersebut dan membawanya masuk ke dalam kamar pribadinya.
__ADS_1
Setelah sampai tubuh Serli dihempaskan di atas ranjang. Sedangkan tuan Fernandez melepaskan lain yang menutupi tubuhnya.
"Ampun tuan jangan lakukan hal itu, saya mohon." ucap Serli dengan menangis pilu.
Namun hal itu tidak mengubah keputusan tuan Fernandez, ia segera mendatangi Serli yang ketakutan itu.
Dengan sekuat tenaga Serli mendorong tubuh tuan Fernandez hingga ia terjatuh kelantai. Serli dengan cepat turun dari ranjang dan segera berlari menuju ke pintu keluar.
Namun dengan cepat tuan Fernandez bangkit dan dengan kasar ia menarik tubuh Serli hingga terjatuh ke lantai.
"Kau berani melawan ku ! tidak ada yang bisa menolong mu. Jadi kau jangan semakin membuat aku marah." ucap tuan Fernandez dengan menjabak rambut Serli dari belakang.
"Ampuni saya tuan, saya mohon lepaskan saya." jawab Serli sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
"Bukankah sudah aku katakan aku akan mengampuni mu setelah kau membayar semuanya." ucap tuan Fernandez dengan meraba wajah Serli.
Serli mencoba melepaskan diri, ia menggigit tangan tuan Fernandez dengan kuat, hingga tangan itu mengeluarkan darah.
"Kau berani melawanku gadis sialan !" bentak tuan Fernandez sambil melepaskan tangannya dari Serli.
Serli segera mundur dan menjauhi tuan Fernandez. Namun tuan Fernandez kembali mendekatinya kemudian ia menampar wajah Serli dengan sangat kuat.
Wajah Serli terlihat merah dan ada cairan merah yang keluar dari sudut bibirnya. Serli menhan rasa sakit di wajahnya dan menghapus cairan merah itu.
"Jangan lakukan itu tuan, ingatlah bahwa anda juga mempunyai seorang putri. Bagaimana jika hal ini terjadi kepada putri anda."
"Saya mohon ampuni saya tuan, saya akan melakukan perintah anda untuk melepaskan Chika dari penjara itu." jawab Serli dengan menangis dan memohon.
Namun tuan Fernandez tidak mendengarkan ucapan Serli, ia kembali menampar wajah Serli berkali-kali. Hingga Serli menjadi lemah dan lunglai.
Dengan kasar tuan Fernandez menyeret tubuh Serli, kemudian mengangkat tubuh lemah itu dan menghempaskan dibatas ranjang dengan kasar.
Setelah itu ia merobek seragam sekolah Serli, dan melemparkannya ke sembarang arah. Serli hanya bisa menangis sambil berdoa agar ada sebuah keajaiban yang bisa menyelamatkan kehormatannya.
__ADS_1