
Setelah puas berbincang-bincang dan mereka yakin bahwa Serli dalam keadaan yang baik-baik saja akhirnya Arian memutuskan untuk berpamitan pulang.
Setelah itu ia mengantarkan Airin untuk pulang terlebih dahulu kemudian ia baru mengantarkan Deo pulang.
Sementara Serli langsung menutup pintu rumahnya rapat-rapat setelah itu ia matikan lampu rumahnya.
Ia benar-benar ketakutan akan ada akibat yang harus ia tanggung akibat kejadian itu. Ia takut saat tuan Fernandez sadar maka mereka akan mencari ia kembali.
Serli segera masuk kedalam kamarnya dan ia ingin sekali tidur dan beristirahat untuk melupakan masalah yang ia hadapi.
Dalam keheningan malam yang sunyi, ada sebuah harapan akan datangnya sinar mentari pagi yang akan menyibakkan gelapnya malam.
Dalam ketakutan yang Serli alami, masih ada setitik harapan akan datangnya sebuah keajaiban yang akan menolongnya meskipun di saat-saat terakhir.
Dengan setitik harapan itu, membuat mata Serli terpejam. Ia menjemput mimpi indahnya.
Sementara Arian dan juga Deo, yang masih asik berbincang-bincang di kamar Arian menemukan sebuah kejanggalan dengan sikap Serli.
Ia baik-baik saja secara fisik namun ada sebuah tekanan yang ia hadapi. Sejak ia kembali lebih awal waktu itu. Deo dan juga Arian tidak bisa menemukan keberadaan Serli.
"Sebenarnya apa yang terjadi kepada Serli hari itu ? bukankah kita menyusulnya sampai ke rumahnya dan adiknya mengatakan bahwa Serli belum pulang ? padahal saat itu hari sudah sore." ucap Arian.
"Apakah sebenarnya ia tidak pulang ? dan ia mendapatkan ancaman lagi. Buktinya ia tidak berani datang ke Sekolah ! dan kau ingat bagaimana keluarga itu menyambut kita."
"Mereka seakan ketakutan saat ada yang mengetuk rumah mereka. Kau lihat sendiri bahwa Serli mengintip kita untuk memastikan siapa yang datang ?".
"Untuk mengetahui jawabnya, kita harus mencarinya di rumah Chika. Sekalian kita mencari video yang digunakan untuk mengancam Serli." jawab Deo.
"Deo sejak kau mengenal Serli, aku merasa otak mu lebih encer." ucap Arian.
"Kau ini, sebagai seorang sahabat seharusnya kau tau bahwa sebenarnya otakku ini sama encernya dengan otak mu." jawab Deo dengan sedikit membusungkan dadanya.
"Kalau begitu mengapa kita harus menunggu esok. Malam ini juga kita akan ke rumah Chika. Kau harus bisa mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan itu dan juga mendapatkan video itu dari rumah Chika." ucap Arian.
__ADS_1
"Kau pikir aku ini siapa Arian sehingga aku dengan mudahnya masuk ke rumah itu. Dan bagaimana bisa aku mendapatkan semua itu ?" tanya Deo.
"Ini salah satu bukti bahwa otakmu tidak se encer otakku Deo. Kita pergi sekarang sebelum malam semakin larut !". ucap Arian dengan segera berdiri dan mengambil kunci mobilnya.
Deo segera mengikuti Arian meskipun ia masih bingung dengan rencana mereka untuk mengunjungi kediaman keluarga Fernandez.
Ia dalam sebuah dilema, antara mengikuti Arian atau kembali ke rumah saja. Namun ia memutuskan untuk mengikuti Arian .
Dengan kecepatan tinggi Arin melakukan mobilnya menuju kediaman keluarga Fernandez. Meskipun ia tau bahwa hal itu melanggar peraturan namun ia harus segera sampai di kediaman itu sebelum malam semakin larut.
"Arian apa rencana kita ?" tanya Deo saat dalam perjalanan.
"Saat kita sampai kita akan menemui Chika, dan saat aku masih berbincang dengan Chika kau harus bisa menemukan ponsel Chika dimana dalam ponsel tersebut ada video yang berhubungan dengan Serli."
"Ingat kau harus berhasil ! jangan sampai kau gagal." ucap Arian.
"Bukankah di sana banyak penjaga dan juga pastinya banyak pelayan. Bagaimana bisa aku dengan mudah mencari ponsel Chika." tanya Deo.
"Karena sekali kita gagal maka kita akan semakin sulit untuk bisa masuk kembali kedalam rumah itu." jawab Arin.
"Baiklah aku akan memikirkan hal itu." ucap Deo.
"Jangan terlalu lama berfikir. Kita sudah sampai dan kita harus segera bertindak." ucap Arin sambil menghentikan mobilnya di depan gerbang kediaman keluarga Fernandez.
Rumah mewah itu terlihat sepi, namun penjaga banyak yang berjaga di beberapa lokasi.
Deo hampir saja tidak bisa bernafas saat mendengar ucapan Arin dan melihat situasi yang ada di depan matanya.
"Selamat malam pak, apakah Chika ada di rumah ?" tanya Arian dengan sopan.
"Siapa kau dan untuk apa kau mencari nona muda ?" tanya penjaga itu dengan tegas.
"Saya Arian dan ini teman saya Deo, kami adalah teman satu Sekolah dengan Chika. Tolong sampaikan bahwa saya ingin bertemu dengan dia." jawab Arian dengan sopan.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, penjaga itu lalu menghubungi penjaga yang ada di dalam rumah, untuk menyampaikan pesan Arian.
Sementara Chika yang sudah bersiap-siap untuk tidur, ia di kejutkan oleh pelayanannya.
"Non didepan ada pemuda yang tampan sedang mencari non Chika." ucap pelayan itu yang tiba-tiba muncul di dekat Chika.
"Siapa yang kau maksud ? menganggu saja orang mau tidur juga." jawab Chika dengan kesal.
"Nama pemuda itu Arian non, dia tampan sekali. Seandainya saya masih seusia non Chika maka pemuda tampan itu akan saya taklukkan dalam pelukan saya, apapun caranya." ucap pelayanan itu.
"Arian ? " tanya Chika.
Pelayanan itu hanya mengangguk. Sementara Chika langsung bangkit dan ia segera berlari menuju kamar mandinya. Setelah selesai Chika keluar dengan masih menggunakan handuk saja.
"Sampaikan kepada penjaga agar mengantarkan Arian masuk, dan buatkan makanan dan minuman yang lezat."
"Dan kau bantu aku untuk bersiap-siap, aku ingin tampil cantik di depan Arian. Agar ia tidak melirik wanita lain." ucap Chika dengan penuh semangat.
Setelah itu ia segera menyiapkan beberapa pakaian. Ia ingin tampil sempurna malam ini dihadapan Arian.
Sementara pelayan itu menyampaikan pesan Chika kepada yang lainnya. Sementara ia membantu Chika bersiap.
Sedangkan Chika sudah mencoba beberapa gaun, namun ia belum menemukan pilihan yang cocok.
Hampir semua baju yang ada ia keluarkan dan ia coba. Chika duduk termenung di depan kaca.
"Non mengapa malah bengong ? bukankah non Chika ingin menemui pemuda itu." tanya sang pelayan saat ia masuk kedalam kamar Chika dan melihat Chika duduk termenung di depan cermin.
"Aku bingung harus pakai baju yang mana dan bagaimana makeup yang harus aku gunakan." jawab Chika dengan jujur.
"Kalau begitu pasti pemuda tampan itu begitu spesial di hadapan non Chika. Sampai-sampai non Chika kurang percaya diri." ucap pelayan itu.
"Aku sangat menyukainya. Tapi aku belum bisa mendapatkannya. Aku harus bagaimana agar aku bisa mendapatkan cintanya. Aku sangat mencintai Arian." jawab Chika dengan jujur.
__ADS_1