
Setelah mengatakan hal itu Serli membalikkan badannya. Kemudian ia berdiri di sisi gedung. Ia menatap ke bawah.
Tiba-tiba Chika dan Misel datang, dengan tertawa terbahak-bahak Chika mendekati Deo.
"Hei kau ! lebih baik kau diam saja dan jangan ikut campur dengan urusanku. Serli adalah mainan kami di Sekolah ini, jadi kau cukup melihatnya kami memainkannya."
"Jika kau ingin melihat keindahan Serli maka aku akan memberikannya kepada mu dengan sukarela." ucap Chika sambil memutari Deo yang hanya bisa diam terpaku.
"Apa maksudmu ?" tanya Deo.
"Aku rasa kau adalah lelaki yang normal bukan ? jadi aku tidak perlu menjelaskannya. Kau tinggal menjawab kau ingin melihat keindahan Serli atau tidak, itu saja." ucap Chika.
"Jangan aku mohon jangan lakukan itu. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan asal jangan lakukan hal itu." ucap Serli sambil bersujud di hadapan Chika.
"Baiklah, kalau begitu aku ingin kau menghibur ku dengan caramu !". ucap Chika.
"Apa yang bisa aku lakukan ?" tanya Serli.
"Kau bisa menari atau kau juga bisa terjun bebas dari sini. Jujur saja aku belum pernah melihat orang yang terjun bebas secara langsung." jawab Chika tanpa basa-basi.
"Baiklah Chika, jika kau ingin aku melakukan hal itu maka akan aku lakukan sekarang juga. Hal itu juga telah terpikirkan oleh ku."
"Tapi ingatlah satu hal Chika, jangan pernah kau usik keluarga ku atau yang lainnya. Jika kau melakukan hal itu, maka aku akan mendatangi mu dan akan membawamu untuk terjun bebas bersama dengan ku." jawab Serli dengan penuh keyakinan.
"Serli jangan lakukan hal itu. Ingatlah itu bukan sebuah penyelesaian Serli. Banyak hal yang bisa kita lakukan." ucap Deo mencoba mencegah tindakan Serli.
Prok Prok Prok
Chika bertepuk tangan sambil tersenyum melihat kedua orang yang ada dihadapannya.
"Romantis sekali, akan lebih romantis lagi jika kau mencium ya Deo ! dan kami akan menikmati setiap adegan kalian berdua. Bagaimana ?"
"Jika kalian setuju maka aku tidak akan meminta Serli untuk terjun bebas di hadapan ku". ucap Chika dengan penuh kemenangan.
"Baiklah aku akan melakukannya." jawab Deo.
"Lakukan sekarang juga !" ucap Chika.
Deo perlahan mendekati Serli dan ia dengan cepat mencium pipi Serli.
__ADS_1
"Kalian kira mendalami peran. Bagaimana mungkin aku bisa terhibur jika kau melakukannya seperti itu."
"Bukankah kalian bisa melakukannya seperti dalam film-film dewasa ? dan jika kalian melakukannya dengan penuh penghayatan kalian juga mendapatkan keuntungan."
"Jadi kita sama-sama mendapatkan sebuah keuntungan. Kau mendapatkan kenikmatan sedangkan kami mendapatkan sebuah hiburan gratis." ucap Chika.
"Chika kau jangan keterlaluan ! jangan kau libatkan orang lain dengan urusan kita. Aku bisa melakukan terjun bebas seperti yang kau mau." ucap Serli.
Kemudian Serli berjalan menjauh dari Deo, dan ia segera berdiri di sisi bangunan itu.
"Deo kau jangan melibatkan diri mu dengan masalah yang ku hadapi. Jangan sampai kau diperalat oleh Chika seperti yang aku alami."
"Lebih baik kau tinggalkan tempat ini. Kembalilah kau ke sisi orang tuamu. Mereka lebih membutuhkan mu dari pada aku." ucap Serli.
"Serli jangan lakukan hal itu, aku mohon !" ucap Deo sambil bersujud menghadap ke arah Serli.
"Maafkan aku Deo." ucap Serli.
"Serli jangan lakukan hal itu !" ucap Deo sambil berteriak-teriak sekuat tenaga.
Serli tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Deo, ia berjalan ke depan. Kedua kakinya sudah berad di pinggir, satu gerakan saja bisa membuatnya langsung terjun bebas dari gedung yang sangat tinggi itu.
Chika dan yang lainnya menoleh ke sumber suara. Chika tersenyum saat melihat kedatangan mereka berdua.
"Bagus sekali kalian datang ke sini. Dan kalian datang di waktu yang tepat sekali." ucap Chika sambil tersenyum.
"Serli tunjukkan kepada mereka bahwa kau bisa melakukannya." ucap Chika lagi dengan sangat jelas.
"Hentikan Chika ! kau tidak bisa semena-mena terhadap orang lain. Aku akan melawan mu. Bebaskan Serli dan hadapi aku jika kau memang berani." ucap Arian.
"Sayang mengapa kau berkata seperti itu, bukanlah lebih baik jika bersama dan sejalan dalam Sega hal."
"Kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah pasangan yang sangat serasi sekali."
"Kita tunjukkan kepada mereka semua saat ulang tahun sekolah nanti bahwa kita adalah Romeo dan Juliet SMA Golden A&H ini." ucap Chika sambil memainkan jarinya di dada Arian.
"Tidak Sudi aku bersama dengan mu ! apalagi untuk menjadi pasangan. Berteman saja aku tidak mau, kau tidak layak dijadikan teman oleh siapapun juga." jawab Arian sambil menghempaskan tangan Chika.
"Kau sungguh keterlaluan ! jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang paling kau benci."
__ADS_1
"Serli dalam hitungan ke lima kau harus sudah terjun bebas seperti yang aku inginkan."
"Aku akan menghitung mundur dari sekarang. Lima !" ucap Chika dengan penuh amarah.
"Jangan lakukan itu Serli !" teriak Airin.
Namun Serli seolah tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Airin.
"Empat !" ucap Chika lagi.
"Serli hentikan ! Chika biar menjadi urusan ku. Kau jangan melakukan hal gila itu Serli." teriak Arian.
"Tiga !" ucap Chika dengan tersenyum.
"Kau akan menerima akibatnya Chika ! jika terjadi sesuatu kepada Serli maka aku sendiri yang akan menghancurkan Fernandez dengan seluruh yang ia miliki." ucap Arian.
"Dua !" ucap Chika tanpa memperdulikan ucapan dari semuanya.
Kemudian Chika mengeluarkan ponsel dari sakunya kemudian memberikannya kepada Misel. Dengan mengedipkan kedua matanya ia memberikan perintah kepada Misel.
Dengan cepat Misel mengaktifkan ponsel tersebut, kemudian ia merekam semua kejadian itu.
"Serli hentikan ! jangan lakukan hal itu. Ingatlah masih ada keluarga yang menunggu mu di rumah." ucap Deo.
"Maafkan aku semuanya, aku tidak bisa melakukan apapun, aku tidak mempunyai pilihan lain. Maafkan aku."
"Jika kalian tidak keberatan tolong jaga keluarga ku, jaga mereka untuk ku." ucap Serli dengan tatapan yang sendu.
"Satu !" ucap Chika dengan penuh kemenangan.
Setelah Chika mengatakan hal itu, serli memejamkan kedua matanya. Ia kemudian menjatuhkan dirinya layaknya di atas kasur. Dalam hitungan detik tubuhnya tidak dapat mereka lihat dari posisi mereka saat ini.
"Jangan lakukan itu Serli !" teriak Deo, Airin dan juga Arian secara bersamaan.
Tangan mereka mencoba meraih tubuh Serli, namun semuanya sia-sia. Hanya air mata yang jatuh dari pipi mereka mengiringi kepergian Serli untuk selamanya.
"Serli !!! ". Teriak Deo dengan sekuat tenaga.
Ia seolah berputus asa, seharusnya ia bisa menyelamatkan Serli meskipun harus mengorbankan dirinya, untuk mengikuti perintah Chika. Hanya ada sebuah penyesalan yang ada di dalam dadanya, karena keegoisannya ia tidak bisa menyelamatkan Serli
__ADS_1