29 Hari

29 Hari
Bab. 47. Niat Jahat


__ADS_3

Chika masih tersenyum dengan khayalan indah bersama dengan Arian. Sementara penjaga yang berjaga di depan pintu ruang ICU itu mendengar suara dari dalam ruangan.


Ia segera mengecek keadaan tuan Fernandez, dan benar saja beliau telah bangun dari tidur yang panjang. Beliau berhasil melewati masa kritisnya.


"Non Tuan sudah sadar, beliau sedang diperiksa oleh Dokter." ucap sang pelayan.


"Ok, aku akan melihat kondisi ayah." jawab Chika.


Setelah itu ia berjalan masuk untuk melihat kondisi ayahnya.


"Dokter bagaimana dengan kondisi ayahku ?" tanya Chika.


"Beliau baik-baik saja, setelah menghabiskan obat ini beliau bisa pulang dan beristirahat di rumah." jawab sang Dokter.


"Baik Dokter terimakasih." ucap Chika.


Setelah itu Dokter dan perawat memindahkan tuan Fernandez ke ruang perawatan. Chika dan yang lainnya bisa bernafas dengan lega karena tuan Fernandez baik-baik saja.


Sementara penjaga dan pelayan membereskan barang-barang bawaan yang mereka bawa untuk keperluan majikannya.


Sementara Chika berjalan mengikuti perawat yang membawa tuan Fernandez. Setelah sampai perawat tersebut memasang tiang infus dan setelah selesai mereka segera meninggalkan mereka berdua agar bisa berbincang-bincang dengan lebih leluasa.


"Ayah, sebenarnya apa yang terjadi ? bagaimana bisa ayah berada di ruangan itu ?" tanya Chika.


"Ayah juga bingung, waktu itu ... ," tuan Fernandez terdiam mengingat kembali kejadian malam itu.


Saat itu ia masih dalam suasana yang tidak baik, tiba-tiba Misel sahabat Chika datang membawa Serli. Hingga terjadi peristiwa itu.


Ia dipukul oleh seseorang dari belakang saat ia ingin, mengambil kehormatan Serli. Tapi siapa orang tersebut ? mengapa ia bisa masuk ke dalam kamar pribadinya ?.


Bahkan dari sekian banyak penjaga dan sistem keamanan yang telah ia buat sedemikian rupa dapat ditembus dengan mudahnya, bahkan anak buahnya tidak menyadari bahwa ia sedang berada dalam posisi yang sangat menyedihkan.


"Ayah, apa sebenarnya yang sedang ayah pikirkan ?". tanya Chika sambil memperhatikan raut wajah sang ayah yang mencoba berfikir dengan keras.

__ADS_1


"Ayah masih berusaha mengingat apa yang terjadi sebelum ayah berada di dalam ruangan itu."


"Tapi yang ayah ingat hanya Serli gadis yang juga teman satu kelas mu itu. Selebihnya ayah tidak bisa mengingat lagi." jawab tuan Fernandez.


"Serli ? apa hubungannya ia dengan kejadian ini ?" tanya Chika.


"Saat itu Misel datang membawa Serli ke ruang kerja ayah, ayah meminta Serli agar meminta teman yang telah melaporkan mu ke polisi."


"Tapi entah apa yang terjadi selanjutnya, ketika ayah sadar ayah sudah berada di ruangan itu." jawab tuan Fernandez.


"Kalau begitu biar Chika yang akan mencari informasi tentang kejadian yang menimpa ayah."


"Ayah jangan khawatir, serahkan semua ini kepada Chika." ucap Chika dengan penuh keyakinan.


"Chika kau jangan gegabah, lawan kita pasti bukanlah orang sembarangan. Hal itu bisa dilihat dari penjaga dan sistem keamanan kita yang mudah mereka tembus."


"Kalau hanya orang biasa, pasti mereka tidak akan bisa keluar dengan mudah dari kediaman kita, kalaupun mereka bisa keluar setidaknya ada yang mengetahui kondisi ayah." jawab tuan Fernandez.


"Maksud ayah ?" tanya Chika.


"Bahkan kau sendiri tidak menyadari bahwa ponsel milik mu berada di sana bersama ayah. Bahkan kedua pemuda itu yang menemukan ayah karena ponselmu." jawab tuan Fernandez.


"Maksud ayah, Arian dan Deo sengaja mencari ponsel Chika ?" tanya Chika.


"Ayah tidak tau, seingat ayah, ketika ponselmu berdering ada seseorang yang mencoba mengintip dari balik kaca."


"Entah itu kebetulan atau tidak, yang pasti hanya pemuda itu yang mencurigai ruangan dimana ayah berada." ucap tuan Fernandez.


"Bukan seperti itu ayah, kami mendengar ada suara yang berasal dari ruangan ayah, tapi kata penjaga itu adalah suara Serli yang ayah tahan."


"Kebetulan malam itu Deo dan Arian datang untuk mengunjungi putri ayah ini. Mereka mendengar suara yang sama tetapi kami tidak mungkin mengatakan bahwa itu adalah Serli."


"Dan secara kebetulan Arian meminta nomor ponselku disaat Deo berjalan ke belakang untuk mencari toilet. Deo mengatakan semuanya dihadapan ku dan juga Arian."

__ADS_1


"Tapi Arian tidak menanggapinya, dan kami sengaja duduk di taman belakang dibawah indahnya cahaya bulan. Namun ayah bersuara sehingga Arian memeriksa apa yang terjadi."


"Saat itu kami hanya bisa diam saja karena kami bingung bagaimana jika mereka melihat bahwa ayah telah menyekap Serli." jelas Chika.


"Apakah kau yakin mereka tidak ingin menyelidiki apapun ?" tanya tuan Fernandez.


"Tidak ayah, selama ini mereka tidak pernah bermasalah dengan Chika, dan Arian adalah ketua OSIS yang sangat Chika kagumi sejak awal Chika masuk ke SMA Golden A&H." jawab Chika dengan sangat yakin.


"Lalu bagaimana caramu untuk menyelidiki apa yang terjadi sehingga ayah berada di sini dengan kondisi seperti ini ?" tanya tuan Fernandez lagi.


"Ayah tentang saja, Chika akan bertanya kepada Serli siapa orang yang telah menyelamatkannya . Jika dia tidak mau menjawabnya dengan jujur. Chika masih menyimpan video itu."


"Serli pasti akan menurut, karena ia tidak mungkin mau jika tubuhnya dilihat oleh orang banyak." jawab Chika.


Chika tersenyum sambil membayangkan reaksi Serli. Sementara tuan Fernandez teringat kembali bagaimana tubuh Serli saat dihadapannya saat itu. Begitu indah dan sangat mengiurkan.


"Seandainya kau tau Chika, bahwa tubuh Serli lebih menggoda dibandingkan tubuh Misel." batin tuan Fernandez.


Terbayang kembali saat ia menikmati dan mengambil kesucian Misel. Saat itu yang ia rasakan sangat jauh berbeda dengan saat ia melihat Seli malam itu.


Bagaikan makanan dari restoran bintang lima dengan makanan yang berasal dari warung dipinggir jalan.


Namun sayangnya ia belum sempat menikmati hanya bisa melihatnya saja. Kalau orang itu tidak datang maka ia pasti sudah bisa menikmatinya.


"Ayah, apakah ada sesuatu yang ayah pikiran ?" tanya Chika yang membuat khayalan tuan Fernandez buyar seketika.


"Tidak ayah hanya ingin beristirahat, agar ayah bisa segera pulih dan akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ayah."


"Tidak akan ayah biarkan orang lain menginjak-injak harga diri dan kehormatan Fernandez." ucap tuan Fernandez dengan penuh penekanan.


"Nah itu baru ayah Chika !" ucap Chika kemudian ia memeluk tubuh sang ayah yang masih terbaring dengan lemah.


Setelah itu Chika, menutupi tubuh ayahnya dengan selimut setelah itu ia mengatur suhu ruangan dan segera meninggalkannya.

__ADS_1


Ia berharap bisa segera pulang dan kembali menjalani kehidupannya yang sempat ia tinggalkan, karena ia berada dibalik jeruji besi.


Sementara tuan Fernandez, masih memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan Serli.


__ADS_2