
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri begitu Bel?", 'Tanya Rina saat bela masuk kedalam rumah'.
"Eh ngak apa-apa kok Bu", 'Jawab Bela yang kaget ternyata ibunya belum tidur'.
"Kok ibu tumben belum tidur?", 'Tanya Bela lagi'.
"Ibu nungguin kamu, sama ayah juga belum
pulang", 'Jawab Rina yang sedang duduk di sofa ruang tengah rumahnya'.
"Emangnya ayah kemana Bu?", 'Tanya Bela soalnya saat dia berangkat tadi ayahnya masih ada di rumah'.
"Kerumah sakit tadi", 'Jawab Rina'.
"Emangnya siapa yang sakit Bu?", 'Tanya Bela lagi'.
"Itu pak Maman yang kerja di kebun kita, dia jatuh atas genteng rumahnya", 'Jawab Rina'.
"Ibu tumben ngak ikut sama ayah", 'Tanya Bela lagi, karena biasanya kalau ada yang sakit gitu pasti ibunya selalu ikut pergi dengan ayahnya'.
"Tadinya ibu mau ikut, tadi kasian kakak kamu di rumah sendirian. Apalagi tadi sempat badannya panas juga gara-gara alerginya itu", 'Jawab Rina'.
"Terus keadaan kak Fitri gimana sekarang Bu?", 'Tanya Bela karena perasaan saat dia pergi tadi kakaknya udah mendingan'.
"Tadi saat kamu baru pergi badannya sempat panas juga, tapi sekarang Alhamdulillah udah agak baikan kok. Itu dia di kamar udah tidur", 'Jawab Rina'.
"Yasudah kamu keatas sana, bersih-bersih badan terus istirahat", 'Ucap Rina menyuruh Bela ke kamarnya'.
"Iya Bu, ibu juga istirahat ya", 'Ucap Bela'.
"Iya ibu nunggu ayah bentar, tadi katanya udah jalan pulang. Pasti bentar lagi sampe kok", 'Ucap Rina'.
"Yasudah Bu, kalau begitu Bela ke atas dulu ya Bu", 'Ucap Bela pamit ke kamar kepada sang ibu'.
"Iya nak, bersih-bersih diri dulu ya, abis itu istirahat. Udah larut malam ini", 'ucap Rina memperingati Bela'.
"Iya ibu ku tersayang", 'Jawab Bela'.
Bela pun menaiki anak tangga dan menuju kamarnya, sedangkan Rina masih duduk di tempat dia duduk tadi dan menunggu suaminya pulang dari rumah sakit.
*
__ADS_1
Rina pun mendengar suara mobil di parkiran rumahnya, dan pasti itu adalah suaminya yang pulang dari rumah, dan Rina pun bergegas membukakan pintu.
"Ibu kok belum pulang?", 'Tanya Ben yang mendapati istrinya sudah berdiri di ambang pintu'.
"Iya yah, ngak bisa tidur. soalnya Fitri juga baru ketiduran, dan Tadi bela sama ayah belum pulang juga", 'jawab Rina'.
"Terus sekarang Belanya sudah pulang?", 'Tanya Ben'.
"Sudah yah, belum lama juga dia pulangnya", 'Jawab Rina'.
"Terus gimana kondisi nya pak Maman yah?", 'Tanya Rina saat berjalan berdampingan dengan suaminya masuk rumah'.
"Tangan sebelah kirinya ini patah Bu, mungkin karena dia jatuh dari atas pas nyampe dia bawah badannya rebah kesebelah kiri, jadinya tangan nya ketindihan sama badan Bu", 'Jawab Ben'.
"Terus yang luka-luka gimana yah?", 'Tanya Rina lagi'.
"Yang luka-luka mah Alhamdulillah ngak ada Bu, cuman di pahanya ini ke gores dikit karena paku kayanya", 'Jawab Ben'.
"Kok bisa jatuh sih yah pak mamannya?", 'Tanya Rina lagi gimana kronologi Maman bisa jatuh dari genteng rumahnya'.
"Ceritanya mah ngak tahu persisi Bu, cuman yang pak Maman ingat itu dia lagi benerin genteng rumahnya yang bocor, terus dia itu mundur kebelakang karena mau turun. Pas dia mau balik badan kepleset, soalnya licinkan abis hujan", 'jawab Ben yang tidak tahu gimana kronologi yang lengkapnya'.
"Ya gitu lah Bu, namanya juga udah takdirnya jatuh. Udah di larang sama anak dan istrinya, ntar aja ngebenerinnya, tunggu air hujan yang di gentengnya kering dulu lah minimal. Tapi pak Maman nya tetap kekeh mau benerin ya sekarang juga, katanya ntar lupa lah, ngak sempat lah ngebenerinnya. Begitu tadi kata istrinya pak Maman", 'Jawab Ben menceritakan apa yang tadi di ceritakan juga oleh istri dan anaknya pak maman'.
"Mungkin sudah takdirnya kali ya pak, kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Dan semoga pak Maman cepat sembuh dan bisa bekerja kembali", 'Ucap Rina'.
"Ya begitu lah Bu", 'Ucap Ben'.
Ben dan Rina pun segera masuk ke kamar mereka untuk tidur, karena hari sudah larut malam dan menunjukkan pukul 1 dini hari.
*
"Ngga, kita jadi jengguk Fitri ngak?", 'Tanya Jeni lewat sambungan telepon'.
"Jadi Jenita Janet, ini gua udah otw kerumah lu", 'jawab Angga yang lagi di perjalanan menuju rumah Jeni'.
"Kalau urusan Fitri aja cepat lu, coba aja yang lain lu paling ngaret datangnya", 'Ucap Jeni'.
"Hehehe, ini kan sebagian dari perjuangan Jen", 'Ucap Angga ketawa kecil'.
"Gaya lu doang memperjuangi, maju juga kagak-kagak lu itu. Ntar di embat orang baru tahu rasa", 'Ucap Jeni mengejek Angga'.
__ADS_1
"Sabar dulu dong, ntar ada saatnya gua untuk maju. Tapi kalau udah di embat orang, berarti itu gua harus nunggu lagi lah", 'Jawab Angga yang juga khawatir kalau Fitri ntar di ambil orang'.
"Terserah lu lah ngga, Cepat buruan ke sini", 'Ucap Jeni yang ngak ngerti lagi sama jalan pemikiran Angga'.
Jeni tahu betul kalau Angga sudah menyukai Fitri dari mereka SMP atau mungkin dari mereka sekolah dasar juga kali ya, karena Jeni, Fitri, dan Angga selalu bersama dari mereka kecil. Mereka selalu bersama Karena dulu tempat tinggal mereka dekatan, dan juga mereka dari Taman kanak-kanak sampai sekarang SMA juga satu sekolahan terus, dan juga Angga selalu curhat kepada Jeni, bagaimana perasaan Angga terhadap Fitri.
*
"Tok....tok..... Assalamualaikum", 'Ucap Angga dan teman-temannya mengetuk pintu rumah Fitri'.
"Waalaikumusalam", 'Jawab Rina dari dalam rumah dan membukakan pintu rumah'.
"Eh ada teman-temannya Fitri, ayo silakan masuk", 'Ucap Rina yang masih di ambang pintu
"Iya Tante, terimakasih", 'Ucap Angga'.
Angga dan teman-temannya pun masuk kedalam rumah Fitri.
"Fitrinya mana Tante?", 'Tanya Jeni yang mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah Fitri, tapi tidak melihat keberadaan Fitri'.
"Fitri ada di kamar Jen, langsung naik aja ke atas ke kamar Fitri", 'Jawab Rina yang hendak ke dapur membuatkan minum'.
"Baik Tante", 'jawab Jeni'.
"Tahukan Jen, kamarnya Fitri?", 'Tanya Rina karena Jeni sering main ke sini dengan Fitri'.
"Iya Tante tahu", 'Jawab Jeni'.
Jeni dan teman-temannya pun menaiki anak tangga dan menuju kamar Fitri, sedangkan Rina menuju dapur untuk membuatkan minum dan membawa beberapa cemilan untuk teman-teman Fitri.
"Tok.....tok.... Fitri", 'Ucap Jeni mengetuk pintu kamar Fitri'.
"Tunggu bentar", 'Jawab Fitri dari dalam dan membukakan pintu kamar'.
"Hai Jen, ayo masuk", 'Ucap Fitri dan menarik tangan Jeni'.
"Fit, mendingan lu ganti baju yang lebih tertutup dikit deh, soalnya anak-anak cowok juga kesini dan mereka tuh ada di tangga. Tadi gua masuk duluan, takutnya lu cuman pake daster, dan benar tebakan gua", 'Ucap Jeni menyuruh Fitri mengganti pakaiannya'.
"Oke-oke Jen, gua ganti baju bentar ya", 'Ucap
Jeni pun menunggu di depan kamarnya Fitri, karena Fitri sedang mengganti pakaiannya. Setelah Fitri mengganti pakaiannya, Jeni dan teman-temannya pun di persilahkan masuk.
__ADS_1