
Sinta pun berjalan kearah di mana Fitri berdiri saat ini.
"Upz.... Sorry - sorry, aku ngak sengaja", 'Ucap Sinta'.
Padahal Sinta dengan sengaja menabrak Fitri hingga jatuh.
Fitri hanya diam saja dan dia merasa kakinya sakit sekali saat ini.
"Ya Allah.... kaki aku sakit bangat lagi, semoga aja pak Asep bentar lagi datang", 'Gumam Fitri dalam hati dan juga dia meringis kesakitan'.
"Sini.... sini aku bantu", 'Ucap Sinta lagi dan mengulurkan tangannya'.
Fitri pun tampak berpikir panjang, apakah Sinta sungguh-sungguh membantunya.
Akhirnya setelah berpikir panjang, akhirnya Fitri pun juga mengulurkan tangannya dan berharap Sinta beneran membantunya. Karen dia meras kakinya sangat sakit.
"Jangan harap kamu anak kampung", 'Ucap Sinta lagi yang menarik tangannya kembali'.
Fitri pun hanya diam dan menatap Sinta dengan tatapan tajam.
"Jangan harap saya mau membantu kamu anak kampung, gara-gara kamu Andra sering marah-marah dan ngak mau dekat-dekat saya. Liat aja kamu ya anak kampungan ini baru peringatan awal buat kamu. Dan kamu jangan harap akan hidup tenang di kampus ini, jika kamu masih dekatin Andra", 'Ucap Sinta lagi sambil menunjuk tepat di mukanya Fitri'.
Fitri hanya diam menunduk, karena dia tidak ingin masalah ini nantinya di besar-besarkan oleh Sinta. Dan lagian Sinta itu juga senior dia di kampus, bagaimanapun salah Sinta nantinya, tetap lah Fitri juga yang akan kena apalagi oleh senior-seniornya yang lain.
"Ya Allah ini kaki aku sakit bangat lagi", 'Ucap Fitri yang masih meringis kesakitan'.
"Mana lagi ini pak Asep", 'Ucap Fitri lagi dalam Hati'.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Asep pun, sampai di kampus Fitri.
"Itu kok kayak mbak Fitri ya", 'Gumam Asep yang memperhatikan sosok wanita yang tidak jauh di mobilnya terparkir saat ini'.
Akhirnya Asep pun turun dari mobil, karena dia penasaran dengan dua orang perempuan yang keberadaannya tidak jauh dari mobilnya. Satu orang terduduk di lantai dan satu orang lagi jongkok.
__ADS_1
"Mbak Fitri.....", 'panggil Asep dan mendekati orang yang dia yakini Fitri tersebut'.
Mendengar suara Asep memanggil Fitri, Sinta pun kaget dan dia juga panik takutnya nanti Asep nyalahin dia dan membawa dia ke kantor polisi lagi karena udah dorong Fitri.
"Saya ingetin sama kamu lagi ya anak kampung, saya minta kamu buat jauhi Andra. Dan jangan berani-beraninya kamu ngadu sama dia, atau kamu akan tahu akibatnya", 'Ucap Sinta lagi dan bergegas pergi karena dia mendengar langkah kaki orang yang memanggil nama Fitri tadi semakin dekat'.
"Tuh kan Beneran mbak Fitri, astaghfirullah mbak", 'Ucap Asep yang melihat Fitri terduduk di lantai karena Sinta yang tadi menghalangi Fitri sudah pergi'.
Asep pun berlarian kearah Fitri.
"Pak Asep tolong bantu saya pak, kaki saya sakit bangat", 'Ucap Fitri yang meringis kesakitan'.
"Baik mbak", 'Jawab Asep yang segera membantu Fitri berdiri dan membawa nya ke mobil'.
"Aw..... sakit pak", 'Ucap Fitri yang kembali meringis kesakitan'.
"iya mbak maaf..... Kalau ngak gimana kalau mbak saya gendong aja", 'Ucap Asep lagi'.
"Tapi pak?", 'Ucap Fitri sedikit ragu'.
Akhirnya Fitri pun pasrah dia di gendong pak Asep menuju mobil, karena memang dia sudah tidak sanggup buat berdiri dan kakinya juga sangat sakit karena tadi Sinta mendorong Fitri cukup keras hingga dia tersungkur begitu.
"Neng-neng tolongin bukain pintu mobil saya neng", 'Ucap Asep yang minta tolong kepada mahasiswa yang juga hendak pulang'.
"Terimakasih ya neng", 'Ucap Pak Asep'.
"Iya pak sama-sama", 'Jawab Mahasiswi tersebut dan sebut saja namanya Nila'.
Setelah membantu Fitri masuk mobil pak Asep pun kembali bergegas ke kursi kemudi dan melajukan mobil kearah pulang.
"Mbak Fitri mau ketukang urut dulu atau gimana mbak?", 'Tanya pak Asep dengan melihat di kaca mobil karena Fitri berada di kursi penumpang belakang'.
"Pulang aja pak", 'Jawab Fitri yang terus menerus meringgis kesakitan'.
__ADS_1
"Tapi mbak.... itu mbaknya kesakitan terus?, gimana kalau kita ke tukang urut dulu aja mbak", 'Tawar pak Asep lagi yang melihat Fitri terus-terusan meringis kesakitan'.
"Ngak usah pak, kita pulang dulu aja", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah mbak", 'Jawab Asep yang akhirnya menurut'.
Asep pun kembali fokus ke jalanan yang cukup rame tetapi masih lancar, dan mungkin bentar lagi bisa jadi macet karena hari sudah menunjukkan hampir jam 3 sore.
"Punten mbak... maaf sekali bukannya saya kepo atau gimana. Mbak kok bisa jatuh begitu mbak? dan tadi saya liat seperti ada orang di dekat mbak itu dan tiba-tiba dia pergi begitu saja", 'Tanya Asep dengan Sopan bagaimana pun Fitri adalah keponakan dari majikannya'.
"Tadi saya ke pleset pak", 'Jawab Fitri bohong karena dia tidak ingin nantinya Asep ngadu juga ke Eli sang Tante, dan bisa jadi nantinya malah panjang masalahnya'.
"Terus tadi cewek yang ada di dekat mbak itu", 'Tanya Asep lagi'.
"Ngak Ada orang lain pak Asep, tadi hanya saya aja sendiri. Mungkin pak Asep salah lihat kali", 'Jawab Fitri berbohong'.
"masa iya mbak di sana sendirian?, perasaan saya tadi liat mba di sana berdua deh", 'Tanya Asep lagi memastikannya'.
"Iya beneran Pak Asep, tadi itu saya hanya sendirian. Dan ngak ada siapa-siapa dimana selain saya", 'Jawab Fitri lagi dan berusaha meyakinkan Asep'.
"Yakali ya mbak saya nya yang salah lihat, mungkin udah faktor umur kali ya mbak", 'Ucap Asep yang mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal'.
Asep merasa ada yang di tutup-tutupi oleh Fitri, dan dia merasa ada yang janggal dengan Fitri terjatuh tadinya. Tapi Asep tidak mau banyak bicara lagi, dan akhirnya dia kembali memutuskan untuk kembali fokus menyetir.
Sekitar 15 menitan mobil yang di tumpangi Fitri pun memasuk perkarangan tempat tinggal mereka. Dimana ini adalah salah satu komplek perumahan elite di Ibukota, secara isinya Horang Kaya semua, hehehehe.
Setelah memarkirkan mobilnya, Asep pun kembali membantu Fitri untuk turun dari mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Mau di gendong lagi aja mbak?", 'Tanya Asep dengan sopan'.
"Ngak perlu pak, saya coba jalan aja ke dalam", 'Jawab Fitri yang berusaha turun dari mobil dengan bantuan Asep'.
Tapi lagi dan lagi kaki Fitri sangat sakit untuk di gerakan apalagi di bawa untuk bejalan, akhirnya dia pun pasrah di gendong lagi oleh pak Asep dan di bantu satpam satu lagi.
__ADS_1
"Astaghfirullah nak.... kamu kenapa fit?", 'Tanya Eli yang kaget melihat Keponakan nya itu di gendong oleh Asep'.