ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 78


__ADS_3

"Astaghfirullah fit... kamu kenapa bisa seperti ini nak?", 'Tanya Bram yang ikut membantu Fitri turun dari mobil karena kakinya belum terlalu bisa di gerakkan'.


"Fitri juga ngak tahu om, tiba-tiba saja Ranjang tidur Fitri ambruk", 'Jawab Fitri yang kadang masih sering meringis kesakitan jika kakinya terlalu di pijakan'.


"hati-hati fit, jangan terlalu di tekan dulu kakinya nak", 'Ucap Bram lagi'.


Bram dan Asep pun berhasil membantu Fitri turun dari mobil, sedangkan Eli menyiapkan kamar tidur yang berada di lantai bawah rumahnya, yang biasa di gunakan untuk tamu tapi hari ini di gunakan oleh Fitri. Karena kaki Fitri masih sakit, jadi susah buat naik turun tangga dan juga ranjang tidur Fitri juga harus di perbaiki atau di ganti terlebih dahulu sebelum di gunakan.


"Pak Asep, Bantu saya bawa Fitri ke kamar yang biasa di gunakan oleh tamu aja pak Asep. Kasian kalau harus ke atas, susah soalnya", 'Ucap Bram'.


"Baik pak", 'Jawab Asep'.


Asep dan Bram pun kembali memapah Fitri menuju kamar yang akan dia tempati sementara ini, sampai kakinya udah agak mendingan.


"Sayang kamu istirahat dulu ya, Tante ambilin makanan dulu. Kamu belum makan siangkan?", 'Tanya Eli setelah membantu Fitri berbaring'.


"Belum Tan", 'Jawab Fitri yang merasa cacing-cacing di perutnya sudah mendemo minta makan karena ini sudah menunjukkan pukul 4 sore'.


"Yasudah kalau begitu Tante ambilin dulu ya sayang", 'Ucap Eli'.


"Iya Tan, maaf ya tan Fitri selalu ngerepotin Tante dan om Bram", 'Jawab Fitri'.


"Fitri sayang kamu jangan bicara seperti itu lagi ya, Tante dan om ngak pernah tuh merasa kalau kamu ngerepotin kami, jadi jangan bicara seperti itu lagi ya", 'Ucap Eli'.


"Baik Tante", 'Jawab Fitri menundukkan kepalanya'.


Eli pun keluar dari kamar Fitri, untuk menyiapkan makanan untuk Fitri yang belum makan siang padahal ini udah sore,hehehe.


"Ma.... Gimana kondisi kaki Fitri ma?", 'Tanya Bram yang menghampiri sang istri ke dapur'.


"Alhamdulillah ngak apa-apa kata nenek tukang urut tempat biasa itu urut itu pa", 'Jawab Eli yang tangannya masih sibuk menyiapkan makanan untuk Fitri'.


"Emang neneknya ngak bilang apa-apa ma?", 'Tanya Bram lagi'.


"Ya kata neneknya kaki Fitri itu ada tulang kakinya yang bergeser pa, mungkin pas jatuh menghantam kayu-kayu ranjang tersebut. tapi tadi udah di kembalikan oleh nenek itu seperti biasa lagi", 'Jawab Eli'.


"Syukurlah kalau begitu ma, tapi papa masih khawatir ma takut terjadi apa-apa sama Fitri. Apa kita coba rontgen aja kali ya ma kerumah sakit, jadi lebih jelas gitu hasilnya", 'Ucap Bram lagi'.

__ADS_1


"mama juga khawatir pa sama kondisi Fitri. Tapi tadi mama udah coba ajak dan bujuk Fitri untuk sekalian kerumah sakit, buat Rontgen tapi dianya ngak mau. Katanya kakinya udah agak mendingan", 'Jawab Eli'.


"Tapi tetap aja papa ngak tenang ma, melihat Fitri seperti itu. Kakinya kalau di injak agak kuat dia ngeringis kesakitan", 'ucap Bram'.


"Iya pa, mama tahu tapi Fitrinya sendiri yang ngak mau. Gini aja pa, ntar kalau udah dua hati atau 3 hari ngak ada perubahan pada kaki Fitri, kita akan bawa dia kerumah sakit untuk melakukan Rontgen", 'Jawab Eli lagi'.


"Yasudah ma, kalau begitu. Papa ikut ikut mana baiknya saja", 'Ucap Bram lagi'.


"Iya pa", 'Jawab Eli'.


"Yasudah ma, papa kalau ke kamar Fitri dulu benerin ranjangnya yang tadi ambruk. Mau ngecek kondisinya masih layak pakai atau ngak", 'Ucap Bram'.


"Iya pa, aku juga mau anter makanan untuk Fitri", 'Jawab Eli'.


Bram dan Eli pun kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.


*


"Bel... bela... temeni ibu keluar bentar nak", 'Ucap Rina memanggil Bela di depan pintu kamarnya'.


"Ada apa sih ibu, pagi-pagi beginj ganggu orang tidur aja", 'Dumel Bela yang berusaha untuk bangkit dari tidurnya mendengar suara sang ibu'.


"Ya Allah Bela, udah jam berapa ini?, kamu baru bangun?", 'Tanya Rina balik yang kaget melihat Bela yang masih acak-acakan baru bangun tidur'.


"Bela ngantuk Bu, lagian ini kan juga hari libur Bu. Jadi bebas dong Bela mau bangun jam Berapa aja", 'Jawab Bela'.


"Iya Bel, tapi ini udah jam sebelas siang Bela. Mana ada anak perempuan bangun jam segini", 'Ucap Rina yang geleng-geleng kepala melihat tingkah anak bungsunya itu'.


"Ibu ada apa sih bangunin Bela, bela masih ngantuk nih", 'Ucap Bela lagi kemudian menguap'.


"Ibu mau minta temani sama kamu ke kecamatan sebentar, ada yang mau ibu Beli", 'Jawab Rina'.


"Ibu sendiri aja deh, bela masih ngantuk Bu", 'Ucap Bela lagi yang hendak masuk kembali kedalam kamarnya untuk melanjutkan mimpinya yang tertunda'.


"No...no...Bela, sekarang kamu mandi dan temani ibu", 'Jawab Rina yang menarik tangan Bela agar dia tidak jadi masuk ke dalam kamar'.


"Bela masih ngantuk Bu, ntar aja sore", 'Ucap Bela lagi merenggek'.

__ADS_1


"Ibu butuhnya sekarang Bela, buruan kamu mandi ibu tungguin", 'Jawab Rina'.


Setelah melakukan perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Bela mau tidak mau suka tidak suka dia tetap mengantarkan ibunya ke kecamatan.


"Iya deh iya, bela mandi dulu bentar", 'Ucap Bela dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil handuk'.


"Gitu kek dari tadi, mungkin kita udah mau pulang juga dari kecamatan", 'Ucap Rina'.


Rina pun menunggu Bela di sofa yang berada di ruangan tengah rumahnya itu.


*


"Hai kak Angga", 'Sapa Bela yang melihat Angga juga berada di toko tempat dia dan ibunya juga berada'.


"Hai juga Bel, kamu sama siapa?", 'Tanya Angga'.


"Sama ibu kak", 'Jawab Bela'.


"Ibu kamu di mana?", 'Tanya Angga lagi'.


"Ada kak di dalam", 'Jawab Bela'.


"Kakak sendirian?", 'Tanya Bela lagi'.


"Ngak Bela, aku nemani Rara kesini, itu dia lagi di dalam", 'Jawab Angga'.


"Owh gitu", 'Ucap Bela'.


"Bel, kita duduk di sana aja yuk. Di sini panas, dan di sana juga ada yang jual makanan tuh jadi kita bisa sambil makan. Kayaknya Rara masih lama deh di dalam, mungkin ibu kamu juga", 'Ajak Angga'.


"Iya kak, ibu juga belum lama ini masuk kedalam", 'Jawab Bela'.


"Terus kemana kamu ngak ikut kedalam juga Bel?", 'Tanya Angga saat mereka sambil jalan menuju tenda pinggir jalan yang menjual berbagai makanan ada bakso, sate, seblak, siomay dan masih ada lagi'.


"Males kak, rame kayaknya", 'Jawab Bela'.


Angga dan Bela pun menghampiri tenda orang jualan bakso, dan membelinya.

__ADS_1


"Ngak sia-sia nih gua di bangunin ibu, dan nemeni ibu kesini. Dan juga gua bisa ketemu kak Angga, mimpi apa ya gua semalam bisa makan berdua begini sama kak Angga, meskipun di siang bolong begini. Mana kak Angga tambah ganteng lagi", 'Gumam Bela dalam hati'.


__ADS_2