ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 58


__ADS_3

"Sepi ya yah di rumah ngak ada Fitri", 'Ucap Rina yang merasa merindukan anak sulungnya itu'.


"Kan ada Bela Bu", 'Jawab Bram'.


"Bela itu sangat jarang di rumah yah, dia sering keluar entah kemana ibu juga ngak tahu", 'Ucap Rina'.


"Emangnya ibu ngak pernah negor Bela apa?", 'Tanya Bram lagi'.


"Udah yah, ibu udah pernah coba. Tapi dianya ngak mau dengar kata ibu, dan juga semakin hari ada aja tingkahnya yang bikin pusing kepala", 'Jawab Rina'.


"Emangnya kenapa Bu?", 'Tanya Bram'.


"Ibu juga ngak tahu kenapa yah, Bela tiba-tiba banyak tingkah begitu", 'Jawab Rina'.


"Coba deh ibu bicara sama dia baik-baik, siapa tahu Bela mau dengar", 'Ucap Bram'.


"Ibu udah pernah coba untuk bicara sama dia yah, tapi Ibunya malah di tinggal pergi sama dia", 'Jawab Rina'.


"Udah nanti ibu coba bicara lagi ya sama bela, Siapa tau dia mau dengar", 'Ucap Bram'.


"Kenapa ayah ngak coba bicara juga sama dia, mungkin kalau ayah yang bicara dia mau dengar. Soalnya Ibu khawatir yah, takut terjadi apa-apa sama dia. Soalnya dia juga sering pulang malam", 'Jawab Rina'.


"Yasudah nanti ayah yang coba bicara sama Bela ya, Ibu jangan terlalu khawatir yang berlebihan takut nantinya ibu sakit", 'Ucap Bram yang berusaha menenangkan sang istri'.


Rina pun hanya mengangguk tanpa menjawab perkataan suaminya barusan. Pikiran Rina masih melalang buana kemana-mana, badannya doang yang di rumah. Rina kepikiran Fitri dan juga Bela. Terlebih Bela, Rina takut bela salah pergaulan dan terjadi hal yang tidak di inginkan. Kalau Soal Fitri mah, Rina ngak terlalu khawatir karena ada Adik iparnya dan juga suaminya yang menjaga dan merawat Fitri dengan baik seperti anak mereka sendiri. Tapi namanya seorang ibu pasti merasa was-was ketika jauh dari sang anak.


*


"Kamu mau berangkat kuliah sayang?", 'Tanya Eli'.


"Iya Tan", 'Jawab Fitri yang sedang menuruni anak tangga'.


"Kamu udah ngak apa-apa fit?", 'Tanya Bram'.


"Ya om, Fitri udah mendingan kok. Bosan juga Fitri terus menerus di rumah. Fitri ingin masuk kuliah hari om, lagian kan ospek udah kelar juga", 'Jawab Fitri'.

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu, kamu hati-hati. Kalau seandainya ada apa-apa kamu hubungi om ya", 'Ucap Bram'.


"Sayang Ayuk sarapan dulu nak, biar perut kamu ngak kosong", 'Ucap Eli dan memberikan segelas susu hangat kepada Fitri'.


"Terimakasih ya tan", 'Jawab Fitri menerima segelas susu tersebut'.


"Iya sayang sama-sama", 'Ucap Eli'.


Mereka bertiga pun melanjutkan sarapan mereka yang sempat terhenti.


"Fitri kamu mau berangkat bareng om?", 'Tanya Bram'.


"Ngak usah om, Fitri naik ojek online saja. Fitri ngak mau ngerepotin om, nanti om telat lagi ke kantornya", 'Jawab Fitri'.


"Fitri... yang punya kantor itu om kamu, jadi tidak ada yang bisa negur dan pecat om kamu itu", 'Ucap Eli tersenyum melihat keponakannya itu'.


"Dan lagian juga kantor om dan kampus kamu itu juga satu arah", 'Ucap Bram Juga'.


"Hehehehe", 'Jawab Fitri yang mengaruk kepalanya yang tidak gatal'.


"Yasudah kamu berangkat sama om aja sana, ntar dari pada telat", 'Ucap Eli'.


"Ma, papa sama Fitri berangkat dulu ya. Mama hati-hati di rumah", 'Ucap Bram dari dalam mobil'.


"Iya pa, hati-hati ya", 'Jawab Eli'.


"bye-bye Tan", 'Ucap Fitri dan melambaikan tangannya'.


Bram pun melajukan mobil menjauh dari rumah menuju kampus tempat Fitri berkuliah.


*


Sesampai di kampus Fitri pun menuju kelas di mana dia belajar pagi ini, Fitri mengawali hari dengan tersenyum dan semangat.


"Semoga hari pertama aku kuliah ini, berjalan dengan baik ya Allah", 'Gumam Fitri sambil melangkahkan kaki nya'.

__ADS_1


"Pagi cantik", 'Sapa laki-laki yang terpana melihat kecantikan Fitri'.


Fitri hanya tersenyum melihat orang-orang yang terpana melihatnya.


Gimana ngak membuat laki-laki terpana ya, cantik, putih, hidung mancung, alis tebal, tinggi, apalagi Fitri memakai kerudung jadi kecantikannya bertambah deh bikin para laki-laki meleleh melihatnya.


"Fitri....Fitri....", 'Panggil Andra dari kejauhan dan berlarian menghampirinya'.


"Kak Andra...", 'Jawab Fitri'.


"Ada apa kak, kok lari-lari begitu", 'Ucap Fitri'.


"Ngak apa-apa kok", 'Jawab Andra'.


"Kamu udah baikan Fit, kok udah masuk aja?", 'Tanya Andra lagi'.


"Alhamdulillah udah baikan kok kak, dan lagian aku bosan kak di rumah aja istirahat", 'Jawab Fitri'.


"Syukurlah kalau kamu udah baikan", 'Ucap Andra'.


"Kamu mau kemana Fit?", 'Tanya Andra'.


"Ke kela kak, soalnya aku ada kelas jam 8", 'Jawab Fitri'.


"Yasudah kalau gitu aku anter ya", 'Ucap Andra lagi'.


"Ngak perlu kak, aku bisa sendiri kok. Aku ngak mau ngerepotin kakak", 'Tolak Fitri secara halus'.


"Udah ngak apa-apa kok, lagian aku merasa ngak di repotkan juga kok", 'Ucap Andra dan menarik tangan Fitri'.


Semua orang yang melihat itu pun merasa iri kepada Fitri, termasuk teman-teman angkatan Andra dan juga Sinta. Mereka merasa kepada Fitri bisa mendapatkan perlakuan yang spesial seperti itu dari Andra.


Di kampus Andra terkenal dengan cowok yang cool dan juga tak mudah buat menaklukkan hatinya. Meskipun banyak cewek yang mendekati Andra, tapi Andra tidak tergoda. Terkadang kalau ada beberapa yang pernah jalan dengan Andra itu hanya di permainkan dan hanya untuk sekedar menemaninya jalan atau makan doang, tak lebih dari itu. Tetapi bagi Cewek-cewek yang pernah di ajak jalan dan makan oleh Angga, atau hanya sekedar di anter pulang itu sudah menjadi kebanggaan bagi mereka karena sudah pernah jalan dengan seorang Andra Prayoga. Meskipun mereka tahu, bahwa Andra hanya mempermainkan mereka tetapi mereka itu tetap bangga. Andra tidak pernah yang namanya menjalin hubungan yang serius dengan seorang cewek semenjak dia di putus dengan pacarnya. Karena pacarnya itu hanya mengincar harta yang di miliki keluarga Andra, dan dia juga berselingkuh di belakang Andra dan bersekongkol untuk memeras harta yang orang tua Andra miliki melalui Andra. Semenjak kejadian itu, Andra selalu mempermainkan wanita, karena dia merasa belum ada wanita yang begitu tulus mencintainya melainkan hanya mencintai harta milik orang tuanya. Dan apalagi Andra adalah pewaris utama perusahaan Prayoga grup.


Tetapi entah kenapa semenjak dia bertemu dengan Fitri, dia merasa Fitri itu beda gitu dari yang lain. Dan juga Andra merasa Fitri beda dari perempuan banyak di luar sana.

__ADS_1


"Ooo.... Jadi itu cewek yang di bilang Beni kemarin, cantik juga", 'Gumam Sinta dengan tatapan sinis melihat adegan yang berada di depan matanya saat ini'.


"Lihat saja ya adik cantik, sampai kapan kamu bisa bertahan dengan Andra. Palingan kamu juga nantinya di jadiin mainan oleh Andra, karena dia merasa bosan dengan cewek yang biasa jadi permainan dia. Dan Kamu adalah mangsa baru nya", 'Gumam Sinta lagi dengan tatapan tidak suka'.


__ADS_2