
Andra dan Sinta akhirnya pun sampai di taman belakang kampus, dan kalau pagi-pagi begini taman itu masih sepi dan tidak terlalu banyak mahasiswa yang berada di sana. Tapi kalau udah siang menjelang sore, jangan di tanya lagi ramai bangat di sana, karena itu adalah tempat santai yang paling nyaman di kampus ini. Banyak pepohonan yang rindangan, dan juga ada kolam ikannya.
"Ada apa sih ndra narik-narik gue segala, sakit tahu", 'Ucap Sinta melepaskan pergelangan tangannya, saat Andra menghentikan langkah kakinya'.
Sinta pun melihat pergelangan tangannya yang udah merah, karena Andra menarik Sinta dengan kuat.
"Gua mau nanya sama lu sin, apa lu yang udah ngelarang Fitri buat dekat sama gua?", 'Tanya Andra yang membelakangi Sinta'.
"Kurang kerjaan amat gua ngelarang-larang tuh bocah dekat sama lu, emang dia nya aja kali yang ngak mau di dekatin Ama lu", 'Jawab Sinta dengan sewot'.
"Berarti emang lu kan yang ngelarang dia buat dekat sama gua?", 'Tanya Andra lagi'.
"Ngak ndra, gua ngak pernah tuh ngelarang dia buat dekat sama lu", 'Jawab Sinta'.
"Terus siapa dong kalau bukan lu, biasanya setiap gua dekatin cewek kan lu terusan yang sering labrak tuh cewek. Tapi kok dia kayak menjauh gitu ya dari gua", 'Ucap Andra lagi'.
"Ya kan tadi gua udah bilang, emang dia aja kali yang ngak mau di dekatin sama lu itu", 'Jawab Sinta lagi'.
"Syukur lah kalau cewek itu menjauh dengan sendirinya, jadi gua ngak perlu repot-repot dan ngotorin tangan gua untuk singkirin tuh cewek", 'Ucap Sinta dalam hati'.
"Ngak mungkin itu, kemarin-kemarin dia itu biasa aja. Tapi kok sekarang tiba-tiba berubah, pasti ada dalang di balik perubahan Fitri ini", 'Ucap Andra lagi'.
"Ya bisa aja, dia udah ngak suka sama lu dan lebih tertarik sama cowok lain", 'Jawab Sinta yang mulai mengadu domba Fitri dan Andra'.
"Jelas-jelas di kampus ini, cuman gua yang membuat cewek-cewek pada histeris. Cowok mana lagi yang membuatnya tertarik", 'Tanya Andra'.
"Ya gua ngak tahu juga lah, mungkin bukan cowok di kampus sini. Ini itu Ibukota bro, banyak cowok yang lebih menarik di luar sana", 'Jawab Sinta tersenyum tipis, Sinta berpikiran kalau Andra kemakan sama omongannya'.
"Ngak Fitri ngak seperti itu orang nya, gua tahu siapa dia", 'Jawab Andra dan tiba-tiba pergi begitu saja, meninggalkan Sinta sendiri'.
"Andra.... Andra..... tungguin gua dulu ndra", 'Teriak Sinta memanggil nama Andra'.
Andra pun tidak menghiraukan teriakan Sinta itu, dia lebih memilih melanjutkan langkah kakinya yang entah hendak kemana.
__ADS_1
"Sial tuh si Andra, main ninggalin gua aja sendirian di sini. Mana sepi lagi", 'Ucap Sinta bergidik dan berlari mengikuti Andra yang hampir tidak keliatan lagi'.
"Pintar juga itu anak baru, belum gua suruh aja buat jauhin Andra dia sudah menjauh dengan sendirinya. Jadi gua ngak perlu tuh ngeluarin tenaga dan juga minta dia buat jauhin Andra. Lu liat aja Andra, kalau gua ngak bisa dapetin lu, maka orang lain juga ngak akan bisa dapetin lu itu", 'Ucap Sinta lagi dan tersenyum tipis'.
Selama ini setiap Andra dekat dengan cewek lain, maka Sinta akan melakukan segala cara agar itu cewek pergi menjauh dari kehidupan Andra. Dan begitu juga yang akan Sinta lakukan kepada Fitri, mungkin.
*
"Fitri.... Fitri.... Fitri Ramadhani", 'Panggil dosen matematika yang sedang mengajar di kelasnya hari ini dan dia melihat Fitri sedang melamun dan tidak memperhatikan pelajaran dari tadi'.
Fitri pun tetap tidak mendengar pak Budi memanggilnya
"Fit.... Fitri.....", 'Panggil Kiki dan bisik-bisik'.
Karena Fitri masih tidak mendengar, Kiki pun menyenggol tangan Fitri, karena mereka juga duduk bersebelahan.
"Iya pak", 'Jawab Fitri kalapan'.
"Hhmmm, ya pak", 'Jawab Fitri yang masih duduk di bangkunya dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal'.
"Ayo buruan Fitri..... jam saya udah mau abis nih", 'Ucap pak Budi'.
Fitri pun mau tak mau maju kedepan atas perintah pak Budi, tapi tak lama kemudian jam kelas pak Budi pun abis sebelum Fitri selesai mengerjakan soal yang di berikan pak Budi barusan.
"Alhamdulillah....", 'Ucap Fitri dalam hati'.
"Fitri..... kamu kerjakan soal ini, Minggu depan kita bahas lagi", 'Ucap pak Budi'.
"Baik pak", 'jawab Fitri menundukkan kepalanya'.
Setelah jam nya abis, pak Budi pun keluar dari kelas Fitri dan teman-temannya.
Pak Budi terkenal dengan dosen yang garang, jika ketahuan ada yang tidak memperhatikan dia dalam menerangkan materi.
__ADS_1
"Untung kamu masih selamat fit, kalau tidak bisa di suruh keluar kelas kamu dan di anggap Absen kalau tidak di beri nilai C", 'Ucap Kiki yang menghampiri Fitri yang masih berdiri di depan kelas, sementara pak Budi sudah keluar kelas saat jam nya abis'.
"Iya Ki, Alhamdulillah bangat. Kalau ngak mah, bisa berabeh nih urusannya", 'Jawab Fitri'.
"Lu sih, pakai ngelamun segala Fit. Mikirin apaan sih?", 'Tanya Kiki'.
"Hhmm... ngak kok Ki, aku ngak mikiran apa-apa", 'Jawab Fitri'.
"Udah lah Fit.... kamu itu ngak perlu bohong. dan juga ngak biasanya kamu itu seperti ini", 'Ucap Kiki lagi'.
"Hhmm.... Iya Ki, mendingan kamu ajarin aku aja yuk materi ini", 'Jawab Fitri menarik tangan Kiki menuju mejanya'.
"Tapi setelah ini, kamu harus cerita ya sama aku", 'Ucap Kiki lagi'.
"Iya....iya", 'Jawab Fitri sembari menarik tangan Kiki'.
Fitri dan Kiki pun menuju meja mereka, karena Fitri ingin belajar materi yang tadi di jelaskan oleh pak Budi. Karena Minggu depan pak Budi akan menguji Fitri kembali, dan juga Pak Budi akan selalu ingat apapun yang di tugaskan. Karena ingatannya masih lah sangat bagus.
"Kok aku terus menerus, kepikiran sama kak Andra dan cewek yang aku liat tadi pagi ya", 'Ucap Fitri lagi dalam Hati'.
Lagi-lagi Fitri kepikiran Andra dan Sinta yang dia liat tadi pagi, sehingga dia kembali tidak fokus saat Kiki membantu menjelaskan materi yang tadi di berikan pak Budi.
"Fit... Fitri....", 'Panggil Kiki dan mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Fitri'.
"eh iya Ki", 'Jawab Fitri yang tersadar dari lamunannya'.
"Kamu itu kenapa sih fit, ngelamun terus. Apasih yang lagi kamu pikirkan?", 'Tanya Kiki lagi'.
"hhmm ngak kok Ki", 'Jawab Fitri'.
"Udah lah fit, kamu itu ngak bisa bohong. Ngak biasanya loh kamu seperti ini. Kita belajarnya besok aja, aku mau ke toilet dulu", 'Ucap Kiki berdiri dari duduknya dan berlalu ke toilet'.
"Ya Allah, kok aku terus-terusan kepikiran Kak Andra sama itu cewek ya. Dan aku merasa ada yang janggal aja gitu", 'Pikir Fitri lagi'.
__ADS_1