ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
63


__ADS_3

"Fitri, kamu mau langsung pulang?", 'Tanya Kiki teman baru Fitri di kampus'.


"Iya Ki kayaknya, emangnya ada apa Ki?", 'Tanya Fitri lagi'.


"Aku mau ajak kamu jalan-jalan fit, kita ke mall gitu atau kita main kemana", 'Jawab Kiki'.


"Gimana ya Ki, aku coba tanya Tante ku dulu ya Ki dibolehin ngak kalau aku main. Tunggu bentar", 'Ucap Fitri dan mencoba menghubungi adik dari ayahnya itu'.


"Hallo assalamualaikum Tan", 'Ucap Fitri saat sambungan telepon tersambung'.


"Waalaikumusalam sayang, ada apa?", 'Tanya Eli di balik sambungan telepon tersebut'.


"Ini Tan, Fitri diajak teman Fitri main", 'Jawab Fitri'.


"Main kemana sayang?", 'Tanya Eli lagi'.


"Main ke mall Tan", 'Jawab Fitri dengan cepat'.


"Yasudah kalau gitu, kamu hati-hati ya. Kamu bawa uang ngak?", 'Tanya Eli lagi'.


"Bawa kok Tan", 'Jawab Fitri lagi'.


"Kamu kirimin ya nomor rekening kamu ke Tante, nanti Tante transfer kamu uang. Siapa tahu nanti ada yang pengen kamu beli", 'Ucap Eli lagi'.


"Ngak perlu tan, Fitri masih ada uang kok. Lagian ngak ada juga yang mau Fitri beli", jawab Fitri'.


"Udah kirimin aja nomor rekening nya, nanti Tante transfer. Kan kamu selalu bilang sama Tante, kalau rezeki ngak boleh di tolak. Jadi kamu ngak boleh nolak", 'Ucap Eli'.


"Iya deh Tan", 'Jawab Fitri yang mengakhiri sambungan telepon tersebut'.


Fitri pun juga tak lupa mengirim nomor rekening miliknya' kepada adik dari ayahnya itu.


"Gimana Fit?", 'Tanya Kiki'.


"Boleh Ki", 'Jawab Fitri'.


"Yasudah yuk kita berangkat, kita naik motor aku aja. Aku bawa motor kan, sekalian aku mau ajak kamu keliling ibukota", 'Ucap Kiki'.

__ADS_1


"Beneran Ki?, aku belum pernah loh keliling ibukota apalagi naik motor", 'Jawab Fitri dengan antusias'.


"Iya beneran Fit, emangnya kamu udah lama di sini belum pernah keliling ibukota?", 'Tanya Kiki lagi sembari mereka berjalan menuju parkiran'.


"Belum Ki, palingan aku cuman ke mall doang sama Tante aku. Aku juga ngak enak minta sama om dan Tante ku", 'Jawab Fitri'.


"Yasudah kalau gitu, aku yang bakalan ajak kamu keliling ibukota", Ucap Kiki sambil menepuk pundak Fitri'.


Kiki dan Fitri pun melanjutkan langkah mereka menuju parkiran.


"Fitri....", 'Panggil Andra dari belakang'.


Fitri pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya barusan.


"Kakak manggil aku?", 'Tanya Fitri kepada Andra yang berada tepat di belakangnya'.


"Iya aku tuh manggil kamu, kamu mau kemana?", 'Tanya Andra juga'.


"Aku mau jalan kak sama Kiki", 'Jawab Fitri'.


"Ya jalan-jalan aja kak, mungkin ntar juga mau ke mall", 'Jawab Fitri'.


"Aku duluan ya kak", 'Ucap Fitri kembali melangkahkan kakinya menuju parkiran bersama dengan Kiki'.


"Eh fit.... kamu udah izin belum sama Tante kamu?", 'Tanya Andra lagi yang membuat langkah kaki Fitri dan Kiki kembali terhenti'.


"Udah kok kak", 'Jawab Fitri dan kembali mengajak Kiki berjalan menuju parkiran'.


"Fit... emangnya kak Andra itu siapa kamu?", 'Tanya Kiki yang penasaran hubungan antara Fitri dan Andra'.


"Ngak ada hubungan apa-apa kok Ki", 'Jawab Fitri'.


"Terus kok, kak Andra sepertinya overprotektif bangat sama kamu fit?", 'Tanya Kiki lagi'.


"Ya aku juga ngak tahu kenapa Ki, aku aja juga binggung kok kak Andra seperti itu sama aku", 'Jawab Fitri'.


"Dia suka kali Fitri sama kamu?", 'Tanya Kiki lagi'.

__ADS_1


"Ya ngak mungkin lah Ki, orang aku ini hanya anak kampung. Tapi aku ngak tahu juga sih", 'Jawab Fitri lagi mengangkat bahunya'.


"kalau udah cinta mah ngak kenal anak kampung anak kota nya kali fit", 'Ucap Kiki lagi'.


"Sudah Ki, jangan bahas itu lagi", 'Jawab Fitri'.


Fitri dan Kiki pun menaiki motor Kiki, dan Kiki pun melajukan motornya ketempat tujuan mereka yang belum tahu juga tujuan mereka saat ini.


*


"Andra... Andra....", 'Teriak Sinta memanggil Andra yang sudah berada di parkiran'.


"Iya... ada apa Sih sin", 'Jawab Andra'.


"Kamu itu mau kemana sih, kok buru-buru amat", 'Tanya Sinta lagi'.


"Emangnya aku harus ngelapor dulu gitu ke kamu, kalau aku mau kemana", 'Jawab Andra'.


"Kamu itu kenapa sih ndra, semenjak ada anak baru itu kamu berubah gini. Kamu juga udah jarang main sama kita", 'Ucap Sinta lagi'.


"Ini ngak ada hubungannya sama Fitri ya, jangan kamu bawa-bawa nama Fitri segala", 'Jawab Andra yang tidak suka Sinta menyeret-nyeret nama Fitri'.


"Terus kalau ngak ada hubungannya sama tuh si anak baru?, kenapa kamu jarang main sama kita dan selalu tuh mentingin tuh si anak baru", 'Ucap Sinta lagi'.


"Kamu ini ngomong apa sih sin, kamu jangan pernah ya bawa-bawa nama Fitri lagi. kalau seandainya kamu bawa-bawa nama Fitri lagi, kamu akan berurusan dengan saya", 'Jawab Andra dan pergi meninggalkan Sinta yang diam mematung'.


Andra pun menaiki motornya dan langsung melajukan motornya dan meninggalkan Sinta yang berdiri di sana.


Andra berubah itu bukan karena ada Fitri jadi dia jarang main sama teman-temannya, dia hanya mementingkan Fitri. Andra berubah itu hanya atas keinginan dia sendiri yang ingin berubah menjadi lebih baik lagi, Andra tidak ingin terus-menerus berada di posisi sekarang ini. Menurut dia sudah saatnya dia berubah dan juga memikirkan masa depannya. Sudah saatnya dia berhenti main-main, dan hanya memikirkan dunianya sendiri karena dia juga sudah semester akhir kuliahnya. Dengan kedatangan Fitri ini juga lah yang memberi pengaruh besar bagi Andra secara tidak langsung, Andra merasa dia semakin yakin untuk berubah dari kehidupannya yang sebelumnya, hanya main dan hura-hura bersama teman-temannya kesana kemari.


Padahal Fitri tidak pernah sekalipun meminta Andra untuk berubah. Boro-boro nyuruh Andra berubah, kehidupan Andra bagaiman saja Fitri tidak tahu menahu. Fitri hanya sekedar kenal nama doang dengan Andra.


Semenjak kenal Fitri, Andra sudah tidak ada lagi yang namanya main sama teman-temannya, minum-minum sampai mabuk dan juga mainin cewek. Padahal dulu itu adalah hal yang biasa Andra lakukan. Du tidak ada orang yang bisa memberhentikan kemauan Andra, jangankan orang lain orang tua dan keluarganya saja tidak berani karena Andra itu adalah anak yang sangat keras kepala bisa di bilang kepala batu lah dia itu.


"Ini semua gara-gara anak baru itu Andra berubah, dia kasih apaan sih si Andra sampai berubah 180 derajat gitu. Apa jangan-jangan dia pakai pelet kali ya, itu makanya di Andra jadinya barubah. Dasar anak kampung", 'Ucap Sinta dalam hati sembari mengepal tangannya'.


"Liat saja ya kamu anak kamu, aku tidak akan membiarkan kamu tenang dan nyaman", 'Ucap Sinta lagi yang masih kesal dengan perubahan sikap Andra dan menurut dia semua itu adalah salahnya Fitri'.

__ADS_1


__ADS_2