ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 77


__ADS_3

Fitri pun pulang dari kampus dengan muka lesu dan juga lelah. Fitri juga merasa hari ini adalah hari yang panjang di tambah lagi tadi di kelas dia di tegur pak Budi karena melamun dan itu juga dia merasa bad mood.


"Fitri.... kok pulang-pulang mukanya di tekuk gitu nak?", 'Tanya Eli yang melihat Fitri memasuki rumah'.


"Ngak apa-apa kok Tan", 'Jawab Fitri'.


"Beneran sayang, kamu tidak apa-apa?", 'Tanya Eli lagi'.


"Iya Tan, Fitri ngak apa-apa kok. Fitri ke kamar dulu ya tan", 'Jawab Fitri'.


"Iya sayang", 'Ucap Eli'.


Setelah mendengar persetujuan dari adik ayahnya itu, Fitri pun kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"huft lelah bangat hari ini", 'Ucap Fitri menghempaskan tubuhnya di ranjang tidurnya itu'.


Seketika ranjang tidur milik Fitri tersebut ambruk.


"Tante.....", 'Teriak Fitri'.


"Duh apes bangat gua hari ini, mana tadi pagi liat kak Andra sama cewek pegangan tangan lagi, di tegur pak Budi karena bengong, pesan ojek online ngak dapat-dapat, dan sekarang ranjang pakai ambruk segala lagi", 'Dumel


"Iya sayang", 'Jawab Eli dan berlarian menuju kamar keponakannya itu, takut terjadi apa-apa dengan Fitri'.


"Astaghfirullah nak, kenapa bisa seperti ini?", 'Tanya Eli sesampai di kamar Fitri, dan melihat ranjang tidur milik Fitri ambruk dan dia berada di sana'.


"Fitri juga ngak tahu Tante, waktu Fitri tidur langsung ambruk begini", 'Jawab Fitri saat di bantu oleh Eli bangun'.


"Yasudah kamu duduk di sini dulu nak", 'Ucap Eli membantu Fitri duduk di sofa panjang yang berada di kamarnya itu'.


"Iya Tan", 'Jawab Fitri'.


"Mana yang sakit sayang?", 'Tanya Eli lagi'.


"Sakit semua Tan badan aku", 'Jawab Fitri dengan merenggek ke sakit, ya gimana ngak sakit orang ranjangnya kayu semua, hehehe'.


"Yasudah kita langsung ke tukang urut yuk sayang, takutnya ntar di lama-lama tambah parah", 'Ucap Eli'.


"Ngak perlu tan, nanti juga baikan dengan sendiri", 'Jawab Fitri menolak ajakan sang tante'.


"Ngak sayang, nanti kamu malah lebih parah. Udah Ayuk kita ketukang urut dulu", 'Ucap Eli lagi'.


"Tapi Tan.....", 'Fitri menatap ranjang tidurnya yang udah ambruk dan acak-acakan'.


"Udah ngak apa-apa, nanti Tante suruh orang buat benerin atau ngak kita beli yang baru", 'Jawab Eli yang mengerti dengan tatapan Fitri barusan'.

__ADS_1


"Iya Tan, maaf ya Tante Fitri selalu merepotkan Tante", 'Ucap Fitri lagi yang merasa bersalah'.


"Udah ngak apa-apa sayang, soal ranjang mah gampang. Yang penting kamu nya dulu yang tidak apa-apa", 'Ucap Eli dan membantu Fitri untuk berjalan menuju mobil'.


"Iya Tan", 'Jawab Fitri yang akhirnya nurut apa kata tantenya itu, dan dia juga merasa badannya sakit semua'.


Fitri pun berjalan dengan terseok-seok, dan di bantu oleh adik dari ayahnya itu.


"Gimana sayang kamu bisa turun tangganya?", 'Tanya Eli lagi'.


"ngak tahu Tan, aku coba dulu", 'Jawab Fitri'.


Fitri pun mencoba menuruni anak tangga dengan pelan-pelan, meskipun dia merasakan sakit saat kaki sebelah kanannya itu di tumpukan. Tapi Fitri berusaha menahan sakit tersebut, agar adik dari ayahnya itu tidak terlalu khawatir terhadap dirinya.


"Pelan-pelan aja sayang", 'Ucap Eli berkali-kali, karena dia tidak ingin keponakan kesayangannya itu kenapa-napa'.


Sesampainya di pintu depan rumahnya, Eli pun berlarian ke pos satpam memanggil salah seorang satpamnya untuk mengantar dia membawa Fitri ke tukang urut.


"Pak Asep, bantu saya sebentar ya. Tolong anterin saya ke tukang urut ya", 'Ucap Eli sesampainya di pos satpam'.


"Ibu kenapa?", 'Tanya Asep lagi'.


"Saya ngak apa-apa pak Asep, itu Fitri tadi jatuh ranjang tidurnya ambruk", 'Jawab Eli'.


"Kok bisa Bu?", 'Tanya Asep lagi'.


Asep pun buru-buru mengambil mobil dan mendekatkan ke depan pintu masuk rumah, agar Fitri mudah untuk naik mobil.


"punten ya mbak fitri", 'Ucap Asep yang ikut membantu Fitri naik ke mobil'.


"Iya pak Asep", 'Jawab Fitri'.


Setelah berhasil membantu Fitri masuk kedalam mobil, Asep pun kembali ke kursi pengemudi untuk membawa Eli dan Fitri ke tukang urut.


*


"Tahan sakitnya ya", 'Ucap nenek-nenek tukang urut tempat Fitri di bawa berurut oleh pak Asep dan Eli'.


Fitri hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Aw...aw... sakit.... sakit...", 'Teriak Fitri'.


"Tahan sayang sakitnya, bentar doang kok", 'Ucap Eli yang memegang tangan Fitri'.


"Tapi sakit bangat Tan", 'Jawab Fitri'.

__ADS_1


"Bentar doang itu nak", 'Ucap Eli'.


Tak lama kemudian setelah bunyi krek di kaki Fitri, yang menandakan Tulangnya yang tadi bergeser sudah kembali ke tempatnya.


"Udah selesai", 'Ucap Nenek tukang urut'.


"Alhamdulillah", 'Jawab Fitri yang masih meringis kesakitan'.


"Kenapa keponakan saya nek?", 'Tanya Eli'.


"Tulang nya itu geser, mungkin pas tadi dia jatuh kakinya ini ngak sadar nendang kayu ranjang itu", 'Jawab nenek tukang urut tersebut'.


"Gimana sayang rasanya sekarang?, masih sakit?", 'Tanya Eli'.


"Masih Tan", 'Jawab Fitri yang masih meringis kesakitan'.


"Itu karena baru, ntar juga udah ngak terlalu", 'Jawab nenek itu lagi'.


"Ada lagi fit yang mau di urut, biar sekalian. Tadi katanya badan kamu sakit semua", 'Tanya Eli lagi'.


"Udah ngak apa-apa Tan, mungkin karena tadi ambruk dan juga kaget jadi badan kerasa sakit semua", 'Jawab Fitri'.


"Ya mungkin itu juga karena tadi badannya juga ikut kaget", 'Ucap Tukang urut itu lagi'.


Setelah selesai urut badan Fitri, Eli pun segera membawa Fitri pulang untuk beristirahat.


"Saya kamu ada yang mau di beli?", 'Tanya Eli lagi saat di perjalanan pulang'.


"Ngak Tan", 'Jawab Fitri'.


"Yasudah kalau begitu kita langsung pulang aja ya pak Asep", 'Ucap Eli kepada Asep'.


"Baik Bu", 'Jawab Asep'.


Asep pun kembali melajukan mobil yang di tumpangi Fitri dan Eli menuju rumah.


*


"Kok aku tiba-tiba kepikiran Fitri ya", 'Ucap Angga yang sedang menatap langit-langit kamarnya'.


"Fitri lagi ngapain ya, kok akhir-akhir ini aku juga ngak pernah liat dia aktif di sosmed", 'Ucap Angga lagi'.


"Apa aku coba kirim pesan aja kali ya", 'Ucap Angga lagi dan mengeluarkan handphone yang berada di sakunya'.


"Hai fit... apa kabar", 'Angga mengetik pesan tetapi Angga menghapus pesan itu kembali'.

__ADS_1


"Buat apa coba aku ngirim pesan begini sama Fitri, udah lah mendingan ngak jadi", 'Ucap Angga lagi yang mengurungkan niatnya untuk mengirim pesan kepada Fitri'.


Lagi-lagi Angga mengurungkan niatnya untuk mengirim pesan dan menanyakan kabarnya Fitri. Selama ini Angga hanya memantau kondisi dan bagaimana Fitri melalui akun media sosial. Karena itu semua adalah permintaan Fitri sendiri, jadi Angga hanya mengiyakannya saja.


__ADS_2