
"Mau kemana lu ndra, kok buru-buru amat", 'Tanya Beni'.
"Gua ada urusan, penting", 'Jawab Andra'.
"Kemana sih?, penasaran gua nih, ngak biasanya lu seperti ini", 'Tanya Beni lagi'.
"Udah lah Ben, banyak tanya amat lu itu. Gua buru-buru nih", 'Jawab Andra yang beranjak dari bangkunya'.
"Woi ndra.... ntar dulu...", 'Teriak Beni lagi'.
"Apa lagi sih Ben?", 'Tanya Andra menoleh sekilas'.
"Gua nebeng lu dong, Soalnya motor gua lagi di bengkel", 'Jawab Beni lagi'.
"Kan gua udah bilang Ben kalau gua buru-buru, lu sama Keni aja nih", 'Ucap Andra'.
"ngak bisa ngak bisa..... gua mau pulang sama bebeb gua lah", 'Jawab Keni'.
"Begitu amat lu sama teman sendiri Ken", 'Ucap Beni'.
"Ya gua udah janji sama salsa buat pulang bareng Ben", 'Jawab Keni'.
"Lu anterin Beni dulu aja ndra, emangnya lu mau kemana sih buru-buru begitu", 'Ucap Keni lagi kepada Andra'.
"Tapi Gua ada urusan penting juga Ken, lu bilang aja sama salsa kalau lu itu ngak jadi pulang bareng gitu", 'Usul Andra lagi'.
"Enak aja lu itu, ntar yang ada di ngambek", 'Jawab Keni yang tidak terima usulan dari Andra'.
" Nah itu bebeb gua udah nyamperin", 'Ucap Keni yang melihat Salsa dari kejauhan'.
Salsa menghampiri Keni bukan sendirian melainkan dia datang bersama dengan Sinta yang tidak lain adalah salah satu teman dekatnya itu.
"Hai ndra.... gua nebeng sama lu ya pulang nya", 'Ucap Sinta yang baru datang'.
"Sorry Sin, gua ada urusan penting soalnya, jadi gua ngak bisa anter lu pulang", 'Jawab Andra'.
"Emang urusan lu sepenting apa sih ndra. Emangnya lu mau kemana? mana tahu searah sama gua", 'Tanya Sinta lagi'.
"Bukannya lu itu tadi bawa motor ya Sin, kok nebeng sama Andra?", 'Tanya Salsa yang ikut nimbrung'.
"Duh salsa... lu itu kenapa sih selalu gagalin rencana gua buat pulang bareng Andra", 'Dumel Sinta dalam hati'.
"Hehehe.... iya juga ya, lupa soalnya", 'Jawab Sinta yang malu gara-gara salsa'.
"Nah bagus dong, Ben lu nebeng sama Sinta aja ya. Kan dia bawa motor tuh, gua pergi dulu ya", 'Ucap Andra dan buru-buru menuju parkiran'.
__ADS_1
"tunggu dulu ndra...", 'Teriak Sinta tetapi Andra tidak lagi menghiraukan teriakan Sinta barusan, dia lebih memilih untuk tetap melanjutkan langkah kakinya'.
"Kan lu udah ada Tebengan nih Ben, gua sama salsa balik dulu ya", 'Ucap Keni'.
"Iya Ken, hati-hati", 'Jawab Beni'.
Beni senang akhirnya dia bisa pulang bareng Sinta, karena ini adalah waktu yang paling di nanti-nantikan oleh Beni. Karena selama ini dia itu menyimpan perasaan terhadap Sinta. Beni juga sudah pernah mengutarakan perasaannya terhadap Sinta beberapa waktu yang lalu, tetapi Sinta tidak merespon itu karena dia telah menaruh perasaan terlebih dahulu terhadap Andra. Tetapi Beni tidak putus asa sampai di situ saja, dan dia ingin tetap memperjuangkan Sinta sampai akhirnya nanti Sinta juga membalas perasaannya, cihuy, hehehehe.
"Eh sa, tunggu dulu", 'Ucap Sinta menahan tangan salsa'.
"Ada apa Sin?", 'Tanya Salsa'.
"Gimana kalau lu pulang bareng gua aja, biarin Keni sama beni. Kita jalan-jalan dulu deh, ntar gua yang traktir", 'Jawab Sinta'.
"Sorry bangat sin, tapi gua mau jalan sama Keni. kapan-kapan aja ya lu traktir gua nya. Atau ngak kita ngedate bareng aja", 'Ucap Salsa'.
"Setuju bangat aku sama ide kamu tuh beb, gimana Ben?", 'Ucap Keni melirik-lirik Beni'.
"Gua mah terserah neng sintanya aja", 'Jawab Beni senyum-senyum'.
(Gimana teman-teman semua geli ya baca, sama author juga, hehehehe).
Beni tidak lagi bisa menyembunyikan perasaan senangnya saat ini, soalnya dari tadi dia senyum-senyum terus, heheehe.
"Ayo lah Sin, katanya tadi lu mau ajak gua jalan. Ngak di traktir juga ngak apa-apa kok", 'Bujuk Salsa'.
"Yaudah deh, gua ikut", 'Jawab Sinta akhirnya dia pasrah juga'.
"Nah gitu dong", 'Ucap Salsa'.
"Yaudah Ayuk buruan", 'Ajak Sinta yang udah jalan duluan menuju parkiran kampus'.
"Eh iya Ayuk", 'Jawab Salsa menyusul Sinta atas perintah Keni'.
Sinta dan salsa pun jalan lebih dahulu dari pada Keni dan Beni.
"Good luck ya Ben, semoga lu berhasil menaklukkan hatinya Sinta", 'Ucap Keni memegang bahu Beni'.
"Iya Ken", 'Jawab Beni'.
Beni dan Keni pun menyusul pujaan hati mereka yang sudah jalan terlebih dahulu.
Sebelum mereka jalan, Beni minta anter sama Keni terlebih dahulu ke bengkel yang tidak jauh dari kampus ini, karena tadi pagi motor Beni di service di sana. Karena Beni merasa tidak enak jika mereka jalan, tapi pakai motornya Sinta, jadi keliatannya Beni ngak modal lagi, hehehe. Dan lagian motor Sinta motor Matic, sementara postur tubuh Beni yang tinggi dan kekar tidak cocok menggunakan motor matic yang identik dengan motor cewek itu.
*
__ADS_1
"Tok...tok... Assalamualaikum", 'Ucap Andra mengetuk pintu rumah Fitri'.
"Waalaikumusalam", 'Jawab Eli dari dalam rumah'.
Eli pun segera membukakan pintu rumahnya, karena ada tamu.
"Siang Tante ..", 'Sapa Andra'.
"Siang juga nak Andra, mari masuk", 'Balas Eli dan mempersilahkan Andra masuk ke dalam rumahnya'.
"Iya Terimakasih Tante", 'Jawab Andra yang mengikuti Eli masuk kedalam rumah'.
"Duduk dulu nak Andra, Tante bikinin minum dulu ya", 'Ucap Eli'.
"Ngak perlu repot-repot Tante", 'Jawab Andra'.
"Udah ngak apa-apa kok, tamu itu memang harus di layani dengan baik", 'Ucap Eli tersenyum'.
"Baiklah Tante, kalau memang Tante memaksa, hehehe", 'Jawab Andra ketawa kecil'.
Tak lama kemudian, Eli pun kembali dari dapur dengan membawa nampan yang berisi es jeruk dingin dan beberapa cemilan.
"Nak Andra kesini pasti mau ketemu Fitri ya?, tunggu sebentar ya Tante panggilin dulu. Dan juga minuman di minum nak Andra", 'Ucap Eli lagi'.
"Iya Tan, terimakasih", 'Jawab Andra'.
Eli pun berlalu ke kamar Fitri, sementara itu Andra masih berada di ruang tamu dan juga sudah di suguhi minum dingin yang cocok untuk cuaca yang sangat panas hari ini yang suhunya mungkin 32-34derajat Celcius dan juga Eli menyuguhi beberapa cemilan untuk temannya minum.
"Fit.... kamu lagi apa nak?", 'Tanya Eli'.
"Ibu tan, lagi ngelarin kerjaan yang buat deadline besok", 'Jawab Fitri'.
"Hhmm... itu fit, di luar ada nak Andra", 'Ucap Eli'.
"Kakak Andra?, ngapain dia kesini Tan?", 'Tanya Fitri'.
"Ya Tante juga ngak tahu fit, tapi kayaknya dia itu nyariin kamu deh, ngak mungkin juga kan dia nyariin Tante", 'Jawab Eli'.
"Udah sana temuin, malah bengong. Atau kamu mau dandan dulu sebelum ketemu dia?, 'Tanya Eli balik'.
"Ya ngak lah Tan, ngapain juga aku pake dandan segala", 'Jawab Fitri'.
"Ya mana tahu, kamu itu mau ketemu gebetan jadi dandan dulu", 'celetuk Eli dan Eli pun memilih kabur duluan dari kamar Fitri, takut di amuk, hehehe'.
"Ngapain sih itu orang pake ke sini segala lagi, tapi dia tahu dari mana juga kalau aku lagi sakit begini", 'pikir Fitri'.
__ADS_1
Fitri pun keluar kamar dengan berjalan terseok-seok seperti keong, karena kakinya ngak sakit jika terlalu di pijakan.