
Tidak terasa besok adalah ujian penentuan kelulusan tingkat SMA/SMK di seluruh Indonesia, dan termasuk di tempat Fitri bersekolah.
Hari ini Jeni nginap di rumah Fitri, di karenakan orang tuanya lagi keluar kota, dan juga mereka ingin belajar bersama, untuk menghadapi ujian ini.
"Tidak terasa ya fit, besok kita udah ujian aja", 'Ucap Jeni yang masih membolak-balik buku pelajarannya'.
"Iya Jen, waktu tiga tahun terasa sebentar ya", 'Jawab Fitri yang masih fokus dengan buku yang dia pegang'.
"Iya betul tuh fit, baru kemaren rasanya kita baru masuk sama-sama dan juga ikut ospek. Dan bentar lagi kita akan pisah-pisah untuk mengejar cita-cita kita masing-masing", 'Ucap Jeni yang raut wajahnya berubah menjadi sedih'.
"Iya Jen, tapi pasti suatu saat nanti kita akan bertemu kembali setelah kita sukses kelas", 'Ucap Fitri yang melihat perubahan raut wajah Jeni'.
"Iya fit", 'Jawab Jeni yang masih menunduk'.
"Udah jangan sedih gitu dong, kan kita masih ada waktu untuk sama-sama sampai hari kelulusan tiba", 'Ucap Fitri tersenyum'.
"Iya Fit, kamu benar. Dan kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini", 'Ucap Jeni yang kembali mendongakkan kepalanya'.
"Nah gitu dong", 'Ledek Fitri'.
"Aku itu sedih, karena kita selalu sama-sama dari kecil. Dan sekarang tibalah saatnya untuk kita mengejar cita-cita dan impian kita masing-masing", 'Ucap Jeni lagi yang kembali berlinang air mata'.
"Sama Jen, aku juga sedih. Tapi ini semua demi kebaikan dan masa depan kita masing-masing", 'Ucap Fitri'.
"Kamu jangan pernah lupain aku ya fit, dan kamu harus selalu ingat kebersamaan kita dari kecil", 'Ucap Jeni lagi yang kemudian air matanya tumpah tidak bisa dia tahan lagi'.
"Iya Jen, aku tidak akan pernah lupain kamu. Bagaimanapun kamu adalah sahabat aku dari kecil dan tahu gimana aku. Dan kenangan kita akan jadi cerita bagi anak-anak kita kelak", 'Ucap Fitri berusaha untuk tegar dan Fitri pun memeluk Jeni untuk menenangkannya'.
Setelah Jeni tenang, mereka pun kembali fokus kepada buku pelajaran yang di tes besok hari.
*
Pagi harinya Angga dan Fitri pun bertemu di parkiran sekolah nya. Jeni kemana?, Jeni sudah masuk ruangan ujian terlebih dahulu atas instruksi dari Angga, karena Angga ingin bicara dengan Fitri dan mengakui semuanya.
"Fit kamu ada waktu ngak?", 'Tanya Angga'.
"Ada apa ngga?", 'Tanya Fitri yang binggung dengan gelagatnya Angga'.
"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu", 'Jawab Angga binggung menjelaskan dari mana dulu'.
"Iya ada apa Angga?", 'Tanya Fitri lagi'.
__ADS_1
"Udah bel ngga, kita bicaranya ntar aja ya pas balik. Ntar kita telat lagi masuk ruangan ujiannya", 'Ucap Fitri lagi dan berlari masuk kedalam ruangan ujiannya dan kemudian di susul Angga'.
"Ini bel pake cepat bangat lagi bunyinya", 'Dengus Angga'.
Setelah semua murid di SMAN 1 masuk kedalam ruangan, dan ujian pun akan segera di mulai.
"Baik lah anak-anak semuanya, semuanya udah berada di tempat duduknya masing-masing. Sebelum kita memulai ujian penentuan kelulusan hari ini, alangkah baiknya kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing. Berdoa di mulai", 'Ucap pengawas ujian di setiap ruangan ujian'.
Semua siswa-siswi yang berada di ruangan tersebut pun berdoa menurut agama dan kepercayaan nya masing-masing, dan mereka juga mempersiapkan diri mereka masing-masing. Setelah selesai berdoa semua siswa/siswi SMAN 1 memulai ujian mereka dengan waktu 120 menit atau 2 jam. Semua murid pun dengan tenang dan teliti membaca pertanyaan dan mengisi lembar jawaban mereka masing-masing. Karena jika seandainya mereka gagal di ujian kali ini, dan itu otomatis mereka bisa jadi tidak lulus dari sekolah ini, dan mengulang lagi di tahun depan.
*
"Fit, tunggu dulu", 'Panggil Angga kembali setelah mereka selesai ujian'.
"Apaan lagi sih ngga?", 'Tanya Fitri'.
"Kan tadi aku udah bilang kalau ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, dan gara-gara tadi Bel aku ngak jadi ngomongkan", 'Jawab Angga'.
"Iya ada apa?, Buruan deh ngomongnya. Soalnya aku lagi buru-buru nih", 'Ucap Fitri'.
"Emangnya kamu mau kemana?", Tanya Angga'.
"Jemput nenek aku dari rumah sakit, soalnya dia udah boleh pulang hari ini", 'Jawab Fitri'.
"Tadi katanya mau ngomong, gimana sih kamu ini", 'Ucap Fitri'.
"Ngomongnya ntar aja, setelah jemput nenek kamu dari rumah sakit", 'Ucap Angga'.
Fitri pun mengerjitkan keningnya, yang melihat tingkah aneh Angga dari tadi pagi.
*
Nenek Fitri beberapa hari yang lalu, terjatuh di kamar mandi. Dan sempat di rawat sekitar tiga harian di rumah sakit, dan hari ini dokter sudah memperbolehkan beliau pulang ke rumah, dengan catatan harus istirahat total tidak boleh banyak bergerak terlebih dahulu.
"Assalamualaikum nek, Fitri datang jemput nenek", 'Ucap Fitri yang membuka pintu kamar rawat sang nenek'.
"Waalaikumusalam akhirnya cucu nenek datang menjemput nenek", 'Ucap sang nenek bahagia melihat cucunya datang'.
"Tuh cucunya udah datang jemput, kita pulang ya Bu", 'Ucap Rina'.
"Iya Ayuk kita pulang", 'Jawab Juminten'.
__ADS_1
"Emangnya tadi nenek ngak mau pulang Bu?", 'Tanya Fitri'.
"Ngak mau fit, nunggu cucu kesayangan nya datang dulu katanya. Dan sekarang kamu udah datang, baru nenek mau pulang nih", 'Jawab Rina'.
"Nenek so sweet nya", 'Ucap Fitri memeluk sang nenek dan memapahnya menuju mobil'.
"Ini kenapa gua serasa ngak di anggap ya di sini, kenapa yang selalu mereka pentingkan itu Fitri, fitri dan Fitri terus menerus", 'Ucap Bela Kesal dalam hatinya'.
Semakin hari pun Bela semakin membenci Fitri, di tambah lagi melihat sang nenek tidak terlihat adil. Dia lebih sayang kepada Fitri daripada Bela, melihat ini semua Bela pun semakin membenci Fitri dan itupun semakin memuncak.
*
"Fit, kita boleh bicara di luar ngak?", 'Bisik Angga kepada Fitri setelah Fitri mengantar neneknya kekamar untuk beristirahat'.
Fitri pun mengangguk dan mengikuti Angga keluar rumah, entah apa yang akan di bicarakan oleh Angga kepadanya.
"Tidak terasa ya fit, waktu tiga tahu cepat berlalu. Dan sekarang kita sudah menghadapi ujian penentuan kelulusan aja", 'Ucap Angga basa-basi terlebih dahulu'.
"Iya ngga, baru kemarin rasanya kita baru masuk dan di ospek bersama-sama", 'Jawab Fitri'.
" Fit, setelah lulus sekolah nanti kamu rencana mau lanjutin kuliah dimana?", 'Tanya Angga'.
"Kayaknya di sini sih ngga, tapi belum pasti juga", 'Jawab Fitri'.
"Kalau kamu sendiri?", 'Tanya Fitri lagi'.
"Aku sih kayaknya juga di sini deh", 'Jawab Angga'.
"oooo", 'Ucap Fitri hanya ber o ria'.
"Fit, sebenarnya aku yang ingin aku jelasin sama kamu", 'Ucap Angga'.
"Apa?", 'Tanya Fitri'.
"Sebenarnya aku sama Rara itu tidak yang seperti kamu pikirkan", 'Ucap Angga'.
"Maksud nya?", 'Tanya Fitri lagi yang tidak mengerti apa yang di maksud oleh Angga, dan Fitri juga tidak tahu siapa itu Rara'.
"Gini deh, besok aku jelasin semuanya sama kamu dan Jeni juga", 'Jawab Angga'.
"Fitri pun masih binggung, dan kenapa bawa-bawa nama Jeni segala sih", 'Ucap Fitri dalam hari'.
__ADS_1
"Apa ya, yang di maksud oleh Kak Angga itu?. Apa jangan-jangan dia mau nembak Fitri?. Aku harus cari tahu ini kebenaran nya, dan harus merencanakan sesuatu", 'Ucap Bela yang menguping dari balik pintu'.
Apa yang akan di rencanakan oleh Bela?