
"Terimakasih banyak Bu Fitri, karena anda sudah mau bekerjasama dengan kami", 'Ucap Pak Hartoyo menjabat tangan Fitri'.
"Saya yang seharusnya berterimakasih kepada perusahaan bapak, karena sudah memilih perusahaan kami untuk acara yang akan bapak laksanakan. Dan juga kami sangat-sangat berterimakasih pak, karena bagi kami ini menjadi salah satu kebanggaan juga ikut andil dalam acara yang sangat bergengsi ini di kaprah internasional lagi", 'Jawab Fitri yang juga menjabat tangan Hartoyo'.
"Iya Bu Fitri, karena ini adalah acara yang sangat bergengsi. Olehkarena itu lah kami memilih Ibu sebagai perancang busana nya, karena kami sudah melihat sendiri hasilnya", 'Ucap pak Hartoyo lagi'.
"Terimakasih banyak pak, kami akan memberikan hasil rancangan terbaik kami dalam acara ini", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu ya buk, nanti untuk lebih lanjutnya Ibu bisa menghubungi sekretaris saya", 'Ucap Hartoyo yang berpamitan'.
"Baik pak, sekali lagi kami ucapan terimakasih", 'Jawab Fitri yang ikut mengantar Hartoyo sampai ke depan pintu ruangan rapat'.
"Huft..... akhirnya kelar juga", 'Ucap Fitri membuang kasar nafasnya dan kembali masuk kedalam ruangan'.
"Tadi kamu keren bangat loh fit mempromosikan Hasil rancangan kamu", 'Ucap Mila dan dia adalah manager di anak perusahaan Santoso grup ini'.
"Bu Mila berlebihan, tadi saya hanya mempromosikan setahu saya aja kok", 'Jawab Fitri'.
"Beneran loh fit apa yang di ucapkan Bu Mila barusan, saya aja yang udah lama kerja di sini belum bisa deh kayaknya seperti kamu tadi", 'Nimbrung Echa partner kerjanya Fitri'.
Dan yang lain pun juga ikut memuji Fitri, karena mereka tidak menyangka kalau Fitri akan sekeren itu mempromosikan perusahaan mereka dan lebih tepatnya hasil design mereka agar ikut andil dalam acara fashion show yang akan di adakan di Kanada nantinya. Perusahaan memilih Fitri mempromosikan itu, karena itu adalah hasil rancangan dia sendiri, jadi dia lah yang lebih tahu banyak tentang hasil rancangan tersebut.
"Tuh kan bukan saya aja yang bicara begitu, tadi itu kamu emang keren banget. Dan yang lebih penting kamu sudah membawa SANT Designer go internasional", 'Ucap Mila yang bertepuk tangan atas keberhasilan mereka dan di sambut yang lainnya juga ikut bertepuk tangan'.
"Ini bukan keberhasilan aku aja dong, tapi ini adalah keberhasilan kita semua. Jadi kita harus bekerja lebih giat lagi dan kita juga harus memberikan hasil yang terbaik nantinya", 'Jawab Fitri tersenyum bahagia karena dia tidak menyangka ini semua terjadi dan Fitri mereka ini adalah sebuah mimpi karyanya sesaat lagi akan Go internasional meskipun tidak memakai namanya dia melainkan nama perusahaan tempat dia bekerja, tapi itu tidak masalah bagi Fitri'.
__ADS_1
"Jangan senang dulu teman, kalian tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Kalian liat saja nanti apa yang akan terjadi, dan terutama suprise buat kamu anak baru", 'Gumam Yuni dengan tatapan tidak suka menatap Fitri'.
Yuni juga adalah salah satu designer di sini, dan dia juga sudah Lama di sini mungkin sekitar 4 tahunan. Tetapi semenjak ke datangan Fitri keperusahaan ini, hasil karya juga sangat lah tidak di lirik lagi oleh klien dan juga yang lainnya. Oleh karena itulah, Yuni jadi sangat membenci Fitri. Yuni merasa Fitri merebut apa yang dia punya kemarin itu.
"Yaps.... betul apa yang di ucapkan Fitri barusan, kita harus kerja tim dan memberikan yang terbaik. SANT DESIGNER?", 'Teriak Mila'.
"Go...go... go... Internasional", 'Jawab Semuanya termasuk Fitri'.
"Yasudah kalau begitu, kita akhiri pertemuan kali ini. Saya ucapkan terimakasih dan Silahkan kembali ke kerjaanya masing-masing", 'Ucap Mila yang menutup rapat hari ini'.
Semua yang hadir di rapat kali ini pun keluar dari ruangan dan kembali ke pekerjaannya' masing-masing. Begitupun dengan Fitri yang juga hendak kembali ke rumah, karena dia merasa tidak ada kepentingan lagi di kantor dan lagian dia juga bekerja dari rumah.
"Fitri.... kaki kamu kenapa?", 'Tanya Mila yang sama-sama hendak keluar ruangan'.
"Hhmm... ini Bu jatuh", 'Jawab Fitri'.
"Hhhmmm..... itu Bu, tempat tidur saya tiba-tiba ambruk", 'Jawab Fitri sedikit malu, tempat tidurnya bisa ambruk kesannya berat badan dia seberapa gitu ya, hehehehe. Padahal mah, berat badannya juga ngak seberapa'.
"astaghfirullah fit, terus ini kaki kamu gimana?", 'Tanya Mila lagi yang kaget mendengarnya'.
"Hhmm.... Ini Bu tulangnya bergeser. Tapi sekarang sudah jauh lebih baik kok Bu", 'Jawab Fitri yang masih menggunakan tongkat, hanya untuk jaga-jaga'.
"Terus kamu ngak kuliah fit?", 'Tanya Mila lagi'.
"Ngak Bu, hanya di beri tugas aja sama dosen,. Dan kadang ikut online juga", 'Jawab Fitri'.
__ADS_1
"Syukur loh fit kamu tidak apa-apa hanya kaki aja yang sakit. Coba kemarin tangan kamu yang kayak gitu, pasti akan lebih sulit melakukan apapun. Kalau kaki yang sakit mah mau ini itu masih bisa minta bantuan yang lain dan juga bisa di bantu tongkat", 'Ucap Mila lagi'.
"Iya buk, saya duluan. Soalnya saya udah di tungguin di parkiran, 'Jawab Fitri'.
"Iya fit, kamu hati-hati ya. Saya juga mau balik ke ruangan terlebih dahulu", 'Ucap Mila'.
"Iya Bu, terimakasih", 'Jawab Fitri menundukkan kepalanya'.
Fitri pun bergegas menuju parkiran meskipun terseok-seok dan di bantu tongkat, karena pak Asep sudah menunggu dia dari tadi. Sedangkan Mila kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk.
Di dalam Lift, Fitri pun berpapasan dengan Andra yang hendak keluar lift sementara Fitri yang hendak masuk lift. Mereka hanya sekedar bertegur sapa saja, tanpa ada obralan yang lebih lanjut.
" Itu Fitri ngapain ya ke kantor?, Bukannya Dia tidak di wajibkan masuk kantor. Kan dia bisa bekerja dari rumah", 'Ucap Andra bertanya-tanya dalam pemikiran nya'.
"Siapa sih Ini, pake nelpon segala", 'Dumel Andra dan merogoh handphone yang berada di sakunya'.
"Papa..... tumben papa nelpon?", 'Tanya Andra dan mengangkat telponnya'.
"Hallo pa....."
"Iya ini Andra lagi ada di kantor Sans Designer".
"Iya Andra tahu kok pa, papa tenang aja. Dan papa ngak usah khawatir, Andra bisa kok. Dan lagian juga Andra udah gede pa, jadi Andra juga tahu mana yang baik dan buruk. Dan sekarang Andra sadar pa, kalau waktu main-main Andra udah selesai. Dan Andra akan buktiin sama papa kalau Andra bisa seperti apa yang papa mau", 'Ucap Andra melalui sambungan telepon tersebut'.
Tak lama kemudian Andra pun memutuskan sambungan telepon tersebut, dan dia telah sampai di depan pintu sebuah ruangan.
__ADS_1
Ngapain Andra ke kantor ini?, dan sejak kapan Dia mau menginjakkan kaki di kantor ini?.
Yuk ikutin terus ya Cerita novelnya, hehehe.