
Sesampainya Rara di klinik yang tadi di bilang oleh Bela, Rara pun menuju ruangan di mana Angga berada.
"Kak Angga, kak", 'Ucap Rara yang membuka pintu ruangan yang berada Angga di dalamnya'.
"Rara, kok kamu bisa di sini", 'Ucap Angga yang tersadar dari tidurnya'.
"Iya kak, soalnya tadi aku nelpon kakak dan ada yang angkat. Katanya kakak di rumah sakit, jadi aku buru-buru deh kesini tapi kakak tidak apa-apa kan?", 'Jawab Rara dan memeriksa tubuh sang kakak'.
"Siapa yang angkat telpon kamu Ra, tadi pas aku bangun tidak ada siapa-siapa di sini", 'Tanya Angga'.
Bela pergi meninggalkan Angga, saat Angga sudah mulai tersadar. Dan juga Tadi Rara bilang dia sudah jalan ke sini, jadi Bela merasa dia tidak pernah ada di sana lagi. Kalau sampai Angga tahu bela ada di sana, nanti dia juga yang kena imbasnya. Akhirnya Bela pun memutuskan untuk pergi dari klinik tersebut.
"Beneran kak, nih liat riwayat panggilan nya. Dan tadi kata dia namanya Bela kalau aku ngak salah", 'Jawab Rara menunjukkan riwayat panggilannya kepada Angga'.
"Bela.... Bela adiknya Fitri maksud kamu?", 'Tanya Angga lagi'.
"Ya aku juga ngak tahu kak, Bela yang mana yang jelas tadi aku dengar namanya Bela", 'Jawab Rara'.
"Bela.....", 'Angga pun masih berpikir tentang Bela'.
"Sudah lah kak tidak perlu terlalu di pikirkan, yang terpenting sekarang kakak tidak apa-apa kan?", 'Tanya Rara'.
"Kakak tidak apa-apa Ra, dan tadi kata susternya kakak sudah boleh pulang", 'Jawab Angga'.
"Syukurlah kalau kakak sudah boleh pulang, kakak kenapa bisa seperti ini sih?", 'Tanya Rara lagi'.
"Kakak juga ngak tahu kenapanya, yang pasti tadi kakak lagi minum di sebuah cafe dengan sini", 'Jawab Angga yang tidak ingin menceritakan kalau sebenarnya dia tadi minum sampai mabuk karena di tinggal fitri'.
"Yasudah kak, kalau kakak ngak ingat apa-apa. Aku urus administrasi kepulangan kakak dulu ya", 'Ucap Rara yang pamit keluar'.
"iya Ra", 'Jawab Angga'.
Rara pun pergi keluar kamar dan mengurus administrasi kepulangan Angga, sementara itu Angga masih binggung kenapa dia ada di sini. Siapa yang bawa dia kesini dan juga kunci mobil ada di sini dan itu berarti mobilnya juga ada di sini dong.
Dan Angga pun teringat apa yang tadi di katakan oleh Rara, bahwa Bela lah yang tadi memberitahu Rara kalau Dia ada di rumah sakit ini. Tapi Rara tidak tahu Bela yang mananya.
*
"Han, kamu dimana?", 'Tanya Bela melalui sambungan telepon'.
__ADS_1
"Di rumah bel, ada apa?", 'Tanya Hani balik'.
"Aku boleh nginap di rumah kamu ngak, soalnya udah larut malam juga nih. Aku takut di marahin kalau pulang jam segini", 'Jawab Bela'.
Sekarang baru menunjukkan pukul 10 malam, tapi untuk ukuran kita tinggal di kampung jam 9 malam aja udah sangat sepi jalanan.
"Oh iya boleh kok Bel, lagian aku juga sendirian di rumah. Emangnya kamu sekarang dimana?", 'Tanya Hani lagi'.
"Aku masih di klinik Han", 'Jawab Bela'.
"Yasudah kalau gitu kamu kesini aja", 'Ucap Hani'.
"Iya Han, terimakasih ya udah memberikan tumpangan", 'Jawab Bela'.
"Iya Bel, santai aja lagi", 'Ucap Hani'.
Bela pun menuju pangkalan ojek yang tak jauh dari klinik tempat ia berada sekarang dan ia pun menuju rumah Hani yang juga tak jauh dari klinik ini juga. Di pangkalan ojek aja cuman ada satu tukang ojek lagi dan itupun dia sudah mau pulang, dan bela adalah Penumpang terakhirnya.
Tak lupa pula Bela menghubungi Nenek dan kakeknya yang berada di rumah terlebih dahulu, agar nantinya ia tidak dimarahin.
"Hallo... assalamualaikum kek", 'Ucap Bela yang menelpon sang kakek'.
"Waalaikumusalam nduk, kamu di mana?", 'Tanya kakek Bela'.
"Iya nduk tidak apa-apa, yang penting kamu baik-baik saja kan?", 'Tanya sang kakek yanto'.
"Bela tidak apa-apa kok kek. kek malam ini bela tidak pulang kek, bela nginap di rumah teman bela", 'Jawab Yanto'.
"Kamu pulang aja nduk, kakek khawatir sama kamu. kakek tunggu kamu di rumah ya", 'Ucap Yanto'.
"Tapi kek, ini udah larut malam kek", 'Jawab Bela'.
"Kamu sekarang dimana?, kakek yang jemput", 'Tanya Yanto'.
"A-aku di rumah teman kek", 'jawab Bela terbata-bata'.
"kakek jemput kamu ya, kamu kirimi alamatnya. Kakek tidak tenang nduk kalau kamu tidak pulang", 'Ucap Yanto'.
"Tidak perlu kek, Bela pulang sendiri aja. kakek tunggu Bela di rumah aja ya, di luar dingin kasian kalau kakek harus jemput Bela segala", 'Ucap Bela'.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nduk, Kakek jemput saja. kakek khawatir Sama kamu, kakek takut terjadi apa-apa juga sama kamu", 'Jawab Yanto'.
"Bela tidak apa-apa kek, bela pulang sendiri saja. Kakek tunggu Bela di rumah aja", 'Ucap Bela dan memutuskan sambungan telepon tersebut'.
Akhirnya Yanto pun pasrah, dengan hanya menunggu bela pulang.
Bela pun meminta tukang ojek tersebut untuk mengantar ke depan rumah saja tidak jadi ke alamat yang tadi dia bilang. Awalnya tukang ojeknya pun tidak mau karena itu cukup jauh dan juga sudah larut malam.
"Maaf neng saya tidak bisa anter neng ke alamat itu, soalnya itu cukup jauh neng", 'Ucap Tukang ojek'.
"Saya mohon bang, kakek sama nenek saya lagi nunggu saya di rumah bang. Kalau saya tidak pulang malam ini, mereka bisa khawatir sama saya", 'Jawab Bela'.
"Tapi neng.....", 'Ucap Tukang ojek itu lagi dan tampak berpikir sebelum melanjutkan ucapannya itu'.
"Saya mohon bang, saya bayar 2kali lipat deh", 'Ucap Bela'.
Tukang ojek itu pun tampak berpikir terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan, dan dia teringat istri dan anaknya di rumah dan mereka sedang butuh biaya juga.
"Yasudah deh neng, saya antar", 'Jawab tukang ojek itu mengambil kesempatan ini'.
Lagian rumah dia juga tidak terlalu jauh dari rumah Bela, tapi duluan rumahnya daripada rumah Bela.
*
Angga dan Rara pun sampai di rumah mereka, dan Rara pun membantu Angga untuk masuk kedalam kamar nya untuk istirahat. Rara juga membawa makanan dan juga teh anget untuk Angga meminum obatnya.
"Kak ini ya makanan dan minumnya, kakak makan dulu ya sebelum minum obat", 'Ucap Rara meletakkan nampan yang berisi makanan di atas meja samping ranjang tidur Angga'.
"Iya Ra, terimakasih ya. Kamu istirahat sana, kakak mau ganti baju dulu", 'Jawab Angga'.
"Kakak mau aku bantu?", 'Tanya Rara'.
"Rara yang babak belur itu wajah aku, bukan seluruh tubuh aku", 'Jawab Angga'.
"Heheheh iya kak", 'Ucap Rara nyengir'.
Rara pun keluar dari kamar Angga.
"Ini kan bau parfumnya Fitri", 'Ucap Angga saat ia hendak mengganti bajunya'.
__ADS_1
"Tapikan tadi Rara bilang yang anter aku ke rumah sakit itu Namanya Bela bukan Fitri", 'Gumam Angga lagi'.
Apa jangan-jangan tadi itu Fitri yang anter aku ke rumah sakit, tetapi dia menyamarkan namanya menjadi Bela?, pikir Angga.