
"Bel, emang tadi Angga nitipin bubur sama kamu buat aku?", 'Tanya Fitri yang menghampiri Bela yang lagi nonton TV'.
"Hhmmm.... Itu kak", 'Jawab Bela Binggung mau cari alasan apa'.
"Itu apa?, Kamu jawabnya yang jelas dong", 'Tanya Fitri lagi'.
"Hhmm iya kak", 'Jawab Bela pelan'.
"Terus bubur nya mana?, Kok kamu pas pulang ngak bawa apa-apa?", 'Tanya Fitri lagi'.
"Hhmmm itu kak, buburnya aku makan. Soalnya aku lapar bangat, maaf ya kak", 'Jawab Bela bohong dengan wajah melas'.
"Syukurin kamu, enak aja kamu makan makanan dari kak Angga, mana aku lagi yang membawa nya. Dih ogah amat", 'Ucap Bela dalam hati'.
"Iya ngak apa-apa, tapi kamu jangan gitu lagi ya. Itu namanya kamu ngak amanah, kalau ada orang yang nitip apapun sama kamu, Kamu harus memberikannya terlebih dahulu atau tidak kamu itu bilang kalau makanan nya kamu makan. Kan kakak jadi ngak enak sama angganya", 'Ucap Fitri memperingati Bela agar tidak seperti itu lagi'.
"Iya kak, maaf", 'Jawab Bela sambil menunduk'.
"Iya ngak apa-apa, dan kamu harus minta maaf sama Angga juga", 'Ucap Fitri mengajarkan sang adik'.
"Iya kak", 'Ucap Bela mengganguk'.
Fitri merasa enggak enak hati sama Angga, karena ulah Bela yang tidak amanah ketika tadi pagi Angga nitip makanan kepada Bela tetapi bela tidak memberikan nya dan malah di makan sendiri.
Ketika Angga berkunjung ke rumahnya tadi dan menanyakan apakah Fitri sudah menerima bubur yang tadi di titipin ya sama bela, al hasil karena Fitri tidak tahu menahu dia hanya menjawab bela tidak memberikan bubur titipannya.
Dan juga Fitri merasa malu dan bersalah kepada Angga karena ulah sang adik yang tidak amanah.
Hukum bagi orang yang tidak amanah adalah akan mendapat siksa di hari akhir nantinya. Rasulullah Saw bersabda 'Sesungghnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan (sesuatu), ujung nya hanya penyesalan pada hari akhir'.
Akibat dari orang yang tidak amanah adalah tidak lagi di percaya oleh orang lain, mendapat dosa, dan di jauhkan oleh teman-teman dan orang sekitar.
Penyebab orang tidak amanah adalah banyak hal yang mendorong seseorang untuk tidak amanah seperti egois, tidak sabar.
Kenapa kita perlu bersikap amanah yaitu memenuhi amanah yang diemban mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT, akan membuat masyarakat sosial menjadi berkembang serta merupakan tanda akhlak yang baik. Oleh karena itu, amanah adalah akhlak mulia yang harus di junjung tinggi.
*
"Ibu pulang......", 'Ucap Rina yang telah membuka pintu'.
__ADS_1
"Yey ibu pulang..... Titipan aku mana?", 'Tanya Fitri'.
"Iya ada nih, sabar", 'Jawab Rina dan memberikan makanan titipan Fitri'.
"Apa aja ini Bu, banyak bangat", 'Tanya Fitri'.
"Liat aja sendiri, berdua ya itu sama adek", 'Jawab Rina'.
"Yah, kirain buat sendiri", 'Ucap Fitri menekuk mukanya'.
"Kakak ngak boleh Maruk begitu ya, Ibu sama Ayah tidak pernah ya ngajarin kamu Maruk begitu sama makanan", 'Ucap Fitri menasehati sang anak'.
"Iya ba, maaf", 'Ucap Fitri tertunduk karena dia tahu apa yang dia perbuat itu salah dan berlebihan'.
"Yasudah sana makan berdua, mama mau mandi dulu", 'Ucap Rina karena dia sudah seharian di luar rumah bersama sang suami'.
"Iya bu", 'Jawab Fitri dan Bela bersamaan'.
Mereka berdua pun membuka kantong plastik jajanan yang tadi di belikan oleh ibunya satu persatu.
"Itu apaan dek yang kamu buka?", 'Tanya Fitri'.
"itu apa kak?", 'Tanya Bela juga'.
"Gorengan dek", 'Jawab Fitri yang masih sibuk bukain yang lain'.
"Fitri....Fitri", 'Teriak Ben dari ruang tamu'.
"Iya yah, ada apa?", 'Jawab Fitri dan mendekati sumber suara tersebut'.
"Tolong bikin minum ya, buat tamu", 'Ucap Ben menyuruh sang anak'.
"Iya yah, tunggu bentar Fitri bikin dulu", 'Jawab Fitri dan bergegas ke dapur'.
Fitri pun mengambil beberapa jajanan yang tadi di beli oleh ibunya untuk di sajikan bersama minum yang barusan di buatnya untuk tamu sang ayah.
"Dek, jangan kamu abisin. Tinggalin kakak juga", 'Ucap Fitri yang melihat sang adik sudah mulai memakan jajanannya sendirian'.
"Itu masih banyak kok yang lain juga", 'Jawab Bela yang masih sibuk mengunyah makanan yang di masukkan ke dalam mulutnya'.
__ADS_1
Fitri pun hanya bisa diam, dan mengantarkan minum dan juga jajanan ke ruang tamu yang mana terdapat ayah dan juga tamu ayah di sana.
*
"Bu, liat sepatu aku yang aku cuci kemarin ngak?", 'Tanya Fitri pagi-pagi buta sekali mencari sepatunya karena nanti siang dia akan ada jam olahraga jadi harus bawa sepatu dan pakaian olahraga'.
"Di pinjam adek mu fit, katanya hari ini dia ada jam olahraga", 'Jawab Rina'.
"Tapi kan aku hari ini juga olahraga, kenapa ngak bilang dulu sih kalau mau Makai barang orang itu", 'Ucap Fitri kesal'.
"Tadi dia buru-buru, makanya ngak sempat bilang kamu dulu. Kan kamu bisa pakai sepatu yang lain dulu", 'Ucap Rina'.
"Buru-buru apaan, belum juga jam 7. Biasanya juga dia berangkat sekolah 7 bahkan kadang lewatnya, dan juga dia kan ada sepatu olahraga nya juga, kebiasaan bangat", 'Ucap Fitri kesal'.
"Ibu juga kenapa main izinin segala sih, dan ngak bilang dulu sama aku", 'Ucap Fitri lagi yang juga kesal kepada sang ibu'.
"Ini kan ibu udah bilang sama kamu, biarin aja sih adek kamu pakai barang kamu itu. Kan kamu masih ada sepatu yang lain, emang Wajib kamu pakai sepatu yang itu", 'Ucap Rina yang mengomeli Fitri'.
"Terserah ibu lah, bela aja tuh terus menerus anak kesayangan ibu", 'Jawab Fitri tambah kesal dan berlalu pergi'.
"Fitri kamu ngak sarapan dulu, ini udah ibu siapin", 'Teriak Rina dari dapur yang mendengar Fitri membuka pintu rumah'.
"Ngak lapar", 'Jawab Fitri kemudian mengambil motor dan melajukan motornya ke sekolah'.
*
"Kamu kenapa fit, pagi-pagi muka udah di tekuk begitu. Ngak seperti biasanya, biasanya kamu itu orang paling ceria di pagi hari", 'Tanya Angga yang ketemu Fitri di parkiran motor'.
"Ngak apa-apa kok", 'Jawab Fitri bohong'.
"Kamu itu ngak bisa bohongin aku fit, kamu kenapa?", 'Tanya Angga lagi'.
"Kan aku udah bilang ngak kenapa-napa, kenapa kamu maksa sih", 'jawab Fitri dengan nada tinggi dan berlalu pergi'.
"Fit kamu kenapa sih?", 'teriak Angga lagi yang melihat Fitri sudah berlalu dari hadapannya'.
Fitri tidak mengindahkan apa yang di ucapkan oleh Angga, dan masuk ke dalam kelasnya.
"Itu anak kenapa sih pagi-pagi muka udah di tekuk aja, dan marah-marah ngak jelas lagi", 'Gumam Angga sendiri dan juga berlalu kedalam kelasnya juga'.
__ADS_1
Di dalam kelas Fitri tidak fokus belajar, dan juga dia masih di buat kesal oleh Bela yang membawa sepatunya diam-diam. Dan juga ibunya yang selalu membela Bela ketika barang-barang milik Fitri di ambil oleh Bela, dan mengadu kepada sang ibu. Tetapi yang ada Fitri di omelin balik.