ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 26


__ADS_3

"Tok....tok... Assalamualaikum", 'Ucap Jeni mengetuk pintu rumah Fitri'.


"Waalaikumusalam", 'Jawab Rina dan bergegas membukakan pintu'.


"Tante Fitrinya sudah pulang belum?", 'Tanya Jeni panik saat pintu rumah sudah terbuka'.


"Sudah Jen", 'Jawab Rina yang kebinggungan'.


"Syukurlah kalau Fitri udah pulang", 'Ucap Jeni dan merasa lega'.


"Terus Fitrinya dimana sekarang Tante?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Tadi sih langsung masuk kamar kayaknya, Bukannya kamu tadi pergi sama Fitri?", 'Tanya Rina lagi'.


"Iya tante, kalau begitu aku pamit pulang dulu ya tan", 'Jawab Jeni.


"Tunggu dulu Jen, sebenarnya apa ada sih yang terjadi?. Tadi kamu berangkat berdua dengan Fitri dan Fitri pulang sendiri. Dan tiba-tiba kamu datang dengan keadaan panik, nanya Fitri udah pulang atau belum?. Tadi ketika Fitri pulang dia juga langsung masuk kamar dengan menutup mukanya, sebenarnya apa yang terjadi sih Jen?", 'Tanya Rina mengintrogasi Jeni'.


"Ngak terjadi apa-apa kok Tante, aku pamit dulu ya tan", 'Jawab Jeni dan pamit kepada Rina dengan buru-buru, karena takut di tanya lebih lagi oleh ibunya Fitri'.


Jeni akhirnya memutuskan untuk pulang saja kerumahnya, karena dia ingin membiarkan Fitri tenang terlebih dahulu. Dan juga Jeni tidak ingin Rina ibunya Fitri tahu tentang ini terlebih dahulu, biar lah nanti Fitri yang berbicara dan menjelaskan kepada sang ibu.


"Untung tadi aku buru-buru pamit, kalau tidak mati aku di interogasi oleh ibunya Fitri", 'Ucap Jeni mengelus-elus dadanya saat sudah sampai rumah'.


"Tapi aku kasian bangat sama Fitri, dia di khianati oleh adiknya sendiri dan tepat di hari ulangtahunnya lagi", 'Ucap Jeni lagi'.


"Gila kali ya itu sih Angga, adik kakak mau di embat dua-duanya. Dan Bela juga tega bangat sama Fitri, padahal Fitri itu sangat sayang kepada Bela meskipun bela itu resek orangnya", 'Ucap Jeni lagi yang sekarang sudah berada di kamarnya'.

__ADS_1


"Fitri, kamu harus sabar ya fit. Aku tahu gimana perasaan kamu sekarang ini. Maaf ya aku ngak nemani kamu saat ini, karena aku ingin kamu menenangkan diri kamu sendiri terlebih dahulu. Dan semoga kamu tidak terlalu berlarut-larut ya fit. Happy birthday ya sahabat aku, maaf aku belum ngucapin tadi. Kadonya nyusul ya, happy fun terus sayang", 'tulia Jeni mengirimkan pesan kepada Fitri dengan bebagai macam emoticon dan berharap Fitri tersenyum dan tertawa melihatnya, dan Jeni juga mengirimkan stiker-stiker yang lucu-lucu'.


*


"Bela kamu dari mana?, dan kenapa kamu basah kuyup begini pulangnya", 'Tegur Rina kepada anak bungsunya itu'.


"Dari air terjun Bu, tadi sama teman-teman. Dan aku di dorong oleh temanku, jadi basah kuyup gini deh pulangnya", 'Jawab Bela berbohong'.


"Ya sudah sana kamu masuk kamar langsung ganti baju ya, nanti kamu masuk angin lagi", 'Ucap Rina lagi'.


"Iya Bu, maaf", 'Jawab Bela menunduk'.


"Gara-gara kak Fitri nih aku di marahin, tapi ngak apa-apa deh. Yang penting hari ini adalah hari kebahagiaan bagi aku, karena perjuangan aku dari pagi tidak sia-sia. Benar kata orang-orang, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Itu lah yang aku rasakan sekarang ini", 'Ucap bela sambil tersenyum menaiki anak tangga menuju kamarnya'.


Sementara itu di kamar Fitri, Fitri menangis abis-abisan sampai dia merasa tidak ada lagi yang mengganjal dalam hatinya, dan akhirnya dia pun tertidur karena kelelahan menangis dan juga tadi berlari-lari.


"Fit.....Fitri......", 'Ucap Rina sambil mengetuk pintu kamar sang anak'.


Fitri pun membuka matanya yang masih berat untuk di buka, karena dia mendengar suara sang ibu dari balik pintu kamarnya. Fitri pun turun dari ranjangnya dan bergegas menuju ambang pintu.


"Iya Bu, ada apa?", 'Ucap Fitri dengan suara parau khas suara orang bangun tidur dan mata Fitri sembab dan merah'.


"Kamu kenapa sayang?", 'Tanya Rina yang membawa fitri masuk kedalam kamarnya'.


"Aku tidak apa-apa Bu", 'Jawab Fitri yang tidak ingin membuat sang ibu khawatir'.


"Kamu jangan berbohong kepada ibu Fitri, saya ini ibu kamu saya tahu kalau kamu sedang lagi ada masalah. Dan mata kamu juga sembab, pasti kamu abis nangis kan?", 'Tanya Rina lagi'.

__ADS_1


"Ngak Bu, aku ngak nangis. Aku itu dari tadi tidur Bu, mungkin karena kelamaan tidur kali makanya mata aku ini sembab", 'Jawab Fitri berbohong karena dia tidak ingin orang tuanya tahu yang sebenarnya bahwa Adiknya sendiri lah yang membuat dia seperti ini'.


"Kamu jangan bohongi ibu Fitri, kalau kamu tidak ada masalah kenapa yang tadi nya kamu berangkat dengan Jeni dan pulang sendirian. Jeni sampai nyariin kamu loh kesini?", 'Ucap Rina lagi yang masih mengintrogasi Fitri agar dia jujur'.


"Beneran Bu aku tidak bohong, tadi itu Jeni lagi ada urusan dulu makanya dia tidak tahu kalau aku pulang duluan", 'Jawab Fitri yang masih mau jujur kepada sang ibu'.


"Alhamdulillah kalau memang kamu tidak ada masalah apa-apa", 'Ucap Rina yang pasrah akan jawaban sang Anak, karena sebenarnya Rina tidak yakin dengan jawaban Fitri itu'.


"Kamu mandi dulu sana, abis itu turun kebawah kita makan malam bersama", 'Ucap Rina yang memutuskan untuk keluar dari kamar Fitri, karena dia tidak ingin lagi memaksa sang anak dan Rina juga yakin pasti Fitri bisa menangani masalah ini sendiri'.


"Ibu tunggu dulu, ada yang ingin aku bicarain", 'Ucap Fitri yang menahan ibunya untuk keluar dari kamar'.


"Iya fit, ada apa nak?", 'Tanya Rina yang kembali duduk di ranjang milik Fitri'.


"Ibu boleh tidak aku memutus untuk berangkat ke kota lebih cepat tanpa harus menunggu hari kelulusan terlebih dahulu?", 'Tanya Fitri hati-hati'.


"Kenapa kamu ingin cepat-cepat pergi ke kota?, Apa kamu sudah tidak betah tinggal di rumah ini?", 'Tanya Rina lagi dengan nada bicara yang tidak seperti biasanya'.


"Bukan begitu Bu, Fitri betah kok tinggal di rumah ini dan Fitri nyaman untuk tinggal di sini. Dan sebenarnya Fitri juga berat untuk ninggalin rumah ini Bu. Fitri ingin mengikuti bimbingan belajar di sana Bu, agar mempermudah Fitri mengikuti serangkaian tes masuk universitas negeri", 'Jawab Fitri'.


"Tapi kan bisa nunggu hari kelulusan kamu dulu nak?", 'Tanya Rina lagi'.


"Iya sih Bu, tapi kan lebih lama Fitri mengikuti bimbingan belajar itu, jadi semakin banyak juga materi yang Fitri kuasai", 'Jawab Fitri'.


"Yasudah kalau begitu kamu mandi dulu aja sana, nanti kita bicarakan lagi di meja makan saat makan malam bersama. Di sana nantinya juga ada ayah, nenek, dan kakek kamu karena keputusan ini bisa tidak bisa memutuskannya sendiri", 'Jawab Rina keluar dari kamar Fitri'.


Fitri pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh sang ibu yaitu masuk kedalam kamar mandi, dan segera menguyur badannya dengan air.

__ADS_1


Apakah Fitri akan di beri izin oleh keluarganya untuk berangkat ke kota lebih cepat dari tanggal yang sebelumnya dia rencanakan?.


Apakah Fitri berangkat ke kota lebih cepat, karena masalah yang tadi siang ia alami?.


__ADS_2