ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 64


__ADS_3

"Astaghfirullah ibu.......", 'Pekik Rina yang melihat sang ibu tergeletak di lantai'.


"Ibu...ibu....", 'Ucap Rina menggoyang-goyangkan badan sang ibu'.


Tapi tidak ada respon dari Yanti, dan badannya juga tidak bisa di gerakkan.


"Mas Ben... mas..... sini dulu mas", 'Teriak Rina memanggil nama suaminya yang tadi duduk di sofa tamu'.


"Bapak..... ibu pak...", 'Teriak Rina juga memanggil bapaknya yang tadi juga bersama dengan sang suami'.


"Pak itu sepertinya suara Rina pak teriak-teriak, yuk pak kita liat dulu", 'Ucap Ben kepada ayah mertuanya itu'.


Ben dan Yanto pun menuju kamar Yanti, di mana Fitri berteriak-teriak yang mereka juga tidak tahu Fitri kenapa.


"Astaghfirullah ibu kamu kenapa Rina?", 'Tanya Yanto yang melihat Rina memeluk sang ibu di lantai'.


"Rina juga ngak tahu kenapa pak, ayo pak mas kita bawa ibu kerumah sakit", 'Jawab Rina'.


Ben dan Yanto pun mengangkat tubuh Yanti menuju mobil untuk bawa ke rumah sakit. Sedangkan Rina mengambil tas dan keperluan lainnya yang kira-kira di perlukan untuk sang ibu saat di rumah sakit nantinya. Dan tak lupa Rina juga mengunci pintu rumahnya.


"Ya Allah ibu.... kenapa bisa seperti ini sih Bu?", 'Tanya Rina yang berurai air mata kepada sang ibu yang sedang tidak sadarkan diri tersebut'.


"Ibu kamu kenapa bisa seperti ini Rin?", 'Tanya Yanto kepada sang anak'.


"Rina juga ngak tahu pak, tadi waktu Rina masuk ke dalam kamar ibu. Rina sudah menemukan ibu tergeletak di lantai pak", 'Jawab Rina yang tersedu-sedu'.


Ben pun hanya diam saja tanpa bertanya apa-apa kepada sang istri. Dia hanya fokus membawa mobil, dan juga agar mereka cepat sampai di rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit pun, Yanti di bawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan di tanggani oleh dokter.


"Semoga ibu tidak apa-apa ya pak", 'Ucap Rina kepada sang ayah'.


"Iya Rin, kita hanya bisa bantu ibu dengan doa", 'Jawab Yanto yang terlihat gelisah'.


Yanto, Rina, dan juga Ben hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Yanti dan semoga tidak terjadi apa-apa dengan Yanti.


"Rin... kamu sudah hubungi bela nak. Nanti kalau dia pulang, dia ngak nemuin kita satu orang pun di rumah. Dan juga kuncinya kamu bawakan", 'Ucap Yanto'.

__ADS_1


Yanto masih memikirkan cucunya di saat-saat seperti ini.


"Iya pak, Rina coba hubungi Bela dulu", 'Jawab Rina yang beranjak agak jauh dari tempat di sekarang'.


"Udah Bu..... kamu di sini aja nemani bapak, biar aku aja yang menghubungi Bela'', 'Ucap Ben yang menahan sang istri agar menemani ayah mertua nya itu saja'.


"Baik yah", 'Jawab Rina'.


Ben pun pergi sedikit jauh dari tempatnya yang tadi, karena itu tepat di pintu ruangan IGD takut menganggu kalau suaranya gak keras.


"Hallo yah....", 'Ucap Bela mengangkat telpon dari sang ayah'.


"Hallo Bel, kamu di mana nak?", 'Tanya Ben'.


"Bela lagi di rumah teman yah lagi ngerjain tugas kelompok", 'Jawab Bela'.


"Kamu masih lama ngerjain tugasnya?", 'Tanya Ben lagi'.


"Ngak juga sih yah, bentar lagi juga bela pulang. Emangnya ada apa yah?", 'Tanya Bela balik'.


"Siapa yang sakit yah?", 'Tanya Bela lagi'.


"Nenek kamu, tadi jatuh dari tempat tidur atau gimana juga ngak tahu pasti kronologi nya. waktu ibu masuk kamar, nenek udah tergeletak di lantai", 'Jawab Ben'.


"Astaghfirullah nenek, yasudah kalau gitu Bela kerumah sakit sekarang ya yah", 'Ucap Bela'.


"Iya nak, kamu hati-hati ya bawa motornya. Jangan buru-buru, takutnya nanti terjadi apa-apa sama kamu", 'Jawab Ben'.


"Iya yah, Bela tutup dulu ya yah telepon nya. Bela mau beresin peralatan sekolah bela dulu, abis itu bela langsung kerumah sakit", 'Ucap Bela lagi'.


"Iya nak, kamu hati-hati ya", 'Jawab Ben yang kembali menasehati sang putri bungsunya itu'.


"Iya yah", 'Jawab Bela dan mematikan sambungan telepon nya dengan sang ayah'.


Ben pun kembali ke tempat di mana sang istri dan ayah mertuanya tadi berada.


"Bela kamu kenapa?", 'Tanya Ina yang melihat bela mengemasi perlengkapan sekolahnya'.

__ADS_1


"Nenek aku di bawa kerumah sakit na, jadi aku harus kesana sekarang liat kondisi nenek aku", 'Jawab Bela yang masih mengemasi barang-barangnya'.


"Nenek kamu kenapa Bel?", 'Tanya Mita juga'.


"Aku ngak tahu persis ceritanya gimana MIT, yang jelas tadi kata ayah aku, tiba-tiba nenek udah tergeletak di lantai kamarnya aja", 'Jawab Bela'.


"Maaf ya guys.... aku ngak bisa lanjutin bikin tugas kelompok nya", 'Ucap Bela lagi'.


"Iya bel... ngak apa-apa kok, kamu tenang aja biar kita-kita aja yang buat, iya ngak guys", 'Ucap Ina dan bertanya kepada teman-temannya yang sekelompok'.


"Iya Bel, kamu ngak usah pikirin ini tugas. Yang terpenting sekarang kamu harus liat kondisi nenek kamu dulu. Kalau urusan tugas biar kita yang ngelanjutinnya", 'Jawab Mita'.


"Iya Bel, betul tuh apa kata Mita dan Ina. Semoga nenek kamu baik-baik saja ya bel, dan semoga cepat sembuh", 'Jawab Tari juga'.


"Terimakasih ya semuanya, aku pergi duluan ya", 'Ucap Bela lagi'.


"Iya bel, hati-hati ya bawa motornya", 'Jawab Tari'.


"Maaf ya Bel, kita ngak bisa nemani kamu kerumah sakit. Kita harus ngelarin tiga ini dulu. Ntar kalau udah kelar kita pasti bakalan jenguk nenek kamu kok", 'Jawab Ina juga'.


"Iya tuh bel, ntar kamu kabarin kita ya gimana kondisi nenek kamu", 'Jawab Mita'.


"Terimakasih banyak ya guys... bye-bye", 'Ucap Bela dan melambaikan tangan kepada semua temannya yang ada di sana'.


"Bye-bye Bel, hati-hati ya", 'Ucap teman-teman bela lagi dan juga melambaikan tangan kepada Bela'.


Bela pun menduduki motornya, melajukan motornya ke arah rumah sakit. Semakin lama, Bela semakin menaiki kecepatan motornya agar cepat sampai di rumah sakit dan melihat kondisi sang nenek.


"Nek... maafin bela nek. Bela sering durhaka sama nenek, Bela sering ngak nurut apa kata Nenek", 'Ucap Bela sambil mengendarai motornya, dan tidak terasa air mata bela pun jatuh karena dia teringat akan kesalahan-kesalahan yang dia perbuat kepada neneknya itu'.


"Semoga nenek hamba baik-baik saja ya Allah, dan tidak terjadi apa-apa dengan dia", 'Ucap Bela lagi'.


Saat ini semua anggota keluarga Yanti hanya bisa berdoa, agar tidak terjadi apa-apa dengan dia. Dan semoga kondisinya segera membaik


Pintu ruangan IGD pun di buka, Yanto, Rina dan Ben pun menghampiri dokter yang keluar dari ruangan tersebut.


"Dok.... gimana kondisi ibu saya dok?", 'Tanya Rina kepada dokter yang keluar dari ruangan IGD tersebut'.

__ADS_1


__ADS_2