
"Bagaimana kondisi ibu saya dok?", 'Tanya Rina yang menemani sang ibu Yanti untuk kontrol kondisi kesehatan nya'.
"Alhamdulillah kondisi ibu Yanti sudah jauh membaik, bahkan di bilang sangat baik. Tapi ibu Yanti tetap harus minum obat rutin dulu ya Bu, sampai kondisi ibu benar-benar mengizinkan untuk ibu berhenti minum obat nya", 'Jawab dokter menjelaskan kondisi Yanti'.
"Tapi... saya merasa sudah sangat baik", 'Ucap Yanti yang turun dari kasur pemeriksaan pasien'.
"Iya Bu, kondisi ibu memang sudah sangat baik. Tapi ibu tetap di anjurkan untuk minum obat secara rutin terlebih dahulu, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Dan juga ibu tetap harus menjaga pola makan dan hidup sehat ya Bu", 'Jawab dokter lagi'.
"Sudah Bu, ikuti aja apa anjuran dokter. Ini semua demi kebaikan ibu kok. Emangnya ibu, mau sakit seperti kemarin lagi?", 'Ucap Rina kepada sang ibu'.
"Baik dok, saya akan ikuti saran dokter untuk minum obat secara rutin", 'Jawab Yanti tertunduk'.
"Ini ya Bu, saya resep obatnya untuk ibu tebus ke apotek", 'Ucap Dokter yang memberikan selembar kertas yang berisikan resep obat'.
"Baik dok, nanti kami tebus ke apotek", 'Jawab Rina mengambil resep obat tersebut'.
"Tetap jaga kesehatan dan pola hidup sehat dan juga jaga pola makan ya Bu Yanti, semoga lekas sembuh seperti sedia kala", 'Ucap Dokter yang tadi memeriksa kondisi kesehatan Yanti'.
"Baik dok", 'Jawab Yanti'.
"Kalau begitu, kita permisi dulu ya dok", 'Ucap Rina'.
"Iya Bu, silakan", 'Jawab Dokter'.
Rina dan Yanti pun keluar dari ruangan dokter Riska, dan mereka berdua berjalan di lorong rumah sakit menuju apotek untuk menebus obat Yanti.
"Rin, kenapa kamu iyain sih tadi untuk tetap minum obat rutinnya. Padahal kan ibu sudah ngak apa-apa Rin?, kan kamu sendiri tahu kalau ibu ngak suka minum obat", 'Ucap Yanti sambil berjalan'.
"Ini semuakan demi kebaikan ibu juga tadi kata dokter, emangnya ibu mau sakit seperti kemarin itu lagi. Kalau ibu mau mah, yaudah kita ngak perlu aja nih Nebus obatnya", 'Jawab Rina'.
"Ya kamu jangan bicara seperti itu lah Rin, ucapan itu adalah doa loh. Kamu ngedoain ibu ini sakit lagi?", 'Tanya Yanti'.
__ADS_1
"Lah ibu ini gimana sih, malah nanya balik sama aku. Aku itu kepengen ibu sehat-sehat aja Bu, ibu sendiri aja tuh yang ngak mau ikuti apa kata dokter", 'Jawab Rina'.
"Mendingan kita ikuti aja Bu, apa anjuran dokter itu. Ini semua demi kebaikan ibu juga kok, dokter juga ngak bakalan nyuruh kita buat minum obat lagi juga Bu kalau kita nya sendiri benar-benar udah sehat", 'Ucap Rina lagi'.
"Kan tadi kata dokter ibu udah ngak apa-apa Rin?", 'Ucap Yanti lagi'.
"iya Bu, tadi kan ibu juga dengar apa kata dokter. Sebaiknya di minum dulu aja, dan tadi ibu juga ngeiyain depan dokternya dan sekarang malah nyalahin aku", 'Jawab Rina pun berjalan terlebih dahulu daripada sang ibu, karena dia merasa kesal kepada sang ibu'.
"Rina... Rin... tungguin ibu Rin, kamu ini malah main ninggalin aja", 'Teriak Yanti'.
Rina hanya menoleh sesaat, dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Rina.... tunggu ibu dulu kamu jangan marah. Iya deh iya ibu minum obat sesuai anjuran dokter", 'Jawab Yanti lagi'.
Setelah mendengar itu semua, Rina pun menghentikan langkahnya dengan tersenyum.
Semenjak mengalami sakit kemarin ini, Yanti kadang menjadi orang yang pikun bahkan plin-plan. Dia sendiri tidak tahu dan tidak sadar apa yang tadinya dia ucapkan dan juga kadang perilakunya juga berubah, kadang bisa jadi kayak bocah.
Mungkin ini menjadi salah satu akibat dari penyakit stroke yang dia alami beberapa waktu yang lalu, meskipun itu hanya stroke ringan.
Otak membutuhkan pasokan darah untuk tetap dapat bekerja dengan baik. Nah, jika aliran darah tidak mencukupi maka kondisi dan kerja otak mengalami perubahan.
Beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan otak akibat stroke,
peradangan
Saat racun menyerang otak selama stroke, maka secara alami organ tubuh ini akan mencoba untuk memperbaiki dirinya. Namun, tak jarang usaha ini dapat menimbulkan peradangan yang berlebihan. Akibatnya, jaringan otak akan di banjiri dengan cairan dan sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Dan kondisi ini juga bisa menyebabkan pembengkakan (edema) yang dapat merusak fungsi otak normal.
__ADS_1
Kelebihan kalsium dan kekurangan natrium
Saat otak mengalami kerusakan akibat stroke, kalsium di tubuh bisa bocor kedalam sel otak. Ketika pasokan darah keotak tidak mencukupi, tandanya asupan oksigen juga berkurang. Akibatnya kadar kalsium menjadi tidak seimbang. Sementara itu, Sel otak di rancang tidak bisa merespon kalsium dalam jumlah yang besar. Akibatnya kerusakan otak tidak dapat di hindari lagi.
Di samping itu, natrium juga berfungsi untuk menjaga fungsi otak tetap normal. Namun saat stroke menyerang, natrium di dalam otak menjadi tidak seimbang sehingga bisa mengubah isi sel otak dan membuatnya rusak.
Sumber: www.hellosehat.com
*
"Ada apa fit kamu manggil saya?", 'Tanya Andra'.
"Hhmmm.... itu kak ada yang mau aku omongin", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah ayuk, kita bicara dimana?. Gimana kalau kita bicara di taman belakang kampung ini. Pasti kamu belum pernah ke sana kan", 'Ucap Andra'.
"Iya kak belum, tapi aku ngak bisa pergi jauh-jauh kak. Soalnya aku ada kelas pagi ini", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau begitu, gimana kalau kita bicaranya nanti siang aja kalau kelas kita sudah selesai. Ngak apa-apa kan?, biar kita ngobrolnya lebih santai", 'Ucap Andra lagi'.
"Iya ngak apa-apa kok kak. Kalau begitu aku ke kelas dulu ya kak, bentar lagi kelas aku di mulai soalnya", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau begitu, aku antar kamu ke kelas ya", 'Ucap Andra lagi'.
"Ngak perlu kak, aku bisa sendiri kok", 'Jawab Fitri'.
"Udah ngak apa-apa, tuan putri itu emang harus di kawal sampai ke kayangan oleh pangerannya", 'Ucap Andra tersenyum'.
__ADS_1
"Apa?, Andra manggil tuh anak baru dengan sebutan tuan putri?. Gue aja yang selama ini ngejar-ngejar dia, ngak pernah tuh yang namanya dia manggil-manggil dengan sebutan begitu. Liat aja ya lu anak baru, palingan lu itu juga jadi pelampiasan oleh Andra sama seperti kebanyakan perempuan yang di dekatnya", 'Gumam Sinta yang mendengar itu semua dari kejauhan'.
Sinta menatap tajam kearah Fitri dan Andra, dia juga menunjukkan tatapan tidak suka kepada mereka berdua. Dan juga Sinta juga semakin panas mendengar apa yang mereka bicara dari tadi.