ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 32


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Fitri dan kedua orang tuanya sampai juga di kota.


"tok...tok....Assalamualaikum", 'Ucap Fitri sambil mengetuk pintu rumah saudara ayahnya itu'.


"Waalaikumusalam, bentar....", 'Jawab Eli dari dalam rumah'.


"Fitri.....", 'Teriak Eli yang baru membukakan pintu dan berhamburan memeluk sang keponakan nya itu'.


"Iya Tante ini Fitri", 'Jawab Fitri yang juga membalas pelukan adik dari ayahnya itu'.


"Ya Allah nak, kamu sudah dewasa dan tumbuh dengan cantik dan manis", 'Ucap Eli yang memuji kecantikan Fitri'.


Gimana ngak di puji sama Tantenya si Fitri, dia itu putih, hidung mancung, tinggi, cantik, rambutnya lurus sebokong dan kalau pergi keluar rumah Fitri selalu menggunakan kerudung untuk menutupi auratnya, masyaallah. Dan di tambah dia juga pintar di sekolahan, siapa yang ngak kagum coba sama dia, hehehehe.


"Iya Tante, terimakasih", 'Ucap Fitri yang malu di puji oleh sang tante'.


"Ayo masuk-masuk", 'Ucap Eli mempersilahkan Fitri dan kedua orang tuanya untuk masuk'.


"Mbak bagaimana kabarnya?", 'Tanya Eli kepada Rina yang tidak lain adalah kakak iparnya sendiri'.


"Alhamdulillah baik El, seperti yang kamu lihat sendiri. kamu sendiri bagaimana?", 'Tanya Rina balik'.


"Alhamdulillah baik juga mba, seperti yang mbak liat juga", 'Jawab Eli tersenyum'.


"Ibu bapak bagaimana kabarnya mba?, kok ngak ikut", 'Tanya Eli lagi'.


"Alhamdulillah sehat El, udah ngak sanggup kalau perjalanan jauh El, maklum udah tua", 'Jawab Rina yang juga tersenyum'.


"Bram mana El?", 'Tanya Ben yang tidak melihat sosok adik iparnya itu dari tadi'.


"Belum pulang kerja mas, tapi bentar lagi nyampe kok katanya tadi udah di jalan pulang", 'Jawab Eli'.


"Udah sore loh ini", 'Ucap Ben lagi'.


"Ya begitu lah mas, kalau kerja kantoran. Apalagi akhir bulan ini jadi sering lembur", 'Jawab Eli'.


"Bela mana mbak, kok ngak ikut?", 'Tanya Eli yang tidak melihat sosok keponakan nya yang satu lagi'.


"Dia sekolah El, udah mau ujian juga jadi dia tidak bisa ikut pergi jauh-jauh dan juga libur lama. Takut pelajaran nya ketinggalan katanya", 'Jawab Rina'.


"udah kelas berapa dia mbak?", 'Tanya Eli'.


"Kelas 2 SMP El, tapi badannya melebihi kakaknya", 'Jawab Rina yang ketawa kecil'.


"Jadi Fitri di anggap adik dong mbak jadinya sama orang-orang?", 'Tanya Eli yang juga ketawa'.

__ADS_1


"Hahahaha iya El, kalau kita nemani Bela nih ya Beli baju nih misalnya. Adiknya ngak di beliin juga Bu", ' jawab Rina'.


"itu Fit, makanya makan yang banyak biar ngak di sangka adik lagi", 'Ucap Eli kepada sang keponakan'.


"Assalamualaikum.....", 'Ucap Bram suami Eli yang baru pulang kerja'.


"Waalaikumusalam", 'Jawab Semua orang yang ada di rumah tersebut'.


"Bram baru pulang?", 'Sapa Ben kepada adik iparnya itu'.


"Iya mas, biasa mas kalau udah akhir bulan itu", 'Jawab Bram dan menjabat tangan sang kakak ipar'.


"udah dari tadi mas sampainya?", 'Tanya Bram lagi'.


"Belum lama juga", 'Jawab Ben'.


"mbak gimana kabarnya?", 'Tanya Bram yang sekarang menyalami Rina'.


"Alhamdulillah Bram baik, seperti yang kamu lihat", 'Jawab Rina'.


"om....", 'Sapa Fitri yang menyalami Bram'.


"Hai fit, udah tambah gede aja nih keponakan om", 'Jawab Bram'.


"Mas....mbak duduk dulu aja ya, aku mau ganti baju dulu gerah soalnya", 'Ucap Bram yang pamit mau ke kamarnya terlebih dahulu'.


Bram pun melangkahkan kakinya menuju kamar, sedangkan Ben dan keluarganya masih stay di ruang tamu duduk melepas penat dan juga bercerita-cerita.


*


"Itu Bel, tadi Angga Mabuk dan berkelahi sama orang-orang disini", 'Jawab Hani'.


"Kenapa dia bisa berkelahi dan sampai babak belur seperti ini Han?", 'Tanya Bela lagi yang sekarang berada di dekat Angga'.


"Aku juga ngak tahu kejadian yang sebenarnya Bel, cuman aku tadi dengar keributan saja. Dan melihat Angga sudah terletak begitu saja di lantai", 'Jawab Hani'.


"Han tolong bantu aku bawa kak Angga ke rumah sakit", 'Ucap Bela'.


Hani pun juga meminta bantuan untuk mengangkat Angga menuju mobilnya dan segera membawa Angga ke klinik terdekat dari sini.


"sus bagaimana mana keadaan kak Angga?", 'Tanya Bela yang melihat suster yang keluar dari ruangan Angga berada saat ini'.


"Pasien tidak ada luka yang serius, dia hanya mengalami luka memar yang ada di wajahnya saja. Tetapi saat ini pasien belum sadarkan diri", 'Jawab Suster tersebut'.


"Apakah saya boleh masuk melihatnya sus?", 'Tanya Bela lagi'.

__ADS_1


"Iya silahkan mbak, kalau begitu saya permisi dulu ya mbak", 'Jawab Suster tersebut dan pamit dari ruangan itu'.


"terimakasih ya sus", 'Ucap Bela'.


Bela pun membuka pintu dan memasuki ruangan tempat Angga berada sekarang ini.


"Kak Angga", 'Ucap Bela dan memegang tangan Angga'.


"Fitri.....fit.....", 'Ucap Angga mengigau dan memanggil-manggil nama Fitri'.


Bela hanya diam saja saat Angga memanggil-manggil nama Fitri tersebut.


Tak lama kemudian Angga pun menarik tangan Bela kedalam pelukannya.


"Fit....Fitri kamu jangan pernah ninggalin aku lagi fit, Aku sayang dan cinta sama kamu fit", 'Ucap Angga saat bela berada di dekapannya'.


Bela pun hanya terdiam saja, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ide licik bela pun kembali muncul, yakni dengan memanfaatkan keadaan tersebut dengan mengambil beberapa gambar di handphone nya.


Bela ternyata sangat licik sekali, orang kesakitan sedangkan dia memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan urusannya, dan entah rencana licik apalagi yang akan di lakukan oleh dia.


*


"Ya Allah ini kak Angga kemana sih, kok jam segini belum pulang", 'Ucap Rara yang penuh ke khawatiran kepada sang kakak'.


Rara pun mencoba menghubungi Angga kembali, karena dari tadi tidak di angkat oleh Angga.


Bela yang masih berada di dekapan Angga merasakan ada getaran seperti getaran handphone di dalam saku celana yang di pakai oleh Angga, Bela pun mencoba mengambil handphone tersebut dan melepas dekapan Angga dengan pelan-pelan karena dia juga sudah merasa pegal dengan posisinya sekarang ini.


"Hallo.....", 'Ucap Bela mengangkat panggilan masuk ke handphone milik Angga tersebut, dan namanya yang tertera di sana adalah Rara'.


"Hallo kak, kak Angga di mana?", 'Tanya Rara yang mendengar suara dari sebrang teleponnya itu'.


"Hallo ini bukan Angga", 'Jawab Bela'.


"Kak Angga nya mana, dan kamu siapa?", 'Tanya Rara lagi yang takut terjadi apa-apa dengan sang kakak'.


"Ini aku Bela, Angga sekarang lagi di Klinik", 'Jawab Bela'.


"Di klinik, apa yang terjadi dengan kak Angga?", 'Tanya Rara lagi'.


"Tadi Angga di kereyok sama orang", 'Jawab Bela dengan entengnya'.


"Astaghfirullah kak Angga, terus gimana keadaan kakak saya sekarang?, dan dia di mana sekarang?", 'Tanya Rara dengan bertubi-tubi'.


"Dia sekarang ada di klinik c.m, ntar aku kirimin lokasi nya ke kamu", 'Jawab Bela dan mematikan sambungan telepon tersebut'.

__ADS_1


Rara pun bergegas menuju lokasi yang telah di kirimin oleh Bela, karena dia sangat khawatir dengan sang kakak.


__ADS_2