ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 44


__ADS_3

"Kak Jeni", 'Sapa Rara'.


"Hei juga Ra....", 'Sapa Jeni balik'.


"Kebetulan bangat ya kak kita ketemu disini, kakak sendirian?", 'Tanya Rara'.


"Iya Ra, bosan di rumah juga sendirian jadi keluar deh cari angin sambil beli makan. Kamu sama siapa?", 'Tanya Jeni balik'.


"Sendiri juga kak, tadi kak Angga nitip bakso", 'Jawab Rara'.


Rara dan Jeni bertemu di tempat tukang bakso.


"Kabar Angga gimana Ra?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Alhamdulillah baik kak, sangat baik malahan", 'Jawab Rara'.


"Sangat baik?", 'Ucap Jeni menaikan alisnya'.


"Iya kak, Alhamdulillah kak Angga sekarang udah ngak apa-apa. Ini semua berkat kak Fitri", 'Ucap Rara'.


"Jadi Fitri udah menghubungi Angga?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Udah kak, dan semenjak kak Angga bicara sama kak Fitri itu, kak Angga jadi berubah drastis kembali seperti sedia kala", 'Jawab Rara'.


"Emang apa yang di bicarakan oleh Fitri kepada Angga Ra, sampai Angga langsung berubah secara drastis begitu", 'Tanya Jeni lagi'.


"Ya aku ngak tahu juga kak", 'Jawab Rara'.


"Syukur Alhamdulillah ya Ra, Angga bisa kembali seperti dulu lagi. Aku ikut senang dengarnya", 'Ucap Jeni'.


"Iya kak, apalagi aku kak. Aku yang juga hampir stress juga melihat kondisi kak Angga begitu kak, sempat binggung juga mau ngapain. Dan aku hampir beberapa hari gitu ngak sekolah, karena ngak tega ninggalin kak angganya sendiri kak pikiran aku kemana-mana", 'Ucap Rara'.


"Ya Allah, kasian aku dengarnya Ra. Aku turut prihatin loh Ra sama kamu, dan aku juga kagum bangat sama kamu. Kamu mau merawat Angga sendirian, yang notabene dia bukan kakak kandung kamu loh", 'Ucap Jeni dengan hati-hati takut Rara tersinggung'.


"Ya seperti itu lah kak, Aku sudah menganggap kak Angga itu kakak kandung aku sendiri. Dan aku juga ngak tahu kenapa kak, aku bisa dan berani gitu merawat kak Angga yang seperti itu kemarin ini. Padahal jika aku kasih tahu orang tuanya pun, mereka pasti akan pulang untuk melihat kondisi kak Angga', 'Ucap Rara lagi'.


"Kamu hebat loh Ra, aku ngak bisa ngebayangin kalau aku yang ada di posisi kamu saat itu", 'Ucap Jeni lagi'.


"Iya kak, aku aja juga ngak percaya sama diri aku sendiri kalau aku bisa ngelakuin itu sendirian", 'ucap Rara lagi'.


"Neng ini pesanannya", 'Ucap Tukang bakso yang memotong pembicaraan antara Rara dan Jeni'.


"Iya mang, ini uangnya", 'Ucap Rara sembari memberikan uang 50rb'.


"Ini neng, kembaliannya", ' Ucap Tukang bakso itu lagi memberikan kembalian uang Rara'.

__ADS_1


"Terimakasih ya mang", 'Ucap Rara'.


"Kak Jeni, aku duluan ya", 'Ucap Rara kepada Jeni'.


"Aku ikut dong Ra, aku mau liat kondisi Angga. Tapi tunggu bentar ya, aku bungkus aja baksonya jadinya biar kita bisa makan bareng ntar", 'Ucap Jeni dan membawa bakso yang tadi sudah dia racik bumbunya ke gerobak abang-abang nya lagi'.


"Oke kak", ' Ucap Rara'.


"Mang, ini baksonya tolong di bungkus aja ya, soalnya saya mau pergi sama teman saya ini", 'Ucap Jeni memberikan mangkoknya yang berisi bakso'.


"Yasudah Jen, sini saya bungkusin", 'Jawab Tukang bakso tersebut'.


tukang bakso itu kenal dengan Jeni, karena ini adalah tempat bakso langganan dia dan teman-temannya termasuk Angga dan Fitri juga.


Setelah membungkus bakso itu, Jeni dan Rara pun menuju rumah Angga.


*


"Hallo Fit", 'Ucap Rina melalui sambungan telepon'.


"Iya Bu, ibu apa kabar?", 'Tanya Fitri'.


"Alhamdulillah baik nak, kamu sendiri gimana kabarnya?", 'Tanya Rina kembali'.


"Kabar yang lainnya gimana Bu?", 'Tanya Fitri lagi'.


"Alhamdulillah baik juga nak", 'Jawab Rina'.


"Kamu lagi di mana fit?", 'Tanya Rina lagi'.


"Aku di rumah Bu, Baru pulang nemani Tante belanja bulanan", 'Jawab Fitri'.


"Kamu baik-baik ya nak di sana, jangan suka ngerepotin Tante dan om kamu", 'Ucap Rina'.


"Iya Bu, Fitri akan selalu ingat ucapan ibu", 'Jawab Fitri'.


"Kamu ngak pulang fit pada hari kelulusan nantinya?", 'Tanya Rina lagi'.


"Belum tahu Bu, liat nanti aja", 'Jawab Fitri'.


"Tante kamu mana nak, ibu mau bicara", 'Ucap Rina'.


"Ini ada Bu, aku kasih handphone nya ke Tante dulu ya Bu", 'Ucap Fitri'.


Fitri pun memberikan handphone nya kepada adik dari ayahnya itu.

__ADS_1


"Hallo Mbak, mbak apa kabar?", 'Sapa Eli'.


"Alhamdulillah mbak baik El, kamu sendiri gimana kabarnya?", 'Tanya Rina'.


"Alhamdulillah baik juga mba", 'Jawab Eli'.


"Fitri gimana di sana El, ngak nyusahin kamj kan?", 'Tanya Rina lagi'.


"Engga kok mbak, Fitri ngak pernah sedikitpun nyusahin aku maupun mas Bram", 'Jawab Eli'.


"Kamu serius El, kamu ngak bohong kan?", 'Tanya Rina lagi karena dia merasa enggak enak dengan iparnya itu kalau seandainya Fitri berbuat Ulah'.


"Iya Tan, buat apa juga coba aku bohong sama mbak. Ngak ada gunanya juga mbak", 'Ucap Eli'.


"Ya karena mbak merasa ngak enak sama kamu dan Bram, kalau seandainya Fitri bikin ulah di sana", 'Ucap Rina'.


"Udah mbak, Mbak jangan khawatir berlebihan dengan Fitri di sini. Karena ada aku dan mas Bram yang akan jaga dan nasehatk Fitri jika dia berbuat yang ngak baik mbak", 'Ucap Eli'.


"Iya El", 'Jawab Rina'.


"Malahan aku itu senang mbak, kalau Fitri di sini itu. Jadinya aku ada teman kalau seandainya mas Bram Sibuk", 'Ucap Eli lagi'.


"Iya El, Alhamdulillah kalau Fitri itu bisa nemani kamu di sana", 'Jawab Rina'.


"Iya mbak, terimakasih ya mbak udah biarin Fitri tinggal di sini sama aku dan mas Bram", 'Ucap Eli lagi'.


"Iya El, sebenarnya mbak yang ngak enak hati nitipin Fitri di sana", 'Ucap Rina lagi'.


"Ngak mbak, malahan aku senang mbak", 'Jawab Eli'.


"Yasudah kalau gitu mbak titip Fitri ya El, tegur aja dia kalau seandainya dia berbuat salah. Kalau perlu jewer aja telinganya", 'Ucap Rina lagi'.


"Iya mbak, aku udah Angga Fitri seperti anak aku sendiri juga kok mbak", 'Jawab Eli'.


"Yasudah kalau gitu, mbak tutup dulu ya telepon nya. Salam sama Bram", 'Ucap Rina'.


"Iya mbak, salam juga sama keluarga yang ada di sana ya mbak", 'Jawab Eli'.


Sambungan telepon antara Rina dan Juga Eli pun terputus.


"Beruntung sekali kamu Fit, mempunyai seorang ibu yang selalu memikirkan dan menyayangi kamu", 'Gumam Eli dalam hati menatap keponakannya itu'.


"Terimakasih ya Allah Engkau telah menitipkan Fitri kepada diri Hamba mu ibu, walaupun itu hanya sementara ya Allah", 'Gumam Eli lagi dalam Hati'.


"Ya Allah kapan Hamba bisa engkau percaya kembali mempunyai seorang keturunan Ya Allah, karena Hamba sangat merindukan seorang anak Ya Allah. Meskipun saat ini kerinduan ini bisa terobati sementara waktu atas kehadiran Fitri, tapi jika nanti Fitri sudah tidak di sini lagi, pasti akan kembali merindukan sosok itu ya Allah", 'Gumam Eli lagi dalam hatinya sambil Berdoa'.

__ADS_1


__ADS_2