
Tin....tin..,... (Suara klakson mobil).
"Yah, itu suara klakson mobil siapa?, ayah ada tamu?", 'Tanya Rina kepada sang suami'.
"Ngak Bu, ayah ada tamu deh perasaan", 'Jawab Ben'.
"Yasudah kalau gitu, Ibu liat dulu aja yah", 'Ucap Rina'.
"Iya Bu, sana liat dulu", 'Jawab Ben'.
Rina pun berjalan menuju pintu rumah, karena dia penasaran dengan klakson mobil yang berbunyi dari tadi seperti persis di depan rumahnya.
"Itu mobil siapa ya?", 'Gumam Rina yang masih di ambang pintu'.
Tak lama kemudian keluarlah Fitri dan Eli dari dalam mobil tersebut, sehingga Rina terkejut karena dia tidak menyangka putri sulung dan adik iparnya itu tepat berada di depannya sekarang ini.
"Ayah... Fitri pulang nih sama Eli juga", 'Teriak Rina kepada suaminya yang berada di dalam rumah'.
"Kalian kok ngak bilang dulu kalau mau pulang?", 'Tanya Rina'.
"Ya kalau bilang mah namanya bukan kejutan Bu", 'Jawab Fitri'
"Iya tuh mbak, jadi kita berdua sengaja ngak berisi tahu mbak", 'Jawab Eli juga yang tersenyum melihat rencana mereka berhasil'.
"Yasudah yuk masuk yuk", 'Ajak Rina.kepada Fitri dan Eli'.
"Mang nanti koper sama tasnya langsung bawa masuk aja ya, mamang juga masuk istirahat", 'Teriak Eli kepada sopir suaminya itu'.
"Baik buk", 'Jawab Pak Ujang sopir yang mengantar Eli dan Fitri ke kampung'.
"Ya Allah, Eli Fitri kalian kenapa ngak bilang dulu kalau mau pulang", 'Ucap Ben yang juga kaget melihat kedatangan anak sulung dan adik kandungnya itu'.
"Ya kalau bilang-bilang mah namanya bukan kejutan yah", 'Jawab Fitri yang sekarang duduk bersama yang lainnya'.
Sedangkan Rina pun beranjak ke dapur menyuguhkan minum dan beberapa cemilan.
"Bram mana El, kok ngak ikut?", 'Tanya Ben'.
"Mas Bram lagi ada dinas keluar kota mas, makanya saya ikut Fitri pulang kampung, soalnya bosan juga mas saya sendirian di rumah", 'Jawab Eli'.
"Kakek, nenek, sama bela mana yah?", 'Tanya Fitri'.
"Kakek sama nenek ada tuh di kamar kayaknya tadi kalau ngak di halaman belakang, Bela ngerjain tugas tempat temannya", 'Jawab Ben'.
Fitri pun beranjak dari tempat duduknya, untuk mencari keberadaan orang tua dari ibunya itu.
__ADS_1
"Kakek, nenek.....", 'Sapa Fitri dan menjumpai mereka di halaman belakang rumah'.
"Ya Allah nduk, kamu kapan datangnya?", 'Tanya Yanti yang tidak menyangka cucu kesayangannya itu ada di depannya sekarang ini'.
"Belum lama nek", 'Jawab Fitri'.
"Nenek kangen bangat sama kamu", 'Ucap Yanti lagi'.
"Sama nek, Fitri juga kangen nenek", 'Jawab Fitri dan memeluk ibu dari ibunya itu'.
"Sama kakek berarti ngak kangen ya", 'Ucap Yanto dengan cemberut'
"Kangen dong pasti nya", 'Jawab Fitri yang beralih memeluk sang kakek'.
"Kita ke dalam yuk Nek kek, ada Tante Eli juga yang ikut kesini", 'Ajak Fitri dan dia mengandeng Kakek dan neneknya tersebut untuk masuk kedalam rumah'.
"Nenek senang bangat, kamu pulang nduk", 'Ucap Yanti'.
"Sama nek, Fitri juga senang bangat. Baru beberapa hari aja Fitri di kota, udah kangen bangat sama rumah, nenek, kakek, ayah, ibu, dan juga bela", 'Jawab Fitri'.
Fitri tidak menyangka bahwa dia di kelilingi oleh orang-orang yang menyayangi dan juga peduli dengan dirinya.
"Eli apa kabar nak?", 'Sapa Yanti'.
"Alhamdulillah baik Bu, ibu sendiri gimana?", 'Tanya Eli'.
"Suami kamu ngak ikut El?", 'Tanya Yanto sekarang'.
"Ngak pak, dia lagi dinas keluar kota", 'Jawab Eli'.
Mereka pun berbincang-bincang dan juga minum dan makan cemilan yang di suguhkan oleh Rina. Terlihat sekali kehangatan keluarga di dalam keluarga ini, meskipun di sana juga terdapat sopir yang mengantar Fitri dan Eli ke sini tetapi keluarga mereka tidak membeda-bedakan nya sama sekali. Begitupun yang di rasakan Oleh fitri saat berada di rumah Eli dan Bram di kota.
"Terimakasih Ya Allah, engkau hadirkan Hamba di tengah-tengah kehangatan keluarga yang seperti ini. Yang sayang dan peduli dengan Hamba, ya Allah. Dan semoga kelak hamba bisa membanggakan mereka", 'Gumam Fitri dalam hati melihat kehangatan keluarganya ini'.
"Yasudah istirahat dulu sana, Fitri kamu sama Tante Eli ya. Biar mamang Ujang di kamar tamu", 'Ucap Rina'.
Karena kamar tamu di rumah Fitri hanya satu, karena jarang sekali ada tamu yang nginap disini.
"Iya Bu", 'Jawab Fitri'.
"Saya bisa tidur di mobil buk", 'Jawab Mang ujang'.
"Ngak mang, mamang itu tamu di sini. Tidur di mobil itu ngak baik mang, lagian juga cuaca di sini dingin apalagi kalau malam", 'Ucap Rina'.
"Iya benar tuh mang Ujang apa yang di bilang mbak Rina, mamang tidur di kamar tamu saja. Saya bisa tidur sama Fitri", 'Ucap Eli'.
__ADS_1
"Baik buk, kalau begitu", 'Jawab mang Ujang setelah perdebatan panjang'.
Eli, fit, dan mang Ujang pun di persilahkan masuk ke kamarnya masing-masing.
"Ini hasil karya kamu semua Fit?", 'Tanya Eli saat melihat berbagai macam lukisan yang tertempel di Mading kamar Fitri'.
"Iya Tan", 'Jawab Fitri tersenyum'.
"Wah ini bagus-bagus bangat fit, kamu kenapa ngak ikut lomba melukis aja. Tante yakin pasti kamu menang", 'Ucap Rina'.
"Belum percaya diri aku tuh Tan", 'Jawab Fitri'.
"Karya kamu sebagus ini aja, kamu belum percaya diri?", 'Tanya Rina'.
Fitri pun mengangguk menandakan iya jawaban atas pertanyaan dari tantenya itu.
Setelah melihat-lihat banyak lukisan yang tertempel itu, mata Eli pun kembali tertuju kepada salah satu design gaun.
"Ini kamu juga fit yang bikin?", 'Tanya Eli lagi'.
dan Fitri pun kembali mengangguk.
"Ini bagus bangat fit gaunnya, ini gaun pengantin kamu kelak?", 'Tanya Eli lagi'.
"Ngak tahu juga Tan, aku cuman mendesign asal aja. Ngak tahu juga hasilnya akan sebagus ini", 'Jawab Fitri'.
"Semoga kamu jadi desainer terkenal ya nak, bahkan sampai ke mancanegara", 'Ucap Eli'.
"Aamiin, terimakasih Tante. Doain Fitri ya tan", 'Jawab Fitri'.
"Pasti sayang, Tante pasti doain kamu", 'Ucap Eli'.
Setelah melihat-lihat hasil karya Fitri, Eli dan Fitri pun merebahkan badannya di atas ranjang milik Fitri. Kamar Fitri ini tertata dengan rapi dan banyak hasil karya tangannya tertempel di Mading yang di buat sendiri oleh Fitri.
*
Hari ini Fitri pun menuju sekolahnya, untuk merayakan hari kelulusannya bersama teman-temannya.
Fitri pun menggunakan masker dan minta di anter oleh sopir Tantenya, agar memperlancar rencananya memberikan kejutan kepada teman-temannya terutama Jeni.
Sesampai di sekolah, Fitri pun selalu mendekat dengan Jeni dan teman-temannya yang lain. Tetapi mereka tidak mengindahkan Fitri. Setelah cukup lama membuat teman-teman nya jengkel dengan ulahnya itu, Fitri pun membuka maskernya.
"Fitri......", 'Teriak Jeni dan memeluk Fitri'.
Yang lain pun kaget mendengar teriakkan Jeni tersebut.
__ADS_1
"Fit.... kapan dia pulang ya?", 'Gumam Angga dalam hati'.