ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 68


__ADS_3

"Alhamdulillah ya, persentasi kita hari ini lancar", 'Ucap Bela'.


"Iya Bel, tadi kamu keren bangat loh dan juga kamu nguasai semua materinya. Dan kita juga bisa jawab pertanyaan-pertanyaan dari semua kelompok", 'Jawab Ina memuji Bela'.


"Iya betul itu apa kata Ina, tadi penyampaian kamu tentang materi Kita lancar bangat loh Bel dan juga penjelasan kamu itu jelas dan tutur kata kamu juga bangat. Aku aja sampai terperangah melihat kamu presentasi", 'Ucap Inggrid juga'.


"Terlalu lebay kamu itu ing, pakai terpengah segala. Terlalu berlebihan itu namanya", 'Jawab Bela'.


"Iya beneran Bel", 'Ucap Inggrid'.


"Iya deh, terserah kamu aja lah Ing", 'Jawab Bela'.


Bela memang sang pintar dan presentasi, baik itu bahasa Indonesia maupun Inggris, dan juga public speaking nya bagus. Tutur katanya bagus dan juga cara penyampaian materi nya juga jelas. Jadi di jamin semua orang yang mendengarnya pasti akan mengerti, mungkin hanya orang tuli dan tidak mendengar dengan baik yang tidak akan mengerti, hehehe.


"Terimakasih ya kalian sudah mencantumkan nama aku di tugas ini, padahal aku ngak terlalu ada kerja", 'Ucap Bela lagi'.


"Iya bel sama-sama, kamu ngak kerjakan karena nenek kamu sakit. Namanya musibah kita ngak ada yang tahu bel, kecuali kamunya main sana main sini, dan ngak ikut ngerjainnya baru ngak kita tulis namanya", Jawab Ina'.


"Iya Bel, betul juga tuh kata Ina. Dan berkat kamu juga, nilai kita jadi pada tinggi", 'Ucap Mita juga'.


"Oh iya bel, gimana kondisi nenek kamu?", 'Tanya Ina lagi'.


"Alhamdulillah udah baikan kok Na, dan kamarin udah balik dari rumah sakit", 'Jawab Bela'.


"Semoga nenek kamu cepat sembuh ya bel", 'Ucap Tari'.


"Iya tar, makasih ya", 'Jawab Bela'.


"Gimana kalau ntar pulang sekolah kita ke rumah Bela jengguk neneknya", 'Usul Ina'.


"Ayuk, aku sih setuju-setuju aja. Lagian ntar abis sekolah juga ngak kemana-mana. Mau jalan sama ayang juga ngak punya ayang", 'Jawab Inggrid yang selalu membuat orang ketawa dengan ucapannya itu'.


"Hahaha Ing ing, gimana mau punya ayang kamu itu, di dekatin cowok aja kabur", 'Ucap Tari'.


"Kabur gimana tar?", 'Tanya Bela yang ngak tahu ceritanya'.


"Hust.. tari kamu jangan bikin aku malu", 'Ucap Inggrid yang berusaha menutup mulut Tari'.


"Iya Bel, waktu itu pernah ada cowok yang dekatin dan minta nomor handphone nya, eh tuh anak lah lari terbirit-birit", 'Jawab Tari yang berusaha mengelak dari Inggrid'.

__ADS_1


"Cowoknya anak sekolah di sini?", 'Tanya Ina yang juga kepo sama ceritanya'.


"Iya, tapi adik kelas kayaknya", 'Jawab Tari'.


"Hahaha lah kenapa kamu kabur ing?", 'Tanya Bela yang ketawa mendengarnya'.


"Ya geli aja gitu, ngak nyaman", 'Jawab Inggri bergidik geli'.


"Hahaha ceritanya cowok Mulu, tapi giliran di dekatin kabur. Ada-ada aja kamu itu ing, hahah", 'Ucap Ina yang juga tertawa mendengarnya'.


"Gayanya doang sok punya nyali. Ganteng tuh cowok deketin ah, tapi giliran di dekatin malah kabur, hahaah", 'Jawab Mita yang juga membuli Inggrid'.


"Ayo masuk yuk, Udah bel tuh. Ntar kita telat di hukum lagi, ini kan jam pelajarannya pak Bambang", 'Ucap Inggrid dan menarik teman-temannya untuk menuju kelas'.


Bela dan yang lainnya masih tertawa sambil berjalan menuju kelas, setelah mendengar cerita dari Tari barusan.


*


"Ra... kita keluar yuk beli makan. Kakak laper nih", 'Ucap Angga yang melihat Rara menonton televisi'.


"Beli makan apa kak sore-sore begini?. ntar aja malam kak", 'Tanya Rara yang masih fokus menatap televisi tersebut'.


"Lapernya sekarang, beli makannya malam gitu", 'Jawab Angga'.


"Ya makan apa aja Ra, beli bakso kek, seblak kek, terserah lah yang penting makanan. Sore-sore gini juga udah banyak kali Ra yang jualan", 'Jawab Angga'.


"Yasudah ayuk, dari pada nanti kak mati kelaparan. Kan ngak bagus tuh nanti beritanya keluar di koran, putral tunggal pewaris satu-satunya Wijaya group meninggal karena kelaparan, ngak enak dengarnya", 'Ucap Rara dan mematikan televisi'.


"Kamu mendoakan kakak cepat mati gitu?", 'Tanya Angga'.


"Ya nggak lah kak, yasudah yuk dari pada nanti mati kelaparan", 'Jawab Rara dan menarik sang kakak'.


"Rara...", 'Teriak Angga'.


"UPS.... iya-iya", 'Jawab Rara dan menutup mulutnya menggunakan tangan'.


Angga paling tidak suka mendengar orang bicara tentang kematian, menurutnya itu sudah kehendak Allah SWT. Meskipun hanya becandaan tapi Angga tetap tidak suka mendengar nya, dia akan marah jika mendengar itu semua.


Setelah putar-putar nyari makanan menggunakan motor, Angga dan Rara akhirnya pun memutuskan untuk memakan bakso langganan mereka saja.

__ADS_1


"Kak.....", 'panggil Rara yang baru duduk setelah memesan bakso untuk mereka berdua'.


"Hhhmm", 'Jawab Angga'.


"Kak Angga", 'Ucap Rara lagi'.


"Iya Ra, ada apa sih?", 'Tanya Angga'.


"Gitu dong, kalau orang manggil itu di jawab bukan hhm doang", 'Jawab Rara'.


"Gimana kabar kak Fitri kak?", 'Tanya Rara lagi memberanikan diri untuk bertanya kepada kakak sepupunya itu'.


"Kakak ngak tahu Ra", 'Jawab Angga singkat'.


"Emangnya kakak ngak pernah kontekkan lagi sama dia?", 'Tanya Rara lagi'.


"kakak hanya menjalankan apa yang dia pinta Ra", 'Jawab Angga sambil meracik bakso pesannya yang sudah datang'.


"menjalankan apa yang dia pinta?", 'Tanya Rara yang kebinggungan'.


"Iya, dia itu minta kakak untuk menjaga jarak dengannya. Katanya dia ingin fokus kuliah dan meraih impiannya, dan dia juga tidak ingin kakak terlalu berharap lebih sama dia. Dan kalau seandainya nanti kita memang berjodoh, pasti kelak juga akan di pertemuan kembali", 'Jawab Angga'.


"Terus kakak mau gitu?", 'Tanya Rara lagi'.


"Ya mau gimana Ra, mau ngak mau suka ngak suka dia tetap akan menjaga jarak dengan kakak, jadi kakak harus gimana lagi. ya kakak terpaksa melakukan semuanya demi kebahagiaan dan kenyamanan Fitri juga Ra, kakak ngak boleh egois juga ra", 'Jawab Angga'.


"Terus kakak sudah menjelaskan semuanya kepada kak Fitri?", 'Tanya Rara lagi dan kemudian menyuap bakso miliknya'.


"Kakak udah berusaha buat jelasin Ra, tadi Fitrinya sendiri yang ngak mau. Katanya tidak perlu mengungkit yang telah berlalu, yaudah jadinya Kakak diam aja", 'Jawab Angga'.


"Terus sekarang gimana kak?", 'Tanya Rara lagi'.


"Gimana apanya?", 'Tanya Angga balik'.


"Ya gimana hubungan Kakak sama kak Fitri?", 'Tanya Rara'.


"Ya gini-gini aja Ra", 'Jawab Angga singkat'.


"Terus perasaan kakak?", 'Tanya Rara lagi'.

__ADS_1


"Kakak akan mengubur perasaan kakak dalam-dalam Ra, kalau seandainya kelak kakak berjodoh dengan Fitri pasti akan di pertemukan dan di satukan lagi kok. Tapi jika tidak, itu semua sudah di luar kendali kak, kakak hanya bisa pasrah", 'Jawab Angga'.


Rara salut dengan kakak sepupunya itu sekarang, dia bisa sekuat dan setegar ini sekarang. Padahal waktu pertama kali di tinggal Fitri ke kota, dia hampir stress.


__ADS_2