ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 84


__ADS_3

"Apa....., Fitri jatuh?", 'Ucap Andra dengan keras mendengar pembicaraan Bram dengan beberapa orang dosen di ruang dosen, seakan Andra sadar dengan keberadaan nya sekarang, dia pun menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya'.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Fitri, berarti nanti pulang kuliah aku harus ke rumahnya buat jengukin dia", 'Ucap Andra lagi'.


Andra pun tetap melanjutkan ngupingnya, untuk mengetahui kondisi Fitri saat ini. Kalau dia nanya langsung nanti ke Pak Bram, malu dong. Malu iya, gengsi juga iya nih, hehehe.


"Woi ndra... Lu lagi ngapain sih?", 'Tanya Keni mengagetkan Andra'.


"Hush......, berisik amat lu itu, udah sana jauh-jauh", 'Jawab Andra dan mengibas-ngibaskan tangannya yang mengisyaratkan Keni untuk pergi'.


Keni pun akhirnya pergi dan meninggalkan Andra seorang diri di sana, yang entah apa yang dia lakukan Keni pun tidak tahu.


"Ehmm.....", 'Bu Mita sambil menepuk pundak Andra'.


"Apaan sih lu Ken, kan gua udah bilang ke kelas duluan", 'Jawab Andra yang tidak tahu sosok di belakang dia saat ini bukanlah Keni melainkan Bu Mita salah satu dosen di kampus ini'.


"Ehemm.... Fransisco Andra Santoso", 'Ucap Bu Mita lagi'.


Andra yang menyadari itu bukanlah suara Keni, tetapi dia juga sangat familiar dengan suara tersebut. Andra pun menoleh ke belakang, untuk melihat siapakah sosok yang berada di belakangnya saat ini.


"Pagi Bu.....", 'Sapa Andra yang cengangas-cengenges'.


"Lagi ngapain kamu di sini?, kuping?", 'Tanya Mita lagi'.


"Hhmm... ngak kok Bu, saya permisi dulu ya Bu, soalnya bentar lagi kelas saya di mulai", 'Jawab Andra yang kabur dari hadapan Bu Mita'.


"Ada-ada aja tingkahnya itu anak", 'Ucap Mita menggeleng-gelengkan kepalanya'.


Mita pun membiarkan Andra pergi dan lebih memilih masuk ke dalam ruangannya, sedangkan itu Andra lari terbirit-birit karena dia takut di hukum Bu Mita nantinya.


"Lu ngapain sih Ndra, kayak di kejar setan aja", 'Tanya Keni'.

__ADS_1


"Emang iya gua di kejar setan", 'Jawab Andra yang masih ngos-ngosan'.


"Ye... mana ada setan udah terang begini", 'Ucap Beni'.


"Adalah itu Elu, mirip setan", 'Jawab Andra menyemprot Beni'.


"Lu sih Ken main ninggalin gua aja, terus pergi ngak bilang-bilang lagi", 'Ucap Andra'.


"Lah kok gua yang di salahin, orang lu sendiri yang nyuruh gua buat pergi, ya gua pergi lah", 'Jawab Keni yang tidak terima di salahin oleh Andra'.


"Ya terus ngapain lu main tinggal aja gitu yang gua maksud?", 'Tanya Andra lagi'.


"Ya kan lu sendiri yang nyuruh gua jauh-jauh dari sana, ya gua pergi lah", 'Jawab Keni'.


"Gara-gara lu ya, gua jadi ketahuan bu Mita", 'Ucap Andra yang masih kesal'.


"Ya salah lu sendiri lah, kok nyalahin gua. Ya salah lu sendiri juga ngapain nguping di sana", 'Jawab Keni'.


"Emangnya lu nguping apaan Ndra?", 'Tanya Beni yang ikut-ikutan nimbrung'.


"Apaan sih Ken?", 'Tanya Beni beralih kepada Keni'.


"Adalah lah kepo amat sih lu jadi orang", 'Jawab Keni'.


"Ya kan gua juga penasaran", 'Ucap Beni'.


"Selamat pagi semuanya", 'Ucap pak Hari yang masuk ke kelas Andra'.


Pembicaraan Beni dan Keni pun terhenti, karena Dosen mereka sudah masuk kedalam. Dan kelas pun akan di mulai, bisa-bisa mereka nanti di usir dari kelas kalau masih sibuk ngobrol.


Andra dan teman-temannya memang lah anak-anak yang terkenal dengan bandel dan suka ngisengin yang lain. Tetapi jika kelas sudah di mulai jadi mereka tidak akan ada yang berulah lagi. Mereka bandel-bandel tapi ngak main-main kalau Udah kelasnya di mulai. tuh buktinya mereka mengerjakan skripsi tepat waktu, dan belum pernah juga sejarahnya mereka di usir dari kelas.

__ADS_1


*


"Bella..... Dari mana saja kamu?", 'Tegur Rina saat Bela baru sampai rumah'.


"Ya dari sekolah Bu, dari mana lagi", 'Jawab Bela'.


"Udah lah Bel kamu ngak perlu bohongi ibu, ibu udah tahu kalau hari ini kamu ngak masuk sekolahkan?,'Tanya Rina balik'.


Bela hanya terdiam menunduk tanpa menjawab pertanyaan dari ibu nya itu. Bela tidak menyangka kalau gurunya sampai nelpon Ibunya kalau hari ini dia tidak masuk. Padahal tadi Bela udah ngirim surat dan juga malsuin tanda tangan orang tuanya.


"Kenapa kamu diam aja, jawab pertanyaan Ibu Bella?. Kemana saja kamu itu sampai tidak masuk sekolah?, Tadi itu guru kamu nelpon kalau kamu dan beberapa teman kamu hari ini ngak masuk sekolah dan juga katanya kamu ngirim surat kalau kamu lagi sakit. Siapa yang ngajarin kamu seperti itu bel, siapa?... Ibu rasa ibu tidak pernah ngajarin kamu seperti itu, ibu pikir ibu sudah baik dalam mendidik kamu ternyata ibu salah. Tadi kamu berangkat dari rumah, terus kamu kemana?", 'Tanya Rina lagi yang tak kuasa menahan air matanya, dan juga dia merasa gagal dalam mendidik Bela'.


Guru Bela di sekolah merasa janggal dengan surat yang di kirim oleh Bela dan Teman-temannya, bisa-bisa nya mereka tidak masuk sekolah berbarengan dan dengan alasan yang sama yaitu sakit. Oleh karena itu lah, guru Bela menghubungi orang tua dari murid-murid nya tersebut, untuk memastikan apakah benar murid-muridnya itu sakit atau tidak.


"Jawab Pertanyaan ibu Bela, kamu itu dari mana?. Dan kenapa kamu itu bolos sekolah?, ngirim surat kalau kamu sakit segala lagi dan juga kamu malsuin tanda tangan ayah atau ibu?, padahal tadi kamu udah berangkat ke sekolah loh dari rumah", 'Tanya Rina lagi'.


"i-iya Bu.... tadi pas aku sampai di rumah Tari perut aku tiba-tiba sakit", 'Jawab Bela gugup'.


"Terus..... Tarinya juga ikut-ikutan sakit perut gitu?", 'Tanya Rina lagi'.


"Iya Bu.... Dia sakit perut karena halangan hari pertama Bu", 'Jawab Bela lagi yang masih menundukkan kepalanya'.


"Terus teman-teman kamu yang lain juga?, kalau ngak salah tadi kata guru kamu itu ada 5 apa 6 gitu. Udah Bel kamu pikir ibu ini percaya sama apa yang kamu ucapkan barusan. Mulai besok kamu ngak boleh lagi bawa motor sendirian ke sekolah, dan nanti kamu akan ibu yang antar atau ayah", 'Ucap Rina lagi'.


"Ta-tapi Bu..... Aku ini udah gede Bu, masak ke sekolah di anter sih Bu", 'Jawab Bela yang tidak setuju dengan ucapan Ibunya barusan'.


"Kamu harus ikutin apa kata ibu, harusnya kamu itu mencontoh kakak kamu tuh, Fitri. Dia ngak pernah tuh yang namanya bolos sekolah seperti kamu ini. Sakit aja dia tetap pergi sekolah, sampai segitunya dia ngak mau ketinggalan pelajaran. Ini kamu ngak", 'Ucap Rina'.


"Kak Fitri lagi kak Fitri lagi, kenapa sih ibu selalu membanggakan aku sama kak Fitri. Kita itu berbeda Bu", 'Jawab Bela yang tidak terima'.


"Iya beda lah, dia disiplin sedangkan kamu ngak. Dan juga mulai besok kamu ngak boleh lagi bergaul tuh sama teman-teman kamu itu, mau jadi apa kamu nantinya bergaul sama mereka", 'Ucap Rina lagi'.

__ADS_1


"Ibu ini apaan sih, semua aja di larang", 'Jawab Bela yang menghentakkan kakinya menuju kamar'.


Bela tidak suka di larang-larang seperti ini oleh ibunya, dan di tambah Sang ibu juga selalu membandingkan antara dia dengan sang kakak Fitri.


__ADS_2