
"Woi sin... lu ngeliatin apaan sih", 'Ucap Putri dari belakang Sinta'.
"Astaghfirullah put...... lu itu ngagetin gua aja tahu ngak sih", 'Ucap Sinta yang terlonjak kaget'.
"hehehehe maaf", 'Ucap putri'.
"kalau gua punya penyakit jantung gimana.... lu itu ya, kebiasaan bangat tiba-tiba aja datang terus bikin orang kaget tahu", 'Jawab Sinta ngedumel'.
"Kan aku udah minta maaf sin.....", 'Ucap Putri'.
"Lu itu liatin apaan sih?", 'Tanya putri lagi'.
"Itu liatin kucing bertelur", 'Jawab Sinta'.
"Mana.... dih boong aja lu itu, mana ada kucing betelur", 'Ucap putri lagi'.
"dih lu itu yang bego, mau aja gua boongin", 'Jawab Sinta pergi begitu saja ninggalin putri'.
"Sin..... Sinta.... tungguin gua sin.....", 'Teriak Putri setengah berlari mengejar Sinta'.
Sinta pun menoleh sesaat kearah Putri, dan kembali melangkahkan kakinya. Putri pun tetap berlari mengejar Sinta.
"So sweet bangat mereka ya sin", 'Ucap Putri yang berada di belakang Sinta'.
"Lu itu ngomong apaan sih put?", 'Tanya Sinta' yang ngak ngerti putri ngomong apaan'.
"Itu tuh, lu liat tuh....", 'Jawab Putri yang menunjuk kearah Andra dan Fitri yang sedang berada di depan kelas Fitri'.
"Apaan sih", 'Ucap Sinta yang menoleh kearah yang di tunjuk oleh putri'.
"Bisa so sweet juga ya itu si Andra, baru kali ini loh gua liat seperti itu. Beruntung bangat ya itu cewek di perhatiin gitu sama Andra, jarang-jarang loh seorang Andra kayak gitu", 'Jawab Putri lagi'.
"Dih biasa aja itu mah", 'Ucap Sinta lagi setelah melihat pemandangan yang kembali membuat dia gerah untuk kedua kalinya padahal ini masih pagi'.
"Lu iri ya?", 'Tanya Putri lagi'.
"Dih ngapain gua iri coba sama mereka, palingan juga itu cewek mangsa barunya Andra. kayak ngak tahu aja Andra itu gimana orangny", 'Jawab Sinta sewot'.
"Terus apa dong kalau ngak iri, bilang aja lu juga pengen di gituin sama Andra. Kan lu yang selama ini selalu ngejar-ngejar Andra tapi ngak pernah di respon", 'Celetuk putri lagi'.
__ADS_1
Sinta pun pergi meninggalkan putri begitu saja, hati Sinta tambah panas mendengar ucapan putri barusan.
Sinta kembali teringat kejadian sekitar 2-3 tahun silam, dimana dia menyatakan perasaannya kepada Andra.
"Maaf sin, gua ngak bisa Nerima cinta lu. Selama ini gua itu udah anggap lu itu seperti adik gua sendiri", 'Jawab Andra'.
"Terus kalau emang lu itu cuman anggap gua adik, kenapa lu itu mau nurutin semua permintaan gua. Dan lu itu juga selalu ada buat gua, kenapa ndra?", 'Teriak Sinta yang berurai air mata'.
"Ya itu semua gua lakuin karena permintaan dari orang tua lu, yang nitipin lu sama gua. Dan juga gua ngelakuin itu semua, ya semata-mata karena gua udah anggap lu itu seperti adik gua sama kayak Luna", 'Jawab Andra lagi'.
"Lu bohongkan ndra, sebenarnya lu itu juga ada perasaan kan sama gua", 'Ucap Sinta lagi'.
"Gua ngak boong sin, gua beneran. Gua ngak mau bohongi perasaan gua sendiri sin, dan gua juga ngak mau nyatikin perasaan lu. Jadi lebih baik kita tetap seperti ini aja sin", 'Ucap Andra lagi'.
"Tapi gua ngak mau ndra, gua itu cinta dan sayang sama lu. Dan juga gua mau lebih dari ini", 'Ucap Sinta lagi'.
"Maaf sin, gua ngak bisa. Kan gua udah bilang sama lu, kalau gua itu ngak ada perasaan sama Lu. Dan gua juga ngak mau nyakitin perasaan lu juga nantinya sin", 'Jawab Andra lagi'.
"Ngak apa-apa ndra, gua rela kok. Asalkan itu mau jadi cowok gua", 'Ucap Sinta lagi'.
"Maaf sin, gua ngak bisa", 'Jawab Andra dan pergi ninggalin Sinta yang masih berurai air mata'.
Andra pun tetap melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Sinta, semenjak kejadian itu hubungan Andra dan Sinta pun mulai renggang. Dan juga Andra mulai menjaga jarak, agar Sinta tidak lagi menyimpan perasaan lebih terhadap nya.
*
"Terimakasih ya kak udah repot-repot antar aku sampai kelas segala", 'Ucap Fitri'.
"Iya Tuan putri, sama-sama. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan tuan putri aku ini", 'Jawab Andra'.
"Kak Andra ini ngomong apaan sih, tuan putri segala. Panggil Fitri aja kak kayak biasa", 'Ucap Fitri lagi'.
"Emangnya kenapa?, kan kamu emang tuan putrinya aku", 'Gombal Andra'.
"Apaan sih kak, udah sana balik", 'Ucap Fitri senyum-senyum'.
cewek mana yang ngak meleleh ya, mendengar rayuan maut begitu, hehehehe.
"Aku mau pastiin tuan putri nya aku sampai di tempat duduknya dengan selamat, baru aku bisa pergi dari sini", 'Jawab Andra lagi'.
__ADS_1
"Udah sana balik kak, jangan lebai deh. Orang udah di depan kelas gini kok", 'Ucap Fitri lagi membalikkan badan Andra dan memintanya untuk kembali ke kelasnya'.
"Yasudah deh, bye-bye tuan putri. Semangat ya kuliahnya", 'Ucap Andra lagi melambaikan tangannya'.
Fitri pun hanya tersenyum mendengar ucapan Andra barusan, dan juga pipi Fitri sudah merah merona karena menahan malu akibat rayuan maut Andra tadi.
"Cie... Fitri....", 'Teriak Lioni saat Fitri memasuki kelas'.
"Cie...... pipinya merah tuh...", 'Teriak Mia juga'.
"Kalian ini apa-apaan sih", 'Jawab Fitri yang memegang pipinya'.
"Duh... bikin iri aja ya", 'Ucap Yuni juga'.
"Udah-udah kalian jangan ngegida Fitri terus, liat tuh mukanya udah merasa merona begitu, kayak udah di rebus", 'Ucap Kiki yang melihat muka Fitri tambah merah'.
"Apaan sih si Kiki, ganggu aja", 'Ucap lioni'.
Fitri pun duduk di sebelah Kiki, Karena Kiki sudah menyiapkan satu bangku juga buat Fitri.
"Fit... kamu udah jadian sama kak Andra?", 'Bisik Kiki'.
"Ngak kok Ki.....", 'Jawab Fitri'.
"Terus?", 'Tanya Kiki lagi'.
"Ya ngak ada apa-apa kok", 'Jawab Fitri'.
"Kamu beneran ngak ada apa-apa, kamu kan sering pulang bareng sama dia dan juga dia sering anter kamu ke kelas Sama ngak ada apa-apa. Dan tadi juga dia manggil kamu tuan putri", 'Bisik Kiki lagi'.
"Iya Ki, kita ngak ada apa-apa. Dia aja tuh yang tiba-tiba bilang kayak gitu", 'Jawab Fitri lagi'.
"Kamu hati-hati aja ya fit, bukannya aku ngelarang kamu buat dekat kak Andra. Tapi dia terkenal di kampus ini, hanya dekati cewek itu hanya untuk pelampiasan dan juga biar dia ngak bosan aja", 'Ucap Kiki lagi'.
"Masak sih Ki, kak Andra kayak gitu?", 'Tanya Fitri lagi'.
"Katanya sih begitu fit, aku juga ngak tahu pastinya. Dan juga katanya ada tuh teman satu angkatan nya, namanya kak Sinta kalau ngak salah. Dia itu suka sama kak Andra, tapi kak Andra hanya anggap dia itu kayak adik sendiri. Dan juga dia itu sering melabrak cewek-cewek yang di dekatin dan pernah jalan sama kak Andra. Kamu hati-hati saja ya, aku hanya ngingetin", 'Jawab Kiki'.
"Iya Ki, makasih ya", 'Ucap Fitri'.
__ADS_1
Fitri pun masih kepikiran sama ucapan Sinta barusan, dan Fitri juga ngak menyangka kalau seandainya kak Andra memang seperti itu.