
"Kamu beli seblaknya ke mana dek, kok lama amat?, Terus seblaknya mana?", 'Tanya Fitri saat bela memasuki rumah'.
"Ngak tahu", 'Jawab Bela dengan anda tinggi dan berlalu menuju kamarnya'.
"Dih kenapa tuh anak?, Ke sambet apa ya?", 'Tanya Fitri sendiri karena bela sudah tidak ada di hadapannya'.
"Kenapa Fit?", 'Tanya Rina yang datang dari arah dapur'.
"Ngak tahu tu Bu si bela, balik-balik marah-marah", 'Jawab Fitri'.
"Marah-marah gimana?", 'Tanya Rina yang kebinggungan'.
"Yaitu Bu tadi kan dia mau beli seblak katanya dan aku nitip, terus pas dia pulang barusan aku tanya. Dan jawabnya malah marah-marah ngak jelas gitu", 'Jawab Fitri'.
"Udah lah biarin aja, mungkin seblaknya habis", 'Jawab Rina'.
"Entah lah Bu, biasanya mah sampai malam masih ada", 'Ucap Fitri mengangkat kedua bahunya'.
Fitri juga ngak mau ambil pusing soal Bela, karena dia masih pusing dan binggung sendiri mikirin Angga.
"Fit.....", 'Panggil Rina'.
"Iya Bu", 'Jawab Fitri'.
"Kamu bentar lagi luluskan?", 'Tanya Rina'.
"Iya Bu, satu bulan Lagi aku Ujian kelulusan. Setelah itu tinggal menunggu hari kelulusan deh", 'Jawab Fitri'.
__ADS_1
"Rencana kamu selanjutnya apa Fit?", 'Tanya Rina lagi'.
Sebenarnya Rina sudah mengetahui rencana Fitri setelah lulus SMA ini. Rina mengetahui itu semua dari MADING kecil yang ada di kamar. Rina sempat membaca setiap tempel kertas yang sana, itu semua berikan rencana dan impian Fitri di masa yang akan datang.
"Fitri ingin kuliah Bu, tapi kalau bisa sambilan kerja juga ngak apa-apa", 'Jawab Fitri'.
"Kalau sambilan kerja nanti Wisuda kamu lama nak, ibu sama ayah masih sanggup kok untuk biayai kuliah kamu. Kamu itu hanya harus fokus belajar aja, tanpa harus memikirkan soal keuangannya", 'Ucap Rina yang tidak terima dengan keinginan Fitri untuk kuliah sambil kerja'.
"Ya kan Fitri bisa menghasilkan uang dari hobi Fitri Bu. Fitri bisa menjual hasil karya Fitri, ibu tenang aja Fitri akan membagi waktunya kok Bu. Dan Fitri juga janji sama ibu, akan wisuda dan lulus dengan nilai terbaik dan juga tepat waktu", 'Jawab Fitri'.
"Terus rencana nya kamu mau kuliah di mana?", 'Tanya Rina'.
"Aku mau kuliah di kota Bu, soalnya kalau aku kuliah di sana aku lebih mudah mencapai impian dan cita-cita ku", 'Jawab Fitri'.
"Emangnya kalau di sini ngak bisa?", 'Tanya Rina lagi'.
"Bukan ngak bisa Bu, tapi kan ibu tahu sendiri gimana kondisi di kampung kita ini", 'Jawab Fitri yang tidak perlu lagi menjelaskan secara detail kepada ibunya, dan ibunya pasti akan paham apa yang dia maksud'.
"Ibu tenang aja ya, ibu ngak usah khawatir yang berlebihan. Sejujurnya Fitri juga tidak mau jauh dari ibu dan lainnya, tapi Fitri harus kejar cita-cita Fitri Bu. Fitri ingin buat ayah dan ibu bangga sama Fitri. Fitri janji sama ibu kalau Fitri akan jaga diri Fitri, dan juga Fitri tidak akan mengecewakan ayah dan ibu", 'Jawab Fitri menggenggam tangan sang ibu karena dia tahu bahwa ibunya itu berat untuk melepaskan dia pergi jauh'.
"Yasudah kalau itu sudah keputusan kamu, nanti ibu bicarakan lagi dengan ayah kamu", 'Jawab Rina'.
Setelah berbicara serius dengan ibunya Fitri pun pamit, karena dia sudah ada janji dengan teman-teman nya yang lain.
*
"Yah ada yang mau ibu bicarakan", 'Ucap Rina sebelum tidur kepada suaminya'.
__ADS_1
"Ya Bu, ada apa", 'jawab Ben yang tadinya sudah menutup matanya hendak tidur sekarang membuka lebar-lebar matanya kembali'.
"Ini tentang Fitri yah", 'Ucap Rina'.
"Kenapa dengan Fitri Bu?", 'Tanya Ben lagi yang bangun dari posisi tidurnya kemudian duduk dekat istrinya'.
"Bentar lagi kan Fitri lulus sekolah tu yah, dan katanya dia mau kuliah di kota", 'Jawab Rina membenarkan posisi duduknya'.
"Baguslah Bu kalau Fitri mau sekolah di kota, jadi dia lebih banyak dapat pengalaman", 'Ucap Ben yang mendukung anaknya untuk melanjutkan pendidikan di kota'.
"Kok ayah malah mendukung sih", 'Ucap Rina kesal'.
"Lah kenapa Bu?, Harusnya kita itu support anak kita untuk mencapai cita-cita nya. Ini itu bagus Bu, untuk dia kedapannya nanti. Lah kalau dia kuliah di sini, ntar juga ujung-ujungnya cari kerja ke kota. Di kampung itu lapangan pekerjaan nya itu minim Bu, beda sama di kota yang lapangan pekerjaan nya luas", 'Jawab Ben'.
"Iya yah ibu tahu, tapi ibu belum bisa melepas Fitri untuk sejauh itu yah. Dan juga ibu itu khawatir dia kenapa-kenapa di sana nantinya", 'Ucap Rina'.
"Iya khawatir itu boleh Bu, tapi jangan berlebihan ngak baik juga buat kesehatan ibu nantinya. Dan lagi pun Fitrinya masih lama untuk kesannya, jangan terlalu di pikirkan dari sekarang", 'Ucap Ben'.
"Masih lama apanya yah, orang satu bulan lagi dia ujian, abis itu nunggu hari kelulusan nya", 'Ucap Rina yang tambah kesal dengan suaminya ibu'.
"Iya Bu, ayah tahu. Itu masih lama ibu", 'Ucap Ben lagi'.
"Itu sebentar yah, dasar orang tua ngak sayang sama anaknya", 'Ucap Rina dan dia beranggapan bahwa suaminya itu terkesan Cuek kepada anak-anaknya'.
"Ngak sayang anak bagaimana, karena ayah sayang sama Fitri justru ayah mensupport dia untuk mencapai cita-cita nya. Bukannya Ibu yang tidak sayang sama Fitri, yang mencoba untuk menghalang-halangi Fitri untuk melanjutkan pendidikan nya ke kota dan mengejar cita-cita nya. Kita sebagai orang tua itu harusnya mensupport dia Bu, bukan mematahkan semangat nya. Ayah tahu ibu khawatir nanti dia di sana gimana, sama Bu ayah juga khawatir. Tapi dia kan udah gede Bu, dan tahu mana yang baik dan yang buruk. Kita sebagai orang tua harus percaya dan mendoakan anak-anak kita tidak kenapa-kenapa", 'Ucap Ben yang memberikan wejangan kepada sang istri'.
Rina pun terdiam mendengar apa yang di ucapkan oleh Ben barusan, dan dia mencerna omongan suaminya itu satu persatu. Apa yang di ucapkan oleh suaminya itu ada benarnya juga, tapi seorang ibu mana yang sanggup jauh dari anaknya meskipun itu untuk kebaikan dia sendiri.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh terus-terusan begini Bu, kelak juga anak-anak kita akan menemukan pendamping hidupnya juga. Dan bisa jadi dia juga akan tambah jauh dari kita. Dan kita itu mendukung apapun yang di inginkan oleh anak kita, selagi itu untuk kebaikan. Kalau kamu seperti ini terus menerus mereka juga jadi berat buat pergi mencapai cita-cita mereka. Kalau seperti ini terus kapan mereka berkembang dan punya pengalaman ibu kalau harus terus-menerus di bawah ketek ibunya. Saat mau SMA juga Fitri kemarin ingin melanjutkan ke kota, tetapi dia masih tetap di sini untuk mengikuti permintaan ibu. Dan sekarang dia ingin melanjutkan pendidikannya lagi dan ibu masih tetap ingin Fitri di sini. Ibu ngak ngak mikirin perasaan Fitri gimana?", 'Ucap Ben lagi yang melihat Rina terdiam'.
Rina pun masih terdiam mendengar ucapan sang suami, apa yang di ucapkan oleh suaminya itu benar. Dulu Fitri minta ingin sekolah di kota karena dia juga ingin ikut Les untuk mengasah hobinya ibu, dan hanya adanya di kota. Tetapi Rina meminta untuk Fitri tetap disini, karena menurut Rina Fitri masih belum terlalu dewasa untuk tinggal di kota, meskipun ada keluarga nya di sana. Dan Fitri pun mengikuti apa kata ibunya, untuk tetap melanjutkan pendidikan di sini. Dan sekarang, Rina masih keberatan untuk melepas Fitri ke kota lagi untuk kuliah dan mencapai impian nya dari kecil. Tapi apakah Sang ibu akan mencoba untuk melepaskan dan mengizinkan Fitri untuk melanjutkan pendidikan di kota dan mengapai mimpi-mimpinya?.