ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 13


__ADS_3

"Hai fit", 'Sapa teman-teman fitri setiap orang yang masuk kedalam kamar fitri'.


"Terimakasih ya semuanya, udah mampir kesini untuk jengguk aku", 'Ucap Fitri yang tidak menyangka bahwa teman-temannya akan datang, fitri juga bertanya-tanya dalam pemikirannya sendiri dari mana teman-temannya ini tahu bahwa dirinya sakit, bahkan dia tidak pernah posting di sosmed dan memberitahu siapapun kecuali Angga yang kemarin datang kerumahnya, oh mungkin dari angga jawab fitri lagi sendirian'.


"Iya sama-sama fit, kaya sama siapa aja lu itu", 'Ucap Jeni'.


"Iya fit, benar tu apa di bilang Jeni", 'Ucap Nani'.


"Maaf ya nan kemarin gua ngak bisa pergi ke acara ulang lu, tapi kadonya kemaren gua udah titip Bela kok adik gua", 'Ucap Fitri'.


"Iya fit ngak apa-apa, lu kok bisa sih bisa ke makan seafood gitu Fit. Kan lu udah tahu dari lamakan kalau lu itu alergi seafood?", 'Tanya Nani lagi'.


"Ya awalnya gua ke kecamatan tu sama adik gua Bela, terus di sana gua beli Takoyaki. Dan gua ngak tahu kalau takoyaki yang itu tu isinya seafood, kata ibu gua sih udang sama cumi isinya. Ya gua mikirnya cuman takoyaki biasa ya, yang isian sosis begituan. Ya pas bayar 20rb neng, ucap yang ucap. Dan gua masih bertanya-tanya tuh, kok mahal amat biasanya gua beli satu porsi 5rb an. Tapi ya udah lah kata guanya, mungkin abang-abang nya salah, dan gua ngak nanya sama abang-abang nya", 'Ucap Fitri menjelaskan kronologi gimana dia bisa kemakan seafood'.


"Emang lu ngak baca fit?, Kan biasanya ada tuh tulisannya di gerobaknya", 'Tanya Jeni'.


"Gua ngak baca, main pesan aja. Gua mikir nya itu, yang tempat biasa kita pesan itu pindah kedepan toko buku itu", 'Jawab Fitri'.


"Yang kita biasa beli mah, itu depan minimarket itu", 'Ucap Nani'.


"Iya gua mikirnya itu yang pindah ke sana, ya gerobaknya sama-sama merah dan gua ngak memperhatikan tulisan", 'ucap Fitri'.


"Di depan toko buka itu emang ada juga sih, tapi di situ yang khusus seafood nya gitu", 'Ucap Nani'.


"Terus lu tahu itu ada seafood nya dari mana?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Pas gua nyampe rumah tu ya, gua mandi. Pas keluar dari kamar mandi badan sama gua udah merah-merah sama bentol-bentol. Ya gua kaget dong ya, awalnya badan sama muka gua biasa-biasa saja. Ini kenapa bisa gini, dan gua teriak tuh datang lah ibu sama adik gua. Dan ibu gua ngeliat ada takoyaki tuh di atas meja, dan dia cicipi beneran itu ada seafood. Pantasan mahal 1 porsi kata gua, orang isinya seafood", 'jawab Fitri'.


"Lagian kali lu hati-hati fit, kalau punya alergi begituan mah", 'Celetuk Angga memperingati Fitri, dan dia khawatir dengan kondisi Fitri'.


"Iya ngga....", 'Jawab Fitri'.


"Betul tuh fit, apa yang di ucapkan oleh Angga", 'Ucap Jeni juga'.

__ADS_1


"Iya-iya, lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi kalau jajan", 'Jawab Fitri, yang tidak menyangka teman-temannya begitu peduli padanya'.


"Permisi..... Minuman datang", 'ucap Rina membawakan baki berisi minuman dan beberapa cemilan dan di bantu juga oleh bela membawakannya satu baki lagi'.


"Maaf ya Tante merepotkan", 'Ucap Nani'.


"Alah Nani, gaya bener lu. Padahal lu senang kan", 'Celetuk tomi'.


"Di minum ya, dan ini ada beberapa cemilan untuk jadi teman ngobrol kalian", 'ucap Rina setelah meletakkan minum dan cemilan di atas meja yang berada di kamar Fitri'.


"Iya Tante, terimakasih ya tan", 'Ucap Angga dan teman-temannya'.


"Iya Sama-sama, Tante turun lu ya", 'Ucap Rina dan mengajak Bela untuk keluar dari kamar Fitri'.


Bela pun terpaksa ikut keluar dari kamar Fitri, padahal dia masih ingin di sana. Tetapi Rina mengajak Bela keluar dan menarik tangan Bela agar keluar dari kamar sang kakak.


*


"Fit, kita pamit dulu ya. Semoga kamu cepat sembuh ya", 'Ucap Nani pamit'.


Iya nan, terimakasih juga ya buat semuanya udah nyempetin waktu kalian buat jengukin aku", 'jawab Fitri yang dari tadi merasa tidak menyangka teman-temannya pada datang, padahal dia baru sakit satu hari'.


"Iya fit, sama-sama", 'Jawab Yang lain'.


"Tante, kita pamit pulang dulu ya Tante", 'Ucap Nani lagi yang mewakili yang lainnya untuk pamit kepada Rina ibunya Fitri'.


"Iya hati-hati di jalan. Terimakasih banyak ya udah nyempetin waktunya untuk jengguk Fitri", 'jawab Rina'.


"Iya Tante, sama-sama. Terimakasih juga ya Tante kue sama minumannya, maaf merepotkan", 'Ucap Tomi sekarang'.


"Iya sama-sama, ngak merepotkan kok. Malahan Tante senang, kalau kalian main di sini", 'Ucap Rina'.


"Oke Tante, kami bakalan sering kok ke sini. Apalagi itu kue nya enak-enak Tante,hehehe", 'Ucap Tomi ketawa'.

__ADS_1


"Makan aja yang ada di pikiran lu itu", 'Ucap Nani menyenggol lengan Tomi'.


"Sering-sering aja kesini, nanti Tante bikinin kue yang banyak", 'Ucap Rina yang juga ketawa melihat tingkah teman-teman Fitri'.


"Maaf ya Tante, dia emang begitu orang nya. Tante liat aja tuh badannya, Gembrong begitu. Soalnya yang ada di pikiran dia hanya makan dan makan Tante,hehehe", 'Ucap Nani'.


"Maaf juga ya tante tadi kuenya pada di abisin dia juga Tante", 'Ucap Jeni'.


"Iya ngak apa-apa, Tante malah senang kalau kuenya di makan dan abis lagi. Jadi kalian tidak perlu sungkan-sungkan", 'Ucap Rina, dan Rina juga paling tidak suka melihat orang yang sungkan-sungkan dan malu-malu begitu saat di suguhi makanan'.


"Tuh ibunya Fitri aja ngak masalah, kenapa kalian yang repot", 'Ucap Tomi'.


Nani, Tomi dan yang lainnya pun pulang ke rumah mereka masing-masing, setelah berpamitan kepada Rina dan Fitri.


Sekarang masih tertinggal di sana Jeni dan Angga, karena Angga katanya ada yang mau di omongin dulu sana Fitri, jadi Jeni juga tetap tinggal di sana karena tadi Jeni Nebeng sama Angga.


Jeni pun masuk lagi ke dalam rumah Fitri, dan Nemani ibunya yang sedang menonton TV. Dan Jeni juga membiarkan Fitri dan Angga berduaan di luar rumah.


"Jen, kok balik lagi?", 'Tanya Rina kepada Jeni yang menuju ketempat dia berada'.


"Nungguin Angga Tante, kan tadi aku barengan sama dia", 'Jawab Jeni dan duduk di sofa bersebelahan dengan Rina'.


"Emang angganya kemana?", 'Tanya Rina lagi'.


"Biasa Tan", 'Jawab Jeni'.


"Biasa apaan sih Jen?", 'Tanya Rina lagi yang masih binggung dengan apa yang di ucapkan oleh Jeni'.


"tuh Tante liat di depan pintu", 'jawab Rina enteng'.


"Owalah, kirain kemana orangnya", 'Ucap Rina yang akhirnya mengerti'.


Jeni sudah sering kesini dengan Fitri, oleh karena itu dia tahu lika-liku rumah ini. Dan Rina juga sudah menganggap Jeni seperti anak sendiri, dan dia juga menyuruh Jeni untuk mengganggap rumahnya ini seperti rumah Jeni' sendiri juga. Rina juga tidak pernah melarang Jeni melakukan apapun di rumahnya ini, selagi itu masih di batas wajar dan tidak berlebihan.

__ADS_1


__ADS_2