ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 27


__ADS_3

Tap....tap... Tap.... Suara telapak kaki menuruni anak tangga pun terdengar, semua mata yang berada di meja makan pun tertuju kepada orang tersebut, termasuk bela. Fitri hanya melewatkan Bela tanpa menatapnya saat akan menuju tempat duduknya.


"Fitri kamu sakit nduk?", 'Tanya Sang nenek, karena dia ngak melihat Fitri seharian'.


"Ngak kok nek, fitri baik-baik aja", 'Jawab Fitri tersenyum mungkin karena Fitri juga tidak mau sang nenek khawatir'.


"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa", 'Ucap Nenek yang kembali melanjutkan makannya'.


Semua orang di meja makan sudah makan duluan sebelum Fitri datang.


"Yah ada yang Fitri bicarakan", 'Ucap Fitri yang baru duduk di kursinya'.


"Makan dulu ya nak, nanti bicaranya abis makan", 'ucap Ben lembut kepada putri sulungnya itu'.


"Iya yah", 'Jawab Fitri'.


Fitri pun mulai mengambil nasi dan beberapa lauk ke piring makannya, dan mulai menyantap makan malam yang di masak oleh sang ibu.


Sementara itu Bela sang deg-degan, mendengar ucapan Fitri tadi.


"Apa ya yang sebenarnya yang akan di bicarakan oleh kak Fitri?", 'Tanya Bela dalam hatinya'.


Karena bela takut kalau Fitri menceritakan semua yang terjadi tadi di siang di air terjun kepada semuanya. Dan bela takut di marahi oleh keluarganya terutama sang ayah.


Ben adalah seorang ayah yang sangat jarang sekali untuk marah, bahkan hampir tidak pernah malahan. Tetapi kalau sekali nya marah, marah Ben sangat membeludak dan tidak ada yang bisa menghentikannya kalau sedang marah. Dan bahkan kadang dia juga main tangan, kalau sudah sangat marah. Oleh karena itu lah, Ben sering bicara kepada anak-anak nya jangan pernah memancing amarahnya. Karena dia sudah marah, pasti kalian semua akan tahu akibatnya. Jadi bersikap dan bermainlah dengan yang sewajarnya seorang anak apalagi anak perempuan, jangan sampai kelewat batas itulah yang selalu di ucapkan berkali-kali kepada kedua anaknya itu.


"Kalau sampai Kak Fitri menceritakan semua nya kepada ayah, mati aku nanti di buatnya", 'Ucap Bela yang sekarang sang ketakutan'.


Tadi aja melihat Fitri tersakiti tertawa bahagia kamu bel, bel. Lah sekarang aja ketakutan, gimana sih kamu?.......


"Bel kenapa makanannya hanya di acak-acak?", 'Tegur ben yang melihat Bela sedang mengacak-acak makanannya'.

__ADS_1


"Eh, ngak kok yah. Ini bela makan", 'Bela tersadar karena tegurang dari sang ayah dan langsung menyuap makanan nya'.


Ben pun hanya menggeleng-geleng melihat berbagai macam sikap putri-putri nya sekarang ini, mungkin mereka sudah tambah dewasa jadi Ben tidak bisa mengatur sikap putri harus seperti yang dia mau terus menerus, dan pasti ada juga mereka mendapat pergaulan yang kurang baik di luar sana.


"Bel masakan ibu ngak enak ya?", 'Tanya Rina juga'.


"Ngak kok Bu, masakan ibu paling enak kok", 'Jawab Bela tersenyum'.


"Alhamdulillah lah kalau begitu, makanannya di habiskan nak", 'Ucap Rina'.


"Iya Bu", 'Jawab Bela'.


Semua anggota keluarga pun kembali melanjutkan makan makanan yang ada di piring mereka masing-masing tanpa ada yang bersuara. Ben dulu juga di ajarkan oleh sang ayah agar tidak berbicara saat makan karena itu di anggap tidak pantas atau kurang sopan, olehkarena itu lah Ben juga mengajarkan kepada anak-anak nya dan keluarganya agar tidak berbicara saat makan, dan Ben juga tidak menyukai apabila ada yang berbicara banyak saat makan.


Dalam ilmu medis bicara sambil makan juga tidak di anjurkan. ketika kita berbicara sambil makan, akan memasukkan sedikit makanan secara tidak sengaja masuk kedalam trakea karena epiglotis sedang terbuka. Masuk nya sedikit makanan kedalam trakea dapat memicu batuk. Dan untuk mencegah masuknya makanan lebih banyak kedalam saluran pernapasan dan juga paru-paru.


Syaikh Al Albani Rahimahullah mengatakan :


"Berbicara ketika makan hukumnya seperti berbicara diluar makan. Jika pembicaraan baik, Maka baik, dan jika pembicaraan nya buruk, maka buruk.


*


"Apa yang ingin kamu bicarakan fit?", 'tanya Ben lagi'.


Saat setelah selesai makan, semua anggota keluarga berkumpul kembali di ruangkeluaga/ruang menonton televisi.


Fitri pun menatap Bela sesaat sebelum berbicara, dan itu menambah ketakutan kepada Bela.


"Begini yah, boleh ngak kalau aku berangkat lebih cepat ke kota?", 'Tanya Fitri ragu-ragu'.


"Apa yang membuat kamu meminta untuk berangkat lebih awal ke kota, padahal kan kamu awalnya yang meminta untuk berangkat setelah hari kelulusan kamu. Dan hari kelulusan itu masih satu bulan lagi", 'Tanya Ben balik'.

__ADS_1


"Ya ngak ada apa-apa yah, aku hanya ingin mengikuti bimbingan belajar sedikit lebih lama aja, agar tambah mempermudah aku untuk memasuki kampus yang aku inginkan", 'Jawab Fitri'.


"Kamu yakin kalau kamu lagi tidak ada masalahkan?", 'Tanya Ben lagi kepada putri sulungnya itu'.


"Iya ayah, aku tidak ada apa-apa", 'Jawab Fitri yang tidak ingin keluarganya tahu alasan yang sebenarnya'.


"Nduk, kalau kamu lagi ada masalah selesaikan dulu secara baik-baik. Tidak baik lari dalam masalah itu nduk", 'Ucap sang Nenek'.


"Betul apa yang nenek kamu ucapkan nak", 'Ucap Rina membelai rambut sang anak'.


"Iya nek, tapi beneran Fitri tidak ada masalah apa-apa nek. Fitri juga ngak akan lari dari masalah yang ada nek", 'Ucap Fitri lagi dan kembali menatap Bela'.


"Yasudah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu, ayah akan izinkan. Besok ayah telpon dulu Tante kamu yang ada di sana kalau kamu ingin berangkat lebih awal ke sana", 'Ucap Ben yang tidak bisa melarang Keinginan sang anak selagi keinginnya itu baik'.


"Iya yah, terimakasih ya yah sudah memberikan izin", 'Ucap Fitri memeluk sang ayah'.


"Iya sama-sama sayang, selagi keinginan kamu itu baik pasti akan ayah turuti", 'Jawab Ben membalas pelukan sang putri sulungnya itu'.


"Terimakasih juga Ibu, nenek, dan kakek sudah percaya sama Fitri", 'ucap Fitri tersenyum'.


"Iya nduk, sama-sama. Semoga kelak cita-cita kamu tercapai ya nduk", 'Jawab Nenek dan kakek Fitri'.


"Aamiin, doain Fitri ya Nek, kek", 'Ucap Fitri'.


"Pasti itu nduk, tanpa kamu minta pun kami akan mendoakan kamu", 'Jawab Sang nenek dan ikuti anggukkan sang kakek'.


"Terimakasih nek....kek....", 'Jawab Fitri yang kembali tersenyum'.


Fitri terus tersenyum saat bersama dengan keluarganya, karena dia tidak ingin terlihat rapuh di depan keluarganya sendiri, dan itu juga akan menjadi tanda tanya besar juga bagi keluarganya nantinya.


Sedangkan Bela hanya berdiam sedari tadi melihat dan mendengar apa yang Fitri sampaikan, dia hanya bergelut dengan pemikirannya sendiri.

__ADS_1


Sementara itu Rina masih merasa ada yang janggal dengan permintaan Fitri untuk berangkat lebih awal ke kota, karena dia merasa ada yang sedang di sembunyikan oleh Fitri. Tetapi dia itu tahu itu apa, dan Rina juga melihat Sikap Bela yang juga tiba-tiba berubah.


Apa yang sebenarnya terjadi dengan anak-anaknya?, Rina masih bergelut dengan pemikirannya itu sendiri.


__ADS_2