ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
EP. 17


__ADS_3

"Kenapa kamu ngajak kita ketemuan di sini Jen?", 'Tanya Angga to the point kepada Jeni' saat sampai di tempat tujuan mereka'.


"Jadi gini ngga, kan kita berniat nih buat si Fitri jealous sama lu. Dan kita butuh seorang cewek nih yang pura-pura untuk teman dekat loh selain gua, Nani dan Fitri. Gua bermaksud ngajak lu dan sepupu lu kesini itu, gimana kalau sepupu lu yang jadi cewek itu, maksudnya timingnya pas gitu berbarengan dengan masuknya sepupu lu ke sekolah kita", 'Ucap Jeni menjelaskan secara detail'.


"Gimana ya?, Menurut kamu gimana ra?", 'Tanya Angga kepada Rara yang duduk disebelahnya'.


"Gua sih setuju-setuju aja kak, Fitri itu cewek yang sering lu ceritain sama gua kan?", 'Tanya Rara balik'.


"Iya dan gua juga pernahkan liatin fotonya sama lu", 'Jawab Angga'.


"Iya pernah, dan gua juga tahu yang mana orangnya", 'Ucap Rara'.


"Jadi gimana nih, setuju ngak?", 'Tanya Jeni untuk memastikan semuanya'.


"Setuju dong, biar perjuangan dan kesabaran kakak gua selama ini terjawab sudah dengan cara seperti ini", 'Jawab Rara semangat'.


"Yasudah deh kalau kamu setuju, berarti besok kita mulai ya rencana kita", 'Ucap Jeni'.


"Oke kak", 'Jawab Rara dan mengacungkan Jempolnya'.


Rara juga setuju soal hubungan kakak sepupunya dan Fitri, karena Angga sering cerita soal Fitri kepada Rara, dan juga menurut cerita Angga nih ya Fitri itu orangnya ngak neko-neko, dan begitu juga dengan ucap Nina ibunya Angga. Nina juga berharap Fitri juga bakal calon mantunya, karena menurut Nina juga Fitri itu anaknya baik, sopan, nurut, pintar, cantik lagi, ngak neko-neko lah intinya.


Rara dan Jeni pun bertukaran kontak telepon, dan juga Rara sangat senang karena dia baru sampai di sini dan udah dapat teman baru, meskipun itu kakak kelasnya nanti di sekolah, setidaknya dia ada teman selain Angga. Ya Angga, Jeni, dan juga Fitri nantinya akan menjadi kakak kelasnya Rara, karena Rara masih kelas 2 SMA sedangkan Angga dan lainnya sudah kelas 3 SMA dan mendekati hari kelulusan mereka.


Pagi harinya pun rencana mereka semuanya di mulai, mulai dari baru datang Angga sudah sama Rara, Angga juga mengantar Rara ke kelasnya, kekantin juga bareng, dan bahkan sampai pulang pun bareng. Ya gimana ngak bareng terus ya, orang mereka sepupu, hehehehe.

__ADS_1


Sebenarnya Rara juga mau bawa motor sendiri, tetapi karena dia belum terbiasa dengan jalanan kampung yang kadang masih ada yang jelek dan juga mereka juga mau menjalankan semuanya sesuai rencana mereka terlebih dahulu.


Flashback selesai


*


Fitri sedang berdiri di balkon kamar tidurnya,


Entah kenapa dia merasa kesepian. Entah kenapa Fitri merindukan sosok Angga. Sudah hampir seminggu Angga menjauhinya di sekolah, dan juga tidak ada mengirim pesan kepadanya. Semenjak kejadian waktu itu, Angga berubah dan juga dia tampak biasa-biasa saja dan bahkan dia seenaknya aja dekat sama cewek yang Fitri ngak tahu cewek itu siapa, banyak yang bilang sih itu anak baru yang baru pindah dari kota.


Awalnya Fitri biasa saja, dan tidak tahu Angga akan berubah seperti ini. Bahkan Fitri tidak pernah kepikiran bahwa Angga melakukan ini semua bertujuan untuk menguji Fitri merindukan dia atau tidak dan untuk mengetahui apakah Fitri ada perasaan atau tidak terhadap Angga, dan ternyata semua rencana itu berhasil. Fitri selalu kepikiran Angga dan bahkan Fitri sampai susah tidur dan sering melamun terus menerus.


"Kenapa aku jadi kepikiran Angga terus menerus gimana?, dan kenapa aku merasa bersalah begini. Apa Angga marah gara-gara kemarin aku belum jawab atas ungkapan perasaan nya dia. Tapi kenapa Angga berubah gini ya?. Apa aku salah meminta waktu untuk memikirkan ini terlebih dahulu?, 'Batin Fitri'.


"Woi.... Fit, benggong aja lu", 'Ucap Jeni mengagetkan '.


"Ya deh maaf-maaf, Lu sih benggong aja dari tadi gua panggil-panggil dari luar, gua ketuk-ketuk pintu kamar lu, tapi ngak ada sahutan. Yaudah deh gua masuk aja, dan ternyata lu disini", 'Ucap Jeni lagi yang meminta maaf'.


"Lu ngapain sih di sini, tumben-tumben amat. Biasanya lu itu tiduran aja kerjaannya?", 'Tanya Jeni lagi yang melihat Fitri terdiam dan menatap kesegala arah'.


"Ngak apa-apa kok, cari angin aja", 'Jawab Fitri yang masih menatap keluar entah apa yang ada di pikirannya'.


"Lu kenapa sih Fit, akhir-akhir ini lu itu sering murung sendiri. Terus gua juga liat sosmed lu juga sering aktif sampai tengah malam. Lu itu kenapa sih sebenarnya?", 'Tanya Jeni karena menurut Jeni Fitri lagi ada masalah atau gimana gitu, karena ini bukan tipikal Fitri yang sebenarnya. Fitri adalah orang yang sangat jarang murung, dia selalu bahagia dalam situasi apapun, dan juga Fitri juga bukan tipikal orang yang main sosmed sampai tengah malam bahkan sudah larut'.


"Entah lah Jen, gua sendiri juga binggung. Akhir-akhir ini itu gua susah tidur malam, yaudah deh gua main sosmed aja", 'Jawab Fitri'.

__ADS_1


"Emangnya lu itu kenapa sih Fit?, Lu masih sakit?", 'Tanya Jeni lagi dan menempelkan tangannya ke kening Fitri'.


"Gua juga ngak tahu kenapa Jen, gua juga udah ngak sakit kok", 'Jawab Fitri'.


"Lu itu jujur aja fit, lu ngak bisa bohongi gua. Gua tahu gimana lu", 'Ucap Jeni yang meminta Fitri untuk bercerita'.


"Gua binggung harus mulai dari mana ceritanya Jen, dan lagi gua juga malu untuk cerita", 'Jawab Fitri'.


"Kenapa harus malu Fit, kita itu bukan teman baru setahun atau dua tahun tapi udah sedari kecil", 'Ucap Jeni'.


Fitri pun terdiam, dan masing bingung dengan perasaannya. apakah benar aku merasa kehilangan sosok Angga yang selalu ganggu aku, dan selalu ada Nemani aku?, 'Tanya Fitri lagi dalam batin nya'.


"Kamu kepikiran Angga dan merasa kehilangan sosok orang yang dulu selalu Nemani, ganggu, dan ada buat kamu?", 'Tanya Jeni asal tebak aja'.


"Ka-kamu tahu dari mana?", 'tanya Fitri yang kaget Jeni bisa menebak apa yang ada di pikirannya'.


"Kamu jujur aja Fit, ngak usah bohong. Aku sudah tahu sebenarnya apa yang kamu pikirkan. Dan pasti kamu sedang memikirkan kenapa Angga bisa berubah seperti kepada kamu kan?", 'Jawab Jeni'.


"Aku malu Jen, untuk mengakui kalau sebenarnya aku itu benar merasa kehilangan sosok Angga", 'Jawab Fitri yang menundukkan kepala'.


"kenapa harus malu Fit?, Mengakui perasaan sendiri itu tidak perlu malu kali fit. Mendingan kamu akui saja semua nya kepada Angga, sebelum semuanya terlambat dan kamu menyesali ini semua", 'Ucap Jeni yang tersenyum tipis'.


"Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa dulu ya Jen, aku belum siap untuk mengakui ini semua", 'Ucap Fitri'.


Akhirnya Fitri pun mengakui semuanya di depan Jeni, bahwa benar dia sangat merasa kehilangan sosok Angga.

__ADS_1


"Akhirny rencana gua berhasil juga, dan Fitri mengakui perasaannya meskipun hanya depan gua doang dan belum di depan Angga. Tapi setidaknya ini sudah lebih dari cukup", 'Ucap Jeni dalam batinnya dan tersenyum tipis'.


__ADS_2