ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 25


__ADS_3

"Fitri..... Kamu mau kemana fit?", 'Teriak Jeni mengejar Fitri'.


Tetapi Fitri tidak mengindahkan teriakan Jeni tersebut, dan dia tetap memilih untuk berlari sekencang-kencangnya dari tempat itu.


"Fitri tunggu dulu fit", 'Teriak Jeni' lagi yang masih mengejar Fitri'.


Fitri tetap berlari sekencang mungkin, agar dia bisa cepat pergi dari sana.


Fitri juga binggung kenapa arah yang akan dia tuju sekarang ini, pulang kerumahnya?, Atau pergi kemana?. Yang jelas sekarang dia merasakan sakit hati yang sangat dalam dan juga sangat kecewa.


Dan dia tidak menyangka suprise yang di siapkan oleh teman-temannya adalah ini, yaitu kemesraan antara Angga dan adiknya sendiri yaitu Bela. Dan Fitri juga tidak menyangka ini adalah hari ulang tahunnya, dan akan menjadi kado terburuk dalam hidupnya.


Kenapa Fitri merasa kecewa dan sakit hati?


Karena Fitri sudah memaafkan Angga atas kesalahan yang dia perbuat kemarin ini, dan juga Fitri memang mempunya perasaan yang terpendam juga terhadap Angga.


Jeni pun sudah tidak sanggup mengejar Fitri', oleh karena itu dia terhenti di tengah jalan karena sudah ngos-ngosan.


"Kak Angga", 'Teriak Rara marah'.


Mendengar teriakkan Rara pun, Angga sontak melepaskan pelukan Bela dengan mendorong Bela hingga terjatuh lagi.


Angga pun menghampiri Rara untuk menjelaskan semuanya apa yang dia lihat barusan.


"Kak Angga", 'teriak bela yang sekarang sudah basah kuyup karena tadi di dorong oleh Angga'.


Tetapi Angga tidak menghiraukan teriakan dari Bela tersebut, dan sekarang dia lebih memilih menghampiri Rara.


"Ra, kamu harus dengarin penjelasan dari kakak dulu Ra", 'Ucap Angga yang baru sampai di hadapan Rara'.


"Kakak tidak harus menjelaskan ini semua terlebih dahulu terhadap aku, tapi kepada kak Fitri", 'Jawab Rara'.


"Fitri?", 'Tanya Angga yang mengedarkan pandangannya kesekeliling air terjun tersebut, tetapi dia tidak mendapati keberadaan sosok Fitri'.


"Iya kak Fitri, dia sudah sampai di sini berbarengan dengan aku", 'Jawab Rara'.


"Terus kemana dia pergi?", Tanya Angga lagi'.


"Dia lari tadi ke arah sana, setelah melihat ini semua", 'Jawab Rara menunjuk jalan Pulang'.


Tanpa pikir panjang Angga pun berlari berusah mengejar Fitri yang tidak terlihat lagi, dan Rara pun memutuskan untuk menyusul Angga.


"Yess akhirnya aku berhasil", 'Ucap Bela tersenyum bahagia'.

__ADS_1


"Selamat ulangtahun kakak ku tersayang, baguskan kadonya pasti kakak sangat menyukai nya", 'Ucap Bela lagi masih tersenyum'.


Angga dan Rara pun masih menyusul dan mencari keberadaan Fitri yang sekarang entah di mana.


Sedangkan di tempat lain Fitri masih celengak-celinguk melihat tukang ojek yang melintas, karena dia sudah sampai di jalan besar.


"Mas-mas ojek mas", 'Ucap Fitri memberhentikan tukang ojek yang lewat'.


"Iya neng, mau kemana?", 'Tanya Tukang ojek yang memberhentikan motornya'.


"Ke jalan gang mawar mas, nomor 5", 'Jawab Fitri'.


"Anaknya pak Ben ya neng", 'tanya tukang ojek tersebut yang mengenali ayah Fitri'.


"Iya pak, itu ayah saya", 'Jawab Fitri'.


"Ayo naik neng", 'Ucap Tukang ojek tersebut menyuruh Fitri untuk naik ke motor nya'.


"Buruan ya mas", 'Jawab Fitri setelah menaiki ojek tersebut'.


"Dari mana emangnya neng?", 'Tanya tukang ojek tersebut dalam perjalanan menuju rumah Fitri'.


"Rumah teman", 'Jawab Fitri ngasal'.


"Emang rumah temannya di mana?", 'Tanya tukang ojek tersebut'.


"Neng anaknya pak Ben yang paling gede ya?", 'Tanya Tukang ojek itu lagi'.


"Iya", 'Jawab Fitri yang sebenarnya sangat malas untuk berbicara'.


"Neng udah kelas berapa?", 'Tanya tukang ojek itu lagi'.


"Udah selesai, tinggal nunggu hari kelulusan aja", 'Jawab Fitri'.


"Ini tukang ojek banyak Tanya amat sih, mana bawa motornya santai lagi", 'ucap Fitri dalam hati dengan kesal'.


"Mas yang ngebut dong bawa motornya, soalnya saya buru-buru nih", 'Ucap Fitri kepada tukang ojek itu lagi'.


"Oh iya neng, emangnya neng mau kemana?", 'Tanya tukang ojek itu lagi'.


"Saya mau pergi abis ini, buruan mas bawa motornya", 'Jawab Fitri lagi'.


Fitri pun terus memburu-buru tukang ojek itu, untuk mengas motornya lebih cepat lagi.

__ADS_1


*


"Jen, Fitri mana?", 'Tanya Angga yang melihat Jeni duduk di atas motornya'.


"Ini semua gara-gara kamu Angga, jadi ini yang surprise lu bikin untuk Fitri ngga. Ngak dapat kakaknya, adeknya juga lu embat", 'Jawab Jeni yang marah kepada Angga'.


"Aku ngak ada hubungan apa-apa dengan Bela Jen", 'Ucap Angga'.


"Kalau ngak ada, kenapa bela ada di situ, dan kamu berpelukan sama dia, ha. Kenapa?", 'Tanya Jeni yang sekarang menghampiri Angga dan mendorong bahu Angga'.


"Ya aku juga ngak tahu Jen, kenapa Bela ada di sana. Aku berani bersumpah Jen", 'Jawab Angga'.


"Dan terus kenapa lu pelukan sama dia?", 'tanya Jeni lagi yang masih tersulut emosi'.


"Tadi itu dia jatuh, dan aku cuman bantu dia untuk bangun Jen. Dia nya aja yang meluk aku gitu", 'Jawab Angga yang merasa tersudutkan oleh Jeni'.


"Dia yang meluk lu, tapi lu nya juga nikmatin kan. Sama aja bro", 'Ucap Jeni'.


"Bukan gitu Jen, aku berani sumpah apapun Jen. Kalau aku itu ngak ada hubungan apa-apa sama Bela", 'Jawab Angga lagi'.


"Mana ada maling yang mau ngaku ngga, kalau ada maling yang mau ngaku penuh penjara ngga. Yang jelas aku juga kecewa sama kamu ngga. Dan jangan kamu sakiti sahabat aku lagi, kamu dengar itu. Aku ngak nyangka kalau kamu bakalan seperti ini ngga, ternyata selama ini aku salah menilai kamu. Aku Pikir kamu yang terbaik buat sahabat aku, dan ternyata kamu itu sangat buruk", 'Ucap Jeni dan pergi dari hadapan Angga, lalu mengas motornya meninggalkan tempat tersebut'.


Angga pun masih diam terpaku mendengar apa yang di ucapkan oleh Jeni Barusan. Dia sudah membuat Fitri kecewa dan sakit hati, dan juga pasti Fitri sangat marah dan tidak akan mau memaafkan nya.


Angga pun mencoba menghubungi Fitri, dengan mengirim pesan dan juga menelpon nya berkali-kali tetapi tidak ada balasan dari Fitri.


"Aku harus gimana ini ra", 'Tanya Angga kepada Rara'.


"Kakak yang sabar ya, kakak coba lagi aja telpon, siapa tahu di angkat", 'Jawab Rara'.


"Tetap ngak di angkat Ra, ini dari tadi juga aku telpon. Aku kirim pesan juga ngak di balas", 'ucap Angga yang penuh kekhawatiran'.


"Apa samperin kerumahnya aja kali Ra?", 'Ucap Angga yang sudah hampir menangis'.


"Kalau menurut aku jangan dulu deh kak, biarin Kak Fitri menendangkan dirinya terlebih dahulu. Dan lagian pasti di rumah Kak Fitri banyak orang. Lebih baik sekarang kita pulang dulu, nanti kita pikirkan lagi gimana selanjutnya", 'Jawab Rara'.


"Tapi Ra?", 'Tanya Angga'.


"Ayo kak", 'Jawab Rara'.


Akhirnya Angga pun mengikuti apa kata Rara, dan mereka pun pulang. Benar juga apa yang di ucapkan oleh Rara, lebih baik menunggu Fitri nenangin dirinya terdahulu, baru nanti bicara lagi dengannya.


*

__ADS_1


Sesampai di rumah fitri langsung berlari ke kamarnya, tanpa menghiraukan ucapan sang ibu yang memanggilnya. Fitri ingin menyendiri terlebih dahulu tanpa ada yang menggangu nya.


Sampai kapan Fitri akan seperti ini?......


__ADS_2