
Ting.... ada notifikasi pesan masuk ke handphone Fitri.
Fitri melihat sekilas saja, dan kemudian tidak menghiraukan pesan yang masuk itu lagi. karena dia untuk sekarang ini masih kecewa dan masih ada sakit yang membelenggu dalam hati nya. Dan kejadian beberapa hari yang lalu, tepat di hari ulang tahunnya itu adalah kejadian buruk yang pernah ia alami dan menjadi kado yang sangat buruk selama ia hidup di dunia ini.
"Maaf ngga, aku belum bisa melupakan semua nya", 'Gumam Fitri yang kembali melanjutkan gambarnya, sekarang dia sedang membuat design sebuah baju. Entah baju apalah yang sedang di design oleh Fitri ini, karena belum terlihat jelas bentukannya'.
*
"Kak Angga mau kemana lagi?", 'Tanya Rara yang hendak turun dari mobil milik Angga dan mereka sudah sampai di depan rumahnya'.
"kakak ada perlu sebentar Ra", 'Jawab Angga'.
"Kemana kak?", 'Tanya Rara lagi'.
"Adalah Ra kamu ngak perlu tahu juga, ini urusan pribadi kakak", 'Jawab Angga'.
"Tapi kak.... kakak harus janji sama kamu jangan berbuat hal yang berakibat fatal", 'Ucap Rara'.
Angga pun dia dan menginjak pedal gas mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi setelah Rara turun dari mobil.
"kak Angga..... tunggu dulu kak", 'Teriak Rara lagi karena dia tidak ingin terjadi apa-apa sama sang kakak'.
Tetapi Angga tidak mendengar teriak Rara, mungkin suara Rara kalah sama suara mobil yang di gas dengan kecepatan tinggi. Angga tetap melajukan mobilnya yang Rara sendiri tidak tahu dia akan kemana.
semenjak kejadian kesalahpahaman yang terjadi antara Angga, Fitri, dan Bela itu Angga menjadi banyak mengurung diri di kamarnya dan terus menerus mengirim pesan dan menghubungi Fitri tetap Fitri tidak pernah merespon Angga.
Fitri marah kepada Angga karena sebenarnya yang terjadi antara Angga dan Bela hanya lah kesalahpahaman yang Angga sendiri tidak tahu niatan Bela itu apa.
"Aku harus menemuin Bela ini, dan bertanya apa maksud dia waktu itu dan kenapa dia melakukan itu semua. Padahal dia sendiri juga tahu kalau aku itu ada rasa Sama Fitri begitu pun sebaliknya", 'Gumam Angga yang masih melajukan mobilnya'.
Angga pun berhenti tepat di depan sekolahan SMP yang di mana itu adalah sekolahannya Bela. Angga mengedarkan pandangannya mencari sosok Bela di antara banyak anak-anak sekolah yang sudah bubaran/pulang sekolah.
"Di mana sih itu anak", 'Ucap Angga yang keluar dari mobilnya'.
"Dek kamu liat yang namanya Bela ngak?", 'Tanya Angga kepada salah seorang siswi yang keluar gerbang'.
__ADS_1
"Bela mana kak?", 'Tanya Siswi tersebut'.
"Siapa ya namanya?, eh tapi tunggu dulu saya ada foto nya", 'Jawab Angga yang mencari Foto bela yang ada di handphone nya'.
note: foto banyak orang ya bukan foto berdua, hehehe.
"Nah ini fotonya nih", 'Ucap Angga menunjukkan Foto yang dimana foto tersebut adalah foto ulang tahun Fitri tahun lalu yang di rayakan di rumahnya'.
"Bela Safira, dia tadi masih di depan kelas kak. mungkin sebentar lagi keluar", 'Jawab Siswi itu'.
"oh ya sudah, terimakasih yah", 'Ucap Angga'.
"ya kak, sama-sama", 'Jawab Siswi tersebut dan pamit untuk pergi dari sana'.
Angga pun masih celengak-celinguk kembali mencari keberadaan Bela, yang kata siswi itu mungkin sebentar lagi akan keluar gerbang.
Tak berselang lama, Bela pun kelihatan puncak hidungnya bersama teman-temannya.
"Nah itu tuh bocah yang dari tadi di tungguin", 'Ucap Angga dan bergegas menemui Bela'.
"Apa ada kak?", 'Tanya Bela yang kaget melihat Angga tepat berada di depannya'.
"Kamu ikut saja", 'Jawab Angga dan menarik tangan Bela untuk ikut dengannya'.
Bela pun tersenyum saat Angga menarik tangannya dan melambai-lambai kan tangannya kepada teman-teman nya yang berada di belakang ia saat ini.
"Cie Bela sama siapa tuh, ganteng bangat", 'Ucap Teman-teman sekolahan Bela yang melihat Bela di tarik oleh Angga'.
"Cie Bela.... suit....suit", 'Teriak yang lainnya juga'.
"Cie bela.....", 'Ucap teman-teman bela yang lainnya juga'.
Sekolahan Bela di buat heboh oleh Kedatangan Angga yang tiba-tiba mengajak bela untuk ikut dengan dia dengan cara menariknya.
Bela pun hanya senyum-senyum saja, dia tidak menyangka bahwa hari ingin kedatangan sosok pangeran yang menjemputnya dengan kereta kencana. Hahahaha, haluan Bela terlalu tinggi, hehehe.... Ntar jatuh baru tahu rasa, hehehehe.
__ADS_1
"Masuk", 'Ucap Angga yang sudah membukakan pintu untuk Bela'.
"aw....kak Angga so sweet bangat, pakai bukaan pintu segala lagi. mimpi apa aku semalam ya Allah", 'Ucap Bela dalam hati sambil senyum-senyum dan mengikuti apa kata Angga untuk masuk kedalam mobil milik Angga'.
"Kamu tahu ngak maksud saya membawa kamu?", 'Tanya Angga yang sekarang juga sudah berada dalam mobil'.
Bela hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan dari Angga.
"Maksud kamu itu apa sih, sampai kamu bisa ada di acara ulang tahun Fitri yang sudah saya rencanakan?", 'Tanya Angga yang masih bisa menahan emosinya'.
"A-aku hanya ingin ikut memberi kejutan untuk kakak ku kok, ngak lebih", 'Jawab Bela menundukkan kepadanya'.
"Kamu jangan bohong ya Bel, saya rasa kamu ada maksud lain", 'Ucap Angga lagi'.
"Beneran kak saya ngak bohong", 'Jawab Bela'.
"Kamu jawab yang jujur Bel, kalau kamu tidak ada maksud lain kenapa kamu sampai memeluk saya saat saya sedang menolong kamu yang hampir jatuh. Gara-gara kamu rencana saya jadi berantakan dan Fitri sampai sekarang marah sama saya", 'Tanya Angga lagi yang sekarang meninggikan nada suaranya'.
"Sa-saya hanya takut jatuh lagi kak", 'Jawab Bela yang mulai ketakutan mendengar suara lantang milik Angga'.
"Kamu harus bantu saya Bel untuk memperbaiki hubungan saya sama Fitri, minimal buat saya bertemu dengan Fitri aja itu saja sudah cukup untuk saya", 'Ucap Angga lagi yang kembali menurunkan nada suaranya'.
" Saya akan mencoba untuk bicara sama kakak Fitri, membantu Kakak untuk menjelaskan semuanya", 'Jawab Bela'.
"kamu janji ya Bel, bantu saya. Saya bisa gila kalau seperti ini terus bel", 'Ucap Angga yang sudah cukup stress selama ini hari ini'.
"iya kak", 'Jawab Bela'.
Penampilan Angga memang tidak Serapi biasanya, tetapi wajah tampannya masih kelihatan kok.
Angga hampir saja stress karena selama tiga hari ini Fitri tidak merespon pesan maupun panggilan telepon nya.
Setelah itu Angga pun menghantar Bela pulang, karena dia tidak ingin menelantar bela begitu saja. Kalau nanti seandainya dia mengadu kepada Fitri, dan tambah panjang urusan.
"hahahaha mau saja dia aku kibulin, sampai kapan pun aku ngak akan membantu kalian untuk balikan, yang ada aku bakalan memperumit hubungan kalian, hahahaha", 'Ucap Bela tertawa licik menatap kepergian mobil milik Angga yang telah mengantarnya pulang'.
__ADS_1
Apalagi yang akan di lakukan oleh Bela?, dan apakah dia belum puas?.....