ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 40


__ADS_3

Hari ini Fitri sudah mulai mengikuti bimbingan belajar untuk masuk universitas.


"Tante, Fitri pamit dulu ya", 'Ucap Fitri'.


"Kamu pergi naik apa sayang?", 'Tanya Eli'.


"Naik ojek online Tan", 'Jawab Fitri'.


"Tante antar aja ya", 'Ucap Eli memberikan tawaran'


"ngak perlu Tante, Tante istirahat aja di rumah. Fitri bisa berangkat sendiri kok Tan", 'Jawab Fitri'.


"Ngak apa-apa Tante antar aja ya, ini kan hari pertama kamu mengikuti bimbingan belajar. Tante juga bosan nih di rumah sendirian, boleh ya Tante anter kamu pliss", 'Ucap Eli'.


"Yasudah deh, tapi kali ini aja ya tan. Fitri ngak mau merepotkan Tante terus", 'Ucap Fitri yang merasa tidak enak dengan adik dari ayahnya itu'.


"iya deh iya, Ayuk kita berangkat ntar kamu telat Lo", 'Ucap Eli dengan semangat mengandeng tangan Fitri'.


Fitri pun mengikuti langkah kaki Eli menuju mobil.


"Tan Fitri turun dulu ya", 'Ucap Fitri yang telah sampai di tempat dia mengikuti bimbingan belajar tersebut'.


"Iya sayang, hati-hati ya", 'Jawab Eli'.


"Iya Tan, Tante juga hati-hati ya pulangnya bye -bye Tante", 'Ucap Fitri yang turun dari mobil dan melambaikan tangannya'.


Fitri pun masuk ke dalam sendirian dan masih celingak-celinguk karena dia masih baru dan tidak punya teman di sini.


Fitri pun menuju salah satu meja yang ada di depan sana, seperti tempat resepsionis atau meja informasi untuk menanyakan untuk yang masih baru kelasnya di mana.


"Permisi kak", 'Ucap Fitri'.


"Iya, apa ada yang bisa saya bantu?", 'Tanya Seorang perempuan di meja sana'.


"Saya mau bertanya kak, untuk yang masih baru itu kelasnya di mana ya kak?", 'Tanya Fitri'.


"Kamu ambil bimbingan belajar/les apa?", 'Tanya Fitri balik'.


"Kamu ambil bimbel apa?", 'Tanya Perempuan itu lagi'.


"untuk masuk universitas kak", 'Jawab Fitri'.


"Masuk PTN ya?", 'Tanya perempuan itu lagi'.


"Iya kak", 'Jawab Fitri'.

__ADS_1


"Kamu tinggal naik kelantai 2, nanti ada tulisan-tulisan nya", 'Ucap perempuan itu lagi'.


"Baik kak, terimakasih ya kak", 'Ucap Fitri dan mengikuti instruksi dari perempuan itu tadi untuk naik ke lantai dua'.


*


Semakin hari kondisi Angga pun semakin memburuk, dan juga Angga akhir-akhir ini sering marah-marah dan ngamuk tidak jelas penyebabnya. Bahkan Rara pun sudah menyita Handphone milik Angga waktu dia pulang bertemu dengan Jeni, agar dia tidak terus-menerus mencari informasi tentang Fitri. Dan Rara pun ingin berkonsultasi dengan salah satu psikologi yang dia kenal di kota, tapi Rara saat ini hanya bisa berkonsultasi lewat handphone karena keterbatasan jarak dan juga tidak mungkin Rara tiba-tiba membawa Angga ke kota untuk menemui psikolog tersebut pasti Angga tidak mau karena dia beranggapan kalau dia tidak sedang mengalami gangguan kejiwaan dan juga Rara harus sekolah. Rara hanya bisa berkonsultasi dan apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan Angga. Yang Rara takutkan hanya satu saja takut Angga berbuat nekat di luar batas jika terus dia biarkan seperti ini atau menunggu kak Fitri membujuknya yang entah kapan itu, karena Rara tidak selalu 24 jam memantau dia.


"Hai kak.....", 'Sapa Rara dengan mengirim pesan'.


"Hai Ra, kamu apa kabar?", 'Tanya Kirana psikolog yang di maksud Rara'.


"Baik kak, kakak sendiri gimana kabar nya?", 'Tanya Rara balik'.


"Baik Ra, kamu kemana aja kok ngak pernah keliatan?", 'Tanya Kirana balik juga'.


"Aku pindah sekolah ke kampung kakak", 'Jawab Rara'.


"Why Ra?", 'Tanya kirana lagi'.


"Ya ngak apa-apa sih, aku hanya suka aja tinggal di kampung lebih nyaman, tenang dan udaranya juga sejuk biar otak tambah fresh, dari pada di kota sumpek, berisik, polusi yang ada tambah mumet", 'Jawab Rara'.


"Iya juga sih Ra yang kamu bilang itu", 'Ucap Kirana'.


"Inshaallah libur semester ini aku balik kak, nanti aku kabari kakak", 'Jawab Rara'.


"Janji ya?", 'Tanya Kirana lagi'.


"Iya kak, aku janji", 'jawab Rara'.


"Kak Kin, ada yang mau aku tanyain", 'Ucap Rara lagi dengan mengutarakan maksudnya'.


"Apa Ra?", 'Tanya Kirana'.


"Kakak bisa nanganin orang yang tiba-tiba emosional meledak-ledak ngak?", 'Tanya Rara lagi'.


"Bisa, aku juga pernah menangani pasien seperti itu, sudah banyak malahan", 'Jawab Kirana'.


"Jadi kan kakak sepupu aku di sini akhir-akhir ini emosinya sering tidak terkontrol, dan tiba-tiba saja gitu bisa ngamuk-ngamuk dan kadang merusak barang yang ada di depan", 'Ucap Rara'.


"Penyebabnya kamu tahu Ra?", 'Tanya Kirana lagi'.


Rara pun menjelaskan semuanya kepada Kirana, bagaimana dia bisa seperti sekarang ini.


"Jadi gimana Ra marah, kecewa, sedih, takut, dan jijik menjadi emosi yang wajar bagi setiap manusia. Namun tentu kamu juga haru mengetahui bagaimana cara mengendalikan emosi sehingga tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain", 'Jawab Kirana'.

__ADS_1


"Iya kak, kakak sepupu aku itu kadang sampai berkata ingin bunuh diri atau apalah gitu, dan juga dia sekarang tidak nafsu makan dan juga kurang tidur", 'Ucap Rara lagi'.


"Jadi gini Ra Jenis emosi itu ada 6 menurut salah seorang ahli kejiwaan Paul ekman yang pada dasarnya muncul pada manusia secara alami.




Bahagia memilik arti sebagai keadaan emosional yang menyenangkan yang muncul dengan ciri khas berupa perasaan puas, gembira, senang, dan bahagia. Emosional jenis inilah yang paling sering di perjuangkan oleh manusia.




sedih jenis emosi lain yang memiliki arti sebagai keadaan emosi sementara. jenis ini sering muncul dengan perasaan kecewa, sedih, putus asa, dan suasana hati yang tertekan. jenis dan tingkat keparahan kesedihan dapat bervariasi tergantung pada akar penyebab dan cara orang mengatasi perasaan tersebut juga berbeda.




takut adalah jenis emosi yang kuat dan dapat memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup. tidak semua orang mengalami rasa takut dengan cara yang sama, beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap rasa takut dan situasi atau objek tertentu lebih mungkin memicu emosi ini.




jijik adalah emosi yang menunjukkan rasa jijik terhadap sesuatu. rasa jijik bisa berasal dari beberapa hal termasuk rasa penglihatan atau bau yang tidak enak. peneliti percaya bahwa emosi ini berkembang sebagai reaksi terhadap makanan yang mungkin berbahaya atau fatal.




Terkejut biasanya cukup singkat dan muncul dengan respon kaget fisiologis setelah sesuatu yang tidak terduga. jenis emosi ini bisa positif, negatif, atau netral. terkejut juga bisa menjadi jenis emosi lain yang dapat memicu respon melawan atau lari. ledakan adrenalin yang membantu mempersiapkan tubuh untuk melawan atau melarikan diri.




marah menjadi emosi yang sangat kuat yang ditandai dengan perasaan permusuhan, agitasi, frustasi, dan antagonisme terhadap orang lain.


kemarahan sering dianggap sebagai emosi negatif terkadang hal ini bisa menjadi sesuatu yang baik. sebab amarah bisa konstruktif dalam membantu mengklasifikasi kebutuhan dalam suatu hubungan dan dapat menjadi motivasi untuk mengambil tindakan dan menemukan solusi untuk hal-hal yang mengganggu. namun kemarahan bisa menjadi masalah jika berlebihan berlebihan atau dianggap dengan cara yang tidak sehat, berbahaya, atau merugikan orang lain. kemarahan yang tidak terkendalikan dapat dengan cepat berubah menjadi agresi, pelecehan, atau kekerasan", 'Jelas Kirana'



__ADS_1


__ADS_2