
Setelah melewati perdebatan yang cukup menguras tenaga bagi Fitri, tetapi tetap saja dia kalah dalam perdebatan ini. Akhirnya Fitri pun mengikuti apa yang om dan tantenya ucapan, untuk beberapa hari kedepan Fitri tidak ikut kuliah secara tatap muka terlebih dahulu. Mungkin nantinya dosen pembimbing mata kuliah Fitri akan memberikan tugas atau kuliah secara online, nanti Bram suaminya Eli yang akan mengurusnya ke kampus Fitri. Eli dan Bram mengambil keputusan ini, agar tidak terjadi hal yang berakibat fatal lagi terhadap kesembuhan kaki Fitri.
"Yasudah deh om.. Tante, Fitri ikut apa kata kalian aja. Mungkin ini adalah yang terbaik buat Fitri", 'Jawab Fitri sambil menunduk'.
"Nah gitu dong sayang, om sama Tante mungkin bermaksud lain kok, kami hanya tidak ingin kamu seperti kemarin lagi dan mungkin bahkan lebih parah", 'Ucap Eli'.
"Iya fit benar apa yang di ucapkan Tante kamu itu. Yasudah nanti sebelum ke kantor om akan ke kampus kamu", 'Ucap Bram juga'.
"Iya om, tapi Fitri tetap boleh ngerjain design kerjaan Fitri kan?", 'Tanya Fitri'.
"Iya boleh lah sayang, yang sakit itu kan kaki kamu bukan tangan, hahaha", 'Jawab Eli tertawa atas pertanyaan Fitri barusan'.
"Kirain ngak boleh juga", 'Ucap Fitri yang mengaruk kepalanya yang tidak gatal'.
"Iya boleh dong fit, kamu itu hanya di larang jalan-jalan kemana-mana. Takutnya kayak kamerin jatuh lagi", 'Jawab Bram yang juga tersenyum melihat keponakannya itu'.
"Iya om", 'Jawab Fitri'.
Bram pun berpamitan berangkat ke kantor, dan hari ini dia berangkat lebih awal dari biasanya karena dia hendak ke kampus Fitri terlebih dahulu.
Eli pun mengantar Bram menuju mobilnya, sementara itu Fitri hanya berdiam diri di kamarnya, dan tidak di perbolehkan kemana-mana.
"Huft.... ngapain lagi aku ya, biasanya jam segini udah berangkat ke kampus dan bahkan kadang udah di kampus, tapi beberapa hari kedepan aku harus berdiam diri seperti ini mungkin di kamar. Cepat sehat ya kaki, biar kita bisa jalan-jalan lagi, ke kampus saja itu udah cukup", 'Ucap Fitri kepada kakinya sendiri'.
"Betul juga ya apa yang di ucapkan oleh Kiki, bahwa Kak Sinta tidak akan tinggal diam jika ada yang dekat dengan kak Andra. Dan aku juga menjadi sasarannya saat sekarang ini, padahal aku udah menjaga jarak dari kak Andra. Dan bahkan dia juga tidak segan-segan nya menyakiti aku seperti kemarin. Apa aku pindah kampus aja ya atau ngak aku balik ke kampung aja, bener juga apa kata kak Sinta kemarin kalau aku itu berasal dari kampung dan bagaimanapun akan tetap menjadi orang kampung meskipun udah tinggal di kota", 'Ucap Fitri lagi yang terngiang-ngiang apa kata-kata Sinta kamerin itu'.
"Astaghfirullah.... Aku tidak boleh bicara seperti itu, dan aku tidak boleh menyerah. Tujuan aku kesini itu kuliah dan meraih kesuksesan, jadi aku tidak boleh terlena oleh apapun itu", 'Ucap Fitri lagi mengibas-ngibaskan tangannya tepat di depan mukanya sendiri'.
"Fitri.... kamu kenapa sayang?", 'Tanya Eli yang melihat keponakannya itu mengibas-ngibaskan tangannya'.
"Hhhmmm.... ngak apa-apa kok Tan", 'Jawab Fitri'.
__ADS_1
"Beneran kamu ngak apa-apa?", 'Tanya Eli'.
"Iya Tante.... Fitri ngak apa-apa kok", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau gitu, Tante mau kepasar dulu ya bentar, kamu ada yang mau di titip?", 'Tanya Eli'.
"Hhmm.... Aku boleh ikut ngak Tan", 'Jawab Fitri'.
"Jangan sayang, kan kaki kamu lagi sakit. Ntar kalau kaki kamu udah ngak sakit lagi Tante ajak deh kepasar, jangankan ke pasar jalan-jalan ntar Tante ajak, tapi harus sembuh dulu", 'Ucap Eli'.
"Tapi Tan....", 'Jawab Fitri'.
"Ngak ada tapi-tapian nya sayang, kamu di rumah aja istirahat", 'Ucap Eli'.
"Yasudah deh Tan, Fitri nitip jajanan pasar aja sama bubur ayam", 'Jawab Fitri'.
"oke, nanti Tante beliin, Tante pergi dulu ya. Kalau ada apa-apa telpon pak Asep aja, dia ada di pos satpam. Inget apa kata Tante ya fit, jangan kemana-mana", 'Ucap Eli yang kembali memperingati keponakan nya itu'.
"Iya itu mah boleh sayang, ngak mungkin juga kan kamu pipis di kasur, emangnya ngak malu, hehehe", 'Jawab Eli yang tertawa mendengar pertanyaan Fitri'.
"Ya tadi katanya ngak boleh pergi kemana-mana", 'Ucap Fitri'.
"Maksud Tante itu keluar rumah sayang", 'Jawab Eli'.
"Iya Tanteku tersayang", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau begitu, Tante pergi dulu ya. Kamu hati-hati di rumah", 'Ucap Eli lagi'.
"Iya Tante, Tante juga hati-hati ya. Awas di mana-mana sekarang banyak copet", 'Jawab Fitri'.
"Copet?.... kamu tahu dari mana?", 'Tanya Eli yang masih stay di kamar Fitri'.
__ADS_1
"Ya dengar kata orang-orang aja Tan, kan aku tiap hari lewat pasar Tan kalau mau ke kampus. Jadi sering dengar aja orang teriak-teriak kecopetan", 'Jawab Fitri'.
"Dih Tante jadi takut ke pasar jadinya fit", 'Ucap Eli yang lebih memilih duduk kembali di ranjang tidurnya Fitri'.
"Lah kenapa takut Tan?, dan ini kenapa Tante malah duduk di sini. Katanya tadi mau kepasar?", 'Tanya Fitri'.
"Ya gara-gara kamu Tante jadi takut ke pasar", 'Jawab Eli'.
"Lah kenapa gara-gara aku?, kan aku barusan ngingetin Tante doang buat hati-hati, bukannya aku nakut-nakutin", 'Ucap Fitri'.
"Iya juga sih, tapi Tante jadi takut aja sendirian", 'Jawab Eli'.
"Lah terus gimana?, Tante ngak jadi kepasar?", 'Tanya Fitri lagi'.
"Ngak deh fit, stok sayuran sama lauk masih ada sih di kulkas. Tadi Tante hanya mau lihat-lihat aja, mana tahu ada yang beda gitu di pasar. Udah lama juga Tante ngak kepasar, biasanya beli sama tukang sayur keliling aja, kalau ngak di supermarket", 'Jawab Eli'.
"Lah terus titipan Fitri gimana?", 'Tanya Fitri'.
"Itu kamu tenang aja, biar Tante minta tolong pak Asep buat beliin. Itu mah di depan pasar juga ada fit, ngak perlu masuk ke dalam", 'Jawab Eli yang beranjak dari duduk nya'.
"Yaudah terserah Tante aja lah", 'Ucap Fitri'.
Eli pun keluar dari kamar Fitri, menuju pos satpam depan untuk menemui pak Asep.
*
"Itu bukannya om Bram ya?, omnya Fitri", 'Ucap Andra yang baru saja membuka helmnya'.
"Ngapain ya dia pagi-pagi ke sini?, tapi kok dia sendirian ya?, ngak sama Fitri?", 'Tanya Andra dengan sendirinya dan dia pun mengedarkan pandangannya kesegala arah mencari keberadaan Fitri, tapi tetap saja tidak menemuinya'.
"Kok Fitri nya tidak keliatan ya?, Apa jangan-jangan terjadi sesuatu sama Fitri, jadi oleh karena itu om Bram ke sini pagi-pagi begini", 'Ucap Andra lagi'.
__ADS_1
Andra pun mengikuti Bram dari kejauhan, dan penasaran ngapain Bram pagi-pagi begini ke kampus nya.