
Semenjak hari dimana, Kiki menceritakan Andra itu Fitri pun mulai menjaga jarak dari Andra. Dan Bahkan dia lebih memilih berangkat lebih pagi dari biasanya, agar dia bisa menghindari atau tidak bertemu dengan Andra nanti. Fitri lebih memilih untuk menjauhi Andra, agar dia tidak terkena masalah juga nantinya dengan seniornya yang bernama Sinta itu, dan bahkan Fitri saja tidak tahu orangnya gimana. Kata orang-orang di kampus ini, kalau ada Cewek yang dekat dengan Andra bisa jadi nantinya Sinta melabrak itu cewek. Karena Sinta suka sama Andra, tapi Andra tidak. Jadi Sinta akan marah jika ada cewek yang dekat dengan Andra, apalagi itu hanya juniornya.
"Fit,..... kok kamu Tante liat akhir-akhir ini berangkat terlalu pagi sayang?", 'Tanya Eli'.
"Hhhmmm Iya Tan", 'Jawab Fitri'.
"Fitri... kamu ngak apa-apa kan nak?", 'Tanya Bram'.
"Fitri ngak apa-apa kok om, hanya Fitri lagi ingin berangkat lebih awal aja. Takut macet", 'Jawab Fitri'.
"Iya loh sayang, Itu si Andra selalu kesini Lo hampir tiap pagi Jemput kamu", 'Ucap Eli lagi'.
"Itu sih Fitri kurang tahu Tan, soalnya Fitri ngak pernah nyuruh kak Andra buat jemput Fitri pagi-pagi", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah sayang kamu sarapan dulu, ini susu hangatnya", 'Ucap Eli sembari memberikan segelas susu hangat'.
"Terimakasih ya tan", 'Jawab Fitri mengambil segelas susu hangat dari adik ayahnya tersebut'.
"Tan... om... Fitri pamit ke kampus dulu ya", 'Ucap Fitri setelah meneguk segelas susu hangat buatan tantenya itu'.
"Kamu ngak sarapan dulu nak?", 'Tanya Bram'.
"Ini udah Om, segelas susu hangat aja udah lebih dari cukup kok om", 'Jawab Fitri'.
"Tante bekalin aja ya sayang, kalau kamu buru-buru", 'Ucap Eli'.
"Ngak perlu tan, bagi Fitri sarapan dengan segelas susu hangat itu udah lebih dari cukup kok Tan", 'Jawab Fitri'.
"Udah ngak apa-apa fit, ntar kamu sakit nak", 'Ucap Bram'.
"Udah mah, di bekalin aja", 'Ucap Bram lagi beralih kepada sang istri'.
Eli pun bergegas memasukan Roti bakar yang dia buat sarapan kedalam kotak, untuk bekal Fitri nantinya di kampus.
"Terimakasih ya tan", 'Ucap Fitri menerima kotak bekal untuk sarapan dari tantenya itu'.
__ADS_1
Setelah itu Fitri pun berpamitan kepada om dan tantenya itu, karena dia sudah memesan ojek online dan itu sudah berada di depan.
Kadang Fitri berangkat pagi-pagi menggunakan ojek online dan kadang nebeng Kiki.
*
"Pagi Tante.....", 'Sapa Andra kepada Eli'.
"Nak Andra", 'Sapa Eli balik yang baru saja melepas Suaminya berangkat bekerja'.
"Iya Tan, Fitri sudah berangkat Tan?", 'Tanya Andra yang lagi-lagi datang kerumah Fitri untuk menjemput fitri'.
"Sudah dari tadi nak Andra, katanya takut kena macet. Emangnya Fitri ngak ngasih tahu nak Andra?", 'Tanya Eli balik'.
"Ngak Tan...", 'Jawab Andra sambil mengelengkan kepalanya'.
"Yasudah kalau begitu aku pamit ke kampus dulu ya tan", 'Ucap Andra yang kembali memasang helmnya'.
"Iya nak Andra, hati-hati", 'Jawab Eli'.
Andra pun kembali menyalakan dan melajukan motor kesayangan nya itu meninggalkan perkarangan tempat tinggal Fitri dan menuju kampus.
"Terus dan kenapa juga sering berangkat lebih awal coba?, padahal kan kalau dia berang seperti biasa geh juga belum kena macet, kalau lebih lambat dari itu baru kena macet", 'Ucap Andra lagi yang kebinggungan dengan sikap Fitri akhir-akhir ini'.
"Apa jangan-jangan ini ulah dari Sinta juga ya?, kan dia tuh yang selalu ngerusak hubungan gue sama yang lain. Aku harus samperin Sinta nih ntar, buat mastikannya. Itu anak ya bener-bener, selalu ngerusak hubungan gue. Padahal kan gue udah nolak dia", 'Ucap Andra yang tiba-tiba terlintas nama Sinta di kepalanya'.
Andra pun kembali mengas motor berwarna merah, yang merupakan motor kesayangannya itu. Meskipun Andra juga di fasilitasi mobil yang mewah oleh orang tuanya, tetapi dia lebih senang dengan yang namanya motor. Jadi ngak jarang Andra kalau keluar menggunakan mobil. Menurut dia lebih enakan naik motor, bisa sat-set sat-set (Nyelip) saat macet. Kalau pakai Mobilkan ngak bisa sat-set sat-set begitu saja saat macet. Ya namanya ibukota ya, ya jelas macet lah, hehehehe.
Sesampainya di kampus, Andra pun memarkirkan motornya di parkiran. Dan mulai mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Sinta. Andra ingin memastikan kalau seandainya bukan karena Sinta lah penyebab Fitri berubah. Dan itu semua memang keinginan Fitri tersendiri, termasuk berangkat kuliah pagi-pagi buta sekali.
"Hai Andra.... lu cari apaan sih, celengak-celinguk aja gua liatin", 'Tanya Keni'.
"Hhmm... ini ken, gua lagi nyari Sinta", 'Jawab Andra'.
"Mau ngapain lu sama Sinta, pagi-pagi begini?", 'Tanya Keni lagi'.
__ADS_1
"Itu ken.... Gua ada perlu sama dia, lu liat ngak tuh anak di mana?", 'Tanya Andra balik'.
"Gua belum liat sih ndra, palingan dia di kantin ndra. Kan biasanya dia itu nongkrong di kantin sama teman-temannya", 'Jawab Keni'.
"Yasudah gua ke kantin duluan ya ken, thanks ya", 'Ucap Andra yang berlarian menuju kantin kampus tersebut'.
"Hey ndra.... Andra...", 'Panggil Keni lagi'.
Tetapi Andra pun tidak mendengar panggilan Dari Keni tersebut, Karena Andra sudah berada jauh di depan Keni.
"Tuh Anak kenapa ya, pagi-pagi begini udah sibuk begitu. Biasanya mah santui amat hidupnya tuh anak", 'Ucap Keni lagi yang turun dari motor'.
"Tuh anak Jin apa gimana ya, tiba-tiba sudah jauh aja di depan sana. apa dia punya ilmu bisa ngilang", 'Ucap Keni lagi bergidik'.
Keni pun melanjutkan langkah kakinya, yang saat ini entah ingin kemana. Rencananya sih tadi dia ingin ke kantin juga, tapi udah di tinggal duluan Sama si Andra.
*
Sesampai di kantin, Andra pun sudah ngos-ngosan karena tadi dia berlarian. Tetapi dia tetap pada tujuan awalnya, yaitu mencari keberadaan Sinta.
"Nah... itu tuh anak", 'Ucap Andra yang menunjuk keberadaan Sinta dan teman-temannya itu'.
Andra pun berjalan menuju meja, dimana Sinta dan teman-temannya duduk.
"Sin.... Lu sini ikut gua bentar, ada yang mau gua bicarain penting", 'Ucap Andra'.
"Apaan sih Andra?", 'Tanya Sinta'.
"Makanya ku ikut gua lu bentar, penting soalnya", 'Jawab Andra'.
"Kemana?", 'Tanya Sinta dengan kebingungan'.
"Udah sih ikut dulu aja", 'Jawab Andra dan menarik tangan Sinta'.
Andra pun membawa Sinta pergi kemana yang tidak ramai orang. Sedangkan Andra masih menarik tangan Sinta, tetapi mereka berdua seperti orang bergandengan.
__ADS_1
Dan tidak sengaja Fitri pun melihat Andra dan Sinta seperti orang bergandengan.
"Ya Allah kenapa aku sakit ya melihat mereka gandengan seperti itu", 'Ucap Fitri dalam hati sambil menatap Andra dan Sinta sampai hilang'.