
"Fit.... Kamu mau kemana sayang?", 'Tanya Eli yang melihat Fitri berada di depan meja riasnya'.
"Ke kampus Tan", 'Jawab Fitri yang menoleh sekilas kearah tantenya itu'.
"Kamu yakin mau ke kampus sayang?, kamu ngak izin aja?", 'Tanya Eli lagi'.
"Iya Tan, lagian aku bisa pakai tongkat kok", 'Jawab Fitri'.
"Beneran fit?, Kamu lebih baik izin aja", 'Tanya Eli lagi'.
"Iya Tan aku ngak apa-apa, dan lagian aku juga bisa pakai tongkat nih", 'Jawab Fitri memegang tongkat yang telah di siapkan oleh om dan Tantenya'.
"Yasudah kalau begitu, kamu Tante antar aja ya?", 'Ucap Eli lagi'.
"Ngak perlu tan, lagian aku bisa pakai ojek online kok", 'Jawab Fitri'.
"Tante anter aja, ntar pulangnya kalau ngak Tante yang jemput nanti Tante minta pak Asep yang jemput kamu. Kalau kamu naik ojek online Tante ngak setuju, takutnya kaki kamu ntar kenapa-kenapa lagi", 'Ucap Eli'.
Setelah melakukan perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Fitri mengikuti apa kata tantenya itu. Dari pada dia tidak di bolehin kuliah.
"Yasudah deh, iya Tan", 'Jawab Fitri yang pasrah'.
Fitri pun kembali bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Dan sebelum ke kampus pun, Fitri tidak lupa sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat.
"Om... Tante.... Fitri pamit ke kampus dulu ya", 'Ucap Fitri yang akhirnya di anter oleh pak Asep'.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya", 'Jawab Eli'.
"Iya fit, kamu hati-hati ya. Ntar kalau ada apa-apa hubungi om atau Tante ya", 'Ucap Bram juga'
"Baik om", 'Jawab Fitri'.
"Pak Asep hati-hati ya", 'Ucap Bram berbicara kepada Asep'.
"Baik pak", 'Jawab Asep'.
Pak Asep pun melajukan mobilnya menuju arah kampus Fitri.
*
"Aku harus berangkat lebih awal nih, biar bisa ketemu Fitri", 'Ucap Andra yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kampus'.
Andra pun menuruni anak tangga dari kamarnya menuju lantai bawah.
"Kak Andra mau kemana pagi-pagi begini?", 'Tanya Luna yang sedang sarapan di meja makan'.
"Ke kampus lah lun, mau kemana lagi coba", 'Jawab Andra yang menghentikan langkah kakinya'.
"Tumben jam segini Kakak udah ke kampus, biasanya masih molor", 'Ucap Luna yang kembali menyantap sarapannya'.
__ADS_1
"Itu kan biasanya, sekarang mah udah luar biasa", 'Jawab Andra yang kembali melangkahkan kakinya keluar rumah'.
"Andra.... ndra... kamu ngak sarapan dulu", 'Teriak Hesty mamanya Andra, tetapi Andra tidak mendengar panggilan Dari mamanya'.
"Kemana tuh kakak kamu pagi-pagi begini", 'Ucap Hesty beralih kepada Luna'.
"Katanya Ke kampus ma", 'Jawab Luna'.
"Kesambet apaan tuh anak?, Tumben bangat dia ke kampus jam segini, biasanya mah dia kan masih molor", 'Tanya Hesty'.
"Ngak tahu juga ma", 'Jawab Luna sambil mengangkat bahunya'.
Luna pun kembali melanjutkan sarapannya, karena dia sebentar lagi juga ingin berangkat ke kampus nya.
"Mam... Aku berangkat ke kampus dulu ya", 'Ucap Luna'.
"Iya sayang, ntar kamu ke kantor ngak?", 'Tanya Hesty'.
"Rencananya sih iya mah, tapi ntar siang pulang dari kampus", 'Jawab Luna'.
"Yasudah kalau begitu hati-hati ya", 'Ucap Hesty'.
"Iya ma", 'Jawab Luna dan berpamitan kepada sang ibu'.
Luna pun berjalan keluar rumah, tak lama kemudian Luna pun menghentikan langkahnya dan kembali berbalik badan kearah sang ibu.
"Mam....", 'Ucap Luna lagi'.
"Hhmm... itu mam, Mama nanti ke kantor ngak?", 'Tanya Luna'.
"Rencananya sih iya sayang, tapi nanti agak siangan", 'Jawab Hesty'.
"Aku Boleh nitip ngak mam, aku titip berkas-berkas yang nanti mau di tanda tangani oleh papa. Takutnya nanti aku ngak keburu ketemu papa, takut dia ada meeting lainnya", 'Ucap Luna'.
"Yasudah kalau gitu, nanti Mama aja yang bawa berkas itu ke kantor. Ntar mama berangkat ke kantornya pagi aja", 'Jawab Hesty'.
"Iya mam... Luna ambilin dulu di kamar", 'Ucap Luna'.
Luna pun berlarian menuju kamarnya untuk menggambil berkas-berkas yang akan dia berikan kepada sang ibu.
*
"Terimakasih banyak ya pak Asep, udah nganterin aku", 'Ucap Fitri yang hendak turun dari mobil'.
"Iya mbak Fitri... sama-sama", 'Jawab Pak Asep'.
Asep pun buru-buru keluar melalui pintu kemudinya, untuk membantu Fitri turun dari mobil.
"Hati-hati mbak....", 'Ucap Asep'.
__ADS_1
"Iya pak Asep, terimakasih ya pak", 'Ucap Fitri lagi'.
"Iya mbak sama-sama.... Mau saya anterin kedalam sekalian mbak?", 'Tanya Asep'.
"Ngak perlu pak Asep, saya bisa sendiri kok. Kan ada ini", 'Jawab Fitri mengangkat tongkatnya'
"Beneran mbak?, saya takut mbak Fitri nanti jatuh lagi", 'Tanya Asep lagi'.
"Iya beneran pak Asep, saya bisa sendiri kok", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau begitu, saya pamit pulang dulu ya mbak", 'Ucap Asep'.
"Iya pak Asep, hati-hati ya pak", 'Jawab Fitri'.
Asep pun kembali ke mobil, dan segera melajukan mobil ke arah rumah majikannya lagi. Sedangkan Fitri pun masuk ke dalam Kampus dan menuju kelasnya dengan bantuan tongkat yang udah dia pegang.
"Fitri.....", 'Panggil Kiki yang berlarian kearah Fitri'.
"Hei... Ki", 'Sapa Fitri'.
"Kamu kenapa Fit, kok pakai tongkat segala?", 'Tanya Kiki'.
"Kemarin aku jatuh Ki", 'Jawab Fitri'.
"Ya Allah fit...... kok kamu bisa jatuh?", 'Tanya Kiki'.
Fitri pun menceritakan kronologis kejadian dia bisa seperti sekarang ini, kepada Kiki.
"Ayuk kita ke kelas fit... Aku bantu kamu ya, pelan-pelan aja jalannya", 'Ucap Kiki lagi'.
"Iya Ki", 'Jawab Fitri'.
Kiki dan Fitri pun segera menuju kelas mereka, dan Kiki sesekali membantu Fitri berjalan saat Fitri kesulitan menggunakan tongkat. Mungkin karena Fitri tidak terlalu biasa berjalan menggunakan tongkat, jadi dia sedikit mengalami kesusahan.
*
"Fitri di mana?... Kok ngak keliatan", 'Ucap Andra saat membuka helmnya di parkiran motor'.
"Apa dia belum berangkat?, ngak mungkin juga biasanya kan jam segini aku kerumahnya dia udah ngak ada", 'Ucap Andra lagi sendiri yang masih celengak-celinguk mencari keberadaan Fitri'.
Tadi dari rumahnya Andra langsung menuju kampus, tidak mampir dulu ke rumah Fitri. Karena biasanya Jam segini Fitri dulu berangkat ke kampus, oleh karena itulah Andra juga langsung menuju kampus.
"Gua coba cari kedalam aja kali ya", 'ucap Andra yang turun dari motornya'.
Andra pun mulai menelusuri kampus, untuk mencari keberadaan Fitri.
"Hei Ndra.... Ke kantin yuk", 'Ajak Sinta yang menghampiri Andra'.
"Ngak sin.... Gua ada perlu dulu", 'Jawab Andra dan meninggalkan Sinta seorang diri'.
__ADS_1
" Susah bangat sih itu Andra di dekatin.... Ini pasti dia mau cari anak baru itu", 'Ucap Sinta lagi dengan kesalnya'.
"Liat aja lu ya Andra...... Gua akan melakukan apapun agar lu bisa menjadi milik gua. Dan juga itu anak baru kayaknya mesti di beri pelajaran juga nih", 'Ucap Sinta lagi yang merencanakan rencana liciknya'.