
"Fitri... Fitri.... tunggu fit.....", 'Teriak Andra dari kejauhan yang melihat keberadaan Fitri'.
Andra pun berlari kearah Fitri dan Kiki berada.
"Fit... fit... kamu di panggil kak Andra tuh", 'Bisik Kiki'.
"Udah Ki biarin aja, kita lanjut jalan aja", 'Jawab Fitri'.
Karena untuk saat ini Fitri tidak ingin bertemu dengan Andra, entah apalah yang membuat Fitri marah sama Andra, yang jelas Fitri sendiri juga binggung dengan perasaan nya saat ini.
"Ta.... tapi fit, itu kak Andra ngejar kita dan manggilin nama kamu terus", 'Ucap Kiki lagi yang melihat dengan sudut matanya'.
"Udah Ki, cuekin aja", 'Jawab Fitri yang berusaha mempercepat langkahnya kakinya, tapi masih sedikit kesulitan karena saat ini dia menggunakan tongkat'.
Kiki pun diam, mengikuti apa kata Fitri.
Bruak.......
"Astaghfirullah fit.... kamu tidak apa-apa", 'Ucap Kiki yang membantu Fitri untuk berdiri'.
Tongkat Fitri kepleset, karena tadi Fitri juga terburu-buru dan tidak juga Fitri tidak bisa menjaga keseimbangannya.
Melihat Fitri yang jatuh, Andra pun bergegas menghampiri Fitri.
"Kamu ngak apa-apa fit?", 'Tanya Andra yang juga ikut membantu Fitri bangun dari jatuhnya'.
"Ngak apa-apa kok", 'Jawab Fitri yang mengeser tangannya yang di pegang Oleh Andra'.
Andra merasakan perubahan Fitri itu, dari gestur tubuh Fitri barusan terlihat sekali kalau dia sangat tidak suka Andra berada di dekatnya.
"Ayuk Ki, kita ke kelas. Pasti bentar lagi Kelas di mulai", 'Ajak Fitri yang menahan rasa sakitnya saat ini'.
Kiki pun hanya mengikuti apa kata Fitri, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Kiki juga merasa tidak enak sama Andra, karena Andra adalah salah satu senior di kampus ini, dan Andra juga cukup terkenal di kampus ini. Kiki tidak mau kalau gara-gara masalah ini, dia nantinya terkena masalah karena udah nyuekin seniornya. Tepatnya Fitri sih, bukan Kiki, hehehehe.
"Misi ya kak", 'Ucap Kiki Kepada Andra sambil menundukkan kepalanya'.
Andra pun hanya terdiam melihat semua ini, dia merasa tidak percaya Fitri cuek sama dia.
Fitri dan Fitri pun meninggalkan Andra begitu saja, tanpa memperdulikan dia sebagai senior mereka juga.
__ADS_1
"Fit.... kok kamu tadi begitu sih sama kak Andra, kan kamu tahu sendiri kalau dia itu senior kita Fit. Ntar kalau ada senior lain yang ngeliat kita seperti tadi gimana?, panjang urusannya Fit", 'Omel Kiki'.
"Hehehe.... Iya juga ya Ki, maaf ya kamu kena juga", 'Ucap Fitri mengaruk kepalanya yang tidak gatal'.
"Kamu kenapa sih Fit?, akhir-akhir ini aku liatin kamu selalu seperti menghindari kak Andra terus?. Dan juga kamu ngak pernah tuh menjawab pertanyaan aku yang ini, padahal hampir tiap hari Lo fit aku nanya kamu", 'Tanya Kiki lagi'.
Fitri pun hanya terdiam, tanpa menjawab pertanyaan dari Kiki barusan, sama seperti biasanya. Fitri sendiri juga binggung kenapa dia seperti ini.
"Pagi semua......", 'Tiba-tiba Pak OKI masuk kelas, dosen matematika'.
"Pagi pak....", 'Jawab Mahasiswa-mahasiswi di kelas tersebut'.
"Hufft.... Alhamdulillah aku terselamatkan lagi dari pertanyaan Kiki barusan", 'Gumam Fitri dalam hati'.
"Tapi.... kalau dia ntar nanya lagi gimana ya?, kalau kelas udah kelar", 'Tanya Fitri lagi dalam hati'.
"Udah lah palingan ntar dia lupa lagi", 'Jawab Fitri sendiri atas pertanyaan nya barusan'.
Lagi dan lagi ada aja yang menghalangi kiki untuk mendapat jawaban dari pertanyaan yang terus menerus dia tanyakan kepada Fitri, dan nantinya Kiki Kiki sering kelupaan.
"Inget ya fit..... Ntar aku tanya lagi", 'Bisik Kiki'.
Fitri pun hanya diam dan pura-pura tidak mendengar bisikan Fitri barusan, dan juga Fitri lebih memilih memperhatikan pak OKI yang berada di depan. Dosen muda, ganteng, putih, tinggi, pinter, aduh... siapa sih yang ngak terpesona, hehehe, 'Fikir Fitri'.
*
"Apaan sih lu Ken, bikin kaget orang aja", 'Ucap Andra yang menabok Keni'.
"enak aja lu main tabok, lu itu yang dari tadi benggong ngak jelas. Mikirin apaan sih lu itu, mikirin ayam beranak?", 'tanya Keni yang juga menabok Andra balik'.
"Ayam beranak mah sampai lebaran monyet mah ngak bakalan ada begok", 'Jawab Andra yang kembali menoyor kepala Keni dan meninggalkan Keni begitu saja'.
"Nah itu lu tahu", 'Ucap Keni memegang kepala yang barusan di Toyor Andra dan menyusul andra'.
"Lu itu kenapa sih Ndra?, akhir-akhir ini gua liatin lu itu aneh bangat?, apa jangan-jangan kamu seperti gara-gara anak baru itu?", 'Tanya Keni lagi'.
"Gua juga ngak tahu kenapa Ken", 'Jawab Andra'.
"Lah kocak bet lu jadi orang, ngak tahu apa yang terjadi sama diri lu sendiri", 'Ucap Keni sambil becanda'.
__ADS_1
"Iya gua serius bego", 'Jawab Andra lagi dan lagi menoyor kepala Keni'.
"Lu itu ya kebiasaan amat, noyor kepala gua. Ini kepala isi nya otak tahu, buat gua pikir", 'Ucap Keni'.
"Punya otak juga ya lu ternyata, gua kirain ngak ada", 'Jawab Andra'.
"Lah kalau gua ngak punya otak, lu pikir isi kepala gua apa bego", 'Ucap Keni'.
"Ya gua kira, isi kepala lu ngak ada. Alias tong kosong nyaring bunyinya", 'Jawab Andra'.
"Enak aja lu kalau ngomong", 'Ucap Keni'.
"Lagian sih lu, kadang kalau ngomong ngak mikir dulu. Asal ngelantur aja kalau ngomong,", 'Ucap Andra yang lagi-lagi meninggalkan Keni begitu saja'.
"Apa iya ya aku seperti itu...", 'Pikir Keni yang mengaruk kepalanya yang tidak gatal'.
"Andra.... tungguin gua ndra....", 'Teriak Keni yang baru sadar jika Andra sudah jauh berada di depannya'.
Andra pun menoleh sekilas dan kembali melangkahkan kakinya, meninggalkan Keni yang cukup jauh ketinggalan di belakangnya.
Keni adalah orang yang memang seperti itu adanya, dia memang kalau ngomong Asal ngelantur, meskipun kadang dia itu suka bener meskipun asal bicara.
Tapi jika tidak ada dia, teman-temannya juga merasa kesepian, karena dia juga sering menjadi buli-bulian teman-temannya dan itu termasuk Andra. Buli-bulian hanya becandaan ya teman-teman, bukan buli-bulian yang fisik dan kekerasan.
*
"Fit..... Maaf ya aku ngak bisa nemani kamu Sampai sopir kamu datang ngejemput. Soalnya aku udah ada janji sama mama aku", 'Ucap Kiki yang sudah berada di atas motornya'.
"Iya Ki ngak apa-apa kok, palingan bentar lagi sopir Tante aku sampai", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau gitu, kamu hati-hati ya fit. Kalau ngak kamu duduk di sana aja nungguin nya, ntar dari sana pasti juga keliatan kok", 'Ucap Kiki lagi'.
"Ngak apa-apa kok Ki, aku di sini aja. Palingan ntar lagi datang", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah kalau gitu hati-hati ya, aku balik duluan ya, da-da-da", 'Ucap Kiki melambaikan tangannya'.
"Iya Ki, kamu juga hati-hati ya", 'Jawab Fitri yang juga membalas lambaian tangan Kiki'.
Kiki pun melajukan motor kesayangan nya itu, hilang tidak terlihat lagi dari kampus, dan tinggallah Fitri sendirian di depan kampus menunggu jemputan.
__ADS_1
"Pucuk di cinta, ulam pun tiba tuh. Jadi gua ngak perlu capek-capek cari tuh anak", 'Ucap Sinta yang tersenyum sinis melihat Fitri'.
Rencana apa yang akan di lakukan Sinta?......