ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
21


__ADS_3

"Jen yang di maksud oleh Angga itu apaa?", 'Tanya Fitri saat memasuki kamarnya'.


Saat tadi Angga bicara dengan Fitri, Jeni pun masuk terlebih dahulu ke kamar Fitri. Jeni nginap di sini selama satu Minggu ini.


"Emangnya Angga bicara apa Fit?", 'tanya Jeni balik yang tiba-tiba di interogasi oleh Fitri'.


"Angga bilang kamu sama dia nantinya akan menjelaskan semuanya", 'Jawab Fitri'.


"Menjelaskan apa yang dia maksud?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Ya aku ngak tahu Jen, kalau aku tahu mah aku ngak bakalan nanya sama kamu", 'Jawab Fitri yang kemudian duduk di ranjang di miliknya'.


"Ooo.... Mungkin yang di maksud oleh Angga itu soal dia menjauh dari kamu selama ini kali", 'Ucap Jeni yang bangun dari tidurnya'.


"Menjauh dari aku maksudnya?", 'Tanya Fitri lagi yang tidak mengerti apa yang di maksud oleh Jeni'.


Jeni pun menjelaskan semuanya kepada Fitri, mulai dari bagaimana rencana itu di mulai berjalan dengan baik. Sampai akhirnya kemarin Fitri mengakui sendiri kepada Jeni


bahwa dia memang benar kehilangan sosok Angga.


"Berarti ibu aku juga ikut andil bersama kalian?", 'Tanya Fitri yang tidak menyangka ibunya juga ikut-ikutan dalam rencana ini'.


"Yapz betul, ibu kamu lah yang memberi ide rencana ini. Kan kita semua berhasil, hehehe", 'Jawab Jeni ketawa'.


"Benar-benar ya itu ibu, kenapa ikut-ikutan segala sih", 'Ucap Fitri kesal'.


"Ya ngak tahu juga fit, kamu tanya sendiri aja sama ibu kamu", 'Ucap Jeni sambil mengangkat bahunya'.


Fitri pun langsung keluar kamar dan mencari keberadaan sang ibu, karena dia penasaran kenapa sang ibu juga ikut-ikutan merencanakan ini semua.


*


"Ibu......", 'Ucap Fitri yang menemui ibunya di dapur'.


"Iya fit, ada apa", 'Tanya Rina yang melihat tingkah aneh sang anak'.


"Ngak ada Bu, Fitri bantuin ya Bu", 'Jawab Fitri basa-basi dan membantu ibunya menyiapkan bahan-bahan untuk memasak'.

__ADS_1


"Tumben-tumbennya kamu ke dapur bantu ibu?", 'Tanya Rina heran'.


"Lah emang kenapa Bu?", 'Tanya Fitri balik'.


"Ya ngak biasa aja, biasanya kamu kalau ngak di minta bantuan dulu ngak bakalan nonggol ke sini", 'Jawab Rina yang masih sibuk dengan pekerjaannya'.


"Ya ngak apa-apa Bu, sekali-kali", 'Ucap Fitri'.


Fitri memang sangat jarang membantu ibunya di dapur, tetapi kalau ibunya sudah minta bantuan pasti dia tolong. Tetapi kalau urusan pekerjaan rumah yang lain, Fitri yang mengerjakan semuanya. Fitri hanya akan di dapur apabila ibunya sedang tidak di rumah, dan Fitri lebih nyaman di dapur memasak sendirian dari pada orang lain. Fitri orangnya Malas di komentarin, hehehehe.


"Ini pasti ada mau nya ya.....", 'Tanya Rina'.


"Ngak kok, ngak ada", 'Jawab Fitri yang masih malu untuk bertanya'.


"Udah ngomong aja, kalau ada mau nya mah", 'Ucap Rina'.


"Beneran Bu?", 'Tanya Fitri'.


"Tuh kan ada mau nya, iya beneran. Sok mau ngomong apa kamu mah", 'Jawab Rina'.


"Ibu kenapa ibu ikut-ikutan sih merencanakan ini semua. Dan kata Jeni ibu yang memberi ide, agar Angga menjauhi aku untuk mengetahui bagaimana perasaan aku terhadap Angga", 'Tanya Fitri'.


Fitri pun mengangguk tanda mengiyakan ucapan ibunya itu.


"Ya ibu tahu, bahwa sebenarnya kamu itu juga ada perasaan sama Angga. Tetapi kamu malu dan gengsi untuk mengutarakan nya, betulkan yang ibu bicarakan", 'Ucap Rina'.


"Ibu tahu dari mana?, Padahal kan aku tidak pernah cerita sama siapapun soal perasaan ku. Orang sama Jeni aja baru kemarin ini aku cerita, itu pun di paksa oleh dia", 'Ucap Fitri'.


"Ya ibu tahu lah fit...fit.... Kamu itu anak ibu, ibu yang melahirkan, menyusui, dan membesarkan kamu. Apa sih yang ibu ngak tahu tentang kamu, tetapi ibu selama ini hanya diam nunggu kamu cerita terlebih dahulu kepada ibu, tetapi ibu tunggu-tunggu kamu ngak pernah tuh cerita sama ibu", 'Ucap Rina merasa pura-pura sedih di depan sang anak'.


"Iya Bu maaf, selama ini Fitri ngak pernah cerita apapun sama ibu. Dan juga Fitri terlalu menutup diri Bu, karena Fitri malu untuk cerita dan curhat sama ibu", 'Ucap Fitri menatap sang ibunda'.


"Kamu malu kenapa, sama ibu?", 'Tanya Rina balik'.


"Ya ngak tahu kenapa malu aja gitu Bu curhat-curhat begitu. Apalagi kalau urusan percintaan takut di ketawain aku", 'Jawab Fitri'.


"Siapa juga yang bakalan ketawain kamu, kamu itu mikirnya kejauhan", 'Ucap Rina'.

__ADS_1


"Hehehehe..... Terus kenapa ibu diam-diam saja, dan kenapa ibu tidak memberitahu aku kalau aku lagi di kerjain?", 'Tanya Fitri lagi'.


"Kalau ibu kasih tahu kamu, itu namanya bukan rencana fit. Dan tanpa rencana dari ibu juga, kamu pasti tidak akan mengakui perasaan kamu kan?", 'Jawab Rina'.


Fitri pun mengangguk tanpa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan sang ibu.


"Ibu kenapa mau sih memberi ide begitu, dan kenapa ibu seperti nya yakin gini dengan Angga?", 'Tanya Fitri lagi'.


"Ya karena ibu kenal dengan Angga dan keluarga nya sudah dari kalian kecil. Dan ibu juga tahu seluk beluk keluarga Angga semuanya, dan menurut ibu mereka adalah orang yang baik dan tidak muluk-muluk. Dulu ibunya Angga juga sering ngomong begini sama ibu Rina ntar kalau udah gede Fitri sama Angga kita jodohin aja ya, dan bahkan setiap dia nelpon atau ketemu ibu pasti dia ngomong gitu", 'Jawab Rina'.


"Oooo.......", 'Ucap Fitri yang duduk sambil menopang dagunya mendengarkan cerita sang ibu'.


"Dan yang paling penting, siapa sih yang ngak mau punya mantu kayak Angga. Sudahlah baik, sopan, ganteng, tinggi, putih, berasal dari keluarga kaya, Sholeh, dan pintar lagi. Siapa sih yang ngak mau sama cowok hampir sempurna begitu?, Kalau ada yang ngak mau mah berarti itu orangnya buta sama tuli, kalau ibu mah mau bangat lah pokoknya itu", 'Ucap Rina menyindir Fitri'.


"Ibu ini ngomong apaan sih", 'Ucap Fitri'.


Fitri pun keluar lagi dari dapur, karena sang ibu sudah hampir selesai memasak. Dan yang paling penting apa yang ingin dia ketahui dari ibunya sudah di dapatnya.


*


"Ooooo..... Ternyata ibu ikut mendukung hubungan Fitri dan kak Angga", 'Ucap Bela sesampai di kamarnya'.


Bela dari tadi nguping pembicaraan Fitri dan sang ibu.


"Haus bangat lagi, kedapur dulu ah ambil minum", 'Ucap Bela dan melenggang ke arah dapur'.


Saat hendak memasuki dapur bela melihat Fitri dan Rina sedang berbicara dan mereka bawa-bawa nama Angga dan rencana apalah itu yang tadinya Bela tidak mengerti.


Awalnya bela tidak ada niatan juga untuk melanjutkan nguping pembicaraan mereka, tetapi akhirnya dia nguping juga.


"Nanggung ngupingnya, kalau ngak dilanjutin", 'Ucap Bela'.


Bela pun tersenyum mengetahui ini semua.


"Berarti cewek yang kemarin sama Angga dan Jeni di cafe itu, kemungkinan adalah orang yang pura-pura menjadi pacarnya Angga dan buat Fitri cemburu. Boleh juga nih rencana mereka", 'Ucap Bela'.


Bela pun mencari ide agar Fitri membenci Angga, dan mereka tidak jadi jadian.

__ADS_1


Rencana busuk apalagi yang akan di rencanakan oleh Bela?


__ADS_2