
Andra dan keluarganya pun berjalan di dalam restauran menuju tempat dimana Fitri dan keluarganya duduk.
"Mam.... kita ngapain sih di sini", 'Tanya Andra yang dari tadi kebingungan'.
"Ntar kamu juga tahu kok", 'Jawab Hesty'.
"Selamat malam pak Bram", 'Ucap Tio menjabat tangan salah satu kolega bisnis nya itu'.
Bram dan Tio sudah berteman sedari dulu dan juga mereka adalah rekan bisnis, begitupun dengan Istri-istri mereka yaitu Eli dan Hesty mereka juga berteman sesama arisan. Tapi sebelumnya mereka sangat makan malam bersama seperti ini, karena kesibukan masing-masing.
"Malam pak Tio", 'Jawab Bram'.
"Silahkan duduk pak, ibuk dan yang lainnya", 'Ucap Bram'.
"Iya, terimakasih pak Bram", 'Jawab Tio'.
"Kok kak Andra ada di sini juga ya?", 'Gumam Fitri dalam hati'.
"Pak Tio, perkenalkan ini keponakan saya Fitri yang kemarin saya ceritakan pak", 'Ucap Bram memperkenalkan istri dan keponakan nya itu'.
"Oh iya nak Fitri, saya Tio dan ini anak saya Luna dan Andra", 'Jawab Tio'.
"Iya om, saya Fitri", 'Ucap Fitri'.
"OOO... Jadi Kak Andra itu anaknya pak Tio", 'Ucap Fitri dalam hati'.
"Jadi Fitri, ini pak Tio yang kemarin om ceritakan sama kamu. Salah satu rekan bisnis om yang punya salah perusahaan yang bergerak bidang designer dan dia juga tertarik dengan design yang punya kamu kemarin itu", 'Ucap Bram Kepada Fitri'.
"Iya om", 'Jawab Fitri'.
"Jadi begini Fitri, saya sangat tertarik dengan hasil design gaun milik kamu yang kemarin di lihat kan oleh pak Bram. Jadi saya bertujuan mengajak kamu serta Pak Bram dan istri malam ini, selain menjalin silaturahmi dan juga mengajak kamu bekerja sama dengan perusahaan designer milik kamu", 'Ucap Tio menjelaskan maksud dan tujuan dia mengajak makan malam pada hari ini'.
"Iya pak, Alhamdulillah bapak suka dengan hasil design milik saya", 'Jawab Fitri'.
"Tapi pak, saya kan juga masih kuliah?", 'Ucap Fitri'.
__ADS_1
"Kalau soal itu kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa mengerjakan semuanya di rumah dan mengirimnya melalui online nantinya ke sekretaris saya, untuk di kroscek kembali. Zaman sekarangkan sudah serba online, jadi kamu tidak perlu harus membagi waktu antara bekerja dan juga kuliah. Kamu hanya datang sesekali ke kantor, jika di perlukan", 'Jawab Tio yang paham dengan maksud Fitri, karena sebelumnya dia juga sudah membicarakan ini terlebih dahulu dengan Bram omnya Fitri.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak", 'Ucap Fitri'.
"Iya sama-sama Fitri", 'Jawab Tio'.
"Wow bagus bangat ini, ini karya Kakak sendiri?", 'Tanya Luna yang melihat kertas hasil design Fitri yang berada di atas meja tersebut'.
"Iya itu, hasil design aku sendiri lun", 'Jawab Fitri'.
"Bagus bangat kak, kakak belajar di mana?", 'Tanya Luna lagi'.
"Saya hanya meneruskan hobi saya, dan juga sesekali belajar dari Internet", 'Jawab Fitri'.
"Wah kakak pintar ya, iya kan mam", 'Ucap Luna beralih kepada sang ibu'.
"Ya.... Kalau di seriusin belajar nya mah, pasti bisa lah. Semua orang juga bisa kali seperti itu, kalau dia ada kemauan belajar ", 'Jawab Hesty Jutek'.
"Mam....", 'Bisik Luna'.
"Ya, tapi ngak gitu juga kali mam bicaranya", 'Bisik Luna lagi'.
"Maafin istri saya ya pak Bram, dia kadang memang begitu orangnya", 'Ucap Tio yang merasa tidak enak dengan Bram dan keluarganya'.
"Iya pak Tio, tidak apa-apa. Ada benarnya juga apa yang di ucapkan oleh Istri bapak barusan, kalau Fitri tidak serius belajar pasti dia tidak akan bisa mendesign sehebat ini", 'Jawab Bram'.
"Udah sayang, yang sabar ya", 'Bisik Eli' kepada keponakannya itu yang tadi sempat terdiam mendengar ucapan Hesty'.
Fitri hanya tersenyum saja, mendengar semuanya. Dan dia merasa mungkin ini adalah baru babak awalnya dalam berkarir, pasti ada orang yang suka dengan karyanya dan pasti juga ada orang yang tidak suka. Jadi menurut Fitri ini semua adalah hal yang biasa dalam berkarir.
"Fitri maafin kata-kata mama aku barusan ya", 'Ucap Andra'.
"Iya kak, ngak apa-apa kok. Benar apa yang di bilang Tante hesty, kalau ada kemauan belajar pasti bisa mengerjakan semuanya", 'Jawab Fitri tersenyum'.
"Kak Andra sama kak Fitri saling kenal?", 'Tanya Luna'.
__ADS_1
"Iya lun, Fitri ini adik tingkat aku di kampus", 'Jawab Andra'.
"Ayuk pak Bram, Bu Eli, Fitri di makan makanannya", 'Ucap Tio mengalihkan pembicaraan mereka karena merasa tidak enak dengan pak Bram dan keluarganya atas ulah sang istri'.
Mereka semua pun mulai menyantap makanan yang sudah di hidangkan oleh pelayan restoran tempat di mana mereka melakukan makan malam pada hari ini.
Setelah berbincang-bincang mengenai pekerjaan yang Tio tawarkan kepada Fitri, dan akhirnya Fitri pun setuju dengan tawaran yang di berikan oleh Tio tersebut. Fitri bersedia bekerja di perusahaan Fitri menjadi salah seorang desainer, dan Fitri berharap bisa bekerja dengan baik dan bisa mengiprahkan sayapnya hingga internasional, meskipun perusahaan milik Orang tua Andra itu sudah berkiprah di dunia designer tanah air maupun mancanegara.
"Kalau begitu Deal ya pak Bram?", 'Ucap Tio beralih kepada Bram yang di mana dia adalah om atau adik ipar dari ayahnya'.
"Deal pak Tio, dan terimakasih banyak pak Tio atas tawaran yang di berikan kepada Keponakan saya", 'Jawab Bram'.
"Sama-sama pak Bram, skill yang di miliki oleh Fitri ini tidak boleh di sia-sia kan pak. Jarang-jarang loh anak muda punya skil seperti ini, dan mau belajar dan punya semangat juang yang tinggi. Anak-anak saya saja, belum tentu bisa seperti Fitri. Meskipun mereka memiliki darah jiwa pengusaha sedari kecil", 'Ucap Tio'.
"Biasa aja kali pap, jangan terlalu berlebihan memujinya. Anak-anak kita itu punya skill yang banyak, bahkan lebih dari dia tuh", 'Jawab Hesty'.
"Mama apa-apaan sih ma", 'Ucap Andra membawa mamanya itu pergi ke mobil duluan'.
"yasudah kalau begitu, kita pamit dulu ya pak Bram", 'Ucap Tio yang pamit kepada Bram dan Keluarganya, karena dia merasa kalau lama-lama nanti istrinya semakin berulah'.
"Iya pak, terimakasih banyak ya pak Tio atas undangan makan malam dan juga tawaran kerja yang di berikan kepada keponakan saya", 'Jawab Bram dan berjabat tangan dengan Tio'.
Tio pun menyusul anak dan istrinya yang terlebih dahulu meninggalkan cafe tersebut.
"Fitri.... kamu jangan ambil hati ya sayang atas ucapan Istrinya pak Tio tadi, dia memang seperti itu orang nya sayang. Kamu harus memakluminya ya", 'Ucap Eli sepeninggal Tio'.
"Iya Tan, Fitri ngak apa-apa kok", 'Jawab Fitri tersenyum kepada adik dari ayahnya itu'.
"Yasudah kalau begitu kita pulang yuk", 'Ajak Bram'.
Mereka bertiga pun berjalan menuju parkiran mobil, untuk pulang.
Sementara itu di mobil milik Tio, Andra dan mamanya sedang berdebat.
"Mama ini apa-apaan sih, sampai bicara segitunya sama Fitri. Ngak enak tahu mam sama om Bram dan Tante Eli dan juga pasti Fitri merasa sakit hati", 'Ucap Andra sampai di dalam mobil'.
__ADS_1
"Kamu itu kenapa sih ndra, belain itu cewek kampung. Kamu itu suka sama dia?", 'Tanya Hesty menodong sang anak dengan pertanyaan yang tak terduga'.