
Setelah mendapat izin dari orang tua dan keluarganya, fitri pun kembali ke kamar.
Di kamar fitri mencoba untuk membuka handphone nya sendiri, untuk mencari tempat bimbangan Belajar masuk universitas yang tidak jauh dari rumah Adik ayahnya Itu.
Fitri melihat banyak sekali panggilan yang tidak terjawab di handphone nya dan begitu pun dengan pesan masuk. Fitri pun membuka salah satu aplikasi berwarna hijau yang berfungsi untuk berkirim pesan dan bertukar kabar yang aman dan rahasia.
Mata fitri tertuju kepada pesan yang di kirim oleh sahabatnya Jeni,yang sepertinya khawatir akan Fitri.
"Aku tidak apa-apa jen, kamu tidak perlu terlalu khawatir ya", 'Fitri membalas pesan dari Jeni yang menanyakan apakah dirinya baik-baik saja'.
Fitri pun melanjutkan tujuan awalnya yaitu mengklik aplikasi pencarian informasi di seluruh dunia, untuk mencari tempat bimbingan Belajar yang tidak jauh dari rumah saudaranya itu. Agar nanti setelah sampai di sana fitri sudah ada referensi sendiri. Fitri mengabaikan begitu banyak pesan yang di kirim oleh Angga, karena dia merasa itu tidak lah penting.
*
Ben meminta Fitri untuk tinggal di rumah saudaranya untuk sementara waktu, karena dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan sang putri yang baru menginjak kan kami untuk hidup sendirian di kota besar itu. Dan terjadilah pertengkaran yang cukup hebat antar ayah dan anak itu pada malam itu.
"Aku tidak mau yah, kalau tinggal dengan saudara itu pasti aku merasa terkekang tidak bisa se leluasa aku tinggal sendiri", 'Ucap Fitri yang tidak terima dengan usulan sang ayah'.
"Kamu ingin bebas gitu kalau kamu tinggal sendiri?", 'Tanya Ben yang sempat tersulut emosi kepada sang anak'.
"Bukan begitu yah, Fitri merasa tidak enakan untuk tinggal bersama saudara itu. pasti nantinya banyak bicara sama sini, kalau Fitri pulang lama lah, melakukan ini lah itu lah", 'Jawab Fitri membantah atas pemikiran sang ayah'.
"Kalau kamu ada alasan yang masuk diakal pasti Tante kamu nantinya juga akan mengerti. pemikiran kamu itu terlalu kejauhan", 'Ucap Ben'.
"Ayah minta kamu itu tinggal di sana untuk sementara waktu saja, minimal 1 semester lah kamu tinggal bersama Tante kamu itu. karena kamu baru menginjakan kaki untuk hidup dan menimbah ilmu di sana tanpa ada yang mengawasi. kalau untuk hanya sekedar pergi liburan sering lah kita kekota tapi itu kan kamu dalam pengawasan ayah sama ibu atau yang lainnya", 'Ucap Ben lagi'.
"Tapi yah......", 'Ucap Fitri'.
"ngak ada tapi-tapian Fitri, atau kamu tidak usah aja kuliah di kota. kamu kuliah di sini saja", 'Ancam sang ayah'.
Fitri pun tersentak atas ancaman yang di ucapkan oleh ayahnya tersebut, dan jika itu terjadi akan menghambat impiannya selama ini yang sudah dia rancang.
"ya sudah kalau itu ke inginan ayah, akan Fitri ikuti yah. Kalau itu yang bisa membuat ayah Lebih lega melepas Fitri untuk kuliah di kota", 'Jawab Fitri menurunkan Egonya'.
__ADS_1
"nah gitu dong kamunya dari tadi, jadi kita ngak perlu bersitegang seperti ini kan. ayah cuman mau yang terbaik juga buat kamu dan juga tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu", 'Ucap Ben'.
"Iya yah, Fitri mengerti maksud dan tujuan ayah", 'Jawab Fitri'.
"Nah itu baru anak ayah", 'Ucap Ben dan mengacak-acak rambut sang anak'.
Akhirnya Fitri pun hanya bisa pasrah dengan keputusan ayahnya itu, dari pada egonya hanya akan menghambat semua mimpinya.
*
Tiga hari sudah Fitri tidak pernah keluar rumah semenjak kejadian yang terjadi di air terjun itu, dan begitu juga Fitri tidak berbicara dengan Bela karena dia merasa masih belum siap untuk melupakan kejadian kemarin itu.
Sudah dua hari sudah juga Angga selalu bolak balik ke rumah Fitri, tetapi Fitri tidak mau menemuinya.
"assalamualaikum......", 'Ucap Angga yang sudah berada di depan Rumah Fitri'.
"Waalaikumusalam", 'Jawab Rina dari dalam dan bergegas membukakan pintu'.
" Nak Angga, pasti nyari Fitri ya?", 'Tanya Rina'.
"ada nak Angga, kamu duduk dulu ya. Biar Tante panggilin Fitrinya terlebih dahulu", 'Jawab Rina yang mempersilakan Angga untuk duduk'.
"baik Tante", 'ucap Angga'.
Rina pun masuk kembali kedalam rumahnya untuk memanggil Fitri yang beberapa hari ini hanya berkurung di kamarnya.
"Fit, ada Angga tu nyariin kamu", 'Ucap Fitri'.
"maaf Bu, Fitri lagi ngak ingin bertemu siapa-siapa dulu", 'Jawab Fitri'.
"Kenapa sayang?, kasian loh dia udah jauh-jauh datang ke sini untuk bertemu dengan kamu tapi kamunya lah ngak mau. siapa tahu ada yang penting sayang", 'Tanya Rina dengan Lembut'.
"ngak apa-apa Bu, Fitri merasa lagi ngak enak badan aja dan lagi malas keluar juga. ibu bilang aja kalau Fitri lagi melakukan apa gitu, dan lagi ngak bisa di ganggu", 'Jawab Fitri yang menolak untuk bertemu dengan Angga'.
__ADS_1
"yasudah lah kalau begitu, ibu bilang dulu ya sama angganya", 'Ucap Rina lagi'.
"iya Bu, terimakasih ya Bu. maaf Fitri selalu merepotkan ibu", 'Ucap Fitri yang merasa bersalah menyuruh ibunya'.
"iya sayang, ngak apa-apa kok. kamu lanjutin aja yah kegiatan kamu", 'Ucap Rina yang tersenyum kepada sang putri'.
"Iya Bu", 'Jawab Fitri yang kembali melanjutkan menggambarnya'.
Rina pun kembali turun kelantai bawah untuk menemui Angga kembali.
""Nak angga, maaf ya Fitrinya lagi ngak bisa di ganggu", 'Ucap Rina yang kembali menemui Angga'.
"iya Tante, emangnya Fitri lagi ngak ada di rumah ya Tante?", 'Tanya Angga lagi'.
"Ada kok nak Angga, tapi Fitrinya lagi mengerjakan sesuatu yang ngak bisa di ganggu. Maaf ya nak Angga", 'Jawab Rina lagi'.
"Iya Tante ngak apa-apa kok, aku pamit dulu ya tan", 'Ucap Angga'.
"nak Angga ngak mau minum dulu, Tante buatkan minuman dulu ya", 'Ucap Rina basa-basi karena dia juga merasa ngak enak sama Angga'.
"Ngak usah Tante, terimakasih ya tan. Saya juga baru ingat Tan, soalnya saya ada janji juga sama teman", 'Jawab Angga bohong'.
Angga pun buru-buru pamit kepada Rina karena dia merasa tidak enak untuk lama-lama di rumah Fitri, sedangkan Fitrinya sendiri tidak mau menemuinya.
Angga pun kembali ke mobilnya yang di dalam mobil ada Rara juga.
"Gimana kak?", 'Tanya Rara'.
"Fitrinya ngak mau nemui Aku Ra", 'Jawab Angga'.
"kenapa kak?", 'Tanya Rara lagi'.
"ya aku juga ngak tahu Ra kenapa, tadi ibunya bilang katanya Fitri lagi ngak mau di ganggu", 'Jawab Angga'.
__ADS_1
"kakak yang sabar dulu ya kak, mungkin kak Fitri butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri kak", 'Ucap Rara yang menenangkan Angga'.
"Sampai kapan sih Fit kamu seperti ini terus menerus, kita perlu bicara fit. dan Aku ingin menjelaskan semuanya terlebih dahulu kepada kamu, semua ini hanyalah salahpaham Fitri", 'Angga mengirimkan pesan kepada Fitri'.