ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 89


__ADS_3

Semakin hari kondisi kaki Fitri semakin membaik, dan dia juga sudah mulai masuk kampus juga meskipun awal-awal masuk kampus dia tetap harus menggunakan Tongkat untuk membantu dia jalan. Tetapi Makin ke sini, Fitri sudah tidak memerlukan bantuan tongkat lagi untuk berjalan.


"Cie..... yang udah ngak pakai tongkat nih ya jalan nya", 'Ledek Kiki melihat sahabatnya itu turun dari mobil sudah tidak memakai tongkat'.


"Iya dong, biar bisa jalannya lebih cepat. Ngak kayak keong lagi terseok-seok", 'Jawab Fitri tertawa kearah sahabat nya itu'.


"Iya deh bagus lah kalau begitu, jadi aku ngak harus ikut-ikutan jalan terseok-seok lagi deh", 'Ucap Kiki yang juga ikut tertawa'.


"udah-udah kita ke kantin yuk, aku laper nih", 'Ajak Fitri dan merangkul bahu Kiki'.


"Dih tumben-tumben amat nih anak ngajak ke kantin pagi-pagi, biasanya udah sarapan dari rumah. Emangnya Tante kamu ngak masak?", 'Tanya Kiki'.


"Masak sih, tapi pengen makan di kantin aja", 'Jawab Fitri'.


"Apa jangan-jangan kamu mau liat kak Andra ke kantin", 'Ledek Kiki lagi'.


"Apaan sih Ki, ntar ada yang dengar lagi. Apalagi sih itu", 'Ucap Fitri yang kaget dengar ucapan Kiki barusan'.


"Hehehe... iya juga ya, ntar yang ada berabeh urusannya", 'Jawab Kiki yang mengerti maksud Fitri barusan'.


Fitri dan Kiki pun menuju kantin, dengan meledek satu sama lain, mereka berdua keliatan bahagia sekali tanpa ada beban gitu.


"Ki kamu mau pesan apa?, Biar aku pesanin sekalian", 'Tanya Fitri'.


"Aku nasi goreng aja deh Fit, sekalian minumnya air mineral dingin aja fit Aku tunggu disana", 'Jawab Kiki sambil menunjuk ke pojokan di mana di sana masih ada tempat duduk yang kosong'.


"Oke", 'Ucap Fitri'.


Fitri pun melewati kerumunan banyak orang di kantin, mereka ada yang sarapan, ngerjain tugas, atau hanya nyemal-nyemil aja dan juga ada yang hanya duduk tanpa mesan, hehehe.


"Buk tin, aku pesan nasi goreng satu, minasnya satu, sama ini air mineral dinginnya dua ya buk", 'Ucap Fitri yang udah memegang air mineral dingin di tangannya'.


"Iya fit, di tunggu ya. Ntar ibuk antar", 'Jawab Tini ibu-ibu yang jualan di kantin kampus'.


Saat hendak menuju bangku yang udah di tempati oleh Kiki, Fitri pun di hadang oleh seseorang, dan itu membuat Fitri kaget.

__ADS_1


"Pagi beb Fitri......", 'Ucap Vino yang tiba-tiba berada di depan fitri'.


"Astaghfirullah, Nih orang bisa ngak sih ngak ngagetin", 'Gumam Fitri dalam hati sambil mengelus dadanya'.


"Beb Fitri kenapa?, kok tumben pagi-pagi ke kantin, biasanya jam segini udah di kelas?", 'Tanya Vino yang melihat Fitri sedang mengelus-elus dadanya'.


"Hhmm... ngak apa-apa kok", 'Jawab Fitri sambil buang muka'.


"Fitri duduk sini aja, sama a'a Vino", 'Ucap Vino'.


"Hhhmm...", 'Fitri tampak mengaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tampak binggung mau ngapain, takut salah ngomong'.


"Fitri, ini pesanan kamu, duduk di mana?", 'Tanya Buk Tini yang datang mengantar pesanan Fitri'.


"Itu di sana buk, di pojokan dekat Kiki", 'Jawab Fitri menunjuk ke arah Kiki'.


"Terus kenapa kamu masih berdiri di sana, Ayuk kesana. ntar dosen kamu keburu masuk lagi", 'Ucap Buk Tini'.


"Hhmmm... Iya buk", 'Jawab Fitri'.


"Tadi dia bicara apa Sama kamu fit?", 'Introgasi Kiki, karena Kiki hanya melihat Nya dari kejauhan tetapi tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, karena kebisingan di sana'.


"Itu dia nyuruh aku duduk di sana, untuk aja ada buk Tini yang lagi anter pesanan kita. Kalau ngak mah aku mau jawab apa coba sama dia", 'Jawab Fitri'.


"Harusnya kamu tolak aja fit, ngapain sih kamu seperti memberi harapan seperti itu sama dia", 'Ucap Kiki yang sambil menyantap nasi goreng pesanannya'.


"Aku ngak ngasih harapan kok Ki, hanya aku takut aja gitu. Takut dia nantinya salah arti lagi penolakan aku, dan aku takut yang nggak-nggak. Mendingan aku tidak terlalu mengindahkan dia", 'Jawab Fitri sambil bergidik'.


Kiki pun langsung paham maksud Fitri apa, dan Kiki pun tidak lagi menanyakan soal itu lagi, dan dia lebih memilih menyantap sarapannya dari pada keburu dingin.


*


Dari kejauhan pun, Sinta menggambil gambar saat Vino memegang tangan Fitri tadi.


"Yes, akhirnya dapat juga ini gambar. Liat aja kamu anak kampung, Andra akan semakin membenci kamu setelah dia melihat ini. Jangan harap kamu bisa mendapatkan Andra gadis kampung, kasta kamu dan dia itu beda jauh", 'Ucap Sinta tersenyum melihat gambar yang barusan dia ambil'.

__ADS_1


"Apabila aku tidak bisa mendapatkan dia, berarti tidak ada satu orang pun juga yang bisa mendapatkannya", 'Sinta lagi-lagi mengulang-ulang perkatannya itu'.


"Woi Sin kenapa sih lu, senang amat kayaknya", 'Tegur fika'.


"Ngak apa-apa", 'Jawab Sinta'.


"Yakin ngak apa-apa sin?, cerita dong sama kita-kita kebahagiaan lu itu", 'Ucap Butet juga dengan logatnya sendiri'.


"Hhmm..... ini gua mau dapat hadiah dari nyokap bokap gua yang baru balik dari KL", 'Jawab Sinta asal'.


"What.... nyokap bokap lu udah di KL aja, perasaan baru kemarin deh kita abis dari rumah lu, dan mereka masih ada di rumah", 'Ucap Teri dengan cukup keras'.


"Woi Ter.... bisa ngak sih lu itu bicaranya biasa aja. Budek ini telinga gua lama-lama dekat lu", 'Omel Fika'.


"Hehehehe.... Sorry Fik, sorry....", 'Ucap Teri'.


"Sorry.... sorry... Mbah mu", 'Jawab Fika yang masih menggerutu'.


"Udah-udah, kalian berdua ini kenapa sih?. Di mana-mana pasti berantem terus", 'Ucap Sinta menengahi kedua temannya itu'.


"Coba aja lu yang duduk di sebelahnya sin, pasti juga akan ngomel-ngomel gini", 'Jawab Fika'.


"Ya kan gua udah minta maaf Fik", 'Ucap Teri lagi'.


"Emang dengan maaf lu itu, bisa balikin kuping gua yang udah Budek?", 'Tanya Fika lagi'.


"Ya kan kuping lu juga ngak budek Fik, tuh lu masih dengar ucapan gua", 'Jawab Teri lagi'.


"Udah-udah kalian ini, berantem terus. Udah cepatan makannya, ntar itu si singa ke buru masuk kelas duluan lagi", 'Ucap Sinta kemudian berdiri duluan karena dia melirik jam tangannya udah hampir jam 8'.


"bu Rita Sin, bukan singa. Ntar kalau dia dengar gimana", 'Ucap Butet'.


"Ya siapa lah namanya itu, yang penting dia kalau marah kan mirip singa", 'Jawab Sinta lagi'.


Sinta pun mulai berjalan menuju kelasnya, dan di ikuti tiga orang temannya ini, lebih tepatnya Dayang-dayangnya sih, apa yang di ucapkan oleh Sinta pasti di ikuti oleh tiga orang tersebut. Sementara itu, mata Fitri pun tertuju kepada mereka berempat yang dari tadi berisik, bukan hanya Fitri sih tapi masih ada yang lainnya yang masih stay di kantin menunggu jam kuliah mereka di mulai.

__ADS_1


__ADS_2