ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 15


__ADS_3

"Gimana ngga?", 'Tanya Jeni kepada Angga saat mereka sedang dalam perjalanan pulang'.


"Gimana apanya?", 'Tanya Angga balik dan mukanya terlihat bete'.


"Ya gimana, lu udah jadi nembak Fitri?", 'Tanya Jeni juga'.


"Gua udah nyatakan perasaan gua, tapi....", 'Jawab Angga menggantung ucapannya'.


"Tapi apa nya ngga?", 'Tanya Jeni lagi menyambung ucapan Angga yang menggantung'.


"Tapi belum ada jawabannya, Fitri bilang dia mau pikir-pikir terlebih dahulu", 'Ucap Angga kembali menyambung pembicaraannya yang terputus tadi'.


"Terus menurut kamu gimana Ngga?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Ya aku jalani aja lah Jen, kalau memang udah takdirnya aku sama Fitri untuk berbarengan pasti tetap akan bersama kok", 'Jawab Angga mengembuskan nafasnya kasar'.


"Oh iya ngga, aku ada ide nih. Bukan ide aku sih sebenarnya, ini tuh tadi idenya Tante Rina", 'Ucap Jeni'.


"Tante Rina?", 'Tanya Angga mengerjitkan keningnya'.


"Iya Tante Rina, ibunya Fitri. Coba deh kamu jaga jarak untuk sementara waktu dengan Fitri", 'Jawab Jeni'.


"Jaga jarak maksudnya gimana Jen?", 'Tanya Angga lagi karena dia belum paham dengan apa yang di ucapkan oleh Jeni'.


"Iya selama ini kan kamu selalu ada buat Fitri nih, waktu istirahat kamu selalu nyamperin dia, kadang pulang atau pergi sekolah kamu selalu jempu dan antar dia meskipun dia bawa motor sendiri. Coba deh kamu jaga jarak dulu sementara dengan Fitri, untuk melihat dia sayang ngak sama kamu. Dan dia juga merasa kehilangan ngak apabila kamu menjauh dari dia", 'Ucap Jeni menjelaskan ide dia, eh bukan ide dia sih tepatnya ide Tante Rina'.


"Tapi aku takut Fitri marah Jen?", 'Tanya Angga mencerna satu persatu penjelasan ide dari Jeni'.


"Kenapa Fitri marah, apa haknya untuk marah?, Kan kalian memang itu ada hubungan yang lebih dari teman. Kalau seandainya dia marah dengan perubahan kamu, dan kalau seandainya dia marah melihat kamu dekat sama cewek lain itu berarti dia ada perasaan sama kamu", 'Jawab Jeni lagi'.

__ADS_1


"Tapi aku ngak tega Jen, aku ngak mau nyakitin Perasaannya Fitri", 'Ucap Angga yang sudah mengerti maksud dan tujuan Jeni'.


"Ngak apa-apa ngak, ini namanya ngak nyakitin perasaan nya dia. Tapi cuma untuk membuktikan kalau dia itu ada rasa yang sama ngak sama kamu", 'Ucap Jeni'.


"Yasudah deh kita coba dulu, kalau seandainya Fitri marah lu yang tanggung jawab ya", 'Ucap Angga'.


"Iya..... Iya ntar gua deh yang tanggung jawab, lu tenang aja", 'Jawab Jeni'.


"Eh...eh... Tapi tunggu dulu, kok bisa sih Tante Rina ngasih ide beginian sama kamu", 'Tanya Angga'.


Jeni pun menceritakan gimana sampai Tante Rina memberikan ide begitu buat Angga, mungkin karena dia juga ngak mau anaknya mengantung perasaan orang lain juga kali ya, hehehe. Dan lagi karena Rina juga sudah sangat kenal dengan Angga dan juga keluarga, dan dia juga setuju kalau Angga menjadi pacara anaknya.


"Tuh ngga, kamu udah dapat lampu hijau dari orang tua Fitri, tinggal Fitrinya ini yang harus kamu taklukkan", 'Ucap Jeni setelah menjelaskan gimana sampai Tante Rina memberikan ide seperti itu'.


"Kayak apa aja lu, pake di taklukkan segala", 'Ucap Angga yang sudah mulai tersenyum'.


"Kan itu umpamanya Bambang", 'Ucap Jeni memukul bahu Angga'.


*


Semenjak hari itu, Angga sudah mulai menjaga jarak dengan Fitri. Angga tidak lagi mengajak Fitri untuk ke kantin bareng, saat waktu istirahat. Dan Angga juga tidak lagi menganggu Fitri terus terusan, dan juga Angga tidak pernah lagi mengirim pesan dan juga menelpon Fitri setiap saat.


Sebenarnya Angga berat untuk melakukan ini, tapi benar apa yang di ucapkan oleh Jeni. Ini semua untuk membuktikan bahwa Fitri memang ada rasa atau tidak kepadanya.


"Ngga kita ke kantin yuk", 'Ucap Fitri mengajak Angga ke kantin saat waktu istirahat'.


"Duluan aja Fit, gua lagi males ke kantin", 'Jawab Angga yang pergi dari hadapan Fitri'.


"Itu anak kenapa sih, perasaan beberapa hari ini dia aneh bangat", 'Ucap Fitri dan berjalan ke kantin karena Jeni dan yang lainnya sudah menunggu Fitri di kantin'.

__ADS_1


Saat Fitri sampai di kantin dan gabung dengan teman-teman nya yang lain, dia pun melihat Angga yang juga sedang menuju kantin bersama dengan teman-teman nya juga dan bahkan ada cewek juga.


Fitri pun menatap Angga dengan tatapan tajam, sembari mengaduk-aduk makanan milik dia yang sudah di pesankan oleh Jeni.


"Fit... Kamu kenapa?, Kok makanannya ngak di makan, padahal tadi kamu bilang kamu lapar loh, dan bahkan katanya tadi pagi kamu juga ngak sarapan", 'Ucap Jeni melihat Fitri sedang mengaduk-aduk makanannya'.


"Ngak selera makan Jen", 'Jawab Fitri yang masih menatap keberadaan Angga'.


Jeni tersenyum melihat sahabatnya itu jadi ngak selera makan lagi, setelah Angga duduk di dekat cewek lain. Padahal di sana itu bukan cuman Angga sama cewek itu doang, masih banyak yang lainnya.


"Seperti sahabat gua yang satu ini, sudah merasakan kehilangan", 'Ucap Jeni dalam hati yang sedari tadi memperhatikan Fitri'.


"Itu Angga kenapa dekat bangat ya sama itu cewek, padahal kan selama ini dia selalu dingin sama cewek-cewek yang berusaha mendekati dia. Tapi sekarang kok dia dekat amat itu sama cewek itu", 'ucap Fitri ngedumel dalam hati dan Fitri juga tidak tahu cewek itu siapa dan dia juga baru liat'.


"Kok gua jadi jeles gini ya, itu kan haknya Angga buat dekat sama siapa aja. Gua ngak ada hak buat ngelarang-larang dia buat dekat sama siapa pun", 'Ucap Fitri lagi yang tersadar karena dia bukan siapa-siapa nya Angga'.


"Fit lu kenapa sih, dari tadi liatin kesana terus", 'Tanya Jeni lagi'.


"Ngak apa-apa kok", 'Jawab Fitri singkat'.


"Gua ke kelas dulu ya, nitip bayarin ya", "Ucap Fitri lagi sembari memberikan uang 20rb untuk membayar makan dan minumnya di kantin'.


"Terus ini ngak di makan fit, sayang loh. Ngak biasanya kamu buang-buang makanan gini. Dan tadi juga kamu bilang kamu lapar", 'Ucap Jeni'.


"Udah kenyang Jen", 'Jawab Fitri dan berlalu kembali ke kelas nya'.


"Kenyang apa nya fit, dimakan geh juga ngak makanannya", 'Timpa Nani'.


"Maafin aku ya fit, sebenarnya aku juga ngak tega lakuin ini sama kamu", 'Ucap Angga yang juga melirik-lirik Fitri dari kejauhan'.

__ADS_1


Angga merasa bersalah karena setuju dengan idenya Jeni dan Tante Rina untuk menjaga jarak dengan Fitri sementara waktu, dan juga untuk mengetahui bagaimana perasaan Fitri yang sebenarnya juga terhadap Angga.


__ADS_2